Pemprov Jateng Terus Dorong Pengelolaan Minyak Jelantah Perkuat Ekonomi Keluarga Dan Jaga Lingkungan

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pengelolaan minyak jelantah sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi keluarga, sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Melalui Gerakan Minyak Jelantah Jadi Rupiah yang diinisiasi Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, limbah rumah tangga yang selama ini dipandang tidak bernilai, bisa diolah menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Penguatan program tersebut menjadi salah satu pembahasan saat Ketua TP PKK Jateng Nawal Arafah Yasin bersama Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, menerima audiensi TP PKK Kota Salatiga, di Rumah Dinas Wakil Gubernur, Jalan Rinjani, Semarang, Rabu (5/8/2026).

Nawal menjelaskan, Gerakan Minyak Jelantah Jadi Rupiah dijalankan melalui kolaborasi dengan PT BioSirkular Inovasi Indonesia dan PT Gapura Mas Lestari (GML). Dalam pelaksanaannya, kader PKK dan Posyandu di setiap desa/ kelurahan, menjadi koordinator pengumpulan minyak jelantah dari masyarakat.

Selanjutnya, minyak jelantah yang terkumpul dibawa ke tingkat kecamatan untuk dijemput operator, dilanjutkan dengan pencatatan digital hingga hasil penjualannya disalurkan ke rekening masing-masing pengelola.

Nawal mengungkapkan, setiap satu liter minyak jelantah dihargai Rp7.000. Dari jumlah tersebut, Rp5.000 menjadi hak masyarakat, sedangkan Rp2.000 digunakan untuk mendukung operasional kader PKK.

“Ini justru ternyata permintaan penyediaan ATM penukaran minyak jelantah sudah sangat banyak. Untuk PT GML nanti bulan September sudah mulai selesai produksi ya,” ucap istri Wagub Jateng.

Menurut Nawal, program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Bahkan, sejumlah daerah mulai mengembangkan inovasi, untuk memperluas manfaat pengelolaan minyak jelantah di masyarakat.

Salah satunya dilakukan TP PKK Kota Salatiga melalui program Sejuta Mijel (Sedekah Jelantah untuk Amal). Program itu melibatkan aparatur sipil negara (ASN) di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Salatiga dalam pengumpulan minyak jelantah yang selanjutnya dimanfaatkan untuk kegiatan sosial.

“Untuk Salatiga kami sangat mengapresiasi tadi Sejuta, insyaallah ini sudah siap. Tetapi saya ingin mengingatkan kembali, tantangannya ke depan itu bagaimana untuk terus menguatkan partisipasi masyarakat,” beber Nawal.

Menurutnya, semangat gotong royong dan swadaya masyarakat merupakan modal besar yang dimiliki Jawa Tengah, dan perlu terus dipertahankan dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Inilah menurut saya potensi dari Jawa Tengah, yang kemudian diuri-uri kembali. Apalagi di tengah-tengah kebijakan keterbatasan fiskal ke daerah, kita harus pintar-pintar bagaimana mengikutsertakan swadaya masyarakat,” ucap Nawal.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen berharap, pengelolaan minyak jelantah mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, persoalan sampah harus ditangani secara bersama-sama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan, baik bagi lingkungan maupun perekonomian keluarga.

Dia juga mengapresiasi inovasi TP PKK Kota Salatiga yang hadir dengan Sejuta Mijel (Sedekah Jelantah untuk Amal). Inovasi tersebut dinilai menjadi contoh kolaborasi, yang mampu memperluas manfaat pengelolaan limbah rumah tangga.

“Ini juga bisa menggambarkan kepada masyarakat, bahwa penanganan sampah enggak ada ruginya. Paling tidak ini mengurangi beban kebutuhan rumah tangga, dan lingkungan juga menjadi sehat,” ungkap wagub.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan mengatakan, selain melibatkan kader PKK, program Sejuta Mijel juga mengajak ASN di lingkungan Pemkot Salatiga, untuk berpartisipasi mengumpulkan minyak jelantah.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama, dalam mengembangkan pengelolaan minyak jelantah yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Bedanya untuk program Sejuta ini jadi penyemangat kita, supporting dari pemkot kita buat jadi satu momen. Sehingga komitmen keterpaduan tadilah yang akan kita angkat,” tandas Gus Yasin, sapaannya. (At/Ul, Diskomdigi Jateng)

114
Pemprov Jateng Terus Dorong Pengelolaan Minyak Jelantah Perkuat Ekonomi Keluarga Dan Jaga Lingkungan

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pengelolaan minyak jelantah sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi keluarga, sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Melalui Gerakan Minyak Jelantah Jadi Rupiah yang diinisiasi Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, limbah rumah tangga yang selama ini dipandang tidak bernilai, bisa diolah menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Penguatan program tersebut menjadi salah satu pembahasan saat Ketua TP PKK Jateng Nawal Arafah Yasin bersama Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, menerima audiensi TP PKK Kota Salatiga, di Rumah Dinas Wakil Gubernur, Jalan Rinjani, Semarang, Rabu (5/8/2026).

Nawal menjelaskan, Gerakan Minyak Jelantah Jadi Rupiah dijalankan melalui kolaborasi dengan PT BioSirkular Inovasi Indonesia dan PT Gapura Mas Lestari (GML). Dalam pelaksanaannya, kader PKK dan Posyandu di setiap desa/ kelurahan, menjadi koordinator pengumpulan minyak jelantah dari masyarakat.

Selanjutnya, minyak jelantah yang terkumpul dibawa ke tingkat kecamatan untuk dijemput operator, dilanjutkan dengan pencatatan digital hingga hasil penjualannya disalurkan ke rekening masing-masing pengelola.

Nawal mengungkapkan, setiap satu liter minyak jelantah dihargai Rp7.000. Dari jumlah tersebut, Rp5.000 menjadi hak masyarakat, sedangkan Rp2.000 digunakan untuk mendukung operasional kader PKK.

“Ini justru ternyata permintaan penyediaan ATM penukaran minyak jelantah sudah sangat banyak. Untuk PT GML nanti bulan September sudah mulai selesai produksi ya,” ucap istri Wagub Jateng.

Menurut Nawal, program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Bahkan, sejumlah daerah mulai mengembangkan inovasi, untuk memperluas manfaat pengelolaan minyak jelantah di masyarakat.

Salah satunya dilakukan TP PKK Kota Salatiga melalui program Sejuta Mijel (Sedekah Jelantah untuk Amal). Program itu melibatkan aparatur sipil negara (ASN) di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Salatiga dalam pengumpulan minyak jelantah yang selanjutnya dimanfaatkan untuk kegiatan sosial.

“Untuk Salatiga kami sangat mengapresiasi tadi Sejuta, insyaallah ini sudah siap. Tetapi saya ingin mengingatkan kembali, tantangannya ke depan itu bagaimana untuk terus menguatkan partisipasi masyarakat,” beber Nawal.

Menurutnya, semangat gotong royong dan swadaya masyarakat merupakan modal besar yang dimiliki Jawa Tengah, dan perlu terus dipertahankan dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Inilah menurut saya potensi dari Jawa Tengah, yang kemudian diuri-uri kembali. Apalagi di tengah-tengah kebijakan keterbatasan fiskal ke daerah, kita harus pintar-pintar bagaimana mengikutsertakan swadaya masyarakat,” ucap Nawal.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen berharap, pengelolaan minyak jelantah mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, persoalan sampah harus ditangani secara bersama-sama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan, baik bagi lingkungan maupun perekonomian keluarga.

Dia juga mengapresiasi inovasi TP PKK Kota Salatiga yang hadir dengan Sejuta Mijel (Sedekah Jelantah untuk Amal). Inovasi tersebut dinilai menjadi contoh kolaborasi, yang mampu memperluas manfaat pengelolaan limbah rumah tangga.

“Ini juga bisa menggambarkan kepada masyarakat, bahwa penanganan sampah enggak ada ruginya. Paling tidak ini mengurangi beban kebutuhan rumah tangga, dan lingkungan juga menjadi sehat,” ungkap wagub.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan mengatakan, selain melibatkan kader PKK, program Sejuta Mijel juga mengajak ASN di lingkungan Pemkot Salatiga, untuk berpartisipasi mengumpulkan minyak jelantah.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama, dalam mengembangkan pengelolaan minyak jelantah yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Bedanya untuk program Sejuta ini jadi penyemangat kita, supporting dari pemkot kita buat jadi satu momen. Sehingga komitmen keterpaduan tadilah yang akan kita angkat,” tandas Gus Yasin, sapaannya. (At/Ul, Diskomdigi Jateng)

Pemprov Jateng Terus Dorong Pengelolaan Minyak Jelantah Perkuat Ekonomi Keluarga Dan Jaga Lingkungan
Pemprov Jateng Terus Dorong Pengelolaan Minyak Jelantah Perkuat Ekonomi Keluarga Dan Jaga Lingkungan
Pemprov Jateng Terus Dorong Pengelolaan Minyak Jelantah Perkuat Ekonomi Keluarga Dan Jaga Lingkungan
Pemprov Jateng Terus Dorong Pengelolaan Minyak Jelantah Perkuat Ekonomi Keluarga Dan Jaga Lingkungan
Pemprov Jateng Terus Dorong Pengelolaan Minyak Jelantah Perkuat Ekonomi Keluarga Dan Jaga Lingkungan
Pemprov Jateng Terus Dorong Pengelolaan Minyak Jelantah Perkuat Ekonomi Keluarga Dan Jaga Lingkungan
Pemprov Jateng Terus Dorong Pengelolaan Minyak Jelantah Perkuat Ekonomi Keluarga Dan Jaga Lingkungan
Pemprov Jateng Terus Dorong Pengelolaan Minyak Jelantah Perkuat Ekonomi Keluarga Dan Jaga Lingkungan
Pemprov Jateng Terus Dorong Pengelolaan Minyak Jelantah Perkuat Ekonomi Keluarga Dan Jaga Lingkungan
Pemprov Jateng Terus Dorong Pengelolaan Minyak Jelantah Perkuat Ekonomi Keluarga Dan Jaga Lingkungan
Pemprov Jateng Terus Dorong Pengelolaan Minyak Jelantah Perkuat Ekonomi Keluarga Dan Jaga Lingkungan
Pemprov Jateng Terus Dorong Pengelolaan Minyak Jelantah Perkuat Ekonomi Keluarga Dan Jaga Lingkungan
Pemprov Jateng Terus Dorong Pengelolaan Minyak Jelantah Perkuat Ekonomi Keluarga Dan Jaga Lingkungan
More like this
Banyubiru Konsisten Jalankan Komponen Desa Antikorupsi

Banyubiru Konsisten Jalankan Komponen Desa Antikorupsi

admin
Dinkes Petakan Risiko Penyakit Dari Lingkungan Rumah Tangga

Dinkes Petakan Risiko Penyakit Dari Lingkungan Rumah Tangga

admin