Buka Ruang Bagi Masyarakat Wali Kota Magelang Warga Bukan Sekadar Objek Pembangunan

KOTA MAGELANG — Pemerintah Kota Magelang terus melibatkan masyarakat dalam menentukan arah pembangunan. Salah satunya, dengan membuka ruang bagi warga untuk ikut mengawasi dan memberikan masukan.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono mengatakan, pelibatan masyarakat perlu dibangun melalui komunikasi dan edukasi yang baik. Dengan begitu, program pemerintah tidak berjalan sepihak, namun juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi dan memberikan masukan.
“Masyarakat jangan hanya menjadi objek pembangunan. Masyarakat adalah pelaku pembangunan yang harus kita ajak dan kita berdayakan, melalui metode komunikasi yang baik serta edukasi yang baik,” kata Damar, saat evaluasi implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Magelang, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, prinsip tersebut perlu diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan program pemerintah. Wali kota juga menekankan pentingnya mekanisme check and balance, dengan melibatkan berbagai pihak.
Komitmen itu, kata dia, antara lain diwujudkan melalui sejumlah program yang menyasar kebutuhan langsung masyarakat, seperti Berdikari Disabilitas, Angkot Gratis, Puskesmas Pagi–Sore, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Bantuan Permakanan, Cek Kesehatan Lansia dan program lainnya. Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Magelang membangun kebijakan yang inklusif, sekaligus memberikan manfaat langsung kepada warga.
Di sisi lain, Damar menyebut, arah pembangunan Kota Magelang akan semakin difokuskan pada sektor jasa dan perdagangan. Sektor tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian, sekaligus berdampak pada bidang sosial dan budaya.
“Kota Magelang menjadi kota jasa dan perdagangan yang mampu menggerakkan sektor ekonomi, sosial, budaya, dan sektor lainnya,” ujarnya.
Tiga sektor jasa yang menjadi perhatian utama adalah pendidikan, kesehatan, dan pariwisata. Damar mengatakan ,intervensi pembangunan akan diarahkan pada sektor-sektor tersebut.
Dengan arah itu, evaluasi SAKIP tidak sekadar menjadi penilaian atas pelaksanaan program pemerintah, tetapi juga menjadi momentum untuk memastikan kebijakan yang dijalankan memiliki arah yang jelas, melibatkan masyarakat, dan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan warga.
Penulis : Prokompim Kota Magelang
Editor : Ul, Diskomdigi Jateng
KOTA MAGELANG — Pemerintah Kota Magelang terus melibatkan masyarakat dalam menentukan arah pembangunan. Salah satunya, dengan membuka ruang bagi warga untuk ikut mengawasi dan memberikan masukan.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono mengatakan, pelibatan masyarakat perlu dibangun melalui komunikasi dan edukasi yang baik. Dengan begitu, program pemerintah tidak berjalan sepihak, namun juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi dan memberikan masukan.
“Masyarakat jangan hanya menjadi objek pembangunan. Masyarakat adalah pelaku pembangunan yang harus kita ajak dan kita berdayakan, melalui metode komunikasi yang baik serta edukasi yang baik,” kata Damar, saat evaluasi implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Magelang, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, prinsip tersebut perlu diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan program pemerintah. Wali kota juga menekankan pentingnya mekanisme check and balance, dengan melibatkan berbagai pihak.
Komitmen itu, kata dia, antara lain diwujudkan melalui sejumlah program yang menyasar kebutuhan langsung masyarakat, seperti Berdikari Disabilitas, Angkot Gratis, Puskesmas Pagi–Sore, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Bantuan Permakanan, Cek Kesehatan Lansia dan program lainnya. Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Magelang membangun kebijakan yang inklusif, sekaligus memberikan manfaat langsung kepada warga.
Di sisi lain, Damar menyebut, arah pembangunan Kota Magelang akan semakin difokuskan pada sektor jasa dan perdagangan. Sektor tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian, sekaligus berdampak pada bidang sosial dan budaya.
“Kota Magelang menjadi kota jasa dan perdagangan yang mampu menggerakkan sektor ekonomi, sosial, budaya, dan sektor lainnya,” ujarnya.
Tiga sektor jasa yang menjadi perhatian utama adalah pendidikan, kesehatan, dan pariwisata. Damar mengatakan ,intervensi pembangunan akan diarahkan pada sektor-sektor tersebut.
Dengan arah itu, evaluasi SAKIP tidak sekadar menjadi penilaian atas pelaksanaan program pemerintah, tetapi juga menjadi momentum untuk memastikan kebijakan yang dijalankan memiliki arah yang jelas, melibatkan masyarakat, dan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan warga.
Penulis : Prokompim Kota Magelang
Editor : Ul, Diskomdigi Jateng
