Category: Gaya Hidup
-

Hidup di Desa Murah, yang Mahal Itu Iurannya, Ini Rinciannya!
Dalam hidup ini, kita pasti punya angan-angan. Misalnya, ingin tinggal di lingkungan yang tenang, ayem, jauh dari polusi udara dan kemacetan. Tujuannya, supaya bisa menjalani hidup yang tidak memburu, tidak pula diburu. Dan jawaban dari semua itu adalah hidup di desa. Biasanya yang sudah pensiun atau punya financial freedom nih yang punya keinginan seperti ini.…
-

Rokok Murah Harga di Bawah 15 Ribu yang Rasanya Enak
Masyarakat Indonesia sedang mumet-mumetnya. Kinerja pemerintahannya tolol, perekonomian ndlosor, yang berakibat harga-harga kebutuhan pada naik semua. Harga sembako naik, harga minyak (mulai dari minyak goreng hingga BBM) juga pada naik. Bahkan harga-harga kebutuhan nonprimer seperti harga rokok pun beberapa juga ikut naik. Ya nggak heran kalau amarah masyarakat tercecer di mana-mana. Nah, terkait harga rokok…
-

3 Kiat Berburu Tiket Go Show KAI Tanpa Drama Telantar
Bagi saya, sensasi membeli tiket kereta api go show itu mirip seperti uji nyali. Ada adrenalin yang terpacu saat bersiap memburu tarif super murah tiga jam sebelum keberangkatan demi menghemat isi dompet yang kian menipis. Namun, kalau salah langkah sedikit saja, bersiaplah menghadapi kenyataan pahit. Rencana perjalanan bisa langsung berantakan total akibat kehabisan tiket, dan…
-

Deodoran Kahf, Deodoran yang Nggak Bau kayak Merek Pesaing
Saya pengguna produk Kahf garis keras. Sunscreen, sabun, parfum, sabun muka bahkan punya dua varian, dan tentu saja, deodoran Kahf. Yang belum saya coba kayaknya cuman produk rambutnya, bukan karena nggak suka, tapi karena produk saya yang lain belum abis aja. Sudah bertahun-tahun saya pake produk Kahf. Selain karena jualan bundling yang jelas lebih hemat,…
-

Ekonomi Bikin Waswas, Menyesal Tidak Rajin Menabung dari Dulu
Ada satu petuah dari orang tua yang dari dahulu hingga sekarang masih menempel di kepala, yakni berhemat dan rajin menabung. Ketika saya dapat rezeki berupa uang, berapapun jumlahnya, orang tua saya selalu bilang, “Duite dihemat, ojo lali ditabung.” Petuah atau imbauan orang tua saya untuk berhemat dan rajin menabung tentunya bukan tanpa alasan. Kita tahu…
-

Pertashop Menghitung Hari: Mengapa Bisnis SPBU Mini Ini Sulit Bertahan?
Kenaikan harga Pertamax berdampak signifikan pada bisnis Pertashop. Banyak gerai di jalur Wonogiri-Jogja tutup atau sepi pasca harga Pertamax mencapai Rp16.000 per liter. Ini merugikan konsumen dan bisnis, mengurangi akses bahan bakar serta pilihan bagi pengendara. Pertashop terancam.
-

Bioskop XXI Aneh, Selamatkan Planet tapi Larang Bawa Tumbler!
Sabtu kemarin, tanggal 6 Juni 2026, saya berniat menikmati akhir pekan dengan menonton bioskop di salah satu mall paling gres di Semarang, Mall 23. Baru saja saya melewati pintu kaca bioskop XXI, langkah saya dicegat oleh seorang satpam yang tiba-tiba muncul entah dari mana. Sebabnya, anak saya menjinjing sebotol tumbler. Memang, itu tumbler dari sebuah…
-

Kantor Desa Punya Prinsip Kerja Harus Lambat, Gak Perlu Cepat!
Sebagai warga desa yang sesekali masih harus mengurus surat pengantar, legalisir, atau urusan administrasi lainnya, saya beberapa kali mampir ke kantor desa. Dan entah kenapa, ada satu pengalaman yang hampir selalu terjadi berulang-ulang, yakni menunggu. Saya bisa memahami jika antrean memang panjang, sehingga harus menunggu lama. Masalahnya justru sebaliknya. Kadang saya datang dan hanya ada…
-

Usaha Warung di Desa Cuma Bikin Stres, Banyak yang Ngutang!
Dulu, saya berpikir bahwa membuka warung di desa itu adalah usaha yang mudah. Modalnya tidak terlalu tinggi, tempatnya dekat rumah, dan pembelinya adalah orang-orang yang sudah lama dikenali. Menurut saya, berjualan di lingkungan sendiri akan lebih nyaman karena antara pelanggan dan penjual ada rasa saling percaya. Namun, setelah beberapa waktu mengelola usaha warung kecil di…
-

6 Jurus Kelas Menengah Bertahan Saat Ekonomi Bergejolak
Kondisi ekonomi saat ini benar-benar bikin kita sebagai kelas menengah jadi waswas. Ironisnya, kita adalah tulang punggung ekonomi bangsa ini. Lihat aja kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap PDB, mencapai 54,36 persen. Jadi kalau pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun ini 5,6 persen, lebih dari separuhnya datang dari kita-kita yang doyan belanja ini. Ekonomi sulit bertumbuh kalau…