Category: Nasional
-

Rismon Sianipar Siap Rilis 700 Halaman Revisi Penelitian Ijazah Jokowi: Apa yang Berubah?
Tersangka pencemaran nama baik, Rismon Sianipar, menegaskan akan merevisi penelitiannya terkait dugaan ijazah palsu Mantan Presiden Jokowi. Hasil revisi tersebut direncanakan dibukukan setebal 700 halaman. Revisi ini merupakan bagian dari tanggung jawab Rismon sebagai peneliti terhadap Jokowi dan keluarga besarnya.
-

Kasus Hotel Sultan Memanas: JK dan Tokoh Nasional Tanda Tangani Petisi Keadilan
Sejumlah tokoh nasional, termasuk mantan Wapres Jusuf Kalla, menandatangani petisi keadilan di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (1/4/2026). Petisi ini menolak pengambilalihan Hotel Sultan oleh Kementerian Sekretariat Negara. Mereka menyoroti ketidakmampuan negara mengelola hotel besar. JK yakin Presiden Prabowo Subianto akan membela pengusaha pribumi.
-

Rismon Sianipar Ungkap: Revisi Penelitian Ijazah Jokowi Bagian dari Perjanjian Restorative Justice
Rismon Sianipar akan merevisi penelitiannya terkait ijazah Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta. Revisi ini merupakan bagian dari perjanjian restorative justice terkait kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. Rismon mengklaim inisiatif pribadi ini bentuk pertanggungjawaban seorang peneliti. Tujuannya adalah mendewasakan publik terkait isu ijazah palsu Jokowi.
-

Ono Surono: Di Depan Matanya, Rumah Digeledah KPK
KPK menggeledah rumah Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Fraksi PDIP, Ono Surono, di Bandung. Penggeledahan ini terkait dugaan suap proyek Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang. Ono Surono atau perwakilannya turut menyaksikan proses penyitaan oleh KPK. Juru bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan hal tersebut.
-

Polemik Revisi Ijazah Jokowi: Rismon Sianipar Seret Albert Einstein dan Isaac Newton.
Rismon Sianipar membahas penelitiannya mengenai ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah terbit dalam buku Jokowi’s White Paper. Ia menegaskan revisi temuan penelitian bukan masalah. Rismon mencontohkan ilmuwan ternama seperti Albert Einstein dan Isaac Newton yang juga pernah merevisi hasil temuannya, menunjukkan fleksibilitas dalam proses ilmiah.
-

Konflik Timur Tengah Mendidih, Harga Minyak Melonjak: Bagaimana Fiskal RI Bertahan dari Badai?
Great Institute menggelar Focus Great Discussion (FGD) tentang Tantangan Ketahanan Energi Indonesia di Tengah Turbulensi Geopolitik. Diskusi menyoroti dampak lonjakan harga minyak global akibat konflik Timur Tengah pada ekonomi dan fiskal negara. Cadangan energi nasional yang tipis memperparah tekanan, berpotensi memperlebar defisit anggaran dan meningkatkan beban subsidi energi.
-

Komnas HAM Periksa 4 Pelaku Kunci Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Komnas HAM akan memeriksa empat oknum TNI tersangka penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Komisioner Saurlin P Siagian menyatakan surat izin pemeriksaan akan dikirim ke Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Empat tersangka dijerat Pasal 469 dan 467 terkait penganiayaan berat dan penganiayaan berencana.
-

Kredensialing: Pilar Vital di Balik Layanan JKN Berkualitas Unggul
BPJS Kesehatan menekankan kredensialing dan rekredensialing fasilitas kesehatan guna menjaga mutu layanan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Proses ini memastikan faskes mitra memberikan pelayanan aman, berkualitas, dan sesuai standar. Ribuan FKTP serta FKRTL telah bermitra setelah melalui penilaian objektif.
-

Kemendagri Soroti Inovasi Pemda: Terobosan Efektif Pangkas Pengangguran
BSKDN Kemendagri menyoroti praktik baik pemerintah daerah (Pemda) dalam menurunkan tingkat pengangguran. Kegiatan ini menjadi forum pembelajaran untuk berbagi strategi efektif. Identifikasi praktik terbaik Pemda penting agar dapat direplikasi, membuka lapangan kerja baru. Maluku Utara contohnya, dengan pelatihan vokasi dan hilirisasi.
-

Karhutla: Mengapa Fokus Pencegahan Hotspot Kini Jadi Kunci Utama?
Penelitian Dr. Ir. Aswin Usup, Guru Besar Universitas Palangka Raya, menyoroti kebakaran gambut di Kalimantan. Bencana 2015 dan 2019 menunjukkan api merambat di bawah tanah. Drainase lahan pertanian memperparah risiko. Stabilitas muka air tanah esensial untuk pencegahan. Menjaga ekosistem gambut tetap basah adalah kunci utama mitigasi kebakaran lahan serta dampaknya.