Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
loading…
Bung Karno bersama Haji Agus Salim. Foto: Tropenmuseum
JAKARTA – Nama Agus Salim tercatat sebagai salah satu diplomat paling cemerlang yang pernah dimiliki Indonesia. Kemampuan bernegosiasi, kecerdasan, dan kepiawaiannya berbahasa asing membuatnya disegani lawan maupun kawan dalam berbagai forum internasional.
Di balik perannya yang besar dalam perjuangan diplomasi Indonesia, terdapat sejumlah kisah menarik yang menunjukkan kecerdasan Agus Salim dalam menghadapi situasi sulit. Salah satunya terjadi ketika ia mengikuti Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda, pada 1949.
Saat itu, Agus Salim menjadi bagian dari delegasi Indonesia yang berunding dengan Belanda untuk menyelesaikan sengketa pasca-kemerdekaan. Perundingan berlangsung dalam suasana serius karena menyangkut masa depan kedaulatan Indonesia.
WTP 14 Kali Beruntun: Bupati Agus Siapkan Gebrakan Baru Pelayanan Publik
Pemerintah Kabupaten Temanggung kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Opini ini diberikan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Ini adalah capaian WTP ke-14 secara berturut-turut, menunjukkan pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel. Penyerahan dilakukan di Semarang, Kamis (11/6/2026).
Silmy Karim Ditahan KPK, Ini Respons Menteri Imipas Agus Andrianto
loading…
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim dan tujuh pejabat Imigrasi jadi tersangka kasus dugaan pemerasan izin tinggal warga negara asing (WNA). Foto/Arif Julianto
JAKARTA – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menyatakan menghormati dan mendukung proses penegakan hukum yang tengah dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu diungkapkan merespons penetapan sebagai tersangka dan penahanan Wakil Menteri Imipas Silmy Karim dan tujuh pejabat Imigrasi dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA).
Agus menegaskan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan akan bersikap kooperatif. Selain itu, pihaknya akan membuka akses data, dokumen, serta keterangan yang diperlukan penyidik.
“Proses hukum yang berjalan wajib kita dukung, dan saya minta semua pihak akomodatif mendukung proses tersebut,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Dirjen Keuangan Daerah Agus Fatoni Terima Penghargaan Digital Innovation Award 2026
loading…
Dirjen Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni menerima penghargaan Digital Innovation Award 2026 (DIA 2026) yang diselenggarakan oleh iNews Media Group. Foto: Sindonews
JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni menerima penghargaan Digital Innovation Award 2026 (DIA 2026) yang diselenggarakan oleh iNews Media Group. Acara bertempat di kantor iNews Tower Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026).
Penghargaan kepada Fatoni diberikan sebagai apresiasi atas komitmen, dedikasi dan inovasi dalam mendorong transformasi digital pelayanan publik dalam pengelolaan keuangan daerah dan memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang modern, transparan, dan akuntabel melalui pemanfaatan teknologi digital.
Salah satunya adalah pengembangan dan penguatan implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan Satu Data Indonesia dan penerapan Siatem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) terus dilakukan.
Selain itu, komitmen dan inovasi digitalisasi pelayanan publik juga dilakukan melalui Elektronifikasi Transaksi Pemerintahan Daerah (ETPD), penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), digitalisasi pelayanan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, pengembangan layanan Badan Usaha Milik Daerah melalui e-BUMD, Badan Layanan Umum Daerah melalui e-BLUD, Barang Milik Daerah melalui e-BMD, hingga penerapan e-Evaluasi dalam pelaksanaan evaluasi APBD.
Fatoni menjelaskan transformasi digital merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang efektif, efisien, serta berorientasi pada pelayanan publik. Melalui penguatan pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), pemerintah daerah didorong untuk mampu menghadirkan layanan yang terintegrasi dan berbasis data.
Kisruh Internal PPP Memanas: Taj Yasin & Agus Suparmanto Digugat Kader di PN Jaksel
Kader PPP dari berbagai daerah mengajukan gugatan terhadap Sekjen PPP Taj Yasin dan Wakil Ketua Umum PPP Agus Suparmanto ke PN Jakarta Selatan. Gugatan ini terkait dugaan pelanggaran AD/ART partai serta penyalahgunaan Kartu Tanda Anggota (KTA). Langkah hukum ini mewakili keresahan kader di Indonesia.
Mutasi di Kemhan: Agus Widodo Jabat Waka BIN, Bagus Suryadi Tayo Jadi Dirjen Strahan
loading…
Sejumlah Pati TNI AD mendapat kenaikan pangkat. Belum lama ini mutasi dilakukan di Kemhan. Letjen TNI Agus Widodo yang sebelumnya menjabat Dirjen Strahan Kemhan mendapat amanah baru sebagai Waka BIN. Foto: Dok Dispenad
JAKARTA – Mutasi dan rotasi terjadi di Kementerian Pertahanan (Kemhan) . Letjen TNI Agus Widodo yang sebelumnya menjabat Dirjen Strahan Kemhan mendapat amanah baru sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
Agus menggantikan Komjen Pol Imam Sugianto yang memasuki masa pensiun. Kemudian, posisi Dirjen Strahan diisi Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo yang sebelumnya menjabat Pangdivif 3/Kostrad.
Penunjukan Bagus Suryadi sempat disinggung Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat memperkenalkan jajaran pejabat Kemhan kepada Menhan Jepang Shinjiro Koizumi di Aula Bhinneka Tunggal Ika (BTI), Kemhan, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Sjafrie hadir bersama sejumlah pejabat utama Kemhan, termasuk Letjen Agus Widodo dan Mayjen Bagus Suryadi. “Saya juga didampingi calon Dirjen Strahan,” kata Sjafrie ketika memperkenalkan jajaran kepada Menhan Jepang Koizumi.
Sekadar diketahui, Letjen Agus Widodo merupakan jenderal Kopassus lulusan Akademi Militer (Akmil) 1995. Sementara, Mayjen Bagus Suryadi Tayo adalah Perwira Tinggi TNI AD lulusan Akmil 1993 dari kecabangan Infanteri (Raider). Dia juga putra mantan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI (Purn) H Tayo Tarmadi.
Agus Jabo Sentil Amien Rais: Politik Prasangka, Ancaman Nyata Demokrasi!
Wamensos Agus Jabo Priyono, Ketua Umum PRIMA, menilai kritik program kerakyatan Presiden Prabowo Subianto telah bergeser menjadi serangan personal. Menurutnya, kebijakan pro-rakyat pemerintah tidak memiliki celah substantif. Upaya menggagalkan program tersebut dilakukan melalui intrik dan serangan nonsubstansial di Jakarta.
Di Balik Dapur MBG, Perjuangan Agus Menghidupi Keluarga dan Melunasi Utang
Di balik dapur MBG, menyimpan kisah perjuangan seorang kepala rumah tangga. Agus Yusuf Widodo (53) pekerja di bagian area dapur SPPG Khusus di Kabupaten Ngawi, menyimpan kisah perjuangan yang tidak sederhana. Selain bekerja di dapur program MBG, ia juga beternak delapan ekor kambing dan sesekali menjadi tukang pijat keliling untuk menambah penghasilan dan melunasi utangnya. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Ngawi, Idola 92.6 FM-Pagi itu, Agus Yusuf Widodo (53) sudah sibuk membersihkan area dapur SPPG Khusus di Kabupaten Ngawi. Dengan gerakan cekatan, ia menyapu dan merapikan ruang kerja, memastikan area dalam dan luar dapur tetap bersih untuk aktivitas memasak.
Di balik rutinitas itu, Agus menyimpan kisah perjuangan yang tidak sederhana. Selain bekerja di dapur program MBG, ia juga beternak delapan ekor kambing dan sesekali menjadi tukang pijat keliling untuk menambah penghasilan.
“(Penghasilan jadi tukang pijat) tergantung orangnya. Kadang satu orang Rp50 ribu, kadang dua orang Rp100 ribu. Kadang-kadang tidak dapat pelanggan (tidak memijat),” curhatnya, ditulis Minggu (12/4).
Keterbatasan fisik tak menghalangi langkah Agus untuk terus bekerja. Sejak kecil, ia mengalami gangguan pendengaran akibat sakit panas, dan baru lima tahun terakhir menggunakan alat bantu dengar.
“Kalau tidak pakai alat bantu dengar, saya tidak jelas (mendengarnya),” katanya.
Kesempatan bekerja di dapur MBG datang dari informasi seorang teman. Tanpa ragu, Agus mencoba melamar, dan kini sudah lebih dari satu tahun ia menjadi bagian dari program tersebut.
Bagi Agus, lingkungan kerja yang menerima kondisinya menjadi salah satu hal yang membuatnya betah. Ia mengaku senang dan semakin bersemangat menjalani pekerjaan setiap hari.
“Lumayan bagus dan lancar, alhamdulillah. Saya semangat dan senang bekerja (di dapur MBG). Teman-teman juga menerima kondisi saya,” ucapnya.
Menurut Agus, penghasilan dari pekerjaannya sebagai petugas kebersihan di dapur MBG menjadi penopang utama kebutuhan keluarga. Gaji yang diterima setiap dua minggu sekali ia manfaatkan dengan penuh perhitungan.
“Hasilnya (gaji) cair dua minggu sekali. Ini untuk bayar utang bank. Dua minggu berikutnya untuk kebutuhan,” katanya.
Utang yang ia cicil bukan tanpa alasan. Agus menggunakannya untuk membiayai pendidikan anaknya, sebuah prioritas yang ia perjuangkan di tengah keterbatasan.
“Saya mencicil di bank untuk biaya sekolah anak saya,” imbuhnya.
Program MBG pun menjadi titik terang dalam kehidupannya. Dari pekerjaan sederhana di dapur, Agus kini bisa perlahan menata kembali kondisi keuangannya.
Jika diberi kesempatan bertemu Presiden Prabowo Subianto, Agus hanya ingin menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Terima kasih, Pak Prabowo. Saya bisa bekerja di MBG untuk mencicil utang dan memenuhi kebutuhan lainnya,” tuturnya. (her/dav)
Bupati Agus Setyawan: Di Tengah Sadranan Bejen, Tunjukkan Komitmen Lingkungan Lewat Tanam Pohon.
Bupati Temanggung, Agus Setyawan, menanam pohon saat tradisi Sadranan di Pemakaman Dusun Ngrimpak, Desa Lowungu, Bejen, Jumat (30/1/2026). Aksi ini menjadi simbol penghormatan alam dan leluhur. Penanaman pohon ini merupakan bagian upaya merawat lingkungan di tengah kegiatan spiritual, sekaligus mempererat silaturahmi warga.