HMD Asha 305 Resmi, HP Android Layar 5 Inci dengan Baterai Lepas Harga Rp 1 Jutaan
Foto: HMD
Teknologi.id – HMD resmi memperkenalkan smartphone terbarunya, HMD Asha 305, yang hadir dengan desain mungil dan spesifikasi sederhana. Ponsel ini pertama kali diluncurkan di Filipina pada 28 Juli 2026.
Di tengah tren smartphone berlayar besar, HMD justru menawarkan pengalaman berbeda melalui layar 5 inci dan baterai yang dapat dilepas (removable battery), fitur yang kini semakin jarang ditemukan pada ponsel modern.
HMD menyebut Asha 305 sebagai “lite smartphone”, yakni smartphone Android dengan kemampuan dasar yang ditujukan bagi pengguna yang ingin beralih dari feature phone tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Salah satu daya tarik utama HMD Asha 305 adalah dimensinya yang ringkas.
Ponsel ini dibekali layar LCD 5 inci dengan resolusi 480 x 854 piksel, sehingga nyaman digunakan dengan satu tangan dan mudah disimpan di saku.
Meski spesifikasinya sederhana, ukuran layar tersebut dinilai cukup untuk aktivitas sehari-hari seperti berkirim pesan, browsing, hingga mengakses media sosial.
Jalankan Android Berbasis AOSP
HMD Asha 305 menggunakan Pulse OS, sistem operasi berbasis Android Open Source Project (AOSP).
Melalui sistem operasi tersebut, pengguna tetap dapat mengakses lebih dari 100 aplikasi, termasuk:
WhatsApp
Facebook Lite
Instagram Lite
TikTok Lite
YouTube
Dengan dukungan aplikasi populer tersebut, Asha 305 menawarkan pengalaman yang lebih lengkap dibandingkan feature phone.
Spesifikasi HMD Asha 305
Untuk performanya, HMD Asha 305 ditenagai chipset Unisoc T137 yang dipadukan dengan:
RAM 2 GB
Penyimpanan internal 16 GB
Konfigurasi ini ditujukan untuk kebutuhan dasar seperti chatting, media sosial, panggilan video, dan menjalankan aplikasi ringan.
Di sektor fotografi, HMD menyematkan:
Kamera belakang 2 MP + LED Flash
Kamera depan 2 MP
Menariknya, modul kamera belakang mengusung desain tiga lingkaran yang sekilas mengingatkan pada tampilan iPhone Pro terbaru.
Baterai Bisa Dilepas
Keunggulan lain HMD Asha 305 adalah penggunaan baterai removable berkapasitas 2.500 mAh.
Menurut HMD, baterai tersebut mampu bertahan hingga 32 jam dalam mode siaga (standby).
Di dalam kotak penjualan, HMD juga menyertakan:
baterai removable,
kabel USB Type-C,
serta adaptor pengisi daya (charger).
Fitur Konektivitas
Foto: HMD
Meski dibanderol terjangkau, HMD Asha 305 tetap dibekali berbagai fitur konektivitas, seperti:
Dual SIM 4G
WiFi
Bluetooth 4.2
GPS
Jack audio 3,5 mm
USB Type-C
Fitur-fitur tersebut membuatnya tetap memadai untuk kebutuhan komunikasi sehari-hari.
Di Filipina, smartphone ini dijual dengan harga 3.990 peso, atau sekitar Rp1,1 jutaan.
Untuk saat ini, HMD Asha 305 baru dipasarkan di Filipina. Namun, HMD diperkirakan akan memperluas pemasarannya ke lebih banyak negara dalam beberapa pekan mendatang.
Kesimpulan
HMD Asha 305 menawarkan alternatif menarik bagi pengguna yang menginginkan smartphone Android berukuran ringkas dengan harga terjangkau. Layar 5 inci, baterai yang bisa dilepas, dukungan aplikasi Android populer, serta harga sekitar Rp1,1 jutaan menjadi nilai jual utama perangkat ini.
Meski spesifikasinya tergolong entry-level, HMD Asha 305 cukup cocok untuk kebutuhan komunikasi, media sosial, dan penggunaan harian yang ringan.
Hisense A10 Resmi, HP Android Layar E-Ink dengan Aksesori LCD Magnetik
Foto: Hisense
Teknologi.id – Produsen elektronik asal China, Hisense, resmi meluncurkan smartphone Android terbaru bernama Hisense A10. Perangkat ini hadir dengan konsep yang berbeda dari kebanyakan smartphone karena menggunakan layar E-Ink sebagai layar utamanya, teknologi yang umumnya digunakan pada perangkat pembaca buku digital (e-reader) seperti Kindle.
Tak hanya itu, Hisense juga menghadirkan aksesori berupa layar LCD tambahan yang dapat dipasang secara magnetis pada bagian belakang perangkat. Dengan aksesori tersebut, pengguna dapat menggunakan layar LCD saat membutuhkan tampilan yang lebih responsif untuk aktivitas tertentu.
Konsep ini menjadikan Hisense A10 sebagai salah satu smartphone Android paling unik yang diperkenalkan pada 2026.
Layar utama Hisense A10 menggunakan teknologi electronic ink (E-Ink), yaitu panel yang dirancang untuk memberikan pengalaman membaca dengan konsumsi daya yang lebih rendah dibandingkan layar LCD maupun OLED.
Teknologi E-Ink telah lama digunakan pada berbagai perangkat e-reader karena tampilannya lebih nyaman di mata, terutama saat membaca dalam waktu lama atau digunakan di bawah sinar matahari.
Namun, karena memiliki refresh rate yang rendah, layar E-Ink kurang ideal untuk aktivitas yang membutuhkan animasi cepat, seperti menonton video, bermain gim, atau menjelajahi media sosial.
Dilengkapi Layar LCD Tambahan yang Dijual Terpisah
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Hisense menghadirkan aksesori layar LCD yang dapat dipasang secara magnetis pada bagian belakang smartphone.
Menurut informasi yang dibagikan Hisense, layar tambahan ini ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan tampilan LCD untuk menjalankan aktivitas seperti menjelajah media sosial, menonton video, atau menggunakan aplikasi Android yang memerlukan refresh rate lebih tinggi.
Meski demikian, Hisense belum mengungkap spesifikasi layar LCD tersebut, termasuk ukuran, resolusi, maupun jenis panel yang digunakan.
Perusahaan juga menyatakan bahwa aksesori layar LCD dijual secara terpisah dan tidak termasuk dalam paket pembelian smartphone.
Catatan: Hingga saat ini, Hisense belum menjelaskan secara rinci bagaimana mekanisme penggunaan layar LCD tambahan tersebut, termasuk apakah pengguna dapat berpindah tampilan secara langsung antara layar E-Ink dan LCD.
Spesifikasi Hisense A10 yang Sudah Diumumkan
Foto: Hisense
Hingga peluncurannya, Hisense belum mengungkap seluruh spesifikasi perangkat.
Informasi resmi yang telah dikonfirmasi meliputi:
Layar utama menggunakan teknologi E-Ink.
Mendukung jaringan 5G.
Menjalankan sistem operasi Android 16.
Menggunakan chipset Snapdragon dengan proses fabrikasi 4 nanometer.
Sementara itu, beberapa spesifikasi lain seperti model chipset, kapasitas RAM, penyimpanan internal, kamera, baterai, ukuran layar, dan resolusi masih belum diumumkan.
Berapa Harga Hisense A10?
Hisense A10 mulai dipasarkan di China dengan harga:
4.000 yuan atau sekitar Rp10,6 juta.
Sementara aksesori layar LCD magnetiknya dijual dengan harga:
3.000 yuan atau sekitar Rp8 juta.
Artinya, harga layar LCD tambahan mencapai sekitar 75 persen dari harga smartphone itu sendiri.
Apa Itu Layar E-Ink?
E-Ink atau electronic ink merupakan teknologi layar yang dirancang untuk menampilkan teks dan gambar dengan konsumsi daya yang sangat rendah.
Berbeda dengan layar LCD atau OLED yang terus menggunakan daya saat menampilkan gambar, layar E-Ink umumnya hanya membutuhkan daya ketika tampilan berubah. Karena itulah teknologi ini banyak digunakan pada perangkat pembaca buku digital.
Meski menawarkan efisiensi daya dan kenyamanan saat membaca, layar E-Ink memiliki refresh rate yang lebih rendah sehingga kurang cocok untuk konten bergerak cepat seperti video atau gim.
Sampai saat ini, Hisense belum mengumumkan rencana peluncuran Hisense A10 di luar China, termasuk Indonesia.
Dengan konsep layar E-Ink yang dipadukan dengan aksesori LCD magnetik, Hisense A10 menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan smartphone Android pada umumnya. Namun, karena spesifikasi lengkapnya masih belum diumumkan, masih perlu menunggu informasi resmi berikutnya untuk mengetahui kemampuan perangkat ini secara menyeluruh.
Spesifikasi Hisense A10
Spesifikasi
Hisense A10
Layar Utama
E-Ink
Layar Tambahan
LCD magnetik (aksesori, dijual terpisah)
Jaringan
5G
Chipset
Snapdragon 4 nm (model belum diumumkan)
Sistem Operasi
Android 16
Harga Smartphone
4.000 yuan (sekitar Rp10,6 juta)
Harga Layar LCD
3.000 yuan (sekitar Rp8 juta)
Catatan: Hisense belum mengumumkan spesifikasi lain seperti RAM, penyimpanan, kamera, baterai, ukuran layar, dan resolusi.
Hisense A10 Resmi, HP Android Layar E-Ink dengan Aksesori LCD Magnetik
Foto: Hisense
Teknologi.id – Produsen elektronik asal China, Hisense, resmi meluncurkan smartphone Android terbaru bernama Hisense A10. Perangkat ini hadir dengan konsep yang berbeda dari kebanyakan smartphone karena menggunakan layar E-Ink sebagai layar utamanya, teknologi yang umumnya digunakan pada perangkat pembaca buku digital (e-reader) seperti Kindle.
Tak hanya itu, Hisense juga menghadirkan aksesori berupa layar LCD tambahan yang dapat dipasang secara magnetis pada bagian belakang perangkat. Dengan aksesori tersebut, pengguna dapat menggunakan layar LCD saat membutuhkan tampilan yang lebih responsif untuk aktivitas tertentu.
Konsep ini menjadikan Hisense A10 sebagai salah satu smartphone Android paling unik yang diperkenalkan pada 2026.
Layar utama Hisense A10 menggunakan teknologi electronic ink (E-Ink), yaitu panel yang dirancang untuk memberikan pengalaman membaca dengan konsumsi daya yang lebih rendah dibandingkan layar LCD maupun OLED.
Teknologi E-Ink telah lama digunakan pada berbagai perangkat e-reader karena tampilannya lebih nyaman di mata, terutama saat membaca dalam waktu lama atau digunakan di bawah sinar matahari.
Namun, karena memiliki refresh rate yang rendah, layar E-Ink kurang ideal untuk aktivitas yang membutuhkan animasi cepat, seperti menonton video, bermain gim, atau menjelajahi media sosial.
Dilengkapi Layar LCD Tambahan yang Dijual Terpisah
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Hisense menghadirkan aksesori layar LCD yang dapat dipasang secara magnetis pada bagian belakang smartphone.
Menurut informasi yang dibagikan Hisense, layar tambahan ini ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan tampilan LCD untuk menjalankan aktivitas seperti menjelajah media sosial, menonton video, atau menggunakan aplikasi Android yang memerlukan refresh rate lebih tinggi.
Meski demikian, Hisense belum mengungkap spesifikasi layar LCD tersebut, termasuk ukuran, resolusi, maupun jenis panel yang digunakan.
Perusahaan juga menyatakan bahwa aksesori layar LCD dijual secara terpisah dan tidak termasuk dalam paket pembelian smartphone.
Catatan: Hingga saat ini, Hisense belum menjelaskan secara rinci bagaimana mekanisme penggunaan layar LCD tambahan tersebut, termasuk apakah pengguna dapat berpindah tampilan secara langsung antara layar E-Ink dan LCD.
Spesifikasi Hisense A10 yang Sudah Diumumkan
Foto: Hisense
Hingga peluncurannya, Hisense belum mengungkap seluruh spesifikasi perangkat.
Informasi resmi yang telah dikonfirmasi meliputi:
Layar utama menggunakan teknologi E-Ink.
Mendukung jaringan 5G.
Menjalankan sistem operasi Android 16.
Menggunakan chipset Snapdragon dengan proses fabrikasi 4 nanometer.
Sementara itu, beberapa spesifikasi lain seperti model chipset, kapasitas RAM, penyimpanan internal, kamera, baterai, ukuran layar, dan resolusi masih belum diumumkan.
Berapa Harga Hisense A10?
Hisense A10 mulai dipasarkan di China dengan harga:
4.000 yuan atau sekitar Rp10,6 juta.
Sementara aksesori layar LCD magnetiknya dijual dengan harga:
3.000 yuan atau sekitar Rp8 juta.
Artinya, harga layar LCD tambahan mencapai sekitar 75 persen dari harga smartphone itu sendiri.
Apa Itu Layar E-Ink?
E-Ink atau electronic ink merupakan teknologi layar yang dirancang untuk menampilkan teks dan gambar dengan konsumsi daya yang sangat rendah.
Berbeda dengan layar LCD atau OLED yang terus menggunakan daya saat menampilkan gambar, layar E-Ink umumnya hanya membutuhkan daya ketika tampilan berubah. Karena itulah teknologi ini banyak digunakan pada perangkat pembaca buku digital.
Meski menawarkan efisiensi daya dan kenyamanan saat membaca, layar E-Ink memiliki refresh rate yang lebih rendah sehingga kurang cocok untuk konten bergerak cepat seperti video atau gim.
Sampai saat ini, Hisense belum mengumumkan rencana peluncuran Hisense A10 di luar China, termasuk Indonesia.
Dengan konsep layar E-Ink yang dipadukan dengan aksesori LCD magnetik, Hisense A10 menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan smartphone Android pada umumnya. Namun, karena spesifikasi lengkapnya masih belum diumumkan, masih perlu menunggu informasi resmi berikutnya untuk mengetahui kemampuan perangkat ini secara menyeluruh.
Spesifikasi Hisense A10
Spesifikasi
Hisense A10
Layar Utama
E-Ink
Layar Tambahan
LCD magnetik (aksesori, dijual terpisah)
Jaringan
5G
Chipset
Snapdragon 4 nm (model belum diumumkan)
Sistem Operasi
Android 16
Harga Smartphone
4.000 yuan (sekitar Rp10,6 juta)
Harga Layar LCD
3.000 yuan (sekitar Rp8 juta)
Catatan: Hisense belum mengumumkan spesifikasi lain seperti RAM, penyimpanan, kamera, baterai, ukuran layar, dan resolusi.
BlackBerry Bangkit? HP Android Unik Ini Punya Keyboard Fisik dan Android 16
Foto: Clicks Communicator
Teknologi.id –Di saat hampir semua smartphone mengusung desain layar penuh, sebuah perusahaan bernama Clicks justru mengambil langkah berbeda. Mereka menghadirkan Communicator, smartphone Android dengan keyboard fisik QWERTY yang mengingatkan pada era kejayaan BlackBerry.
Meski bukan diproduksi oleh BlackBerry, desain dan cara penggunaannya membuat banyak orang bernostalgia dengan ponsel yang dulu identik dengan aktivitas chatting dan email.
Kini, setelah sempat diperkenalkan sebagai konsep di ajang CES 2026, Clicks kembali memperlihatkan versi terbaru Communicator yang sudah jauh lebih siap untuk dipasarkan.
Communicator mengusung desain yang sudah lama ditinggalkan industri smartphone.
Di bagian bawah layar terdapat keyboard fisik QWERTY lengkap yang bisa digunakan untuk mengetik pesan, email, maupun mencari aplikasi dengan cepat.
Konsep ini berbeda dengan mayoritas ponsel Android saat ini yang sepenuhnya mengandalkan keyboard virtual di layar.
Kehadiran tombol fisik diharapkan memberikan pengalaman mengetik yang lebih presisi sekaligus menghadirkan sensasi nostalgia bagi pengguna BlackBerry.
Android 16 dengan Tampilan yang Lebih Sederhana
Meski tampil klasik, Communicator menjalankan Android 16.
Clicks membekali perangkat ini dengan Niagara Launcher, antarmuka Android yang dirancang minimalis agar nyaman digunakan pada layar berukuran kecil.
Daftar aplikasi ditampilkan secara vertikal sehingga pengguna dapat mengaksesnya lebih cepat.
Menariknya, pengguna cukup mengetik nama aplikasi melalui keyboard fisik tanpa perlu menggulir layar seperti pada smartphone Android biasa.
Selain itu, notifikasi, pemutar musik, hingga panggilan telepon juga dibuat lebih ringkas agar mudah dioperasikan dengan satu tangan.
Spesifikasi Clicks Communicator
Foto: 9to5Google
Di balik tampilannya yang klasik, spesifikasi yang dibawa tergolong modern.
Berikut spesifikasi utamanya:
Layar OLED 4 inci
Android 16
Keyboard fisik QWERTY
Kamera belakang 50 MP
Kamera depan 24 MP
Baterai 4.000 mAh
Sensor sidik jari di tombol spasi
Slot microSD
NFC
Bluetooth
WiFi
Jack audio 3,5 mm
Salah satu fitur uniknya adalah sensor sidik jari yang terintegrasi dengan tombol spasi, sehingga pengguna bisa membuka kunci ponsel secara lebih praktis.
Dirancang Sebagai HP Pendamping
Clicks tidak menempatkan Communicator sebagai pengganti smartphone utama.
Sebaliknya, perangkat ini dirancang sebagai ponsel kedua yang berfokus pada komunikasi, seperti mengirim pesan, membalas email, hingga melakukan panggilan telepon tanpa banyak gangguan dari aplikasi lain.
Konsep tersebut dinilai cocok bagi pengguna yang ingin lebih produktif atau mengurangi distraksi dari media sosial.
Kapan Meluncur?
Clicks Communicator dijadwalkan meluncur secara global pada kuartal keempat (Q4) 2026.
Harga yang ditawarkan sekitar 499 dollar AS, atau setara dengan sekitar Rp8 jutaan, tergantung nilai tukar saat perangkat resmi dipasarkan.
Menjelang peluncuran, Clicks juga berencana memperkenalkan lebih banyak fitur baru yang belum diumumkan sebelumnya.
Apakah Keyboard Fisik Masih Relevan?
Meski keyboard virtual kini mendominasi, masih ada kelompok pengguna yang merasa keyboard fisik lebih nyaman untuk mengetik dalam waktu lama.
Selain memberikan umpan balik saat menekan tombol, keyboard fisik juga dinilai mampu mengurangi kesalahan pengetikan dan membuat pengalaman mengetik terasa lebih cepat bagi sebagian pengguna.
Karena itu, kehadiran Clicks Communicator bisa menjadi pilihan menarik bagi pencinta desain klasik yang tetap menginginkan fitur-fitur modern Android.
Clicks Communicator membuktikan bahwa konsep smartphone berkeyboard fisik belum benar-benar ditinggalkan. Dengan kombinasi desain yang mengingatkan pada BlackBerry, sistem operasi Android 16, serta spesifikasi yang cukup mumpuni, ponsel ini menawarkan alternatif bagi pengguna yang ingin merasakan pengalaman berbeda dari smartphone masa kini.
Jika berhasil menarik perhatian pasar, bukan tidak mungkin tren smartphone dengan keyboard fisik akan kembali mendapatkan tempat di tengah dominasi ponsel layar penuh.
HP Mirip BlackBerry Resmi Hadir Lagi, Pakai Android 16 dan Keyboard Fisik
Foto: Click Communicator via Engadget
Teknologi.id – Di saat hampir semua smartphone mengusung layar penuh tanpa tombol fisik, sebuah perangkat baru justru hadir membawa nostalgia era BlackBerry. Perusahaan teknologi Clicks memperkenalkan Clicks Communicator, smartphone Android yang mengusung keyboard QWERTY fisik lengkap dengan sistem operasi Android 16.
Perangkat ini menjadi salah satu ponsel paling unik di tahun 2026 karena menggabungkan desain klasik ala BlackBerry dengan teknologi smartphone modern. Setelah sempat diperkenalkan sebagai prototipe di ajang CES 2026, kini Clicks memperlihatkan versi yang jauh lebih matang dan siap dipasarkan.
Clicks Communicator dirancang khusus bagi pengguna yang lebih mengutamakan pengalaman mengetik menggunakan tombol fisik dibanding layar sentuh.
Smartphone ini mengusung layar OLED berukuran 4 inci yang dipadukan dengan keyboard QWERTY fisik di bagian bawah. Desain tersebut mengingatkan pada ponsel BlackBerry yang sempat mendominasi pasar pada era 2000-an.
Meski tampil klasik, spesifikasi yang dibawanya tetap modern. Clicks membekali perangkat ini dengan Android 16, sehingga pengguna tetap bisa menikmati aplikasi Android terbaru.
Antarmuka Minimalis untuk Fokus Berkomunikasi
Salah satu daya tarik Clicks Communicator adalah tampilan antarmuka (UI) yang dibuat sederhana menggunakan Niagara Launcher.
Berbeda dengan kebanyakan smartphone Android yang dipenuhi ikon aplikasi, Communicator hanya menampilkan beberapa aplikasi penting dalam bentuk daftar vertikal sehingga lebih mudah diakses.
Pengguna dapat memilih aplikasi favorit seperti:
WhatsApp
Gmail
Kalender
Telepon
Musik
Menariknya lagi, keyboard fisik dapat langsung digunakan untuk mencari aplikasi tanpa harus menggulir layar.
Saat ada pesan WhatsApp masuk, isi notifikasi akan tampil di samping ikon aplikasi. Jika ingin tampilan lebih bersih, pengguna cukup menggeser notifikasi tersebut ke kiri.
Keyboard Fisik Jadi Nilai Jual Utama
Keyboard QWERTY bukan sekadar pelengkap.
Clicks menghadirkan pengalaman mengetik yang lebih cepat sekaligus lebih nyaman untuk membalas pesan, mengirim email, maupun membuat catatan.
Bahkan sensor sidik jari juga disematkan pada tombol spasi, sehingga proses membuka kunci ponsel terasa lebih praktis dan ergonomis.
Spesifikasi Clicks Communicator
Foto: YouTube Clicks Communicator
Walaupun tampil seperti BlackBerry klasik, spesifikasi perangkat ini tergolong modern.
Berikut spesifikasi utamanya:
Layar OLED 4 inci
Sistem operasi Android 16
Kamera belakang 50 MP
Kamera depan 24 MP
Baterai 4.000 mAh
Keyboard QWERTY fisik
Sensor sidik jari di tombol spasi
NFC
Bluetooth
WiFi
Jack audio 3,5 mm
Slot kartu microSD
Kombinasi fitur tersebut membuat Communicator tetap mampu menjalankan aktivitas sehari-hari layaknya smartphone Android pada umumnya.
Dirancang Sebagai Smartphone Pendamping
Clicks tidak memasarkan Communicator sebagai pengganti smartphone utama.
Perusahaan justru menyebut perangkat ini lebih cocok dijadikan secondary phone atau smartphone kedua yang difokuskan untuk komunikasi, bekerja, dan meningkatkan produktivitas.
Dengan konsep tersebut, pengguna tetap bisa memakai ponsel utama untuk fotografi, gaming, maupun aktivitas multimedia lainnya, sementara Communicator menjadi perangkat khusus untuk chat, email, dan panggilan telepon.
Harga dan Jadwal Rilis
Clicks Communicator dijadwalkan meluncur secara resmi pada kuartal IV 2026.
Smartphone ini akan dijual dengan harga 499 dollar AS, atau sekitar Rp 8 jutaan (tergantung kurs saat peluncuran).
Hingga saat ini Clicks masih terus menyempurnakan perangkat dan berjanji akan memperlihatkan lebih banyak fitur menjelang peluncuran resminya.
Apakah Keyboard Fisik Masih Relevan?
Di tengah dominasi smartphone layar penuh, kehadiran Clicks Communicator menjadi angin segar bagi pengguna yang merindukan sensasi mengetik menggunakan keyboard fisik.
Meski tidak ditujukan untuk semua orang, konsep yang ditawarkan berhasil menggabungkan nostalgia BlackBerry dengan kemampuan Android modern. Jika berhasil menarik perhatian pasar, bukan tidak mungkin tren smartphone berkeyboard fisik akan kembali hidup di masa depan.
Teknologi.id – Di saat hampir semua smartphone mengusung layar penuh tanpa tombol fisik, sebuah perangkat baru justru hadir membawa nostalgia era BlackBerry. Perusahaan teknologi Clicks memperkenalkan Clicks Communicator, smartphone Android yang mengusung keyboard QWERTY fisik lengkap dengan sistem operasi Android 16.
Perangkat ini menjadi salah satu ponsel paling unik di tahun 2026 karena menggabungkan desain klasik ala BlackBerry dengan teknologi smartphone modern. Setelah sempat diperkenalkan sebagai prototipe di ajang CES 2026, kini Clicks memperlihatkan versi yang jauh lebih matang dan siap dipasarkan.
Clicks Communicator dirancang khusus bagi pengguna yang lebih mengutamakan pengalaman mengetik menggunakan tombol fisik dibanding layar sentuh.
Smartphone ini mengusung layar OLED berukuran 4 inci yang dipadukan dengan keyboard QWERTY fisik di bagian bawah. Desain tersebut mengingatkan pada ponsel BlackBerry yang sempat mendominasi pasar pada era 2000-an.
Meski tampil klasik, spesifikasi yang dibawanya tetap modern. Clicks membekali perangkat ini dengan Android 16, sehingga pengguna tetap bisa menikmati aplikasi Android terbaru.
Antarmuka Minimalis untuk Fokus Berkomunikasi
Salah satu daya tarik Clicks Communicator adalah tampilan antarmuka (UI) yang dibuat sederhana menggunakan Niagara Launcher.
Berbeda dengan kebanyakan smartphone Android yang dipenuhi ikon aplikasi, Communicator hanya menampilkan beberapa aplikasi penting dalam bentuk daftar vertikal sehingga lebih mudah diakses.
Pengguna dapat memilih aplikasi favorit seperti:
WhatsApp
Gmail
Kalender
Telepon
Musik
Menariknya lagi, keyboard fisik dapat langsung digunakan untuk mencari aplikasi tanpa harus menggulir layar.
Saat ada pesan WhatsApp masuk, isi notifikasi akan tampil di samping ikon aplikasi. Jika ingin tampilan lebih bersih, pengguna cukup menggeser notifikasi tersebut ke kiri.
Keyboard Fisik Jadi Nilai Jual Utama
Keyboard QWERTY bukan sekadar pelengkap.
Clicks menghadirkan pengalaman mengetik yang lebih cepat sekaligus lebih nyaman untuk membalas pesan, mengirim email, maupun membuat catatan.
Bahkan sensor sidik jari juga disematkan pada tombol spasi, sehingga proses membuka kunci ponsel terasa lebih praktis dan ergonomis.
Spesifikasi Clicks Communicator
Walaupun tampil seperti BlackBerry klasik, spesifikasi perangkat ini tergolong modern.
Berikut spesifikasi utamanya:
Layar OLED 4 inci
Sistem operasi Android 16
Kamera belakang 50 MP
Kamera depan 24 MP
Baterai 4.000 mAh
Keyboard QWERTY fisik
Sensor sidik jari di tombol spasi
NFC
Bluetooth
WiFi
Jack audio 3,5 mm
Slot kartu microSD
Kombinasi fitur tersebut membuat Communicator tetap mampu menjalankan aktivitas sehari-hari layaknya smartphone Android pada umumnya.
Clicks tidak memasarkan Communicator sebagai pengganti smartphone utama.
Perusahaan justru menyebut perangkat ini lebih cocok dijadikan secondary phone atau smartphone kedua yang difokuskan untuk komunikasi, bekerja, dan meningkatkan produktivitas.
Dengan konsep tersebut, pengguna tetap bisa memakai ponsel utama untuk fotografi, gaming, maupun aktivitas multimedia lainnya, sementara Communicator menjadi perangkat khusus untuk chat, email, dan panggilan telepon.
Harga dan Jadwal Rilis
Clicks Communicator dijadwalkan meluncur secara resmi pada kuartal IV 2026.
Smartphone ini akan dijual dengan harga 499 dollar AS, atau sekitar Rp 8 jutaan (tergantung kurs saat peluncuran).
Hingga saat ini Clicks masih terus menyempurnakan perangkat dan berjanji akan memperlihatkan lebih banyak fitur menjelang peluncuran resminya.
Apakah Keyboard Fisik Masih Relevan?
Di tengah dominasi smartphone layar penuh, kehadiran Clicks Communicator menjadi angin segar bagi pengguna yang merindukan sensasi mengetik menggunakan keyboard fisik.
Meski tidak ditujukan untuk semua orang, konsep yang ditawarkan berhasil menggabungkan nostalgia BlackBerry dengan kemampuan Android modern. Jika berhasil menarik perhatian pasar, bukan tidak mungkin tren smartphone berkeyboard fisik akan kembali hidup di masa depan.
Daftar HP Samsung yang Bakal Dapat Android 17, Cek Apakah Punya Kamu!
Foto: Generated by AI
Teknologi.id –Samsung tengah mempersiapkan pembaruan sistem operasi Android 17 yang dipadukan dengan antarmuka terbaru One UI 9.0 untuk sejumlah perangkat Galaxy. Meski jadwal peluncuran versi stabil belum diumumkan, sejumlah smartphone dan tablet Samsung sudah terpantau menjalani tahap pengujian internal.
Jika Anda pengguna HP Samsung, simak daftar perangkat yang diperkirakan akan menerima update Android 17 berikut ini.
Samsung telah membuka program uji coba Android 17 Beta sejak Mei 2026. Saat ini, versi beta One UI 9.0 masih terbatas untuk seri Galaxy S26.
Berdasarkan berbagai laporan, versi final One UI 9.0 diperkirakan akan diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8 yang dirumorkan hadir pada akhir Juli 2026.
Meski demikian, Samsung belum mengumumkan jadwal resmi peluncuran update Android 17 secara global.
Daftar HP Samsung yang Diperkirakan Dapat Android 17
Berikut daftar perangkat Galaxy yang saat ini diketahui sedang dipersiapkan untuk menerima Android 17 dan One UI 9.0.
Galaxy S Series
Samsung Galaxy S26
Samsung Galaxy S26+
Samsung Galaxy S26 Ultra
Samsung Galaxy S25
Samsung Galaxy S25+
Samsung Galaxy S25 Ultra
Samsung Galaxy S24
Samsung Galaxy S24+
Samsung Galaxy S24 Ultra
Samsung Galaxy S24 FE
Galaxy Z Series
Samsung Galaxy Z Fold 7
Samsung Galaxy Z Flip 7
Galaxy A Series
Samsung Galaxy A57
Samsung Galaxy A56
Samsung Galaxy A34
Samsung Galaxy A17
Galaxy Tab Series
Samsung Galaxy Tab S11
Samsung Galaxy Tab S11 Ultra
Samsung Galaxy Tab S10+
Samsung Galaxy Tab S10 Ultra
Perangkat Samsung yang Juga Sedang Disiapkan
Selain perangkat yang sudah beredar di pasaran, Samsung juga diketahui tengah menyiapkan Android 17 untuk sejumlah perangkat yang belum resmi dirilis, antara lain:
Galaxy Z Fold 8
Galaxy Z Fold 8 Ultra
Galaxy Z Flip 8
Galaxy Tab S12+
Galaxy Tab S12 Ultra
Galaxy A18
Daftar ini masih bersifat sementara dan kemungkinan akan bertambah seiring pengembangan One UI 9.0.
Fitur Baru Android 17
Android 17 membawa sejumlah peningkatan yang berfokus pada produktivitas, keamanan, dan pengalaman penggunaan.
1. Bubbles yang Lebih Fleksibel
Pengguna dapat membuka beberapa aplikasi dalam jendela mengambang, mengubah ukurannya, hingga kembali ke mode layar penuh dengan lebih mudah.
2. Screen Reactions
Fitur ini memungkinkan pengguna merekam layar sekaligus wajah menggunakan kamera depan, sehingga cocok untuk membuat tutorial, presentasi, maupun konten media sosial.
3. Foldable Gaming
Khusus perangkat layar lipat, Android 17 menghadirkan tata letak 50:50 saat bermain game. Bagian atas digunakan untuk menampilkan permainan, sedangkan bagian bawah berubah menjadi kontrol game virtual.
4. Keamanan Lebih Baik
Android 17 juga membawa sejumlah peningkatan keamanan, seperti:
Fitur Mark as Lost untuk mengunci perangkat yang hilang menggunakan biometrik.
Pembatasan akses lokasi presisi.
Pengaturan kontrol orang tua yang lebih praktis tanpa harus langsung menghubungkan akun Google.
Hingga kini Samsung belum mengumumkan jadwal resmi peluncuran Android 17 dan One UI 9.0 versi stabil.
Saat ini perusahaan masih melakukan pengujian internal sehingga daftar perangkat yang akan menerima update masih bisa bertambah sebelum peluncuran resmi.
Samsung sedang mempersiapkan pembaruan Android 17 dan One UI 9.0 untuk berbagai perangkat Galaxy, mulai dari seri flagship Galaxy S24 hingga sejumlah model Galaxy A dan Galaxy Tab. Meski belum ada tanggal peluncuran resmi, pengguna dapat mulai mengecek apakah perangkat mereka termasuk dalam daftar yang diperkirakan akan menerima update terbaru ini.
Cara Mengetahui Sisa Umur HP Android, Berikut Langkah-Langkahnya
Foto: Generated by AI
Teknologi.id –Tahukah Anda bahwa setiap HP Android memiliki masa dukungan pembaruan yang berbeda? Setelah masa tersebut berakhir, ponsel memang masih bisa digunakan, tetapi tidak lagi menerima update sistem operasi maupun pembaruan keamanan.
Karena itu, penting untuk mengetahui sisa umur HP Android agar Anda bisa mempersiapkan penggantian perangkat atau memahami risiko keamanan yang mungkin muncul.
Lantas, bagaimana cara mengecek sisa umur HP Android? Berikut penjelasannya.
Sisa umur HP Android adalah periode ketika sebuah smartphone masih mendapatkan dukungan resmi dari produsen berupa pembaruan sistem operasi Android dan pembaruan keamanan.
Setelah memasuki masa End of Life (EOL), perangkat tidak lagi memperoleh update resmi sehingga lebih rentan terhadap bug maupun ancaman keamanan.
Sebagai contoh:
Samsung Galaxy S26 dan Google Pixel terbaru mendapat dukungan hingga 7 tahun.
Beberapa seri Samsung Galaxy A lama hanya memperoleh sekitar 4 tahun pembaruan.
Sejumlah ponsel Xiaomi dan Motorola bahkan hanya mendapatkan dukungan sekitar 3 tahun.
Jenis Pembaruan pada HP Android
Secara umum, produsen Android memberikan dua jenis pembaruan.
1. Update Sistem Operasi Android
Pembaruan ini biasanya dirilis setiap tahun dan menghadirkan:
Fitur baru
Peningkatan performa
Perbaikan antarmuka
Kompatibilitas aplikasi terbaru
Jika update Android berhenti, beberapa aplikasi baru mungkin tidak lagi berjalan secara optimal.
2. Update Keamanan (Security Update)
Pembaruan keamanan bertujuan untuk:
Menutup celah keamanan
Memperbaiki bug
Melindungi perangkat dari malware
Mengurangi risiko peretasan
Inilah pembaruan yang paling penting karena berkaitan langsung dengan keamanan data pengguna.
Cara Cek Sisa Umur HP Android
Anda bisa mengetahui masa dukungan perangkat hanya dalam beberapa menit.
Ikuti langkah-langkah berikut.
1. Ketahui Model HP Anda
Masuk ke menu:
Pengaturan (Settings) > Tentang Ponsel (About Phone)
Website ini menyediakan informasi masa dukungan berbagai perangkat teknologi, termasuk smartphone Android.
3. Cari Merek dan Model HP
Pilih menu Device, kemudian cari merek smartphone Anda, misalnya:
Samsung
Google Pixel
Xiaomi
Motorola
OnePlus
Oppo
Vivo
4. Lihat Jadwal Dukungan
Setelah memilih perangkat, Anda akan melihat informasi mengenai:
Android Updates
Security Updates
Website tersebut juga menggunakan indikator warna:
🟢 Masih mendapat dukungan
🟡 Masa dukungan hampir berakhir
🔴 Dukungan telah berakhir
Apa yang Terjadi Jika HP Sudah Tidak Mendapat Update?
Banyak pengguna mengira HP akan langsung rusak setelah masa dukungannya habis.
Padahal kenyataannya tidak demikian.
Perangkat masih bisa digunakan untuk:
Telepon
SMS
WhatsApp
Internet
Media sosial
Namun, risikonya akan meningkat karena tidak lagi memperoleh pembaruan keamanan.
Risiko Menggunakan HP Android yang Sudah Kedaluwarsa
Menggunakan smartphone yang sudah melewati masa dukungan dapat meningkatkan berbagai risiko, seperti:
Data pribadi lebih mudah diretas
Rentan terkena malware
Celah keamanan tidak lagi diperbaiki
Aplikasi perbankan bisa berhenti didukung
Beberapa aplikasi baru tidak lagi kompatibel
Risiko tersebut menjadi lebih besar jika Anda sering menggunakan HP untuk mobile banking, belanja online, menyimpan password, atau mengakses akun penting.
Tidak ada aturan pasti kapan harus mengganti smartphone.
Namun, jika perangkat sudah tidak menerima update keamanan dan mulai mengalami penurunan performa, mempertimbangkan perangkat baru bisa menjadi pilihan yang lebih aman, terutama bila digunakan untuk aktivitas yang melibatkan data sensitif.
Kesimpulan
Mengetahui sisa umur HP Android sangat penting agar Anda memahami kapan perangkat berhenti menerima pembaruan sistem dan keamanan. Cara mengeceknya pun cukup mudah, yaitu dengan mengetahui model HP, lalu memeriksa masa dukungannya melalui situs endoflife.date.
Dengan rutin memantau status pembaruan perangkat, Anda dapat mengurangi risiko keamanan sekaligus menentukan waktu yang tepat untuk mengganti smartphone.
Google Sulap HP Android Bekas Jadi Server, Lebih Murah dan Ramah Lingkungan
Foto: Generated by AI
Teknologi.id – Google bersama para peneliti dari University of California San Diego (UCSD) menemukan cara baru memanfaatkan smartphone Android bekas agar tidak berakhir menjadi limbah elektronik. Alih-alih dibuang, ponsel lama diubah menjadi server berbiaya rendah yang mampu menjalankan berbagai tugas komputasi.
Pendekatan ini dinilai tidak hanya lebih hemat biaya, tetapi juga membantu mengurangi dampak lingkungan karena memperpanjang usia pakai perangkat yang masih memiliki performa baik.
Menurut Google Research, setiap smartphone memiliki jejak karbon yang dihasilkan sejak proses produksinya.
Karena itu, menggunakan kembali perangkat lama dianggap jauh lebih ramah lingkungan dibanding langsung membuangnya dan membeli perangkat baru.
Dalam penelitian tersebut, smartphone Google Pixel berusia sekitar tiga tahun masih menunjukkan performa single-core yang cukup tinggi saat diuji menggunakan benchmark SPEC.
Bahkan, pada beberapa skenario tertentu, performanya mampu melampaui sejumlah prosesor server kelas data center.
HP Bekas Diubah Menjadi Server
Agar dapat berfungsi sebagai server, para peneliti membongkar smartphone dan hanya mempertahankan motherboard yang berisi chipset atau system-on-chip (SoC).
Beberapa komponen yang dilepas meliputi:
Layar
Baterai
Kamera
Speaker
Rangka ponsel
Selanjutnya, sistem operasi Android diganti dengan Linux yang lebih umum digunakan pada server.
Dengan Linux, smartphone bekas dapat menjalankan berbagai aplikasi server, termasuk platform orkestrasi seperti Kubernetes.
Puluhan Smartphone Bisa Menyaingi Server
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 25 hingga 50 smartphone bekas mampu menghasilkan daya komputasi yang setara dengan satu prosesor server dual-socket.
Meski belum bisa menggantikan server kelas atas untuk kebutuhan AI berskala besar, performanya dinilai cukup untuk berbagai kebutuhan komputasi ringan hingga menengah.
Bisa Digunakan di Sekolah dan Kampus
Salah satu penerapan yang telah diuji adalah di lingkungan pendidikan.
Tim UCSD berhasil menjalankan aplikasi pembelajaran menggunakan klaster yang terdiri dari sekitar 20 smartphone bekas.
Sistem tersebut mampu melayani lebih dari 75 mahasiswa secara bersamaan tanpa harus menggunakan layanan cloud yang lebih mahal.
Ke depan, tim peneliti bahkan berencana membangun pusat data lokal berisi sekitar 2.000 smartphone bekas untuk mendukung ratusan kelas sekaligus.
Lebih Murah Dibanding Membangun Server Baru
Selain mengurangi limbah elektronik, pendekatan ini juga menawarkan biaya yang jauh lebih rendah dibanding membangun server baru.
Hal tersebut menjadi semakin menarik di tengah meningkatnya harga komponen penting seperti:
Chip memori
Media penyimpanan
Prosesor server
Dengan memanfaatkan perangkat yang sudah tidak digunakan, institusi pendidikan maupun organisasi kecil dapat memperoleh kapasitas komputasi tanpa investasi besar.
Meski menjanjikan, para peneliti mengakui sistem ini belum ditujukan untuk menggantikan pusat data milik perusahaan teknologi besar seperti Google, Microsoft, maupun Nvidia.
Operator hyperscale membutuhkan perangkat keras khusus yang memiliki keandalan tinggi dan lebih mudah dikelola dalam jumlah besar.
Sebaliknya, server berbasis smartphone bekas lebih cocok digunakan oleh:
Kampus
Sekolah
Laboratorium penelitian
Organisasi nirlaba
Startup dengan anggaran terbatas
Kesimpulan
Penelitian Google bersama UCSD menunjukkan bahwa smartphone Android bekas masih memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai server murah dan ramah lingkungan. Dengan mengganti Android ke Linux dan memanfaatkan motherboard perangkat, puluhan HP bekas dapat menghasilkan performa komputasi yang cukup untuk berbagai kebutuhan pendidikan maupun penelitian.
Inovasi ini menjadi salah satu solusi menarik untuk mengurangi limbah elektronik sekaligus menghadirkan alternatif server berbiaya rendah di masa depan.
Waspada! Cara Deteksi Alat Pelacak di Sekitar Kita Pakai HP Android & iPhone
Foto: Generated by AI
Teknologi.id – Alat pelacak kecil atau tracker kini semakin mudah ditemukan dan dijual bebas. Perangkat ini biasanya menggunakan koneksi Bluetooth dan dapat disembunyikan di tas, kendaraan, hingga barang pribadi tanpa disadari.
Meski berguna untuk melacak barang hilang, alat ini juga berpotensi disalahgunakan untuk mengintai lokasi seseorang.
Karena itu, penting untuk mengetahui cara mendeteksi alat pelacak di sekitar kita menggunakan smartphone Android maupun iPhone.
Namun tetap penting untuk selalu waspada demi keamanan pribadi.
Kesimpulan
Cara mendeteksi alat pelacak kini sangat mudah karena sudah tersedia langsung di smartphone Android dan iPhone. Dengan mengaktifkan fitur bawaan dari Android dan iPhone, kamu bisa melindungi privasi dari potensi pelacakan tanpa izin.
Semakin cepat kamu mendeteksi, semakin aman juga data lokasi dan aktivitas harianmu.
Google Resmi Gulirkan Android 17: Cek Daftar HP Pertama yang Pasti Kebagian Update!
Google resmi merilis Android 17 mulai Juni 2026, diawali untuk perangkat Google Pixel. Sistem operasi canggih ini fokus pada produktivitas, multitasking, gaming, dan keamanan perangkat. Fitur baru meliputi Bubbles untuk multitasking, Screen Reactions bagi kreator konten, Foldable Gaming Mode, serta peningkatan keamanan dan kontrol orang tua. Merek lain akan menyusul.