AYP: Asesmen Kampus, Bukan Sekadar Nilai, Tapi Peluang Emas Berkelanjutan
loading…
Akreditasi Program Studi Ilmu Politik Universitas Jakarta menjalani asesmen lapangan LAMSPAK sebagai bagian proses akreditasi dan penguatan mutu pendidikan tinggi. (Foto: Istimewa)
JAKARTA – Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas Jakartamenjalani asesmen lapangan dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK).
Kegiatan itu menjadi bagian proses akreditasi melalui verifikasi dokumen dan kinerja program studi di Ruang Rapat Senat Universitas Jakarta, Sabtu (13/6/26).
Asesmen lapangan melibatkan pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, alumni, serta pengguna lulusan. Tim asesor memeriksa kesesuaian data yang telah dilaporkan program studi.
“Asesmen merupakan momentum refleksi dan evaluasi diri terhadap seluruh proses penyelenggaraan pendidikan tinggi yang telah kita laksanakan,” kata Wakil Rektor IV Universitas Jakarta, Dr. Andi Muhammad Yuslim Patawari.
AYP yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini mengatakan akreditasi bukan sekadar penilaian administratif. Menurut dia, proses itu menjadi sarana memperkuat tata kelola dan mutu pendidikan.
Danantara: DSI Fokus Cegah Transfer Pricing dan Under Invoicing, Bukan Ambil Alih Ekspor
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menegaskan bahwa pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (Persero) atau DSI bukan bertujuan mengambil alih aktivitas ekspor maupun menjadi perantara ekspor sumber daya alam (SDA) yang merugikan pelaku usaha. Hal itu dikatakan Dony dalam siniar Podcast Kaleng-Kaleng dikutip Kamis (11/6). (Foto Dok. Istimewa; Podcast Bukan Kaleng Kaleng)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menegaskan bahwa pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (Persero) atau DSI bukan bertujuan mengambil alih aktivitas ekspor maupun menjadi perantara ekspor sumber daya alam (SDA) yang merugikan pelaku usaha.
Sebaliknya, ia menegaskan bahwa DSI dibentuk untuk memastikan komoditas SDA strategis Indonesia dijual dengan harga yang sebenarnya.
Dengan demikian, kehadiran DSI disebutnya bertujuan mencegah praktik kecurangan ekspor seperti transfer pricing dan under invoicing yang selama ini merugikan negara.
“Kita hanya memastikan, tujuan kita sebenarnya “‘eh, lu jualnya dengan harga yang bener dong’. Tujuan kita kan itu sebenarnya. Bukan mengambil barang mereka dan menjadi calo yang kemudian menjual,” jelas Dony dalam siniar Podcast Kaleng-Kaleng dikutip Kamis (11/6).
Dony menegaskan bahwa pemerintah membentuk DSI berdasarkan kondisi yang terjadi di lapangan.
Ia menjelaskan bahwa selama ini Indonesia menghadapi praktik transfer pricing, yakni penjualan ekspor dengan harga yang lebih rendah kepada perusahaan afiliasi milik eksportir, serta under invoicing, yaitu pelaporan nilai ekspor yang lebih rendah dari nilai sebenarnya sehingga mengurangi penerimaan negara.
Pemerintah, lanjutnya, tentu tidak ingin praktik tersebut terus berlangsung. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin lagi dirugikan oleh eksportir nakal sehingga negara dan rakyat dapat memperoleh manfaat yang optimal dari kegiatan ekspor.
“Yang penting tujuannya adalah bahwa tidak boleh terjadi transfer pricing, tidak boleh terjadi under invoicing. Lalu bagaimana pemerintah me-monitor ini? Dibentuklah DSI,” imbuh dia.
Lebih lanjut, Dony mengatakan bahwa pencegahan transfer pricing dan under invoicing akan menjadi prioritas utama DSI pada masa transisi kebijakan ekspor SDA satu pintu, yakni antara 1 Juni hingga 31 Desember 2026.
Adapun selama masa transisi tersebut, pelaku usaha atau eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa, namun wajib melaporkan kegiatan ekspornya kepada DSI melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.
Namun, ia meminta pelaku usaha untuk tidak khawatir dengan implementasi kebijakan selama masa transisi karena pemerintah akan tetap menghormati kontrak-kontrak yang telah berjalan. Selain itu, kebijakan tersebut juga akan dievaluasi setelah tiga bulan pelaksanaan.
Dengan demikian, Dony menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki kepentingan untuk merusak ekosistem perdagangan yang telah berjalan. Kebijakan tersebut justru dirancang untuk memperkuat penerimaan negara, meningkatkan laba pelaku usaha, serta menciptakan tata kelola ekspor yang lebih sehat.
“Jadi nggak usah khawatir. Tidak ada keinginan pemerintah untuk menghancurkan sistem pendapatan kita. Justru kita ingin pendapatan kita jadi lebih besar. Dan apa impact-nya untuk para pemegang di bursa? Dengan kita kontrol, seharusnya teman-teman di bursa menjadi lebih confidence lagi,” terangnya. (her/dav)
COO: Danantara Bukan 1MDB, Risiko BUMN dan Investasi Sudah Dipisah
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Dony Oskaria menegaskan struktur kelembagaan Danantara dirancang berbeda dengan skema pengelolaan investasi seperti 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Sejak awal pembentukan, Danantara telah menerapkan pemisahan tegas antara pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan aktivitas investasi guna memitigasi risiko. Hal itu dikatakan Dony dalam podcast Bukan Kaleng Kaleng, dikutip Kamis (11/6). (Foto Dok. Istimewa; Podcast Bukan Kaleng Kaleng)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Dony Oskaria menegaskan struktur kelembagaan Danantara dirancang berbeda dengan skema pengelolaan investasi seperti 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Sejak awal pembentukan, Danantara telah menerapkan pemisahan tegas antara pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan aktivitas investasi guna memitigasi risiko.
Dony mengatakan kekhawatiran sebagian masyarakat yang membandingkan Danantara dengan 1MDB muncul karena adanya konsolidasi aset BUMN yang disertai fungsi investasi dalam satu entitas. Namun, ia menegaskan Danantara telah didesain dengan mekanisme tata kelola yang berbeda melalui pemisahan fungsi pengelolaan aset dan investasi.
“Dari awal mendesain Danantara, (kita) itu sudah berpikir harus terjadi pemilahan risiko antara pengelolaan BUMN dengan investasi. Karena yang namanya investasi itu bisa gagal, bisa menghasilkan,” kata Dony dalam podcast Bukan Kaleng Kaleng, dikutip Kamis (11/6).
Menurutnya, tanpa pemisahan tersebut, kegagalan investasi berpotensi berdampak langsung terhadap kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
“Anda bisa bayangkan kalau kemudian kita berinvestasi dan investasinya gagal, bisa menyeret BUMN-nya. Karena itu dari awal kita sudah mendesain itu, kita pecah,” ujar Dony.
Dony menjelaskan Danantara memiliki dua pilar utama. Pertama, Danantara Asset Management yang berfungsi sebagai konsolidator dan pengelola portofolio BUMN.
Kedua, Danantara Investment Management yang berperan sebagai lengan investasi untuk menempatkan dana pada proyek-proyek produktif.
“Danantara Asset Management sebagai konsolidator BUMN-BUMN, dan Danantara Investment Management sebagai investment arm-nya,” lanjutnya.
Pengelolaan BUMN jadi kunci
Ia menambahkan, sumber dana yang digunakan untuk investasi bukan berasal dari aset pokok BUMN, melainkan dari dividen yang dihasilkan perusahaan-perusahaan negara yang berada di bawah pengelolaan Danantara Asset Management.
“Yang diinvestasikan adalah dividen. Jadi, dividen yang dihasilkan oleh Danantara Asset Management diinvestasikan untuk hal yang produktif, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Dony.
Karena itu, Dony menekankan keberhasilan Danantara sangat bergantung pada kualitas pengelolaan BUMN. Semakin baik kinerja perusahaan-perusahaan negara, semakin besar pula dividen yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Artinya apa? Pengelolaan BUMN ini menjadi kata kunci utama untuk keberlanjutan Danantara. Kalau kita keliru mengelola BUMN-nya, Danantara-nya pasti gone. Karena kunci yang diinvestasikan adalah hasil pengelolaan BUMN-nya,” kata dia. (her/dav)
Bonus Demografi Kedua Indonesia: Lansia Bukan Beban, Tapi Kekuatan Ekonomi Baru!
Indonesia kini menghadapi fase ageing population dengan 11,97% penduduk lansia atau 34 juta jiwa, menurut Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025. Persentase ini terus meningkat dari 7,59% pada 2010. Dinamika penuaan penduduk bervariasi antarwilayah; DI Yogyakarta mencatat persentase tertinggi. Tantangan kewilayahan menuntut kebijakan jaring pengaman lansia yang adaptif.
Nanik S Deyang muncul pertama kali ke publik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana. Foto/SindoNews
JAKARTA – Nanik S Deyang muncul pertama kali ke publik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana. Kemunculannya diawali dengan perkenalan Nanik sebagai Sarjana Biologi.
“Sebelum saya menuju ke angle utamanya, saya kenalkan diri saya, teman-teman sudah kenal, saya Nanik S Deyang, Sarjana Biologi, ya. Saya ulang, bukan Sarjana Kehutanan, Sarjana Biologi. Kemudian tadinya Wakil Kepala PGPN,” kata Nanik dalam jumpa pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).
Usai menjelaskan latar belakang keilmuannya, Nanik memperkenalkan deretan pimpinan BGN baru yang membantunya. Susunan pimpinan ini sengaja dibentuk dengan mengombinasikan berbagai keahlian khusus untuk mengawal program gizi pemerintah.
Adalah, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari yang juga seorang mantan auditor BPKP dengan pengalaman 34 tahun yang ditugaskan khusus untuk mengawasi ketat tata kelola keuangan negara di BGN.
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
loading…
Anies Rasyid Baswedan (kanan) angkat bicara terkait sosok mantan Wamenlu Dino Patti Djalal (kiri). Dia menyebut Dino bukanlah sosok karbitan jadi diplomat dan pejabat. Foto/Dok.SindoNews
JAKARTA – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan ikut angkat bicara terkait sosok mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal yang berani mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Anies menyebut bahwa Dino bukanlah sosok karbitan jadi diplomat dan pejabat.
Anies mengungkapkan kesaksiannya tentang Dino melalui tulisannya yang diunggah di akun resminya di media sosial X @aniesbaswedan.
“Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal,” tulis Anies mengawali cuitannya yang diunggah Selasa (2/6/2026).
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, Anies pun berjumpa langsung dengan Dino. Saat itu, Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11.
“Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru,” sebut Anies mengungkapkan kesannya bertemu dengan Dino.
Viral Lagu MBG: Mas Bahlil Ganteng, Sekjen Golkar: Bukan Sindiran atau Body Shaming
loading…
Sekjen DPP Partai Golkar, M Sarmuji menyatakan lagu MBG: Mas Bahlil Ganteng yang belakangan viral di jagat media sosial bukan sindiran maupun body shaming. Foto/Dok.SindoNews
JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, M Sarmuji buka suara ihwal lagu ‘MBG: Mas Bahlil Ganteng’ yang belakangan viral di jagat media sosial. Dia memastikan partai tak menyoal kendati lagu tersebut ditujukan kepada Ketua umumnya.
Sarmuji sendiri mengaku sudah mendengar lirik lagu tersebut. Dia melihat, lagu yang viral ini justru bagian dari kreatifitas masyarakat yang tak perlu menjadi sebuah persoalan.
“Itu bagian dari kreatifitas netizen berapresiasi atas kerja keras Pak Bahlil. Lagunya sendiri cukup cute dan menghibur,” kata Sarmuji dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (28/5/2026).
Indomaret Tutup: Bukan Sekadar Promo Minyak Goreng Hilang, Ini Guncangan Ekonomi dan Kenyamanan Harian
Sedang asik scroll di Threads, saya menemukan kabar kalau sebanyak 6.546 gerai Indomaret tutup pada 31 Mei dan 1 Juni 2026. Usut punya usut, ternyata tutupnya gerai sejuta umat tersebut adalah bentuk protes.
Yang saya maksud adalah bentuk protes terhadap kebijakan kebijakan Indomaret yang tidak memberikan uang lembur di tanggal merah. Sebagai gantinya, karyawan yang masuk di tanggal merah akan mendapat ganti hari libur.
Saya lalu mencoba untuk mengingat-ingat. Kemarin, 31 Mei, Indomaret yang ada di sekitar wilayah tempat tinggal saya masih tetap beroperasi. Berarti, Indomaret di sini tidak termasuk dalam 6.546 gerai yang tutup. Namun, ketika saya menyelam ke Instagram maupun mencari dengan kata kunci “Indomaret tutup”, ternyata memang ada yang tidak beroperasi.
Sebagai orang yang cukup sering ke Indomaret, saya hanya bisa berharap mereka menemukan solusi terbaik. Jangan sampai, dari yang semula ada 6.546 gerai tutup, malah merembet jadi semua gerai ikut tutup karena nggak ketemu titik terangnya.
Nah, loh. Bisa kebayang nggak tuh apa jadinya kalau semua gerai tiba-tiba tutup?
#1 Bingung cari tempat ngadem seperti kursi besi andalan kalau Indomaret tutup
Hal pertama yang terlintas di benak saya andai semua gerai Indomaret tutup adalah kita bakal bingung cari tempat untuk ngadem. Selama ini, mereka memang punya hampir semua hal yang kita butuhkan untuk ngadem. Baik ngadem karena cuaca, ataupun ngadem karena isi kepala.
Ini bukan semata cuma soal AC yang memang mak’nyess itu, ya. Lebih dari itu, ada etalase minuman dingin sebagai tempat untuk pura-pura kuat. Sengaja bengong di depan etalase biar dikira bingung pilih minuman, padahal sedang menenangkan isi kepala yang ruwet.
Jangan lupa juga bahwa Indomaret punya kursi besi andalan untuk ngadem. Kursi besi yang berjasa dalam memberi jeda, dari sebuah hari yang luar biasa. Sungguh, yang demikian itu, proses release yang kelihatan sederhana itu, tak bisa diganti dengan toko retail mana pun.
#2 Susah cari promo minyak goreng private label Indomaret
Dari POV emak-emak, kalau sampai semua Indomaret tutup, alamat bakal susah cari minyak goreng kemasan yang harganya terjangkau. Jujur saja, minyak goreng private label adalah penyelamat dari tingginya harga minyak goreng merek lain. Harganya bisa selisih sampai 5 ribu perak. Eman, dong! Duit 5 ribu bisa buat beli tempe 1 papan.
Ya bisa saja sih cari minyak goreng kemasan di minimarket atau sekalian ke supermarket. Kan biasanya di supermarket juga ada promo minyak goreng.
Tapi, kalau ke supermarket, harus mikir bensin ke sana, perjalanannya, parkirnya, belum harus ganti outfit segala. Ribet. Memang paling cocok beli minyak goreng ya ke Indomaret. Lokasinya dekat dari rumah, jadi bisa sat set. Misal perginya pakai baju kaya mau COD biawak juga nggak masalah.
#3 Anak-anak kehilangan hiburan kalau Indomaret tutup
Sementara itu dari POV anak-anak, mereka akan kehilangan salah satu tempat hiburan kalau Indomaret tutup. Di situlah uniknya.
Judulnya sih memang retail, ya, tempat kita memenuhi kebutuhan harian. Tapi dalam praktiknya? mereka juga jadi tempat hiburan bagi anak-anak. Mata mereka selalu berbinar setiap saya ajak ke sana. Bayangan deretan cemilan-cemilan enak, minuman segar, dan aneka printilan lucu-lucu langsung memenuhi isi kepala mereka.
Dan kecintaan anak-anak dengan Indomaret ini juga menguntungkan orang dewasa. Misal ada anak yang tantrum atau yang mau dikasih reward, tinggal bawa saja ke sana.
Lha kalau Indomaret tutup semua, bagaimana ceritanya coba? Mau dibawa ke tempat wisata atau ke mall? Ongkos yang keluar pasti lebih besar.
Itulah 3 hal yang mungkin terjadi. Susah memang ya, di satu sisi kita berharap Indomaret tetap buka seperti biasa. Tapi di sisi lain, gerai yang saat ini memutuskan untuk tutup itu sedang memperjuangkan haknya.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat carainiya.
Kurban Prabowo: Bukan Sekadar Ritual, Ini Konsistensi Aksi di Babakan Madang Hambalang
Presiden RI Prabowo Subianto kembali menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat di sekitar kediamannya di Hambalang, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, dalam rangka menyambut Idul Adha 1447 Hijriah. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan warga dan pemerintah daerah setempat. (Foto Dok. Istimewa)
Bogor, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat di sekitar kediamannya di Hambalang, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, dalam rangka menyambut Idul Adha 1447 Hijriah.
Tradisi penyaluran hewan kurban ini rutin dilakukan setiap tahun oleh Prabowo sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dengan warga di sekitar kediamannya.
Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan warga dan pemerintah daerah setempat.
Perwakilan dari kediaman Prabowo, Budi Waljiman mengatakan bahwa penyerahan hewan kurban tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Saya dari kepala rumah tangga kediaman presiden pagi hari ini intinya menyerahkan sapi qurban untuk warga sekitar kediaman khususnya di Kecamatan Babakan Madang semoga qurban ini bisa bermanfaat buat kita semuanya dan ini menjadi amal ibadah khususnya dari Bapak Presiden Prabowo,” ujar Budi Waljiman.
Dalam prosesi simbolis penyerahan, perwakilan kediaman Prabowo juga menyerahkan hewan kurban kepada masyarakat Babakan Madang melalui perwakilan Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Simbolis dari kediaman Bapak Prabowo Subianto kami menyerahkan hewan qurban kepada masyarakat Babakan Madang sebagai perwakilan kepada Bupati Bogor,” ujarnya.
Warga menyambut penyerahan hewan kurban tersebut dengan penuh syukur dan antusias. Nuni Indah Sari, warga Bojong Koneng, menyampaikan apresiasinya atas perhatian Prabowo yang rutin memberikan hewan kurban setiap tahun.
“Kami haturkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto karena setiap tahunnya setiap Iduladha kita selalu diberikan hewan qurban yaitu berupa sapi, 1 RW 1 ekor sapi. Terima kasih Bapak, semoga Bapak sehat selalu, panjang umur, panjang rejeki dan selalu bahagia,” ujar Nuni.
Ungkapan syukur juga disampaikan saat para warga saat proses penyerahan simbolis tengah berlangsung. “Alhamdulillah moga barokah,” ujar warga.
Ketua RW 07 Desa Karang Tengah, Idim, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Prabowo.
“Hari ini tentunya saya sangat berterimakasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang telah mengorbankan hartanya untuk warga saya,” katanya.
Sementara itu, Uday, warga Desa Karang Tengah, mengatakan bantuan hewan kurban tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Alhamdulillah bermanfaat buat warga masyarakat kami lingkungan Desa Karang Tengah. Setiap RW mendapatkan 1 sapi, jumlah RW kami di Karang Tengah ada 15 RW. Pak, sangat berterimakasih kepada Bapak Presiden, semoga sehat selalu, panjang umur, semoga dikasih kelancaran segala urusannya,” ujar Uday. (her/dav)
Bareskrim Polri Pastikan Blackout Sumatera Akibat Cuaca Buruk Bukan Sabotase
loading…
Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifuddin mengungkapkan, blackout di Sumatera akibat faktor cuaca buruk bukan sabotase. Foto/SindoNews
JAKARTA – Bareskrim Polri memastikan pemadaman listrik atau blackout di Sumatera lantaran faktor cuaca buruk. Hal itu membantah munculnya narasi adanya dugaan sabotase dalam kejadian tersebut.
Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifuddin mengungkapkan, dari hasil investigasi gabungan yang dilakukan Bareskrim bersama Puslabfor dan PLN, insiden pada Jumat, 22 Mei 2025, tersebut disebabkan karena faktor cuaca buruk.
“Sampai dengan saat ini bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout. Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca yang ekstrem yang menyebabkan gangguan pada sistem transmisi kelistrikan,” kata Nunung dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).
Menurut Nunung, faktor cuaca buruk itu kemudian menyebabkan terjadinya ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik yang memicu trip pembangkit secara berantai. Sehingga berdampak pada blackout massal di sejumlah wilayah Sumatera meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan.
Nunung menambahkan dari hasil pemeriksaan pada titik awal gangguan juga ditemukan adanya kabel transmisi yang putus. Sementara untuk kondisi fisik tower transmisi masih dalam keadaan baik dan tidak ditemukan kerusakan signifikan pada struktur tower.
“Berdasarkan keterangan awal di lapangan, kejadian putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara tiba-tiba akibat pengaruh faktor cuaca dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah,” ujar Nunung.