Tag: Chatbot

  • Why 400+ Indonesian Companies Trust Sagara for AI Chatbot & Automation

    Why 400+ Indonesian Companies Trust Sagara for AI Chatbot & Automation

    Foto: FreepikTeknologi.id – Picture this: it’s Monday morning after a major promotional campaign. Your customer service inbox has 3,000 unread messages. Your agents are overwhelmed, response times have ballooned to 48 hours, and frustrated customers are taking to social media. Meanwhile, 70% of the incoming queries are the same five questions about shipping status, return…

  • Menguak Warisan Ask.com: 30 Tahun Kisah Pionir Mesin Pencari Mirip Chatbot AI Berakhir

    Menguak Warisan Ask.com: 30 Tahun Kisah Pionir Mesin Pencari Mirip Chatbot AI Berakhir

    Mesin pencari Ask.com, yang beroperasi tiga dekade, resmi ditutup pada 1 Mei 2026. Dikenal sebagai Ask Jeeves, platform ini pionir pencarian bahasa alami dan cikal bakal teknologi chatbot serta AI modern. Penutupan oleh IAC ini mengakhiri layanan Ask.com yang kalah bersaing dengan Google, namun warisannya krusial bagi evolusi internet.

  • Studi: Chatbot AI Bisa Salah Diagnosis Awal hingga 80%, Jangan Asal Percaya!

    Studi: Chatbot AI Bisa Salah Diagnosis Awal hingga 80%, Jangan Asal Percaya!

    Foto: SinarTeknologiIndonesiaTeknologi.id-Penggunaan chatbot kecerdasan buatan (AI) untuk mendiagnosis penyakit secara mandiri berisiko tinggi. Studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Network Open mengungkap bahwa model AI saat ini memiliki tingkat kesalahan lebih dari 80 persen pada tahap diagnosis awal. Peringatan Tren Swadiagnosis Temuan ini menjadi peringatan terhadap tren swadiagnosis (self-diagnosis) menggunakan AI tanpa pengawasan tenaga…

  • Kesehatan Anda di Tangan AI? Studi Terbaru Ungkap Akurasi Saran Chatbot yang Patut Diwaspadai

    Kesehatan Anda di Tangan AI? Studi Terbaru Ungkap Akurasi Saran Chatbot yang Patut Diwaspadai

    Penelitian terbaru menunjukkan saran kesehatan dari chatbot AI tidak selalu akurat. Kualitas diagnosis AI sangat dipengaruhi cara pengguna menyusun pertanyaan. Akibatnya, kurang dari 50% responden studi membuat keputusan medis tepat. AI merupakan alat bantu, bukan pengganti konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional.