Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko menonaktifkan sejumlah pejabat imigrasi yang tengah menjalani proses pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (4/6/2026). Foto: Dok Sindonews
JAKARTA – Ditjen Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menonaktifkan sejumlah pejabat imigrasi yang tengah menjalani proses pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (4/6/2026).
Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen institusinya terhadap penegakan hukum sekaligus menjaga pelayanan publik tetap berjalan optimal.
“Kami menghormati upaya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang dilakukan rekan-rekan di KPK. Per hari ini, para pegawai yang sedang menjalani proses pemeriksaan telah dinonaktifkan. Langkah ini kami ambil agar yang bersangkutan dapat fokus menjalani proses hukum dengan baik sekaligus memastikan layanan publik tetap optimal,” ujar Hendarsam, Jumat (5/6/2026).
Untuk memastikan tugas administratif dan fungsi strategis tetap berjalan, Ditjen Imigrasi juga menunjuk Pelaksana Harian (Plh) pada posisi yang terdampak. “Pergantian dilakukan seketika agar tidak ada stagnasi dalam pengambilan keputusan atau pelaksanaan tugas di lapangan,” ucapnya.
Pihaknya memahami kekhawatiran masyarakat terkait dampak kasus tersebut terhadap pelayanan keimigrasian. Karena itu, penguatan internal dilakukan agar hak masyarakat dalam memperoleh layanan tetap terpenuhi.
“Kami meyakinkan seluruh elemen masyarakat, termasuk warga negara asing bahwa layanan keimigrasian tetap berjalan normal dan optimal. Sistem pelayanan berbasis digital maupun tatap muka dipastikan beroperasi seperti biasa tanpa ada penundaan,” ujarnya.
Bapak Milenial: Mengatasi Ketakutan Dampingi Anak Sunat Usia 3 Tahun, Mental Diuji!
Anak pertama saya genap berusia 3 tahun. Usia yang masih polos, masih suka ngelindur kalau malam dan belum paham bedanya sunat dengan suntuk. Nah, di usia sedini itu, dia harus sunat.
Ya, suratan takdir berkata lain. Sepuluh hari sebelum ultahnya yang ke-3, dia lebih sering demam. Kalau kata orang tua saya, anak demam itu wajar, yang penting jangan sering-sering berenang dan hujan-hujanan.
Sebuah jawaban yang tentu saja selalu mengandung mitos yang tidak masuk akal. Sebagai ayah milenial, mana mau saya percaya hal-hal yang tidak masuk akal seperti itu.
Singkat cerita, dokter spesialis anak menjatuhkan vonis untuk anak saya. Katanya, anak saya menderita fimosis. Fimosis itu kondisi di mana kulit ujung penis anak laki-laki keukeuh nempel kayak sticker, nggak mau ditarik ke belakang padahal udah umur 3 tahun.
Akibatnya, kalau kencing, bisa bikin pancaran airnya nggak jelas kayak selang rusak. Plus, kalau dibiarin, bisa rawan infeksi karena kotoran numpuk di dalam. Makanya, nggak heran anak pertama saya sering demam karena infeksi. Tanpa cas cis cus, dokter langsung nyaranin sunat biar bersih dan nggak jadi masalah di masa depan.
Saya terdiam. Bukan karena fimosis. Tapi, karena anak sunat itu situasi yang mudah untuk menjelaskan kepada anak kecil yang menghitung 1 sampai 10 masih sering kebalik-balik.
Anak sunat 3 tahun, mana ngerti!
Coba bayangkan. Anak seusia itu kosakatanya sebatas “mobil-mobilan”, “susu”, atau “papi jangan pergi”. Saya coba jelasin dengan bahasa medis: “Nak, nanti ada dokter yang mau memperbaiki bentuk penis kamu.” Matanya malah melongo. Mungkin dia mikir, penisnya kenapa? Patah?
Tapi untungnya, masih mudah merayu anak seusia ini. Saya tinggal membujuk dan membesarkan mimpinya.
Setiap saya bilang “Nanti habis sunat kamu dapat mainan”, dia langsung senyum. Bahkan, dia tanya, “Mainan apa, Pi?” Saya jawab, “Bisa milih sendiri.” Matanya langsung berbinar, seolah-olah sunat itu adalah jalan pintas ke surganya mainan. Dia belum tahu, kalau surganya itu sedikit pedih.
Dokter ramah dan es krim penakluk trauma
Saya sadar, saya tidak bisa membawa anak saya ke tempat sunat biasa. Apalagi yang pakai pisau dan jarum suntik tebal. Akhirnya, saya mencari tempat yang proper. Baca-baca, cari yang mahal biar nyaman aja. Expensive is always better, begitu kata hati saya yang paranoid.
Sampai di tempat konsultasi, ternyata benar. Dokter anaknya ramah banget. Sampai-sampai saya curiga beliau ini aktor atau memang sebaik itu?
Setelah periksa, beliau kasih es krim ke anak saya. Sambil bilang, “Nanti kalau kamu sunat, kamu dapat es krim lagi, ya.” Anak saya manggut-manggut. Senyum. Dia malah tanya, “Kapan sunat lagi, Pi?”
Wah, saya geleng-geleng kepala. Dokter ini lebih jago promosi daripada saya yang setiap hari jualan kopi di Instagram.
Ketakutan bapak milenial yang masih bawa trauma kelas 4 SD
Tapi jujur, saya yang deg-degan, bukan anak saya. Saya ingat betul, waktu sunat di kelas 4 SD dulu. Saya masih ingat aroma antiseptik, suara gunting tindik, dan rasa sakit yang bikin saya nangis sejadi-jadinya.
Bahkan, saya masih ingat nama mantri yang dulu menyunat saya. Maklum orang tua zaman dulu mah taunya mantri kalau ahli sunat. Tapi pas saya gede, saya taunya orang tua saya emang cari yang hemat aja kalau yang nyunat bukan dokter hehehe.
Nah, anak saya sekarang baru 3 tahun. Jadi, saya tidak bisa membandingkan dengan saya yang dahulu kelas 4 SD. Secara pemikiran dan logika, anak 3 tahun tentu belum terjamah kisah-kisah seram tentang sunat yang beredar di lingkungan anak SD. Tapi bukan berarti anak 3 tahun tidak bisa trauma.
Sebulan yang lalu, anak saya belajar main sepeda, kemudian terjatuh aja, udah jadi core memory buat dia menunda belajar sepeda lagi. Apalagi sunat???
Dengan berat hati, saya putuskan: saya harus lebih tenang. Jangan sampai anak saya menangis hanya karena melihat saya gelisah.
Tips terbaik selain menjanjikan mainan: Rileks di taman dan kandang rusa
Agar suasana hati kami berdua stabil, saya buat program. Namanya “3 hari sebelum sunat”
Jadi, kami keluar. Bisa jalan-jalan ke taman, main ayunan, lari-lari kecil. Hari berikutnya ke kandang rusa. Saya bilang ke anak, “Nanti lihat rusa, rusa juga pernah sunat lho.” Anak saya bertanya, “Rusa pakai celana batok?”. Saya cuma bisa tertawa kecil karena celana batok adalah model celana kekinian yang saya jelaskan ke anak untuk dipakai setelah sunat.
Ternyata, udara segar itu mujarab. Anak saya jadi lebih tenang. Dia malah asyik kasih makan rusa pakai wortel. Saya ikut tenang, meskipun dalam hati masih ada gemuruh.
Saya cuma bisa pasrah sambil bilang: “Ya Allah, lindungi anak saya dari rasa sakit. Kalau bisa, sakitnya pindah ke saya saja.” Aaahhh itu dia doa bapak pejuang.
Tapi Tuhan pasti lebih tahu. Saya juga sadar, sunat di usia 3 tahun itu tidak masuk akal. Tapi kadang, hidup memang tidak harus masuk akal. Kadang, kita hanya perlu percaya pada dokter yang baik, uang yang banyak buat beli mainan, es krim, dan rusa yang juga pasti kuat.
Penutup: Trauma lolos setelah sunat, mainan bertambah
Hari sunat tiba. Alhamdulillah, anak saya hanya nangis sebentar. Begitu dikasih stiker dan mobil-mobilan baru, dia lupa kalau baru saja ada sayatan di daerah terlarang. Saya sendiri? Saya masih deg-degan, tapi lega.
Yang saya pelajari. Menjadi bapak millenial itu tidak perlu sok kuat. Cukup jujur, bawa anak ke kandang rusa, dan siapkan dana lebih untuk beli mainan dan es krim.
Anak kecil itu tidak butuh logika. Mereka butuh rasa aman. Dan kadang, rasa aman itu dimulai dari es krim dan mobil-mobilan.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat carainiya.
Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, menanggapi pelaporan Feri Amsari. Pangi menyatakan kebebasan berekspresi adalah unsur penting negara demokrasi. Ia menyoroti penurunan kebebasan sejak UU ITE terbit, yang digunakan membungkam lawan politik. Feri Amsari dilaporkan LBH Tani Nusantara karena dianggap menyinggung masyarakat.
Mengintip WhatsApp Plus: Layanan Berlangganan dan Fitur Eksklusif yang Sedang Diuji.
Foto: WABetaInfo
Teknologi.id– Aplikasi pesan instan WhatsApp secara resmi tengah melakukan tahap pengujian untuk sebuah paket berlangganan opsional terbaru yang diberi nama WhatsApp Plus. Pembaruan strategis ini dirancang secara khusus untuk menawarkan serangkaian fitur baru bagi para pengguna yang menginginkan pengalaman bertukar pesan yang lebih personal dan mendalam. Ekspansi kapabilitas aplikasi ini dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu fungsionalitas utama aplikasi yang selama ini telah digunakan oleh miliaran orang di seluruh dunia.
Berdasarkan status terkininya, layanan WhatsApp Plus ini sedang dalam tahap peluncuran awal (rolling out) dan baru tersedia untuk sejumlah pengguna secara terbatas. Pembaruan ini dikhususkan dan kompatibel pada aplikasi WhatsApp versi beta untuk sistem operasi Android, tepatnya pada versi pembaruan 2.26.15.11. Layanan eksklusif ini hanya dapat diakses pada platform WhatsApp Messenger reguler dan tidak memberikan dukungan untuk pengguna WhatsApp Business.
Fitur Inti dan Privasi Tetap Gratis
Pihak perusahaan memberikan jaminan kuat bahwa kehadiran WhatsApp Plus sama sekali tidak akan mengubah pengalaman inti dari aplikasi. Fitur-fitur esensial harian seperti pengiriman pesan teks, panggilan suara, dan fungsi dasar lainnya akan tetap gratis dan dapat diakses oleh seluruh pengguna tanpa terkecuali.
Lebih lanjut, perlindungan privasi pengguna juga dipastikan tidak mengalami perubahan sedikit pun. Sistem keamanan enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption) akan terus diterapkan pada setiap percakapan, panggilan, maupun pembaruan status. Layanan WhatsApp Plus murni berstatus sebagai paket tambahan (add-on) opsional, sehingga pengguna yang memilih untuk tidak berlangganan akan tetap bisa menggunakan WhatsApp secara normal seperti biasa tanpa pengurangan fitur dasar apa pun.
Rincian Harga, Penagihan, dan Uji Coba Gratis
Bagi para pengguna yang terpilih dalam tahap uji coba ini, opsi untuk berlangganan akan muncul secara otomatis di dalam menu pengaturan aplikasi. WhatsApp Plus menerapkan model berlangganan bulanan dengan sistem perpanjangan yang dilakukan secara otomatis. WhatsApp akan melakukan penagihan pada tanggal yang sama setiap bulannya, sesuai dengan tanggal pembelian awal pengguna. Untuk menghentikan siklus tagihan, pengguna diwajibkan untuk membatalkan langganan paling lambat 24 jam sebelum tanggal pembayaran berikutnya melalui sistem Google Play.
Berdasarkan antarmuka yang muncul pada tahap pengujian terbatas ini, harga berlangganan dipatok bervariasi tergantung pada wilayah pengguna. Di wilayah Eropa, harga berlangganan tercatat sebesar €2.49 per bulan. Sementara itu, untuk wilayah negara lain, terdapat variasi harga seperti PKR 229.00 per bulan di Pakistan dan $29.00 per bulan di wilayah Meksiko. Sebagai strategi pengenalan awal, WhatsApp juga menawarkan program uji cobagratis selama satu bulan bagi sebagian pengguna.
Daya tarik utama dari layanan WhatsApp Plus terletak pada keleluasaan personalisasi. Pelanggan premium akan mendapatkan akses ke 18 pilihan warna aksen baru untuk mengubah tema aplikasi mereka secara menyeluruh. Pilihan warna tersebut meliputi Vibrant Blue, Royal Purple, Deep Navy, Bright Lavender, Charcoal Grey, Coral Orange, Forest Green, Teal, Burgundy, Earl Brown, Sandy Beige, Emerald Green, Bright Yellow, Olive Green, Fuchsia Pink, Crimson Red, Sunset Orange, dan Golden Yellow. Saat warna dipilih, seluruh elemen aplikasi yang awalnya berwarna hijau standar akan langsung berubah menyesuaikan aksen yang baru.
Selain tema dalam aplikasi, pengguna juga dapat mengubah ikon aplikasi WhatsApp yang terpasang di menu utama ponsel mereka. Terdapat 14 pilihan ikon eksklusif yang bervariasi, mulai dari desain bertekstur seperti glitter yang berkilau, efek biru elektrik yang menyala, tema nebula kosmik, desain tanah liat hijau (green clay), hingga tekstur ungu berbulu (purple fuzzy). Terdapat pula pilihan ikon berdesain lingkaran minimalis dengan warna pastel (lavender, biru langit, dan persik), serta versi garis luar sederhana (outlined) berwarna hijau muda atau kontras hitam dan putih.
Peningkatan Fungsionalitas: Sematkan Obrolan dan Pengaturan Daftar
Dari sisi fungsionalitas, pelanggan WhatsApp Plus diberikan kemampuan istimewa untuk menyematkan (pin) hingga maksimal 20 obrolan secara sekaligus. Ini merupakan peningkatan drastis dari batas standar yang hanya mengizinkan 3 obrolan disematkan. Fitur ini dirancang untuk memudahkan pengguna yang harus mengelola banyak percakapan penting agar obrolan tersebut tetap berada di posisi teratas.
Lebih jauh lagi, pelanggan premium dapat menerapkan pengaturan secara massal pada daftar (lists) obrolan mereka. Pengguna bisa menetapkan tema obrolan, nada dering, dan nada notifikasi pesan secara serentak untuk seluruh obrolan dan grup yang tergabung dalam satu daftar khusus. Ketika obrolan baru dimasukkan ke dalam daftar tersebut, sistem akan secara otomatis menyesuaikan tema dan nada deringnya agar selaras.
Berlangganan WhatsApp Plus juga membuka akses menuju fitur hiburan berupa paket stiker eksklusif yang tersedia di toko stiker. Beberapa paket stiker premium ini dibekali dengan efek animasi overlay yang mampu membesar dan menutupi layar. Menariknya, ketika pelanggan mengirimkan stiker premium ini, pihak penerima pesan akan tetap dapat melihat efek animasi overlay tersebut, meskipun penerima tidak berlangganan WhatsApp Plus.
Sebagai pelengkap, platform ini turut menyediakan 10 nada dering (ringtones) panggilan yang sepenuhnya baru dan eksklusif. Deretan nada dering khusus ini dirancang dengan karakter suara yang sangat berbeda, sehingga pengguna dapat mengenali panggilan WhatsApp yang masuk hanya dalam sekali dengar.
Saat ini, ketersediaan fitur uji coba tersebut masih berfokus eksklusif pada pengguna sistem operasi Android, sementara dukungan untuk pengguna sistem iOS dijadwalkan menyusul pada tahap selanjutnya. Pihak WhatsApp pun menyatakan bahwa mereka masih mengeksplorasi lebih banyak fitur tambahan yang akan disematkan ke dalam paket premium ini di masa yang akan datang.
MLFF Siap Diuji: Kesiapan Matang Sistem Tol Tanpa Berhenti Terungkap
Pemerintah akan melakukan uji coba kembali sistem pembayaran jalan tol nirhenti nirsentuh (MLFF). Kepala BPJT Wilan Oktavian menyatakan MLFF sempat mengalami stagnasi. BPKP merekomendasikan uji coba kembali karena terdapat klaim berbeda. BPJT rencanakan pengujian end-to-end, mencakup proses mengunduh aplikasi hingga pembayaran benar-benar diterima Badan Usaha Jalan Tol. Roatex siapkan TOR.
S2 di Jakarta: 3 Tahun di Ibu Kota, Ketika Survival Menggeser Mimpi dan Kewarasan Diuji
Jakarta menawarkan peluang kerja, namun biaya hidup tinggi menjadi tantangan bagi perantau. Lulusan S2 sering menghadapi realitas gaji pas-pasan, membuat mereka berjuang bertahan hidup. Artikel ini mengulas strategi pengelolaan keuangan dan peran hiburan, seperti drakor, dalam menjaga kesehatan mental di ibu kota.