Infrastruktur Stabil: Kunci Kepastian Bisnis di Era AI
Transformasi digital sering menghadirkan keraguan bagi perusahaan besar, terutama saat pertumbuhan cepat. Infrastruktur digital yang tidak siap menghadapi lonjakan trafik berisiko tinggi. Sagara Technology menawarkan solusi Backend dan AI terintegrasi untuk memastikan skalabilitas, keamanan siber, dan stabilitas sistem, mendukung pertumbuhan bisnis tanpa kompromi.
Hardiknas 2026: Mendesain Ulang Komunikasi Pendidikan untuk Era Partisipasi Digital
Rimba Mahardika (Humas BSSN, Praktisi Ilmu Komunikasi Unas) membahas Hardiknas 2026. Tema “Menguatkan Partisipasi Semesta” menyoroti rekonstruksi komunikasi pendidikan. Tantangan digital seperti scrolling culture membuat pendidikan sulit berkomunikasi dengan generasinya. Ilmu Komunikasi menekankan interaksi aktif siswa. Guru diharapkan menjadi fasilitator dialog, krusial bagi Gen Z dan Alpha.
May Day Era Prabowo: Buruh Klaim Perayaan Paling Meriah Sejak Satu Dekade Lalu
Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Jakarta berlangsung meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto. Pekerja menilai acara ini lebih semarak dari tahun sebelumnya. Dukungan pemerintah diapresiasi. May Day menjadi momen penting bagi buruh menyampaikan aspirasi kesejahteraan.
Setelah 22 Tahun, UU PRT Disahkan: Kemenangan Bersejarah Buruh di Era Prabowo.
Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto dan DPR atas pengesahan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT). Regulasi ini disahkan setelah 22 tahun diperjuangkan, menandai langkah penting perlindungan pekerja domestik. Said Iqbal menyampaikannya di Hari Buruh, Monas, Jakarta.
Sanad Digital: Menguak Visi Kepemimpinan di Balik Era Digital
Muhammad Irfanudin Kurniawan, Dosen UDN Jakarta, menyoroti tantangan sanad ilmu agama di era digital. Sanad adalah rantai guru-murid yang bersambung hingga Rasulullah SAW, penting untuk keaslian ilmu. Pembelajaran otodidak dari platform digital berisiko. Pesantren dan lembaga pendidikan Islam bertanggung jawab menjaga sanad melalui proses talaqqi, memastikan kualitas pengajaran agama.
Senator Kanada Soroti: Era Prabowo, Indonesia Kian Krusial di Panggung Geopolitik Dunia
Senator Kanada Yuen Pau Woo menyoroti peran penting Indonesia di dunia internasional. Indonesia, dengan sejarah panjang dan posisi strategisnya, dipandang sebagai kekuatan utama di Asia Tenggara dan global. Negara ini aktif dalam reformasi tata kelola global, anggota BRICS 2025, G20, dan pemimpin di ASEAN. ICA-CEPA penting untuk hubungan Kanada-Indonesia.
Pati Sambut Era Baru Outing Class: Museum Modern Siap Jadi Pusat Edukasi Jawa Tengah
Bekas Kantor Satpol PP Pati direvitalisasi menjadi Museum Cagar Budaya Kabupaten Pati. Lokasi di Jalan RA Kartini, belakang Kantor Bupati Pati. Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyatakan museum ini akan mengonsolidasikan artefak sejarah Pati yang tersebar. Tujuannya sebagai sarana edukasi gratis bagi masyarakat dan pelajar untuk mempelajari sejarah lokal Pati. Pengembangan terintegrasi dengan Pendapa Kabupaten Pati.
Jembatan Era Kolonial di Desa Kranggan Akhirnya Direvitalisasi, Buka Akses Vital Warga Hingga ke Yogyakarta
Jembatan peninggalan kolonial Belanda yang sudah lama tak terpakai di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, akhirnya direvitalisasi lewat program Jembatan Garuda yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Klaten, Idola 92.6 FM-Jembatan peninggalan kolonial Belanda yang sudah lama tak terpakai di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, akhirnya direvitalisasi lewat program Jembatan Garuda yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto.
Kepala Desa Kranggan, Arjito, menuturkan jembatan tersebut dulunya merupakan jalur vital yang menghubungkan Desa Kranggan dan Desa Leles di Kecamatan Manisrenggo, bahkan hingga menuju DI Yogyakarta. Karena itu, ia dan warga sekitar senang sekali dengan realisasi jembatan gantung yang baru ini.
“Harapannya digunakan warga masyarakat, kaitannya dengan jalur penghubung antara Desa Kranggan dan Leses. Dan juga nanti ke Yogyakarta. Ini kan jalan yang sangat vital sekali untuk Desa Kranggan dan Desa Leses,” kata Arjito saat diwawancara di lokasi, Sabtu (11/4).
Arjito bercerita jembatan di Desa Kranggan ini sudah lama rusak dan perbaikannya sudah diajukan sejak 13 tahun lalu. Selama ini warga yang mau menuju Desa Leles harus memutar jalan hingga sejauh 2 kilometer (KM). “Kami selama 13 tahun menunggu,” ucap dia.
Anggota Babinsa Desa Kranggan, Sersan Kepala (Serka) Ali, mengungkapkan awalnya ia dan tim ditugaskan untuk mendata jembatan di wilayah tugas mereka. Lalu, mereka menemukan salah satu jembatan peninggalan zaman Belanda yang sudah lama tak terpakai dan mengajukannya ke Kodim Klaten agar masuk dalam program Jembatan Garuda.
“Di wilayah saya ada jembatan peninggalan Belanda, terus pada waktu pemakaiannya kurang lebih sudah 13 tahun tidak dipakai. Alhamdulillah kami data, kami laporkan ke Stapter Kodim, Alhamdulillah di-acc untuk pembuatan Jembatan Gantung Garuda Perintis,” ujar Ali.
Ali juga mengatakan jembatan ini tak hanya menyambungkan antardesa, tapi juga antarkota dan antarprovinsi. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden atas program pembangunan jembatan ini. Ia berharap jembatan ini bermanfaat bagi warga setempat.
“Sangat-sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan bantuan Jembatan Gantung Garuda Perintis di wilayah binaan saya. Semoga dengan dibangunnya Jembatan Gantung Garuda Perintis, bermanfaat bagi warga binaan saya,” katanya. (her/dav)
Terobosan Digital di Bima: Internet Kini Hadir di SMPN 03, Akhiri Era Perburuan Sinyal di Bukit
Siswa SMPN Lambitu Satu Atap Bima kini bisa internetan di sekolah. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyediakan bantuan internet Satria-1 sejak 12 April. Layanan ini memeratakan digitalisasi di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) NTB. Sebelumnya, siswa harus ke bukit untuk akses internet. Kini, mereka belajar dan ujian nyaman di kelas.
Meta Kembangkan AI Kloning Mark Zuckerberg: Pertanda Akhir Era Rapat Konvensional?
Foto: AI Generated
Teknologi.id-Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini dimanfaatkan untuk menciptakan representasi digital dari eksekutif perusahaan. Meta saat ini dilaporkan tengah mengembangkan kloningan kecerdasan buatan dari CEO Mark Zuckerberg. Entitas digital ini dirancang untuk mewakili Zuckerberg dalam berinteraksi serta memberikan umpan balik secara langsung kepada para karyawan Meta pada saat ia tidak sempat atau tidak bersedia hadir secara fisik.
Proyek kloning digital ini tengah diprioritaskan oleh perusahaan. Meta tidak menggunakan desain avatar standar, melainkan mengembangkan karakter tiga dimensi (3D) dengan desain visual yang fotorealistis. Karakter yang diotaki oleh sistem AI tersebut diprogram agar mampu berinteraksi melakukan tanya jawab dengan karyawan secara real-time atau langsung.
Pelatihan Langsung oleh Mark Zuckerberg
Foto: Getty Images
Untuk memastikan akurasi kloningan digital tersebut, Meta menerapkan proses pelatihan data yang sangat spesifik. Sumber yang familier dengan pengembangan ini menyebutkan bahwa Zuckerberg terlibat secara langsung dalam melatih sekaligus menguji coba versi kecerdasan buatan dari dirinya tersebut.
Sistem AI ini dilatih dengan menggunakan data dari citra visual dan rekaman suara asli sang CEO. Selain itu, sistem kecerdasan buatan ini juga merekam dan meniru gerak-gerik, intonasi berbicara, hingga berbagai pernyataan publik yang pernah disampaikan oleh Zuckerberg. Langkah ini dilakukan agar karyawan yang berinteraksi dengan AI tersebut tetap merasa terhubung dengan sosok aslinya.
Tidak sebatas meniru tampilan fisik dan gaya bicara, kloningan ini juga dibekali dengan pemahaman terkait operasional perusahaan. Karakter AI tersebut secara khusus mempelajari pemikiran Zuckerberg mengenai strategi terbaru Meta. Tujuannya adalah agar entitas digital tersebut mampu memberikan saran atau masukan strategis kepada karyawan yang bertanya, bukan sekadar memberikan respons sapaan biasa.
Pengembangan kloningan CEO ini juga berkaitan dengan rencana jangka panjang Meta untuk publik. Apabila eksperimen karakter AI Zuckerberg ini berhasil, perusahaan mempertimbangkan untuk mulai mengizinkan para kreator konten dan influencer di platform mereka untuk membuat avatar AI dari diri mereka sendiri.
Rencana tersebut merupakan kelanjutan dari proyek sebelumnya. Pada tahun 2024 lalu, Meta telah memamerkan demonstrasi awal mengenai karakter AI yang dapat dikembangkan oleh kreator. Saat ini, raksasa media sosial tersebut juga sudah mulai memberikan akses kepada kreator di Instagram untuk membuat versi AI dari diri mereka. Versi AI tersebut difungsikan untuk berinteraksi langsung dan membalas komentar-komentar dari para pengikutnya.
Selain kreator, Meta sebenarnya juga memungkinkan pengguna umum untuk membuat chatbot AI yang bisa diatur (custom). Namun, perusahaan telah mengeluarkan kebijakan baru yang membatasi fitur tersebut. Mulai tahun ini, fitur pembuatan chatbot khusus itu tidak dapat lagi diakses oleh pengguna yang masih berusia remaja.
Di luar proyek kloningan untuk rapat karyawan ini, Mark Zuckerberg secara pribadi semakin intensif terlibat dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan. Ia diketahui menghabiskan waktu sekitar 5 hingga 10 jam setiap minggunya untuk terjun langsung melakukan penulisan kode komputer (coding). Waktu tersebut juga digunakan untuk mengikuti berbagai tinjauan teknis pada proyek-proyek AI Meta lainnya.
Zuckerberg sedang mengembangkan sebuah agen AI personal yang juga berbasis pada dirinya. Namun, agen cerdas ini memiliki fungsi yang berbeda dari kloningan untuk karyawan; agen ini dirancang khusus untuk membantunya menyelesaikan berbagai tugas dan rutinitas sehari-hari. Proyek asisten pribadi ini dipastikan berjalan terpisah dari sistem kloningan yang dikembangkan Meta untuk keperluan rapat internal.