Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
loading…
Keputusan pemerintah menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dinilai sebagai langkah yang tidak terhindarkan di tengah tekanan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah. Foto: Dok Sindonews
JAKARTA – Keputusan pemerintah menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dinilai sebagai langkah yang tidak terhindarkan di tengah tekanan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bonti Wiradinata menilai penyesuaian harga tersebut sebenarnya sudah terlambat dilakukan karena gejolak energi global telah berlangsung sejak Februari 2026.
Menurut dia, pemerintah selama ini memilih menahan kenaikan harga BBM nonsubsidi untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional. Kebijakan tersebut memberikan ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk menyesuaikan kondisi keuangannya sebelum menghadapi kenaikan harga energi.
“Indonesia memang cenderung memiliki frekuensi penyesuaian yang lebih jarang dan bertahap. Namun, ini adalah pilihan kebijakan yang disengaja untuk menjaga bantalan sosial, bukan sekadar ketidaksiapan dalam mengelola harga,” ujar Bonti, Sabtu (13/6/2026).
Pemerintah Tegaskan Kunjungan Luar Negeri Presiden Bukti Proaktif RI di Tengah Gejolak Geopolitik Global
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto merupakan cerminan politik luar negeri bebas aktif Indonesia di tengah eskalasi tensi geopolitik global. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto merupakan cerminan politik luar negeri bebas aktif Indonesia di tengah eskalasi tensi geopolitik global.
Sugiono menjelaskan bahwa perkembangan dan dinamika geopolitik global saat ini menuntut Indonesia untuk memainkan peran yang lebih aktif. Oleh karena itu, Indonesia perlu menjalankan strategi diplomasi guna melindungi kepentingan nasional sekaligus berkontribusi dalam upaya perdamaian dunia.
“Terkait dengan perkembangan dan dinamika yang terjadi saat ini, kita tidak bisa mengikuti jalur-jalur konvensional karena situasinya juga tidak biasa. Dan ini amat mengundang Indonesia ingin terlibat dalam upaya perdamaian dan ketertiban dunia secara proaktif,” jelas Sugiono, Rabu (3/6).
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kunjungan kenegaraan tersebut juga sejalan dengan amanat konstitusi. Dalam hal ini, Indonesia perlu hadir dalam berbagai forum internasional dan pertemuan bilateral untuk memperkuat perannya di kancah global.
Selain itu, langkah tersebut juga mencerminkan politik luar negeri Indonesia yang tidak berpihak kepada blok atau negara tertentu. Sebagai implementasinya, Indonesia perlu menjalin persahabatan dan kemitraan yang lebih erat dengan komunitas internasional, terutama di tengah dinamika global saat ini.
“Jadi implementasinya atau konsekuensinya dari ini adalah kita harus hadir di banyak tempat. Kita harus berkawan dengan semuanya,” jelas Sugiono.
Namun demikian, langkah tersebut tetap dijalankan secara terukur. Sugiono mengatakan bahwa seluruh kunjungan kenegaraan Presiden telah direncanakan secara matang dan didahului oleh prosedur diplomatik yang sesuai.
“Jadi Presiden menentukan, kita kasih saran mengenai substansi-substansi dan prioritas yang perlu dibahas,” tuturnya. (her/dav)
Andi Azwan: Setiap Isu Jokowi Picu Gejolak Cacing Kepanasan Publik
loading…
Ketua Umum Jokman Nusantara Bersatu Andi Azwan menyatakan segala sesuatu yang berkaitan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) banyak membuat orang kepanasan. Foto: Tangkapan layar
JAKARTA – Ketua Umum Jokman Nusantara Bersatu Andi Azwan menyatakan segala sesuatu yang berkaitan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) banyak membuat orang kepanasan. Salah satunya terkait pernyataan Jokowi terkait dirinya yang siap berkeliling Indonesia lagi.
“Kita melihat segala sesuatu yang berhubungan dengan Pak Jokowi itu membuat suatu berita yang besar dan membuat banyak orang seperti cacing kepanasan,” kata Andi dalam program Interupsi iNews, Kamis (28/5/2026).
Menurut pandangannya, hal itu terjadi kepada beberapa elite politik meski ia tidak menyebutkan secara detail siapa sosok yang ia maksud. “Bukan kita bicara tentang seorang partai politik, tapi juga elit-elit politik banyak gitu,” ujarnya.
Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago melihat eksistensi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) justru semakin kuat meski sudah tidak lagi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Menurut Pangi, anggapan bahwa Jokowi akan kehilangan pengaruh politik setelah lengser ternyata tidak terbukti.
Ia menilai kekuatan politik Jokowi masih terlihat hingga saat ini. “Fakta yang terjadi hari ini ketika Pak Jokowi sudah tidak lagi menjadi Presiden saya sadar kok makin kuat,” kata Pangi dalam dialog Interupsi di iNews, Kamis (28/5/2026).
Gejolak Rupiah: Pemerintah Kupas Tuntas Perbedaan Fundamental Ekonomi RI 2026 vs. Krisis 1998
Rupiah tembus Rp17.600 per dolar AS, memicu kekhawatiran krisis 1998. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi ekonomi Indonesia 2026 berbeda. Inflasi terkendali (2,41%), pertumbuhan ekonomi positif (5,61%), perbankan kuat, dan cadangan devisa tinggi (USD 146 miliar) menunjukkan fondasi ekonomi kokoh.
Prabowo Imbau Masyarakat Tetap Tenang Soal Ekonomi RI di Tengah Gejolak Dunia
Presiden RI Prabowo Subianto meminta masyarakat tetap tenang di tengah gejolak ekonomi global. Prabowo menegaskan, saat negara lain memutar otak untuk bertahan di tengah ancaman krisis global, Indonesia berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi di level 5,61 persen pada kuartal I-2026. Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Nganjuk, Idola 92.6 FM-Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat tetap tenang di tengah gejolak ekonomi global.
Prabowo menegaskan, saat negara lain memutar otak untuk bertahan di tengah ancaman krisis global, Indonesia berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi di level 5,61 persen pada kuartal I-2026.
“Percaya ekonomi kita kuat. Fundamental ekonomi kita kuat. Orang mau ngomong apa, Indonesia kuat. Percaya pada kekuatan kita. Percaya pada rakyat kita,” tegas Prabowo saat meresmikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).
Pernyataan Prabowo disampaikan di tengah tekanan ekonomi global akibat konflik geopolitik dan gejolak harga energi dunia.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah yang meningkat pada awal tahun. Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 5,52 persen dan menjadi kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB).
Sementara itu, pengeluaran konsumsi pemerintah melonjak hingga 21,81 persen pada kuartal I 2026.
Belanja negara yang dipercepat sejak awal tahun disebut menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. (her/dav)
Di Tengah Gejolak Global, Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5,5% pada Triwulan I 2026. Sejumlah indikator menunjukkan bahwa target tersebut dapat tercapai. Realisasi investasi pada Triwulan I 2026 tercatat sebesar Rp 498,79 triliun atau tumbuh 7,2% secara tahunan (year on year). Belanja modal pemerintah pusat juga meningkat 36,7% secara tahunan menjadi Rp 35,42 triliun pada Triwulan I 2026. Hal itu disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (4/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5,5% pada Triwulan I 2026. Sejumlah indikator menunjukkan bahwa target tersebut dapat tercapai.
Realisasi investasi pada Triwulan I 2026 tercatat sebesar Rp 498,79 triliun atau tumbuh 7,2% secara tahunan (year on year). Belanja modal pemerintah pusat juga meningkat 36,7% secara tahunan menjadi Rp 35,42 triliun pada Triwulan I 2026.
Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia juga berada di zona ekspansi sepanjang Triwulan I 2026, yaitu 52,6 pada Januari, 53,8 pada Februari, dan 50,1 pada Maret.
Posisi kredit investasi pun melaju pesat 20,85% secara tahunan menjadi Rp 2.726,9 triliun pada Triwulan I 2026.
Kemudian berdasarkan pengumuman berbagai indikator perekonomian yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin (4/5), secara umum ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah gejolak global. Kinerja ekspor Indonesia juga tetap kuat.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan bahwa nilai ekspor kumulatif periode Januari-Maret 2026 mencapai USD 66,85 miliar atau naik 0,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor industri pengolahan menjadi pendorong dengan pertumbuhan nilai ekspor 3,96 persen menjadi USD 54,98 miliar.
Sementara nilai impor Indonesia secara kumulatif hingga Maret 2026 sebesar USD 61,30 miliar, atau naik 10,05 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif periode Januari hingga Maret 2026 surplus sebesar USD 5,55 miliar. Sejak Mei 2020, Indonesia sudah surplus neraca perdagangan 71 bulan berturut-turut.
“Hingga bulan Maret 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD 5,55 miliar. Surplus sepanjang periode Januari-Maret 2026 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas USD 10,63 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit USD 5,08 miliar,” kata Ateng dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (4/5).
Pergerakan masyarakat pada Januari-Maret 2026 juga menunjukkan peningkatan signifikan. Tercatat ada 319,51 juta perjalanan wisatawan nusantara dalam 3 bulan pertama di 2026, naik 13,14 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.
Momentum ini menunjukkan aktivitas ekonomi tetap hidup di tengah masyarakat, sekaligus mencerminkan daya beli yang terjaga.
Adapun inflasi bulanan April 2026 tercatat sebesar 0,13% dan 2,42% secara tahunan. Ateng mengatakan kenaikan tarif angkutan udara dan harga bensin menjadi faktor dominan.
Meski begitu, tekanan inflasi berhasil diredam oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru mengalami deflasi 0,20 persen. Penurunan harga ini memberi kontribusi menahan inflasi secara keseluruhan.
“Beberapa komoditas juga ada yang memberikan andil deflasi diantaranya daging ayam ras dengan andil deflasi 0,11 persen, emas perhiasan dengan andil deflasi 0,09 persen, cabai rawit serta telur ayam ras masing-masing 0,06 persen dan 0,04 persen,” tutup Ateng. (her/dav)
Mandeknya SK Pengurus Partai Ummat, Aznur Syamsu Turun Tangan Redam Gejolak Kader.
Ketua Umum Partai Ummat Aznur Syamsu merespons Kemenkum belum mengesahkan SK kepengurusan 2025-2030. Aznur mendukung kehati-hatian Menteri Hukum Supratman Andi Agtas karena dua kubu mengajukan permohonan. Perselisihan Partai Ummat kini di Mahkamah Agung, menunggu kepastian hukum sah.
Gejolak Timur Tengah: Prabowo Tetapkan Keselamatan Jemaah Haji Sebagai Prioritas Mutlak
Pemerintah memastikan ibadah haji 2026 berjalan sesuai rencana, meski ada eskalasi geopolitik Timur Tengah. Keselamatan jemaah haji menjadi prioritas utama, ditegaskan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Haji dan Umroh, K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, menyampaikan kuota haji Indonesia 2026 ditetapkan 221 ribu orang.
Eskalasi perang Israel-Iran memicu kekhawatiran global dan pembahasan akhir zaman di jagat maya Indonesia. Nama ‘Imam Mahdi’ trending di X, diikuti lonjakan pencarian Google Trends. Ini terkait 70.000 tentara Israel dan serangan Isfahan, dikaitkan nubuat hadits. Belum ada bukti nyata, kiamat tetap rahasia Tuhan.
Wali Kota Agustina Lantik DPPI: Mandat Tegas Bentengi Ideologi di Era Penuh Gejolak
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng melantik 42 Purna Paskibraka menjadi Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Semarang. Pelantikan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai luhur bangsa dan membentuk karakter pemimpin muda berintegritas. Para Duta Pancasila diharapkan menjadi benteng ideologi di tengah globalisasi. Mereka akan menyebarkan pesan persatuan secara kreatif. Pemerintah Kota Semarang mendukung penuh program DPPI ini.