Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengajak sejumlah perwakilan mahasiswa dalam kunjungan kerja ke Ende, Gorontalo, dan wilayah Papua. Foto/BPMI Setwapres
JAKARTA – Wakil Presiden ( Wapres ) Gibran Rakabuming Raka mengajak sejumlah perwakilan mahasiswa dalam kunjungan kerja (kunker) ke Ende, Gorontalo, dan wilayah Papua. Mahasiswa yang diajak kunker tersebut berasal dari beberapa kampus.
Berdasarkan siaran pers yang dibagikan Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres), mahasiswa yang diajak tersebut yakni Keletus Sakaro dari Universitas Sanata Dharma, Daffa Ulhaq dari Universitas Indonesia.
Kemudian, Nolan Christoper Adam dari Universitas Pelita Harapan, Rapid Bena Matin dari Universitas Jenderal Soedirman, serta Salsabila Maulida dari Institut Seni Budaya Indonesia.
Kunker ini dalam rangka memperkuat pengawasan serta menyempurnakan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Hari ini kami ditemani beberapa perwakilan mahasiswa. Kita akan berangkat ke Ende, Gorontalo, dan juga Papua. Jadi, pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola MBG dan koperasi,” kata Gibran saat memberikan keterangan pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (18/6/2026) pagi.
Gibran pun menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah menyuarakan aspirasi secara damai dan memberikan berbagai masukan untuk penyempurnaan program-program pemerintah.
Gibran: AI Bukan Lagi Masa Depan, Indonesia Harus Jadi Pemain Teknologi
Foto: SS IGWakil Presiden Gibran Rakabuming Raka
Teknologi.id –Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) berkembang sangat cepat dan mulai mengubah berbagai aspek kehidupan. Mulai dari pendidikan, industri kreatif, bisnis, hingga dunia kerja, AI kini menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
Melihat perkembangan tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi. Menurutnya, Indonesia harus mampu menjadi pemain yang aktif dalam pengembangan teknologi AI.
Dalam pernyataannya, Gibran menegaskan bahwa AI bukan lagi teknologi yang hanya akan digunakan di masa depan.
“AI bukan lagi masa depan. AI adalah hari ini,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan AI sudah terjadi sekarang dan mulai memengaruhi berbagai sektor kehidupan. Karena itu, masyarakat perlu memahami dan memanfaatkan teknologi tersebut secara bijak.
Indonesia Tak Boleh Hanya Menjadi Penonton
Menurut Gibran, Indonesia memiliki peluang besar untuk ikut bersaing dalam perkembangan teknologi global.
Ia menilai bangsa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna atau penonton yang menikmati hasil inovasi negara lain.
Sebaliknya, Indonesia harus mampu menjadi pemain yang ikut menciptakan solusi dan inovasi berbasis teknologi.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing nasional di tengah persaingan digital yang semakin ketat.
Teknologi AI Open Source Jadi Peluang Besar
Salah satu alasan optimisme tersebut adalah semakin banyak teknologi AI yang tersedia secara open source.
Saat ini berbagai model AI, kode program, hingga perangkat pengembangan dapat diakses oleh siapa saja secara terbuka.
Menurut Gibran, kondisi tersebut menjadi kesempatan emas bagi generasi muda Indonesia untuk belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang teknologi.
Dengan akses yang lebih mudah, talenta digital Indonesia memiliki peluang untuk menciptakan inovasi tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
AI Bisa Membantu Belajar dan Berkarya
Gibran juga menyoroti manfaat AI dalam dunia pendidikan.
Teknologi ini dapat membantu pelajar mencari informasi, memahami materi yang sulit, mempelajari bahasa asing, hingga meningkatkan produktivitas belajar.
Namun, ia mengingatkan bahwa AI harus digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir manusia.
Pengguna tetap perlu mengembangkan kreativitas, logika, dan kemampuan analisis agar dapat memanfaatkan AI secara maksimal.
Penggunaan AI Harus Disertai Etika
Selain memberikan manfaat besar, AI juga memiliki potensi disalahgunakan.
Teknologi ini dapat digunakan untuk membuat informasi palsu, melakukan plagiarisme, hingga melanggar privasi pengguna.
Karena itu, Gibran menekankan pentingnya etika dalam penggunaan AI.
Pemanfaatan teknologi harus dilakukan secara bertanggung jawab agar memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Menurut Gibran, penguasaan teknologi dan etika digital harus berjalan beriringan untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Dengan jumlah talenta muda yang besar serta akses teknologi yang semakin terbuka, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi salah satu kekuatan digital di masa depan.
Karena itu, pengembangan keterampilan teknologi, literasi AI, dan inovasi digital perlu terus didorong agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam perkembangannya.
Kesimpulan
Gibran menegaskan bahwa AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan teknologi yang sudah hadir saat ini. Karena itu, Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton atau pengguna, tetapi harus mampu menjadi pemain dalam perkembangan teknologi global.
Dengan memanfaatkan peluang dari teknologi AI yang semakin terbuka, Indonesia memiliki kesempatan besar untuk meningkatkan daya saing dan mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Ogah Tanggapi Laporan Roy Suryo, Rismon: Saya Fokus Bikin Buku Gibran
loading…
Ahli Forensik Digital Rismon Hasiholan Sianipar mengaku tidak mau ambil pusing laporan Pakar Telematika Roy Suryo terhadap dirinya ke Polda Metro Jaya. Foto: Ari Sandita Murti
JAKARTA – Ahli Forensik Digital Rismon Hasiholan Sianipar mengaku tidak mau ambil pusing laporan Pakar Telematika Roy Suryo terhadap dirinya ke Polda Metro Jaya. Pasalnya, dia tengah fokus menyelesaikan buku tentang Wapres Gibran Rakabuming Raka.
“Selama 2 bulan ini kan saya fokus, hampir 3-4 bulan, maka itu hasilnya ini (buku tentang Wapres Gibran),” ujarnya di Polda Metro Jaya, Selasa (9/6/2026).
Selama ini dia terus fokus menyelesaikan buku tentang Wapres Gibran guna mengklarifikasi atas penelitian yang telah dilakukannya dahulu sebagaimana dalam buku Gibran Endgame. Bahkan, selama ini dia tak muncul ke publik karena fokus menyelesaikan buku tersebut.
Maka itu, dia tak mau memikirkan laporan Roy Suryo yang bisa mengganggu konsentrasinya dalam menyelesaikan buku Gibran. Terlebih, dalam waktu dekat dia bakal merilis buku yang telah disusunnya itu.
“Saya tidak mau memikirkan strategi-strategi mereka untuk mengganggu konsentrasi saya. Saya akan mempersembahkan buku baru saja tentang Mas Wapres Gibran,” ucapnya.
Mikhael Sinaga & Gibran: Mantan Manajemen Buku Diperiksa, End Game Dimulai
loading…
Mantan manajemen buku Gibran End Game Arif Ikhsan mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan bersama pengacaranya, Razman Nasution. Foto: Ari Sandita
JAKARTA – Mantan manajemen buku Gibran End Game Arif Ikhsan mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan untuk diperiksa sebagai pelapor atas kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan YouTuber Michael Sinaga kepadanya. Dia tibabersama pengacaranya, Razman Nasution.
“Sesuai panggilan hari ini, saya mau memberikan keterangan, di mana Mikhael ini, semua yang dia tujukan pada saya itu fitnah, antara lain itu yang saya laporkan ini, dia menuduh saya sebagai sekretaris,” ujarnya kepada wartawan, Senin (18/5/2026).
Dia mengatakan, Michael diduga memfitnah dia sebagai sekretaris dalam surat yang akan dikirimkan ke mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin bertemu. Fitnah itu disampaikan Mikhael melalui podcast miliknya.
Gibran Bawa Program Kampung Haji ke Haul Pendiri NU: Sebuah Manuver Strategis?
loading…
Wapres Gibran Rakabuming Raka memperkenalkan program Kampung Haji saat menghadiri Haul ke-55 pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Abdul Wahab Chasbullah, di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (10/5/2026). Foto/Istimewa
JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memperkenalkan program Kampung Haji saat menghadiri Haul ke-55 pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Al Maghfurlah KH Abdul Wahab Chasbullah, di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (10/5/2026). Program tersebut inisiatif terbaru Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas pelayanan jamaah haji Indonesia.
Kegiatan ini sejalan dengan pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto , khususnya dalam memperkuat pelayanan publik, memperkokoh kehidupan beragama, serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Wapres menjelaskan, pemerintah sebelumnya telah menghadirkan berbagai kemudahan bagi jemaah haji, termasuk layanan fast track Imigrasi di sejumlah daerah seperti Surabaya yang mampu mempercepat proses administrasi dan pemeriksaan keimigrasian jemaah.
Melanjutkan upaya tersebut, pemerintah kini tengah menyiapkan kawasan terpadu bernama Kampung Haji sebagai bagian dari penguatan layanan haji Indonesia. “Ke depan diharapkan bisa memperlancar, mempermudah, dan insyaallah menekan biaya haji,” ujar Wapres.
Ahli digital forensik Rismon Sianipar telah mencabut gugatan sengketa informasi dari Komisi Informasi (KI) Pusat. Foto/Dok SindoNews/Ari Sandita
JAKARTA – Ahli digital forensik Rismon Sianipar telah mencabut gugatan sengketa informasi dari Komisi Informasi (KI) Pusat. Gugatan yang dicabut mempersoalkan keterbukaan informasi dari sebuah dokumen terkait penyetaraan ijazah Wapres Gibran Rakabuming Raka yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kuasa hukum Rismon, Jahmada Girsang menjelaskan, pencabutan gugatan itu dilayangkan kliennya sejak tiga minggu lalu. Ia berkata, KI Pusat telah mengabulkan permohonan pencabutan gugatan sengketa informasi yang dilayangkan Rismon.
“Pada tanggal 9 (April) kemarin, kami sudah cabut itu. Kami sudah cabut permohonan itu. Permohonan itu adalah menyangkut eh, Gibran Rakabuming Raka tentang yang masalah administrasinya di Dikdasmen,” ujar Jahmada saat ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis (16/4/2026).
Jahmada mengatakan, KI Pusat telah menerbitkan surat keputusan perihal pencabutan gugatan tersebut. Dalam keputusan itu, ia berkata, KI Pusat telah menetapkan pencabutan gugatan perkara itu.
Purnatugas dari MK, Anwar Usman: Putusan Nomor 90 Bukan Pintu Buat Gibran, demi Anak Muda
loading…
Mantan Hakim Konstitusi Anwar Usman berbicara terkait Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023. Foto/SindoNews
JAKARTA – Mantan Hakim Konstitusi Anwar Usman berbicara terkait Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang sempat mengundang polemik dalam kontestasi Pilpres 2024. Ia mengatakan, putusan itu bukan merupakan “pintu” bagi keponakannya, Gibran Rakabuming Raka menjadi wakil presiden.
Hal itu disampaikan Anwar Usman usai menjalani wisuda purnabakti di Gedung MK, Jakarta, Senin (13/4/2026). Ia menyebut adanya kesalahan persepsi publik yang mengaitkan putusan tersebut secara eksklusif dengan sosok Gibran. Menurutnya, putusan tersebut ditujukan untuk memberikan ruang bagi seluruh anak muda di Indonesia.
“Lho nggak, nggak, nggak itu bukan pintu untuk Gibran. Untuk semua anak muda. Nah itulah kesalahan persepsi,” tegas Anwar Usman.
Anwar Usman menyatakan bahwa ia menjatuhkan putusan tersebut atas dasar keyakinan untuk kebenaran dan keadilan yang dianggapnya sebagai amanah Allah.
Anwar Usman membantah adanya konflik kepentingan dalam pengambilan putusan tersebut, seraya merujuk pada pernyataan beberapa pihak terkait fakta hukum yang ada.
Seskab Teddy Sambangi Wapres Gibran: Silaturahmi Politik dan Sorotan Tajam Isu Nasional
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya bertemu Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Pertemuan pada Kamis (2/4/2026) ini berlangsung 1,5 jam. Mereka membahas kondisi terkini negara, dalam rangka silaturahmi.