Harga Beras Bergejolak: Pemerintah Genjot Pasokan 388,3 Ribu Ton SPHP, Efektifkah?
Pemerintah memperkuat stabilitas harga beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh BULOG. Hingga April 2026, penyaluran beras SPHP mencapai 388,3 ribu ton dari total target 828 ribu ton. Distribusi beras ini penting untuk menjaga pasokan dan memastikan akses harga terjangkau bagi seluruh masyarakat.
Rupiah Melemah, Harga Smartphone dan Laptop Siap-siap Naik di Kuartal III/2026
Foto: Magnific/ Freepik
Teknologi.id – Tren fluktuasi nilai tukar rupiah yang cenderung melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belakangan ini mulai memberikan tekanan serius bagi ekosistem industri teknologi di Indonesia. Kondisi ini diperkirakan akan memicu gelombang kenaikan harga perangkat elektronik konsumen, mulai dari smartphone hingga laptop, dengan proyeksi dampak yang mulai terasa signifikan pada kuartal III/2026.
Direktur ICT Institute, Heru Sutadi, menjelaskan bahwa meskipun tekanan kurs sedang terjadi secara intens di pasar uang, dampaknya terhadap harga jual di toko tidak langsung terjadi secara seketika. Saat ini, para vendor dan distributor masih berupaya menahan harga jual dengan memaksimalkan stok lama yang dibeli dengan kurs sebelumnya, serta memanfaatkan kontrak pengadaan yang telah disepakati sebelum depresiasi semakin dalam. Namun, penyesuaian harga menjadi sesuatu yang sulit dihindari ketika stok baru dengan biaya impor lebih tinggi mulai masuk ke gudang logistik.
Kenaikan harga gawai diproyeksikan mulai terlihat pada kuartal III/2026 dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada kuartal IV/2026. Ketua Umum Indonesian Digital Empowering Community, Tesar Sandikapura, menilai bahwa pada akhir tahun, model-model baru yang diluncurkan oleh vendor global kemungkinan besar akan langsung mengadopsi harga berdasarkan kurs terbaru yang lebih tinggi.
Jika depresiasi rupiah terus berlanjut tanpa intervensi yang cukup, penyesuaian harga ini diprediksi akan semakin meluas dan berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Segmen menengah hingga premium diperkirakan menjadi yang paling sensitif terhadap perubahan ini. Heru Sutadi menambahkan bahwa sensitivitas harga perangkat elektronik sangat tinggi karena seluruh rantai pasoknya bersifat global. Komponen inti seperti chipset, panel layar, hingga baterai hampir seluruhnya diperdagangkan menggunakan dolar AS. Alhasil, perubahan nilai kurs sekecil apa pun akan secara otomatis mendongkrak biaya produksi dan ongkos distribusi bagi para vendor.
Faktor Global: Kelangkaan Chipset dan Geopolitik
Selain tekanan dari nilai tukar mata uang, faktor global lainnya turut memegang peranan krusial dalam pembentukan harga di tingkat konsumen Indonesia. Meskipun penurunan pengiriman smartphone secara global sempat menahan laju kenaikan harga akibat melemahnya permintaan secara umum, ancaman kelangkaan chipset atau keterbatasan suplai komponen inti tetap menjadi risiko besar.
Tesar Sandikapura menyoroti bahwa dampak dari terbatasnya suplai komponen bahkan bisa melampaui efek fluktuasi mata uang domestik. Jika terjadi gangguan pada ketersediaan barang di tingkat global, biaya produksi akan meningkat pesat karena hukum permintaan dan penawaran. Pada akhirnya, seluruh tambahan beban biaya tersebut akan diteruskan kepada konsumen dalam bentuk harga eceran yang jauh lebih mahal dari sebelumnya.
Strategi Produsen dalam Menjaga Stabilitas Pasar
Menghadapi tekanan ganda dari kurs dan rantai pasok, para pakar menekankan bahwa strategi produsen harus tetap mengutamakan daya beli masyarakat agar permintaan tidak anjlok. Langkah-langkah efisiensi yang disarankan meliputi diversifikasi pemasok komponen untuk mendapatkan harga yang lebih kompetitif serta optimalisasi biaya operasional internal.
Selain itu, skema pemasaran yang kreatif dinilai lebih efektif daripada kenaikan harga yang agresif. Penggunaan strategi promosi melalui sistem bundling, pemberian bonus (gimmick), hingga program cicilan ringan dianggap mampu menjaga segmen pasar bawah tetap hidup.
“Pendekatan bertahap dalam penyesuaian harga akan sangat membantu menjaga permintaan tetap stabil di tengah tekanan biaya impor yang besar,” ungkap Heru.
Berdasarkan data perdagangan terakhir pada Senin (27/4/2026), nilai tukar rupiah ditutup di posisi Rp17.211 per dolar AS. Walaupun sempat terlihat menguat tipis sekitar 0,10% dibandingkan hari sebelumnya, angka ini tetap menunjukkan tren pelemahan jika dibandingkan dengan posisi pada bulan lalu di periode yang sama. Sepanjang April 2026, rupiah bergerak sangat fluktuatif di kisaran Rp17.040 hingga sempat menembus level psikologis Rp17.200 per dolar AS.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan pergerakan rupiah masih akan berada dalam tekanan dan berisiko ditutup melemah di rentang Rp17.210 hingga Rp17.260 per dolar AS. Sentimen global yang menyertai pasar, termasuk dinamika geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, menjadi faktor eksternal yang terus dipantau oleh para pelaku industri teknologi karena dampaknya terhadap stabilitas perdagangan dan pasokan energi dunia.
Terungkap! 5 Smartphone Terbaik 2026 Harga Sejutaan dengan Spesifikasi Gahar
Tahun 2026, pasar HP entry-level di Indonesia tetap primadona. Produsen bersaing hadirkan rekomendasi HP murah di bawah 1 juta dengan peningkatan spesifikasi mengejutkan. Mulai layar 120 Hz, penyimpanan 128 GB, hingga baterai 5.000 mAh, ponsel ini ideal untuk kebutuhan dasar dan pelajar. Dapatkan perangkat fungsional dengan harga ramah di kantong.
MBG Ungkap Strategi Jitu Dongkrak Harga dan Permintaan Sayur Petani Boyolali
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak positif signifikan bagi petani sayur di Boyolali, Jawa Tengah. Permintaan pasar dan harga komoditas seperti brokoli serta bawang merah meningkat 20-30%. Kondisi ini memperbaiki pendapatan petani dan meningkatkan semangat bertani mereka. Petani berharap program MBG dapat terus berlanjut.
Harga Sayur Lebih Stabil Setelah Ada MBG, Petani Boyolali Harap Program Terus Berlanjut
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga mulai berdampak pada petani di daerah. Di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, petani mengakui harga sejumlah komoditas sayuran menjadi lebih stabil sejak program MBG bergulir. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Boyolali, Idola 92.6 FM-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga mulai berdampak pada petani di daerah. Di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, petani mengakui harga sejumlah komoditas sayuran menjadi lebih stabil sejak program MBG bergulir.
Karisudin, petani asal Dusun Pasah, Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, mengatakan dirinya menanam berbagai jenis komoditas sayur, mulai dari bawang merah hingga cabe. “Sayuran seperti selada, sawi dan kubis. Dan juga yang saya tanam saat ini adalah cabe,” katanya saat ditemui di ladang miliknya, Senin (20/4).
Ia menjelaskan, cabe merupakan komoditas dengan hasil panen cukup besar dalam sekali petik, meski pemasarannya masih mengandalkan pasar tradisional. “Sekitar satu kuintalan. Untuk pemasaran kita masih ke pasar tradisional, seperti pasar sayur di Cepoko dan Bandungan,” ungkap petani sayur-mayur ini.
Menurut Karis, keberadaan program MBG memberikan dampak berbeda pada setiap komoditas. Bawang merah menjadi salah satu yang paling merasakan manfaat karena harganya lebih stabil. “Tapi untuk cabe mungkin karena MBG tidak memerlukan cabe begitu banyak, jadi harganya masih fluktuatif, naik turun seperti itu,” jelasnya.
Dengan adanya pola ini, kata Karis, petani mulai menyesuaikan pola tanam dengan kebutuhan program MBG agar mendapatkan harga yang lebih pasti dan pendapatan yang lebih jelas.
“Untuk peningkatan panen mungkin lebih banyak menanam yang komoditas yang dibutuhkan untuk MBG, karena harganya yang lumayan stabil. Jadi untuk harganya tetap, pasti ada kenaikan dengan komoditas yang semakin banyak,” urainya.
Karis berharap program MBG tetap konsisten menyerap hasil pertanian, khususnya sayuran, agar harga di tingkat petani tidak kembali tertekan.
“Untuk program MBG mungkin ada dampak tersendiri bagi petani, jika tidak membutuhkan sayur mayur dari petani lagi. Mungkin harga akan terhambat lagi. Mungkin (program MBG) dipertahankan aja, apalagi untuk komoditas sayur sayuran dipertahankan diprioritaskan di dapur-dapur MBG,” paparnya.
Karis juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah atas program MBG yang dinilai membantu meningkatkan harga hasil pertanian.
“Terima kasih untuk Pak Prabowo karena program MBG yang dijalankan saat ini membuat harga sayur mayur di petani lebih naik dari biasanya. Semoga ke depannya MBG tetap lancar dan lanjut terus tetapi tetap perhitungkan harga-harga di petani,” ujarnya.
Pengakuan petani ini menjadi gambaran bahwa program MBG tidak hanya menyasar pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mulai memberi dampak nyata terhadap stabilitas harga serta kesejahteraan petani di daerah. (her/dav)
Harga Plastik Naik Bikin Bawa Wadah Sendiri Terlihat Keren
Kenaikan harga plastik signifikan mendorong kebiasaan membawa wadah sendiri saat belanja di pasar tradisional. Ini mengurangi ketergantungan pada kantong plastik, meskipun respons awal pedagang dan pembeli lain beragam. Fenomena ini menjadi momentum efektif untuk upaya pengurangan sampah plastik di tengah kenaikan biaya dan kelangkaan pasokan.
DJI Osmo Pocket 4 Siap Meluncur di Indonesia! Cek Harga dan Spesifikasinya
DJI meluncurkan DJI Osmo Pocket 4 pada 16 April 2026. Kamera ini membawa peningkatan signifikan, termasuk sensor CMOS 1 inci dan lensa 20mm f/2.0, menghasilkan foto 37MP. Kemampuan video 4K 240fps dan ActiveTrack 7.0 juga ditingkatkan. Tersedia pre-order di Indonesia mulai Rp8,1 juta, rilis 30 April 2026.
Riset: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Hanya Berdampak Terbatas Terhadap Inflasi
Kenaikan harga BBM nonsubsidi diperkirakan hanya menimbulkan tekanan inflasi yang terbatas. Riset BRI Danareksa Sekuritas yang diterbitkan pada Senin (20/4) menyebut dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi terbatas karena penggunanya adalah segmen masyarakat berpendapatan tinggi. (Foto Dok. BRI Danareksa Sekuritas)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Kenaikan harga BBM nonsubsidi diperkirakan hanya menimbulkan tekanan inflasi yang terbatas.
Riset BRI Danareksa Sekuritas yang diterbitkan pada Senin (20/4) menyebut dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi terbatas karena penggunanya adalah segmen masyarakat berpendapatan tinggi.
Selain itu, kenaikan harga hanya ditetapkan untuk Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Rata-rata kenaikan sekitar Rp 8.367 per liter. Sementara harga Pertamax masih belum ada perubahan.
“Meski BBM nonsubsidi mencakup 44% konsumsi total BBM, relevansinya terhadap inflasi melemah karena komposisinya masih didominasi Pertamax. Produk yang naik paling tajam, yaitu Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, dikonsumsi segmen berpendapatan lebih tinggi dengan efek rambatan harga yang lebih lemah,” kata Chief Economist and Head of Fixed Income Research BRI Danareksa Sekuritas, Helmy Kristanto, dalam risetnya, Senin (20/4).
Secara historis, ia menambahkan, kenaikan Rp 1.000 per liter pada BBM kelas atas diperkirakan hanya menambah inflasi sekitar 0,02–0,15 poin persentase, jauh di bawah dampak penyesuaian BBM subsidi.
“Tekanan inflasi dari kenaikan harga BBM nonsubsidi relatif terbatas dan hanya bekerja di sisi marjinal, bukan menjadi pendorong utama inflasi keseluruhan,” ujarnya.
Pembukaan singkat Selat Hormuz setelah gencatan senjata sementara sempat meredakan kekhawatiran pasokan dan mendorong harga minyak Brent turun hampir 10% ke USD 86 per barel, didukung optimisme negosiasi, termasuk pembahasan pelepasan dana Iran yang dibekukan.
Namun, kelegaan itu tidak bertahan lama. AS tetap mempertahankan blokade lautnya. Sementara Iran memberlakukan syarat transit ketat yang secara efektif menjaga kendali atas arus pelayaran. Ketegangan kembali meningkat pada Sabtu (18/4) ketika Iran menutup kembali Selat Hormuz sebagai respons atas tekanan lanjutan dari AS, termasuk rencana penyitaan tanker terkait Iran, sehingga harga Brent naik kembali di atas USD 90 per barel. (her/dav)
Fakta Properti: Bukan Horor Hantu, Rumah Dekat Kuburan Dihantui Sulit Laku dan Harga Anjlok
Rumah dekat kuburan sering diidentikkan dengan horor. Padahal, tantangan utamanya justru rasa sepi, sulit bersosialisasi, dan ketidaknyamanan mengadakan acara. Nilai jual properti dekat pemakaman juga cenderung rendah serta sulit laku. Faktor-faktor rasional ini lebih dominan daripada kesan mistis semata.
Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi: Benarkah Harga Kebutuhan Pokok Aman? DPR Angkat Bicara
Anggota Komisi VI DPR Rivqy Abdul Halim merespons kenaikan harga BBM nonsubsidi RON tinggi. Ia berharap kebijakan ini tidak berdampak pada harga kebutuhan pokok masyarakat. Rivqy menilai kenaikan harga BBM, meski mendadak, sulit dihindari pemerintah akibat tekanan sektor energi global. Komunikasi kebijakan dan transparansi kondisi riil BBM nasional sangat ditekankan.