Tag: Ilmuwan
-

Ilmuwan Kembangkan AI yang Bisa Mendeteksi Kanker Pankreas Sebelum Tumor Terlihat
Foto: Mayo ClinicTeknologi.id – Sebuah terobosan besar dalam dunia onkologi baru saja diumumkan oleh tim peneliti dari Mayo Clinic. Mereka berhasil mengembangkan model kecerdasan buatan (AI) canggih yang mampu mengenali tanda-tanda awal kanker pankreas bahkan sebelum massa tumor terlihat secara visual pada hasil pemindaian CT konvensional. Teknologi ini diklaim memiliki kemampuan luar biasa untuk mendeteksi…
-

Ilmuwan Kembangkan Bio-AI dari Neuron Tikus yang Bisa Belajar Real-Time
Foto: ChatGPTTeknologi.id -Dunia kecerdasan buatan kembali memasuki babak baru. Kali ini, para ilmuwan tidak hanya mengandalkan algoritma dan chip silikon, tetapi juga memanfaatkan neuron hidup sebagai bagian dari sistem komputasi. Pendekatan ini melahirkan konsep baru yang dikenal sebagai bio-AI sebuah perpaduan antara jaringan biologis dan teknologi pembelajaran mesin. Dalam penelitian terbaru, para peneliti berhasil mengembangkan…
-

Terinspirasi Avatar: Ilmuwan China Kembangkan Tanaman Bercahaya Mandiri Energi
Ilmuwan China berhasil menciptakan tanaman bercahaya paling terang melalui rekayasa genetika. Inovasi bioteknologi ini menggunakan gen kunang-kunang dan jamur, menghasilkan tanaman bioluminescent tanpa listrik. Potensinya besar untuk pencahayaan kota ramah lingkungan dan pariwisata, mengurangi emisi. Anggrek hingga sukulen kini dapat memancarkan cahaya alami.
-

Lupakan Hard Drive! Ilmuwan China Ciptakan Kaset DNA Penyimpan 362.000 TB Data
Ilmuwan China mengembangkan DNA Cassette Tape, teknologi penyimpanan data inovatif berbasis DNA sintetis. Sistem ini menawarkan kapasitas besar dan daya tahan data ribuan tahun. Ini berpotensi jadi solusi penyimpanan arsip jangka panjang. Meski masih lambat dan mahal, inovasi ini menandai kemajuan signifikan.
-

Misteri Terpecahkan: Ilmuwan Ungkap Mekanisme Pembekuan Darah Langka Usai Vaksin COVID
Penelitian mengungkap penyebab efek samping langka VITT pada vaksin COVID-19 berbasis adenovirus. Kondisi serius pembekuan darah disertai penurunan trombosit ini dipicu autoantibodi yang keliru menyerang protein PF4. Sistem imun salah mengenali protein adenovirus, memicu respons ini. Temuan Flinders University ini krusial untuk pengembangan vaksin COVID-19 yang lebih aman di masa depan.
