HMNI Soroti Program 1.000 Kampung Nelayan Papua: Peta Jalan Keadilan Pembangunan
Ketua Dewan Pembina HMNI, Gema Sasmita, menyatakan dukungan pada program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Papua. Program arahan Presiden Prabowo Subianto ini menargetkan 1.000 lokasi. Tujuannya mengoptimalkan potensi kelautan demi kesejahteraan nelayan di wilayah tersebut.
Fikri: Bagaimana Sekolah Rakyat Mengubah Jalan Hidup Pemulung, Mengembalikan Senyum dan Harapan
Dari memulung ke Sekolah Rakyat. Hal itu dialami Fikri bocah asal Desa Sukaraja, Sumedang, Jawa Barat. Ia sempat tinggal bersama neneknya di Jakarta dan ikut memulung sampah plastik di jalanan demi bertahan hidup. Dari membawa karung berisi barang bekas, kini ia membawa buku dan pensil ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Sumedang, Jawa Barat. (Foto Dok Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Sumedang, Idola 92.6 FM-Fikri tersenyum lebar saat tangannya sibuk mewarnai gambar di dalam kelas. Anak berusia 6 tahun itu kini menikmati hari-harinya di Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Sumedang, Jawa Barat, sesuatu yang dulu terasa jauh dari kehidupannya.
Fikri adalah bocah asal Desa Sukaraja, Sumedang, Jawa Barat. Ia sempat tinggal bersama neneknya di Jakarta dan ikut memulung sampah plastik di jalanan demi bertahan hidup. Dari membawa karung berisi barang bekas, kini ia membawa buku dan pensil ke sekolah.
Di ruang kelas, Fikri menjalani hari-hari seperti anak seusianya. Ia belajar membaca dan berhitung, menggambar, hingga bermain bersama teman-teman. Sesekali, ia mencoba permainan edukatif di papan tulis interaktif (interactive flat panel) atau bermain lego dengan penuh antusias.
“Sekolahnya seru banget. Aku jadi ngerasain punya kakak, punya bapak, punya ibu, banyak teman juga. Semuanya baik-baik,” ujar Fikri polos, seperti dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Tak hanya belajar, Fikri juga merasakan perhatian yang sebelumnya jarang ia dapatkan. Di sekolah, ia memperoleh makanan bergizi setiap hari. “Aku juga bisa makan. Makanannya enak banget. Badanku jadi kuat,” katanya sambil tersenyum.
Kini, perlahan, rasa percaya dirinya tumbuh. “Sekarang aku bisa belajar baca, belajar nulis, dan main lari-larian,” tuturnya.
“Aku Fikri, aku senang sekali di Sekolah Rakyat. Terima kasih Pak Prabowo, aku sayang Bapak,” ujarnya dengan suara lantang dan wajah ceria.
Perjalanan Fikri menuju bangku pendidikan bukanlah cerita mudah. Kehidupan di jalanan membuatnya harus kehilangan masa kecil yang semestinya diisi dengan bermain dan belajar. Kondisi itu kemudian menarik perhatian aparat kepolisian yang membantu memulangkannya ke kampung halaman di Sumedang.
Sejak saat itu, berbagai bentuk pendampingan diberikan. Pemerintah memastikan Fikri mendapatkan akses pendidikan yang layak sekaligus dukungan kebutuhan dasar untuk keluarganya. Tak hanya Fikri, adiknya, Naufal, juga kini didaftarkan ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) agar keduanya bisa tumbuh dengan hak pendidikan yang terpenuhi sejak dini.
Bantuan lain turut mengalir, mulai dari kebutuhan pokok, pengurusan administrasi kependudukan, hingga jaminan layanan kesehatan melalui BPJS. Bahkan, rumah keluarga Fikri juga mendapatkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) melalui kolaborasi pemerintah daerah, kepolisian, dan PMI. Sang ibu pun memperoleh bantuan modal usaha untuk memperkuat ekonomi keluarga.
Kini, langkah kecil Fikri di ruang kelas menjadi awal dari perjalanan panjang menuju masa depan yang lebih cerah. Dari jalanan yang keras, ia menemukan harapan baru, di bangku sekolah, bersama mimpi-mimpi yang perlahan tumbuh. (her/dav)
Kewirausahaan Mikro: Lebih dari Bisnis, Ini Jalan Pemberdayaan Perempuan yang Sesungguhnya
Frangky Selamat, Dosen Universitas Tarumanagara, menyoroti pemberdayaan perempuan. Bulan April menguatkan momentum emansipasi perempuan dalam sosial, pendidikan, dan ekonomi. Kewirausahaan, dengan 64% pelaku UMKM perempuan, dianggap jalur efektif. Namun, lingkungan sosial budaya bias gender masih menjadi hambatan utama bagi perempuan.
Sawit Indonesia di Simpang Jalan: Untung Ekonomi atau Selamatkan Lingkungan Global?
Indonesia kembali menjadi produsen kelapa sawit terbesar dunia, 46 juta metrik ton atau 58% produksi global. Dominasi ini menggerakkan pasar minyak nabati global, menopang jutaan pekerja dan dinamika sosial ekonomi nasional. Namun, petani kecil hadapi keterbatasan modal, teknologi, fluktuasi harga, dan konflik lahan.
Jalan Nasional Jawa Tengah 93,47% Mantap: Siapkah Hadapi Puncak Arus Mudik Lebaran?
Pemerintah memastikan jalan nasional Jawa Tengah siap dilalui pemudik Lebaran 2026. Kemantapan jalan nasional provinsi ini mencapai 93,47%. Fokus perbaikan meliputi Jalur Pantura dan peninggian ruas Kaligawe Semarang. Pekerjaan ditargetkan selesai H-10 Lebaran. Jawa Tengah diproyeksikan menjadi tujuan favorit 17,7 juta pemudik. Kesiapan infrastruktur jalan terus dimaksimalkan.
Imlek 2026: Simbah Mengguncang Tradisi Dodol, Kenapa Turun Kasta Jadi Jalan Syukur?
Imlek 2026 meriah dengan tradisi keluarga Tionghoa berkumpul dan berbagi angpao. Ornamen merah menghiasi Klenteng Tek Hay Kiong Tegal dan pusat perbelanjaan. Dodol, camilan manis Imlek, diolah unik menjadi gurih-asin. Penambahan kelapa parut dan garam mengubah rasa dodol sebelum dikukus.
Akses Jalan Raya Aceh: Progres Pemulihan Mendesak Terungkap, Apa Tahap Berikutnya?
Pemerintah memprioritaskan pemulihan akses jalan Aceh pascabencana banjir dan longsor November 2025. Ruas jalan strategis, seperti Banda Aceh-Meureudu, kini terhubung kembali dan beroperasi fungsional. Ini memulihkan mobilitas, distribusi bantuan, serta mendorong roda ekonomi daerah. Infrastruktur jalan di wilayah terisolasi telah berfungsi normal.
Jalan Rusak Mengancam Lalu Lintas? Klinik Jalan Bergerak Bergerak Cepat, Solusi Pasti Kelancaran!
Pemerintah Kabupaten Jepara melalui DPUPR terus melakukan pemeliharaan jalan utama. Perbaikan dengan pelapisan ulang aspal difokuskan pada titik rusak di Jalan Diponegoro, KH Fauzan, dan AE Suryani. Pemprov Jateng juga siapkan Rp2 miliar untuk jalan Sekuro-Mlonggo. Ini demi kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan di Jepara.
Prioritas Lebaran Gubernur Luthfi: Infrastruktur Jalan Wajib Mulus Demi Mudik Tanpa Kendala
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta pemerintah daerah fokus pemantapan infrastruktur jalan jelang Lebaran 2026. Prioritas ini penting untuk kelancaran arus mudik, keselamatan, kenyamanan, dan pergerakan ekonomi daerah. Kondisi jalan provinsi 97% mantap, kabupaten/kota 87%. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memastikan jalan siap.
Pekalongan Bertindak: Inilah Prioritas Perbaikan Infrastruktur Jalan Rusak Parah yang Mendesak
DPUPR Kota Pekalongan memulai perbaikan jalan rusak demi kenyamanan dan keselamatan pengguna. Sekitar 80% ruas jalan kota mengalami kerusakan bervariasi, dipengaruhi cuaca ekstrem dan usia. Jalan Gatot Subroto serta M. Chaeron diprioritaskan. Anggaran pemeliharaan berkurang 90%, sehingga perbaikan dilakukan bertahap.