Tag: Kepemimpinan

  • AHWA dan Masa Depan Kepemimpinan NU

    AHWA dan Masa Depan Kepemimpinan NU

    loading…Amsar A Dulmanan, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA). Foto/Ist Amsar A DulmananWakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNUSIADI TENGAH dinamika politik nasional yang terus berubah, Nahdlatul Ulama (NU) menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam menjaga kesinambungan tradisi sekaligus mempertahankan legitimasi organisasi di hadapan jutaan warganya. Salah satu instrumen penting…

  • Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan

    Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan

    loading…Menhan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin menyebut pembangunan pemimpin militer yang profesional, adaptif, dan berkarakter menjadi salah satu kunci hadapi tantangan pertahanan masa depan. Foto/istimewa JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin menyebut pembangunan pemimpin militer yang profesional, adaptif, dan berkarakter menjadi salah satu kunci dalam menjaga keberlanjutan kekuatan pertahanan nasional. Hal…

  • Prabowo Dukung TNI-Polri Ciptakan Kepemimpinan yang Kuat, Bijaksana, dan Adaptif

    Prabowo Dukung TNI-Polri Ciptakan Kepemimpinan yang Kuat, Bijaksana, dan Adaptif

    loading…Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan kepada TNI dan Polri untuk menciptakan lulusan dengan jiwa kepemimpinan yang kuat, bijaksana, dan adaptif. Foto/BPMI Setpres JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan kepada TNI dan Polri untuk menciptakan lulusan dengan jiwa kepemimpinan yang kuat, bijaksana, dan adaptif untuk menghadapi berbagai dinamika hingga tantangan.Hal itu ditegaskan Presiden Prabowo saat…

  • Muktamar ke-35 NU Momentum Kembalikan Kepemimpinan PBNU ke Dzuriyah Muasis

    Muktamar ke-35 NU Momentum Kembalikan Kepemimpinan PBNU ke Dzuriyah Muasis

    loading…Pengasuh Ponpes Ma’hadul Ilmi As-Syar’iyati (MIS) Sarang Rembang, KH Achmad Rosikh Roghibi menegaskan Muktamar ke-35 NU harus dijaga dari berbagai kepentingan politik praktis. Foto/Ilustrasi/Dok.SindoNews REMBANG – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ma’hadul Ilmi As-Syar’iyati (MIS) Sarang, Rembang, KH Achmad Rosikh Roghibi atau Gus Rosikh menegaskan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) harus dijaga dari berbagai kepentingan…

  • Sanad Digital: Menguak Visi Kepemimpinan di Balik Era Digital

    Sanad Digital: Menguak Visi Kepemimpinan di Balik Era Digital

    Muhammad Irfanudin Kurniawan, Dosen UDN Jakarta, menyoroti tantangan sanad ilmu agama di era digital. Sanad adalah rantai guru-murid yang bersambung hingga Rasulullah SAW, penting untuk keaslian ilmu. Pembelajaran otodidak dari platform digital berisiko. Pesantren dan lembaga pendidikan Islam bertanggung jawab menjaga sanad melalui proses talaqqi, memastikan kualitas pengajaran agama.

  • Ahmad Luthfi Ungkap Kunci Kepemimpinan Efektif untuk Wali Kota di Sumatera

    Ahmad Luthfi Ungkap Kunci Kepemimpinan Efektif untuk Wali Kota di Sumatera

    Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berbagi praktik kepemimpinan daerah di Banda Aceh. Seminar ini, bagian Hari Jadi Kota Banda Aceh dan Raker Apeksi, menyoroti kolaborasi pemerintah. Luthfi memaparkan strategi pembangunan daerah, termasuk peran kepala daerah sebagai manajer pemasaran. Jawa Tengah mencatat investasi Rp88,5 triliun berkat pendekatan ini.

  • 24 Tahun di Korea, WNI Ini Bedah Kepemimpinan Prabowo: Mengapa Diaspora Merasa Diayomi?

    24 Tahun di Korea, WNI Ini Bedah Kepemimpinan Prabowo: Mengapa Diaspora Merasa Diayomi?

    Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Korea Selatan. Kedatangannya disambut antusias oleh warga Indonesia dan diaspora di sana, termasuk Rima asal Blitar yang telah 24 tahun menetap. Rima, bagian tim sukses Prabowo, merasa bangga dapat berinteraksi langsung.

  • Anatomi Kepemimpinan Pesantren: Mengapa Model Ini Unik dan Bertahan?

    Anatomi Kepemimpinan Pesantren: Mengapa Model Ini Unik dan Bertahan?

    Kepemimpinan pesantren dipahami sebagai organisme hidup, bukan mekanis. Kiai berfungsi sebagai pusat kendali visi dan arah, didukung jaringan luas. KH. Mahrus Amin Darunnajah menerapkan sistem kepemimpinan kolektif. Konsep “all out” dan “lillāh” menjadi dua sayap kepemimpinan vital, mendorong totalitas membangun pesantren.