Telegram Sempat Hilang dari App Store Global, Kini Sudah Kembali, Ada Apa?
Teknologi.id – Aplikasi pesan instan Telegram sempat menghilang dari Apple App Store secara global sehingga pengguna baru tidak dapat mengunduh aplikasi tersebut di iPhone maupun iPad.
Beberapa jam setelah insiden tersebut ramai diberitakan, Telegram mengonfirmasi bahwa aplikasinya telah dipulihkan. Kini, Telegram sudah kembali muncul di App Store dan dapat diunduh seperti biasa.
Meski begitu, hingga saat ini penyebab hilangnya aplikasi tersebut masih belum dijelaskan secara resmi.
Insiden ini pertama kali diketahui ketika halaman Telegram di App Store tidak lagi dapat diakses. Saat pengguna mencoba mencari aplikasi tersebut, halaman Telegram tidak ditemukan sehingga proses unduhan untuk pengguna baru tidak dapat dilakukan.
Meski aplikasi sempat menghilang dari App Store, layanan Telegram tetap berjalan normal. Pengguna yang telah menginstal aplikasi sebelumnya masih dapat mengirim pesan, melakukan panggilan suara maupun video, serta mengakses grup dan channel tanpa kendala.
Telegram Konfirmasi Aplikasi Sudah Dipulihkan
Menanggapi insiden tersebut, Telegram memberikan pernyataan kepada media Anadolu.
Perusahaan menyatakan bahwa aplikasi Telegram telah dipulihkan di App Store dan akan segera tersedia kembali bagi seluruh pengguna.
Kini, Telegram sudah kembali muncul di hasil pencarian App Store sehingga pengguna iPhone dan iPad dapat mengunduh aplikasi tersebut seperti biasa.
Penyebabnya Masih Menjadi Misteri
Hingga artikel ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab Telegram sempat menghilang dari App Store.
Belum diketahui apakah insiden tersebut disebabkan oleh gangguan teknis, proses peninjauan aplikasi oleh Apple, atau faktor lainnya.
Apple juga belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian tersebut. Sementara itu, pendiri Telegram, Pavel Durov, juga belum memberikan komentar kepada publik.
Pengguna Android Tidak Terdampak
Selama insiden berlangsung, Telegram tetap tersedia di Google Play Store sehingga pengguna Android tidak mengalami kendala untuk mengunduh aplikasi.
Gangguan hanya terjadi pada App Store milik Apple.
Ini bukan pertama kalinya Telegram menghilang dari App Store.
Pada 2018, Apple juga sempat menghapus Telegram dan Telegram X dari App Store. Saat itu, Pavel Durov menjelaskan bahwa penghapusan dilakukan setelah Apple menemukan konten yang dianggap tidak pantas di platform.
Setelah Telegram menerapkan perlindungan tambahan terhadap moderasi konten, kedua aplikasi tersebut akhirnya kembali tersedia di App Store.
Belum diketahui apakah insiden terbaru memiliki kaitan dengan peristiwa tersebut.
Kesimpulan
Telegram sempat menghilang dari Apple App Store secara global sehingga pengguna baru tidak dapat mengunduh aplikasi tersebut. Beberapa jam kemudian, Telegram mengonfirmasi aplikasinya telah dipulihkan dan kini kembali tersedia di App Store. Hingga saat ini, Apple maupun Telegram masih belum mengungkap penyebab pasti di balik insiden tersebut.
Apple Upgrade Resmi Hadir, Kini Bisa Sewa iPhone, iPad, hingga Mac Tanpa Beli
Foto: Apple
Teknologi.id – Apple resmi meluncurkan Apple Upgrade, program baru yang memungkinkan pelanggan menggunakan perangkat Apple dengan sistem pembayaran bulanan tanpa harus langsung membelinya.
Melalui program ini, pelanggan dapat menggunakan iPhone, iPad, Mac, hingga Apple Watch melalui skema leasing (sewa dengan opsi memiliki perangkat di akhir kontrak). Setelah masa kontrak berakhir, pengguna dapat mengembalikan perangkat, menukarnya dengan model terbaru, atau melunasi sisa nilainya agar menjadi milik sendiri.
Apple Upgrade dikembangkan bekerja sama dengan perusahaan layanan pembayaran Klarna dan saat ini baru tersedia di Amerika Serikat.
Apple Upgrade merupakan program pembiayaan baru yang memberikan cara lebih fleksibel bagi pelanggan untuk menggunakan perangkat Apple.
Berbeda dengan pembelian biasa, pengguna cukup membayar biaya bulanan sesuai perangkat dan jangka waktu yang dipilih. Setelah kontrak selesai, pengguna memiliki beberapa pilihan, termasuk melanjutkan ke perangkat terbaru atau membeli perangkat yang digunakan.
Program ini tersedia melalui Apple Store online, aplikasi Apple Store, maupun toko fisik Apple di Amerika Serikat.
Berapa Biaya Apple Upgrade?
Biaya bulanan Apple Upgrade berbeda-beda tergantung perangkat, model, dan lama kontrak.
Tarif awalnya meliputi:
iPhone mulai US$17,99 per bulan.
Apple Watch mulai US$11,99 per bulan.
iPad mulai US$11,99 per bulan.
Mac mulai US$24,99 per bulan.
Sebagai contoh, iPhone 17 Pro 256 GB dikenakan biaya mulai US$31,99 per bulan untuk kontrak 24 bulan atau US$45,99 per bulan untuk kontrak 12 bulan.
Sementara itu, MacBook Pro 14 inci dengan RAM 16 GB dapat digunakan mulai US$38,99 per bulan untuk kontrak selama 36 bulan.
Pilihan Masa Kontrak
Apple menyediakan beberapa pilihan durasi kontrak sesuai jenis perangkat.
Untuk iPhone dan Apple Watch, tersedia pilihan:
Sedangkan iPad dan Mac tersedia dalam pilihan:
Besarnya pembayaran bulanan akan disesuaikan dengan model perangkat serta lama kontrak yang dipilih.
Apa yang Terjadi Setelah Kontrak Berakhir?
Setelah masa kontrak selesai, pelanggan memiliki tiga pilihan:
Mengembalikan perangkat dan mengakhiri kontrak.
Menukar perangkat dengan model Apple terbaru melalui kontrak baru.
Membayar sisa nilai perangkat agar menjadi milik pribadi.
Apabila memilih opsi ketiga, pelanggan cukup membayar selisih antara harga perangkat dengan total pembayaran yang telah dilakukan selama masa kontrak.
Apple juga menyediakan kotak pengiriman berlabel prabayar bagi pelanggan yang ingin mengembalikan atau menukar perangkat, serupa dengan layanan trade-in yang sudah tersedia sebelumnya.
Trade-In Bisa Mengurangi Cicilan
Apple tetap menyediakan program trade-in bagi pelanggan yang memiliki perangkat lama.
Nilai perangkat yang ditukarkan akan dikreditkan sehingga dapat membantu mengurangi pembayaran bulanan selama mengikuti Apple Upgrade.
Pelanggan juga dapat menambahkan perlindungan AppleCare+ atau AppleCare One. Namun, biaya perlindungan tersebut tidak termasuk dalam cicilan bulanan.
Syarat Mengikuti Apple Upgrade
Untuk mengikuti program ini, pelanggan harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain:
Berusia minimal 18 tahun.
Memiliki akun Apple yang aktif.
Memiliki akun Klarna yang aktif.
Lolos pemeriksaan kredit ringan (soft credit check).
Berdomisili di Amerika Serikat dan memenuhi persyaratan Klarna.
Khusus pengguna iPhone, perangkat harus diaktifkan menggunakan paket pascabayar dari operator AT&T, Verizon, atau T-Mobile.
Meski demikian, Apple menegaskan bahwa iPhone yang diperoleh melalui Apple Upgrade tetap berstatus unlocked, sehingga dapat digunakan dengan operator lain setelah proses aktivasi selesai.
Apple Hentikan iPhone Upgrade Program
Bersamaan dengan peluncuran Apple Upgrade, Apple juga mengumumkan penghentian dua layanan pembiayaan sebelumnya, yaitu iPhone Upgrade Program dan iPhone Payments.
iPhone Upgrade Program sebelumnya memungkinkan pelanggan mengganti iPhone ke model terbaru setelah membayar cicilan selama 12 bulan sekaligus mendapatkan perlindungan AppleCare+.
Sementara itu, iPhone Payments merupakan layanan cicilan untuk membeli iPhone tanpa fasilitas upgrade tahunan.
Meski kedua layanan tersebut dihentikan, pelanggan yang masih memiliki kontrak aktif tetap dapat melanjutkan pembayaran hingga perangkat mereka lunas.
Untuk pembelian perangkat berikutnya, pelanggan harus menggunakan Apple Upgrade atau metode pembayaran lain yang tersedia.
Apple juga memastikan opsi Apple Card Monthly Installments tetap tersedia bagi pengguna yang memenuhi syarat.
Saat ini, Apple Upgrade hanya tersedia di Amerika Serikat.
Apple belum mengungkap apakah program tersebut akan diperluas ke negara lain, termasuk Indonesia.
Kesimpulan
Apple Upgrade menjadi alternatif baru bagi pelanggan yang ingin menggunakan perangkat Apple tanpa harus langsung membelinya. Melalui sistem pembayaran bulanan, pengguna dapat memperoleh iPhone, iPad, Mac, atau Apple Watch dengan opsi mengembalikan, menukar ke model terbaru, atau memiliki perangkat tersebut di akhir kontrak. Untuk saat ini, program tersebut masih terbatas bagi pelanggan di Amerika Serikat.
WhatsApp Web Kini Bisa Telepon dan Video Call, Termasuk Panggilan Grup
Foto: WhatsApp
Teknologi.id – WhatsApp resmi menghadirkan fitur Web Calling di WhatsApp Web. Melalui fitur ini, pengguna kini dapat melakukan maupun menerima panggilan suara dan video langsung dari browser, tanpa harus mengunduh aplikasi WhatsApp Desktop.
Sebelumnya, kemampuan ini sempat diuji dalam versi beta pada awal 2026 dan hanya tersedia untuk sebagian pengguna serta terbatas pada panggilan individu. Kini, WhatsApp mulai menggulirkannya secara bertahap untuk pengguna di seluruh dunia, termasuk dukungan panggilan grup.
WhatsApp Web Kini Mendukung Telepon dan Video Call
Dengan hadirnya Web Calling, pengguna dapat melakukan:
Panggilan suara (voice call) satu lawan satu.
Video call satu lawan satu.
Panggilan suara grup.
Video call grup.
Semua fitur tersebut dapat digunakan langsung melalui browser tanpa perlu memasang aplikasi tambahan di komputer.
Dalam pengumuman resminya, WhatsApp menyatakan bahwa pengguna kini dapat melakukan dan menerima panggilan audio maupun video, baik secara individu maupun grup, langsung dari WhatsApp Web.
Cocok untuk Pengguna yang Mengandalkan Browser
Menurut WhatsApp, fitur ini dirancang untuk memudahkan pengguna yang:
Menggunakan komputer bersama.
Memakai laptop kantor yang tidak mengizinkan instalasi aplikasi.
Lebih nyaman bekerja melalui browser.
Dengan begitu, pengguna tetap bisa menikmati fitur panggilan WhatsApp tanpa harus memasang aplikasi desktop.
Tetap Dilengkapi Fitur Pendukung
Meski berjalan di browser, WhatsApp Web tetap menghadirkan berbagai fitur yang sebelumnya tersedia di aplikasi desktop.
Beberapa di antaranya meliputi:
Screen sharing saat panggilan.
Reaction atau reaksi selama panggilan berlangsung.
Tab Calls yang menampilkan riwayat panggilan serta kontak favorit.
WhatsApp juga menegaskan bahwa seluruh panggilan tetap dilindungi dengan enkripsi end-to-end, sehingga isi percakapan hanya dapat diakses oleh para peserta panggilan.
Kini Bisa Pindah Panggilan Tanpa Terputus
Selain Web Calling, WhatsApp juga memperkenalkan fitur Call Transfer.
Fitur ini memungkinkan pengguna memindahkan panggilan grup yang sedang berlangsung dari ponsel ke WhatsApp Web atau WhatsApp Desktop, maupun sebaliknya, tanpa harus mengakhiri panggilan.
Dengan demikian, pengguna dapat berpindah perangkat secara lebih praktis tanpa perlu membuat panggilan baru.
Ada Waiting Room untuk Panggilan Grup
WhatsApp turut menghadirkan fitur Waiting Room untuk panggilan grup.
Apabila penyelenggara mengaktifkan opsi Require approval to join saat membuat tautan panggilan, peserta yang ingin bergabung harus menunggu persetujuan terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam panggilan.
Fitur ini memberikan kontrol lebih bagi penyelenggara dalam mengelola peserta yang bergabung.
Pembaruan lainnya yang ikut hadir di WhatsApp Web meliputi:
QuickHD, yang memungkinkan kualitas video HD tersedia sejak awal panggilan.
Noise Suppression, fitur yang membantu meredam suara bising di sekitar pengguna agar percakapan terdengar lebih jelas.
Sudah Mulai Digulirkan Secara Bertahap
WhatsApp menyebut seluruh fitur baru tersebut mulai dirilis secara bertahap untuk pengguna global.
Berdasarkan laporan KompasTekno, fitur Web Calling sudah dapat dicoba di Indonesia. Pengguna bisa menemukannya melalui ikon Video di pojok kanan atas jendela percakapan di WhatsApp Web.
Kesimpulan
Hadirnya Web Calling membuat WhatsApp Web semakin lengkap sebagai platform komunikasi. Pengguna kini bisa melakukan panggilan suara dan video, baik individu maupun grup, langsung dari browser tanpa perlu menginstal aplikasi tambahan. Ditambah fitur seperti Call Transfer, Waiting Room, QuickHD, dan Noise Suppression, pengalaman melakukan panggilan melalui WhatsApp Web menjadi semakin praktis.
X Money Meluncur, Pengguna X Kini Bisa Kirim Uang Tanpa Keluar Aplikasi
Foto: Digital Trends
Teknologi.id – Platform media sosial X (dulu Twitter) resmi meluncurkan layanan pembayaran digital X Money di Amerika Serikat (AS). Setelah sebelumnya hanya tersedia melalui program invite-only beta, layanan ini kini dapat digunakan oleh pelanggan X Premium dan X Premium+.
Peluncuran X Money menjadi salah satu langkah terbaru Elon Musk untuk mewujudkan visinya menjadikan X sebagai super app, yaitu aplikasi yang menggabungkan media sosial, komunikasi, hingga layanan keuangan dalam satu platform.
X Money merupakan layanan pembayaran digital yang memungkinkan pengguna melakukan berbagai transaksi keuangan langsung dari aplikasi X.
Melalui layanan ini, pengguna dapat:
Menyimpan dana.
Mengirim uang ke pengguna lain.
Menerima uang.
Meminta pembayaran (payment request).
Dengan begitu, pengguna tidak perlu berpindah ke aplikasi lain untuk melakukan transaksi dasar.
Terhubung dengan Rekening dan Kartu Visa
Foto: NDTV Profit
Untuk mendukung layanan pembayaran, X Money telah terintegrasi dengan deposit account dan kartu debit Visa.
Setiap pengguna X Money akan memperoleh X Card versi virtual yang diterbitkan secara otomatis oleh X.
Kartu virtual tersebut dapat ditambahkan ke Apple Wallet, sehingga pengguna bisa melakukan pembayaran melalui Apple Pay di merchant yang mendukung layanan tersebut.
Selain versi virtual, X juga menyediakan X Card fisik berbahan logam. Pengguna dapat memesan kartu tersebut dan memilih apakah nama pengguna (username) akun X ingin dicetak pada kartu atau tidak.
Ada Bunga Simpanan hingga 6% APY
X Money juga menawarkan sejumlah keuntungan tambahan bagi pelanggan berbayar.
Pelanggan X Premium+ berkesempatan memperoleh bunga simpanan hingga 6% APY (Annual Percentage Yield).
Sementara itu, pelanggan X Premium juga dapat memperoleh tingkat bunga yang sama apabila memenuhi persyaratan direct deposit atau setoran langsung yang ditetapkan X.
Selain itu, pengguna juga berkesempatan mendapatkan cashback hingga 3% saat bertransaksi menggunakan X Card, selama memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.
Dana Disimpan di Bank Anggota FDIC
Dana pengguna X Money disimpan di Cross River Bank, bank yang merupakan anggota Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) di Amerika Serikat.
Dengan demikian, dana pengguna dikelola melalui lembaga perbankan yang berada di bawah perlindungan FDIC sesuai ketentuan yang berlaku di AS.
Pengguna Baru Berpeluang Mendapat Bonus US$15
Sebagai bagian dari peluncuran layanan, X menyebut pengguna baru yang memenuhi syarat dapat memperoleh welcome deposit sebesar US$15 saat mendaftar X Money.
Program tersebut berlaku sesuai syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh X.
Baru Tersedia di Amerika Serikat
Saat ini, X Money baru tersedia untuk pelanggan X Premium dan X Premium+ di Amerika Serikat.
Belum ada informasi resmi mengenai kapan layanan ini akan diperluas ke negara lain, termasuk Indonesia.
Peluncuran X Money memperlihatkan upaya X untuk berkembang menjadi lebih dari sekadar platform media sosial.
Dengan menghadirkan fitur pembayaran digital, transfer uang, kartu debit, hingga integrasi dengan Apple Pay dalam satu aplikasi, X semakin mendekati visi Elon Musk untuk menjadikan platform ini sebagai super app yang menggabungkan berbagai layanan digital dalam satu ekosistem.
Kesimpulan
Hadirnya X Money menjadi tonggak baru dalam transformasi platform X. Pengguna kini dapat mengirim dan menerima uang langsung dari aplikasi, menggunakan X Card untuk bertransaksi, serta menikmati berbagai fitur keuangan tambahan bagi pelanggan Premium. Meski baru tersedia di Amerika Serikat, layanan ini menjadi sinyal kuat bahwa X terus memperluas ekosistemnya di luar media sosial.
WhatsApp Rilis 4 Fitur Baru, Kini Bisa Buka dan Edit PDF Langsung di Aplikasi
Foto: WhatsApp
Teknologi.id – WhatsApp kembali menghadirkan sejumlah pembaruan yang membuat pengalaman berkirim pesan semakin praktis. Kali ini, platform milik Meta tersebut meluncurkan empat fitur baru, mulai dari kemampuan membuka dan mengedit file PDF langsung di aplikasi hingga dukungan iPad sebagai perangkat utama.
Pembaruan ini diumumkan WhatsApp pada Juli 2026 dan akan tersedia secara bertahap untuk pengguna di berbagai platform.
Berikut empat fitur terbaru WhatsApp yang wajib diketahui.
1. File PDF Kini Bisa Dibuka dan Diedit Langsung di WhatsApp
Salah satu fitur yang paling menarik adalah kemampuan membuka dokumen PDF tanpa perlu mengunduhnya terlebih dahulu.
Berkat integrasi dengan Adobe Acrobat, pengguna kini dapat melihat isi file PDF langsung di dalam aplikasi WhatsApp, baik di versi desktop maupun web.
Tak hanya membaca dokumen, pengguna juga bisa melakukan pengeditan ringan seperti:
Memberi highlight pada teks
Menambahkan anotasi atau catatan
Meninjau dokumen tanpa keluar dari WhatsApp
WhatsApp juga memastikan seluruh file PDF yang dikirim melalui chat tetap dilindungi dengan enkripsi end-to-end, termasuk dokumen yang memiliki perlindungan kata sandi.
Fitur ini diharapkan mempermudah pengguna yang sering bertukar dokumen untuk pekerjaan, sekolah, maupun kebutuhan lainnya.
2. iPad Kini Bisa Menjadi Perangkat Utama WhatsApp
WhatsApp juga menghadirkan perubahan penting bagi pengguna iPad.
Sebelumnya, aplikasi WhatsApp di iPad hanya dapat digunakan sebagai perangkat pendamping yang harus terhubung dengan akun di ponsel.
Kini, pengguna dapat langsung masuk ke akun WhatsApp melalui iPad tanpa harus menghubungkannya terlebih dahulu dengan smartphone.
Meski begitu, proses pendaftaran tetap memerlukan nomor telepon untuk menerima kode verifikasi (OTP). Setelah proses aktivasi selesai, WhatsApp di iPad dapat digunakan secara mandiri tanpa bergantung pada ponsel.
3. WhatsApp di CarPlay dan Android Auto Makin Lengkap
WhatsApp juga meningkatkan integrasi dengan Apple CarPlay dan Android Auto.
Sebelumnya, fitur WhatsApp di sistem infotainment mobil hanya memungkinkan pengguna mengirim pesan atau melakukan panggilan.
Kini, kemampuannya bertambah dengan sejumlah fitur baru, seperti:
Mendengarkan pesan yang masuk
Membalas pesan menggunakan perintah suara
Melihat riwayat panggilan
Mengakses kontak favorit
Pembaruan ini membuat pengguna lebih mudah tetap terhubung saat berkendara tanpa harus memegang ponsel.
4. Status WhatsApp Kini Bisa Bagikan Lagu dari Spotify dan Apple Music
Fitur baru lainnya adalah kemampuan membagikan lagu favorit langsung ke WhatsApp Status.
Pengguna kini dapat membagikan musik yang sedang didengarkan melalui Spotify maupun Apple Music tanpa perlu menggunakan aplikasi tambahan.
WhatsApp mengatakan fitur ini dirancang agar pengguna lebih mudah mengekspresikan diri melalui Status, sekaligus membuat konten yang dibagikan menjadi lebih menarik.
Empat fitur terbaru ini menambah daftar panjang inovasi yang diluncurkan WhatsApp sepanjang 2026.
Beberapa pembaruan sebelumnya meliputi fitur username, yang memungkinkan pengguna berbagi akun tanpa harus memberikan nomor telepon, serta layanan berlangganan WhatsApp Plus yang menawarkan berbagai fitur eksklusif.
Dengan hadirnya kemampuan membuka PDF langsung di aplikasi, dukungan iPad sebagai perangkat utama, peningkatan fitur di CarPlay dan Android Auto, serta integrasi musik ke Status, WhatsApp semakin memperkuat posisinya sebagai aplikasi pesan instan dengan fitur yang semakin lengkap.
4 Perusahaan yang Menyesal Gantikan Karyawan dengan AI, Kini Rekrut Pegawai Lagi
Foto: Generated by AI
Teknologi.id –Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan besar berlomba-lomba mengadopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan efisiensi kerja. Bahkan, tidak sedikit yang memangkas ribuan karyawan karena yakin AI mampu menggantikan sebagian besar pekerjaan manusia.
Namun, tren tersebut mulai berubah.
Sejumlah perusahaan teknologi hingga otomotif kini justru kembali merekrut tenaga kerja setelah menyadari bahwa AI belum mampu sepenuhnya menggantikan peran manusia, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, pengalaman, hingga pengambilan keputusan.
Berikut empat perusahaan yang mengaku terlalu bergantung pada AI dan kini kembali membuka lowongan kerja.
Produsen otomotif asal Amerika Serikat, Ford, menjadi salah satu perusahaan terbaru yang mengubah strateginya.
Ford mengakui terlalu mengandalkan AI dalam proses pengembangan kendaraan. Perusahaan sempat berharap sistem AI mampu menghasilkan desain dan menjaga kualitas produk secara otomatis.
Namun kenyataannya, hasil yang diperoleh belum sesuai harapan.
Ford akhirnya merekrut kembali lebih dari 350 engineer, termasuk sejumlah mantan karyawannya.
Para insinyur tersebut bertugas untuk:
Menemukan penyebab masalah pada produk.
Melatih generasi engineer berikutnya.
Menyempurnakan sistem AI yang digunakan perusahaan.
Setelah mengembalikan peran manusia dalam proses pengembangan, Ford berhasil menekan biaya garansi dan penarikan produk (recall), sekaligus meningkatkan kualitas kendaraannya.
2. Klarna Akui Terlalu Berlebihan Menggunakan AI
Perusahaan fintech asal Swedia, Klarna, juga menjadi sorotan karena sebelumnya mengganti sebagian besar layanan pelanggan dengan chatbot AI.
Pada 2024, perusahaan memangkas sekitar 1.200 karyawan, termasuk ratusan petugas customer service yang digantikan AI.
Walaupun chatbot mampu mempercepat waktu respons pelanggan dari sekitar 11 menit menjadi hanya 2 menit, perusahaan menilai hasil akhirnya belum cukup memuaskan.
CEO Klarna, Sebastian Siemiatkowski, mengakui bahwa perusahaan terlalu agresif dalam mengadopsi AI.
Kini Klarna kembali membuka berbagai posisi baru dengan fokus meningkatkan kualitas layanan pelanggan dan produktivitas.
3. Salesforce Tetap Mengandalkan Manusia
Perusahaan software Salesforce juga sempat memangkas sekitar 4.000 karyawan di divisi layanan pelanggan.
Posisi tersebut digantikan oleh agen AI yang mampu menangani berbagai permintaan pelanggan secara otomatis.
Namun, Salesforce tidak sepenuhnya meninggalkan tenaga manusia.
Perusahaan kini menerapkan sistem kerja kolaboratif melalui konsep omni channel supervisor, yaitu AI dan manusia bekerja bersama untuk memberikan layanan yang lebih baik.
Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibanding menyerahkan seluruh pekerjaan kepada AI.
4. IBM Kembali Perbanyak Rekrutmen
IBM sebelumnya memangkas sekitar 2.700 karyawan sebagai bagian dari transformasi berbasis AI.
Namun pada 2026, perusahaan justru mengumumkan rencana untuk melipatgandakan perekrutan karyawan entry level hingga tiga kali lipat.
Menurut IBM, AI memang mampu mengerjakan pekerjaan teknis seperti coding dasar atau tugas administratif.
Namun perusahaan tetap membutuhkan talenta muda yang mampu:
Berkomunikasi dengan klien.
Memahami kebutuhan bisnis.
Berkolaborasi dalam tim.
Mengambil keputusan strategis.
IBM menilai jika perusahaan berhenti merekrut talenta muda, maka akan terjadi kekurangan sumber daya manusia berkualitas di masa depan.
Mengapa AI Belum Bisa Sepenuhnya Menggantikan Manusia?
Kasus yang dialami Ford, Klarna, Salesforce, dan IBM menunjukkan bahwa AI memang mampu meningkatkan efisiensi untuk berbagai pekerjaan rutin.
Namun, teknologi ini masih memiliki sejumlah keterbatasan, seperti:
Belum mampu memahami konteks bisnis secara menyeluruh.
Kesulitan mengambil keputusan kompleks.
Tidak memiliki empati saat berinteraksi dengan pelanggan.
Tetap membutuhkan pengawasan dan evaluasi dari manusia.
Karena itu, banyak perusahaan kini mulai mengubah pendekatan dari menggantikan manusia dengan AI menjadi menggabungkan kemampuan AI dan tenaga manusia.
Penggunaan AI diperkirakan akan terus meningkat di berbagai industri.
Namun pengalaman beberapa perusahaan besar menunjukkan bahwa AI lebih efektif digunakan sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas, bukan sebagai pengganti seluruh tenaga kerja.
Model kerja kolaboratif antara manusia dan AI kini mulai dianggap sebagai pendekatan yang lebih realistis dalam menghadapi transformasi digital.
Ford, Klarna, Salesforce, dan IBM menjadi contoh bahwa penggunaan AI secara berlebihan tidak selalu menghasilkan efisiensi yang diharapkan. Setelah sempat mengurangi jumlah karyawan, keempat perusahaan tersebut kini kembali merekrut tenaga manusia untuk mengisi peran yang dinilai belum dapat digantikan oleh AI.
Fenomena ini menunjukkan bahwa meski kecerdasan buatan terus berkembang pesat, peran manusia masih menjadi bagian penting dalam dunia kerja modern.
WhatsApp Diam-Diam Punya Cara Baru Cek Kontak Online, Kini Ada Titik Hijau
Foto: WABetaInfo
Teknologi.id –WhatsApp kembali menyiapkan fitur baru yang memudahkan pengguna mengetahui apakah seseorang sedang aktif di aplikasi. Kali ini, platform perpesanan milik Meta tersebut mulai menghadirkan indikator berupa titik hijau yang muncul pada kontak yang sedang online.
Fitur ini mulai ditemukan pada WhatsApp versi beta untuk iPhone setelah sebelumnya lebih dulu hadir di versi beta Android. Kehadiran titik hijau ini menjadi cara baru untuk melihat status online tanpa harus mencari tulisan “online” seperti sebelumnya.
Selama ini, pengguna WhatsApp dapat mengetahui seseorang sedang aktif dengan melihat label “online” yang muncul di bawah nama kontak saat membuka ruang obrolan.
Namun, WhatsApp kini menambahkan indikator visual berupa titik hijau yang muncul di dekat foto profil kontak. Dengan begitu, pengguna bisa lebih cepat mengetahui apakah seseorang sedang menggunakan WhatsApp atau tidak.
Meski terlihat sederhana, fitur ini dinilai membuat pengalaman pengguna menjadi lebih praktis karena status online dapat dikenali hanya dengan melihat ikon kecil tanpa harus membaca keterangan teks.
Tidak Muncul di Semua Tempat
Menariknya, WhatsApp tidak menampilkan titik hijau tersebut secara mencolok di halaman utama aplikasi.
Indikator ini hanya muncul ketika pengguna membuka menu Info Obrolan (Chat Info). Langkah ini dianggap sebagai upaya WhatsApp untuk tetap menjaga privasi pengguna sekaligus memperkenalkan fitur baru secara bertahap.
Dengan pendekatan tersebut, pengguna yang ingin melihat status online seseorang tetap harus membuka detail kontak terlebih dahulu.
Tetap Mengutamakan Privasi Pengguna
WhatsApp juga memastikan fitur ini tidak menghilangkan kontrol privasi yang selama ini tersedia.
Apabila seseorang memilih menyembunyikan status “Terakhir Dilihat” dan “Sedang Online” melalui pengaturan privasi, maka titik hijau tidak akan muncul pada profilnya.
Artinya, pengguna tetap bisa menentukan apakah orang lain boleh mengetahui aktivitas mereka di WhatsApp atau tidak.
Kebijakan ini sejalan dengan fokus WhatsApp yang selama beberapa tahun terakhir terus memperkuat perlindungan privasi pengguna.
Mirip Facebook dan Instagram
Jika nantinya dirilis secara luas, fitur titik hijau WhatsApp akan mengikuti konsep yang sudah lama digunakan oleh Facebook dan Instagram.
Di kedua platform tersebut, indikator hijau digunakan sebagai penanda bahwa akun sedang aktif atau baru saja online. Dengan cara serupa, WhatsApp ingin membuat informasi status online lebih mudah dikenali tanpa mengubah sistem privasi yang sudah ada.
Saat ini, indikator titik hijau masih tersedia untuk sebagian pengguna versi beta di Android dan iPhone. WhatsApp belum mengumumkan jadwal resmi peluncuran global untuk seluruh pengguna.
Namun, jika proses pengujian berjalan lancar, fitur ini berpotensi hadir dalam pembaruan WhatsApp mendatang dan bisa digunakan oleh miliaran pengguna di seluruh dunia.
Kesimpulan
WhatsApp sedang menguji fitur baru berupa titik hijau sebagai indikator kontak online. Fitur ini memudahkan pengguna mengetahui apakah seseorang sedang aktif tanpa harus mencari label teks “online”. Meski begitu, WhatsApp tetap mempertahankan pengaturan privasi sehingga pengguna bisa memilih untuk menyembunyikan status aktivitas mereka.
Apa Itu Cyberdeck? Komputer Rakitan Viral yang Kini Digandrungi Gen Z
Foto: Teen Vogue
Teknologi.id – Di tengah dominasi laptop tipis dan komputer modern buatan pabrik, muncul tren unik yang justru mengajak orang kembali merakit perangkat mereka sendiri. Tren tersebut dikenal dengan nama cyberdeck.
Belakangan, cyberdeck ramai dibahas di TikTok, Reddit, hingga YouTube. Banyak kreator teknologi memamerkan komputer rakitan bergaya futuristik yang tampil berbeda dari laptop pada umumnya. Bahkan, sebagian menyebut cyberdeck sebagai simbol kreativitas sekaligus bentuk perlawanan terhadap perangkat yang serba tertutup dan sulit dimodifikasi.
Lantas, apa sebenarnya cyberdeck? Mengapa perangkat ini tiba-tiba populer, khususnya di kalangan Gen Z?
Cyberdeck adalah komputer portabel rakitan (DIY/Do It Yourself) yang dibuat menggunakan berbagai komponen berbeda sesuai kebutuhan penggunanya.
Berbeda dengan laptop biasa yang diproduksi massal, cyberdeck dirancang secara personal. Penggunanya bebas menentukan bentuk, spesifikasi, hingga fitur yang ingin digunakan.
Sebagian besar cyberdeck menggunakan komponen seperti:
Raspberry Pi atau single-board computer lainnya
Layar LCD berukuran kecil
Keyboard mekanis atau mini keyboard
Baterai portabel
Casing hasil cetak 3D atau bahan daur ulang
Berbagai modul tambahan sesuai kebutuhan
Karena dibuat sendiri, hampir tidak ada dua cyberdeck yang memiliki desain identik.
Kenapa Cyberdeck Sedang Viral?
Popularitas cyberdeck bukan hanya karena tampilannya yang unik, tetapi juga karena menawarkan pengalaman yang berbeda dibanding komputer modern.
Di media sosial, banyak pengguna memamerkan perangkat dengan desain ala film cyberpunk, lengkap dengan tombol fisik, layar kecil, antena, hingga casing bergaya militer atau retro.
Tren ini menarik perhatian Gen Z karena beberapa alasan.
1. Bisa Menjadi Media Ekspresi Diri
Cyberdeck bukan sekadar komputer, tetapi juga karya personal.
Pemilik bebas menentukan desain, warna, posisi layar, hingga fitur yang ingin dipasang. Hasil akhirnya mencerminkan karakter masing-masing pembuat.
2. Tidak Terikat Produk Pabrikan
Berbeda dengan laptop modern yang sulit dibongkar, cyberdeck justru dibuat agar seluruh komponennya mudah dimodifikasi.
Pengguna bisa mengganti prosesor, layar, keyboard, hingga sistem operasinya kapan saja.
3. Mengusung Semangat DIY
Komunitas cyberdeck sangat erat dengan budaya Do It Yourself (DIY).
Banyak perangkat dibuat menggunakan barang bekas, komponen daur ulang, atau hasil cetak printer 3D sehingga lebih hemat biaya sekaligus ramah lingkungan.
Terinspirasi dari Film Fiksi Ilmiah
Meski baru populer beberapa tahun terakhir, konsep cyberdeck sebenarnya sudah ada sejak era 1980-an.
Istilah ini banyak dikaitkan dengan dunia cyberpunk, khususnya novel Neuromancer karya William Gibson.
Dalam cerita tersebut, komputer portabel digunakan untuk mengakses dunia digital dengan desain futuristik yang jauh berbeda dari komputer biasa.
Kini, konsep tersebut diwujudkan oleh para penghobi teknologi menggunakan perangkat modern seperti Raspberry Pi dan mini PC.
Apa Saja Fungsi Cyberdeck?
Meski tampil unik, cyberdeck bukan hanya pajangan. Banyak pengguna benar-benar memanfaatkannya untuk berbagai aktivitas.
Beberapa fungsi cyberdeck antara lain:
Bermain game retro
Belajar coding
Menjalankan Linux
Menjadi server pribadi
Menyimpan data offline
Perangkat keamanan siber (cybersecurity)
Mengontrol perangkat IoT
Komputer portabel untuk proyek elektronik
Karena sifatnya modular, fungsi cyberdeck bisa terus berkembang sesuai kebutuhan pembuatnya.
Kenapa Banyak Dipakai Komunitas Cybersecurity?
Cyberdeck juga cukup populer di kalangan praktisi keamanan siber.
Perangkat ini dapat dijadikan komputer khusus untuk melakukan pengujian jaringan, eksperimen perangkat lunak, hingga praktik ethical hacking tanpa harus menggunakan laptop utama.
Selain lebih fleksibel, perangkat ini juga mudah dibawa ke mana saja karena ukurannya relatif ringkas.
Apa Bedanya Cyberdeck dengan Laptop?
Meski sama-sama komputer portabel, cyberdeck memiliki banyak perbedaan dibanding laptop biasa.
Cyberdeck
Laptop
Dirakit sendiri
Diproduksi pabrik
Sangat mudah dimodifikasi
Umumnya sulit di-upgrade
Desain unik dan personal
Desain seragam
Fleksibel sesuai kebutuhan
Fitur sudah ditentukan pabrikan
Lebih menonjolkan kreativitas
Fokus pada kemudahan penggunaan
Apakah Cyberdeck Bisa Menggantikan Laptop?
Jawabannya tergantung kebutuhan.
Untuk pekerjaan sehari-hari seperti mengedit dokumen, rapat online, atau desain grafis berat, laptop tetap menjadi pilihan yang lebih praktis.
Namun bagi penghobi teknologi, programmer, maker, hingga komunitas DIY, cyberdeck menawarkan pengalaman yang jauh lebih menarik karena dapat dikustomisasi hampir tanpa batas.
Sebagian besar cyberdeck tidak dijual secara massal.
Kebanyakan dibuat sendiri oleh komunitas maker menggunakan komponen yang dibeli secara terpisah.
Meski begitu, beberapa kreator menjual kit atau casing khusus yang memudahkan orang lain merakit cyberdeck versi mereka sendiri.
Kesimpulan
Cyberdeck menjadi salah satu tren teknologi yang sedang naik daun di kalangan Gen Z karena memadukan kreativitas, kebebasan modifikasi, dan semangat DIY dalam satu perangkat.
Alih-alih membeli komputer jadi, para penggemarnya memilih merancang sendiri perangkat yang benar-benar sesuai kebutuhan dan gaya mereka. Meski belum bisa menggantikan laptop untuk semua aktivitas, cyberdeck berhasil menjadi simbol bahwa teknologi tidak harus selalu datang dari pabrikan—tetapi juga bisa lahir dari kreativitas para penggunanya.
Perjalanan Nadiem Makarim: Bangun Gojek, Jadi Menteri, Kini Divonis 10 Tahun Penjara
Teknologi.id – Nama Nadiem Makarim selama lebih dari satu dekade dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam perkembangan industri teknologi Indonesia. Berawal dari mendirikan Gojek pada 2010, ia berhasil membangun perusahaan rintisan yang kemudian menjadi salah satu unicorn terbesar di Asia Tenggara.
Kesuksesan tersebut mengantarkannya dipercaya Presiden Joko Widodo untuk memimpin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2019, sebelum kemudian menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek).
Namun, perjalanan karier yang sebelumnya identik dengan inovasi kini berubah drastis. Pada 30 Juni 2026, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada Nadiem dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM).
Lalu, bagaimana perjalanan karier Nadiem hingga akhirnya terseret kasus yang menjadi perhatian nasional ini?
Profil Singkat Nadiem Makarim
Nadiem Anwar Makarim lahir di Singapura pada 4 Juli 1984.Nadiem menghabiskan masa kecilnya dengan berpindah antara Jakarta dan Singapura. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di kedua negara, sehingga terbiasa dengan lingkungan internasional sejak usia muda.
Menjelang lulus SMA, ia bersekolah di United World College of South East Asia (UWCSEA), Singapura, salah satu sekolah internasional bergengsi yang dikenal memiliki kurikulum International Baccalaureate (IB). Sekolah ini banyak melahirkan lulusan yang melanjutkan studi ke universitas-universitas papan atas dunia.
Setelah itu, Nadiem menempuh pendidikan di Brown University, Amerika Serikat, kemudian melanjutkan program Master of Business Administration (MBA) di Harvard Business School.
Sebelum menjadi pengusaha, Nadiem sempat bekerja sebagai konsultan di McKinsey & Company dan juga pernah bergabung dengan Zalora Indonesia.
Mendirikan Gojek dan Mengubah Industri Transportasi
Foto: Gojek
Pada 2010, Nadiem mendirikan Gojek dengan tujuan sederhana, yakni membantu pengemudi ojek memperoleh pelanggan secara lebih mudah melalui teknologi.
Awalnya layanan tersebut hanya berupa call center dengan puluhan pengemudi.
Namun setelah aplikasi Gojek diluncurkan pada 2015, pertumbuhannya melesat sangat cepat.
Gojek kemudian berkembang menjadi super app yang menghadirkan berbagai layanan seperti:
GoRide
GoCar
GoFood
GoSend
GoPay
GoMart
GoBox
layanan keuangan digital
Kesuksesan Gojek membuat Indonesia memiliki salah satu startup teknologi terbesar di Asia Tenggara dan membuka jutaan peluang ekonomi bagi mitra pengemudi serta pelaku UMKM.
Dipilih Menjadi Menteri Pendidikan
Pada Oktober 2019, Presiden Joko Widodo menunjuk Nadiem sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Penunjukan tersebut cukup mengejutkan karena Nadiem bukan berasal dari kalangan birokrat maupun akademisi.
Selama menjabat, ia memperkenalkan berbagai kebijakan seperti:
Merdeka Belajar
Kampus Merdeka
Guru Penggerak
transformasi digital sekolah
digitalisasi administrasi pendidikan
Di satu sisi, kebijakan tersebut mendapat apresiasi karena mendorong inovasi pendidikan.
Namun di sisi lain, sejumlah kebijakan juga menuai kritik terkait implementasi, perubahan kurikulum, hingga kesiapan sekolah di berbagai daerah.
Awal Mula Kasus Chromebook
Perkara hukum yang menjerat Nadiem bermula dari program pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) untuk sekolah-sekolah di Indonesia.
Program tersebut merupakan bagian dari digitalisasi pendidikan yang digagas Kemendikbudristek.
Namun dalam perjalanannya, aparat penegak hukum menemukan dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan sehingga menimbulkan kerugian negara.
Kasus tersebut kemudian bergulir ke Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
Pada Selasa, 30 Juni 2026, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat menyatakan Nadiem Makarim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan subsider.
Hakim menyatakan dakwaan primer jaksa tidak terbukti, tetapi dakwaan subsider dinilai terbukti sehingga menjatuhkan pidana penjara selama 10 tahun.
Vonis tersebut lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yang sebelumnya meminta hukuman 18 tahun penjara.
Amar Putusan Hakim
Dalam amar putusannya, majelis hakim menjatuhkan hukuman berupa:
Pidana penjara selama 10 tahun.
Denda Rp1 miliar, dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan 190 hari kurungan.
Pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp809.597.125.000 (sekitar Rp809,6 miliar).
Hakim juga menetapkan apabila uang pengganti tersebut tidak dibayar, maka harta kekayaan Nadiem dapat disita dan dilelang untuk menutup kerugian negara.
Apabila hasil penyitaan aset tidak mencukupi, maka sisa kewajiban tersebut diganti dengan pidana penjara selama 5 tahun.
Majelis hakim menyampaikan sejumlah alasan yang memberatkan dan meringankan hukuman terdakwa.
Hal yang memberatkan
Menurut hakim, tindakan Nadiem:
Bertentangan dengan komitmen pemberantasan korupsi.
Dilakukan secara terencana, terstruktur, dan sistematis.
Mengakibatkan kerugian negara yang sangat besar.
Dilakukan meski kondisi ekonomi terdakwa dinilai sudah berkecukupan sehingga tidak terdapat alasan ekonomi.
Hal yang meringankan
Sementara itu, hakim juga mempertimbangkan beberapa hal yang meringankan, yakni:
Belum pernah dihukum sebelumnya.
Bersikap sopan dan kooperatif selama persidangan.
Dikenal memiliki kontribusi dalam inovasi pendidikan dan teknologi di Indonesia.
Menariknya, putusan tersebut juga disertai dissenting opinion dari hakim anggota Andi Saputra, yang berpendapat Nadiem seharusnya dibebaskan dari dakwaan jaksa.
Tuntutan Jaksa Jauh Lebih Berat
Sebelum putusan dibacakan, jaksa penuntut umum menuntut Nadiem dengan hukuman:
18 tahun penjara
Denda Rp1 miliar
Uang pengganti sebesar Rp5,681 triliun, yang terdiri dari Rp809 miliar dan Rp4,871 triliun.
Namun majelis hakim akhirnya menjatuhkan pidana tambahan uang pengganti sebesar sekitar Rp809,6 miliar, jauh lebih rendah dibanding tuntutan jaksa.
Dampak Kasus bagi Dunia Pendidikan dan Teknologi
Kasus ini menjadi salah satu perkara paling besar yang pernah melibatkan mantan menteri yang berasal dari dunia startup.
Di satu sisi, Nadiem dikenang sebagai sosok yang berhasil membangun Gojek menjadi perusahaan teknologi kelas dunia dan membawa berbagai inovasi ke sektor pendidikan.
Namun di sisi lain, vonis dalam kasus Chromebook menjadi catatan besar yang mengubah citra perjalanan kariernya.
Kasus ini juga memicu perdebatan mengenai tata kelola proyek digital pemerintah, transparansi pengadaan teknologi, serta pentingnya akuntabilitas dalam penggunaan anggaran negara.
Timeline Perjalanan Nadiem Makarim
1984 – Lahir di Singapura
2010 – Mendirikan Gojek
2015 – Aplikasi Gojek resmi diluncurkan dan berkembang pesat
2019 – Ditunjuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
2021 – Memimpin Kemendikbudristek setelah penggabungan kementerian
2026 – Divonis 10 tahun penjara dalam perkara pengadaan Chromebook dan CDM
Kesimpulan
Perjalanan Nadiem Makarim menjadi salah satu kisah paling dramatis dalam sejarah industri teknologi Indonesia. Dari membangun Gojek sebagai startup lokal hingga dipercaya memimpin transformasi pendidikan nasional, ia pernah menjadi simbol inovasi dan ekonomi digital.
Namun, perkara pengadaan Chromebook mengubah arah perjalanan tersebut. Vonis 10 tahun penjara yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat menjadi babak baru yang akan terus menjadi perhatian publik, terlebih karena kasus ini menyangkut proyek digitalisasi pendidikan bernilai besar.
Hati-Hati, Malware Berbahaya Kini Menyebar Lewat WhatsApp Web
Foto: Kaspersky
Teknologi.id –Pengguna WhatsApp Web dan WhatsApp Desktop diminta untuk meningkatkan kewaspadaan setelah terungkapnya kampanye serangan siber baru yang memanfaatkan akun WhatsApp yang telah diretas untuk menyebarkan malware berbahaya.
Serangan ini terdeteksi oleh tim peneliti keamanan siber Kaspersky Global Research and Analysis Team (GReAT) pada Juni 2026. Modus yang digunakan tergolong sangat berbahaya karena memanfaatkan kepercayaan korban terhadap pesan yang dikirim oleh orang-orang yang sudah dikenal, seperti teman, keluarga, maupun rekan kerja.
Dalam kampanye ini, pelaku kejahatan siber mengirimkan file berbahaya yang tampak seperti dokumen bisnis biasa.
Beberapa nama file yang sering digunakan antara lain:
Invoice atau faktur pembayaran
Laporan rekening bank
Bukti transaksi
Catatan pembayaran
Surat penagihan utang
Padahal, file tersebut sebenarnya berisi skrip berbahaya yang dapat menginfeksi perangkat korban ketika dibuka.
Para peretas menggunakan teknik social engineering atau rekayasa sosial untuk membuat korban percaya bahwa file tersebut aman. Karena dikirim dari akun WhatsApp milik orang yang dikenal, banyak pengguna cenderung membuka lampiran tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu.
Meniru Sistem Resmi Microsoft
Agar terlihat semakin meyakinkan, pelaku juga menyisipkan komentar dan metadata palsu yang menyerupai komponen resmi Microsoft Windows Update.
Tidak hanya itu, nama file jebakan dibuat dalam berbagai bahasa seperti:
Inggris
Melayu
Portugis
Prancis
Jerman
Strategi ini menunjukkan bahwa serangan tidak hanya menyasar satu negara, tetapi ditujukan kepada pengguna di berbagai wilayah dunia.
Negara yang Menjadi Target Serangan
Menurut hasil investigasi Kaspersky, korban malware ini telah ditemukan di sejumlah negara, antara lain:
Malaysia
Brasil
Singapura
Taiwan
Vietnam
Malaysia menjadi negara dengan jumlah korban terbanyak yang terdeteksi sejauh ini.
Sementara penggunaan berbagai bahasa Eropa pada file berbahaya mengindikasikan bahwa para pelaku sedang memperluas target serangan ke negara-negara lain.
Apa Bahaya Malware Ini?
Meski detail malware yang digunakan tidak dijelaskan secara rinci, serangan semacam ini umumnya dapat menimbulkan berbagai risiko serius, seperti:
Pencurian data pribadi
Pengambilalihan akun digital
Pencurian informasi keuangan
Instalasi program berbahaya tambahan
Penyebaran malware ke kontak lain
Karena dikirim melalui akun WhatsApp yang telah dibajak, korban sering kali tidak menyadari bahwa file yang diterima berasal dari penjahat siber.
Para ahli keamanan menyarankan beberapa langkah penting untuk menghindari serangan serupa.
1. Jangan Langsung Membuka Lampiran
Meskipun file dikirim oleh teman atau rekan kerja, jangan langsung membukanya jika Anda tidak sedang menunggu dokumen tersebut.
Konfirmasikan terlebih dahulu kepada pengirim melalui telepon atau pesan terpisah.
2. Periksa Ekstensi File
Hindari membuka file dengan ekstensi mencurigakan seperti:
.vbs
.vbe
.exe
.bat
.cmd
.js
.ps1
Jenis file tersebut sering digunakan untuk menjalankan skrip atau program yang dapat membahayakan perangkat.
3. Gunakan Antivirus yang Selalu Aktif
Pastikan komputer maupun smartphone Anda memiliki perlindungan keamanan yang aktif dan selalu diperbarui.
Antivirus modern mampu mendeteksi aktivitas mencurigakan serta memblokir malware sebelum menginfeksi perangkat.
4. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah
Fitur verifikasi dua langkah dapat membantu melindungi akun WhatsApp dari upaya pembajakan yang dilakukan oleh pelaku kejahatan siber.
Kesimpulan
Ancaman malware yang menyebar melalui WhatsApp Web dan WhatsApp Desktop menjadi pengingat bahwa serangan siber kini semakin canggih. Pelaku memanfaatkan akun WhatsApp yang telah diretas untuk mengirim file berbahaya yang menyamar sebagai dokumen bisnis penting.
Agar tetap aman, pengguna disarankan untuk tidak sembarangan membuka lampiran, selalu memeriksa jenis file yang diterima, serta menggunakan perlindungan keamanan yang memadai pada perangkat mereka. Kewaspadaan menjadi langkah paling efektif untuk mencegah pencurian data dan infeksi malware.