BPBD Jateng Pacu Evakuasi dan Pompanisasi, Kunci Penanganan Banjir Solo Raya
Sejak 14 April 2026, BPBD Jawa Tengah bergerak cepat menangani banjir Solo Raya. Prioritas utama adalah evakuasi warga dan distribusi logistik. Tercatat 109 pengungsi di Surakarta dan 1.900 warga terdampak di Sukoharjo. Upaya percepatan surut genangan dilakukan, namun debit Sungai Bengawan Solo masih tinggi. Koordinasi lintas sektor terus berjalan.
Bupati Magelang Lantik 293 Kepala Sekolah: Integritas dan Profesionalisme Kunci Mutu Pendidikan
MUNGKID – Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, melantik sebanyak 293 kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang, terdiri dari 247 kepala Sekolah Dasar (SD), dan 46 kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pelantikan berlangsung di GOR Gemilang Kompleks Setda Kabupaten Magelang, Selasa (14/4/2026).
Dalam sambutannya, Grengseng menegaskan, pelantikan itu sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Magelang.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Magelang,” ujarnya.
Bupati memastikan, proses pengangkatan kepala sekolah telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menurutnya, para kepala sekolah yang dilantik merupakan figur yang memiliki integritas, kompetensi, serta komitmen dalam memajukan dunia pendidikan.
Lebih lanjut, Grengseng menjelaskan, kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai pemimpin administratif, tetapi juga sebagai penggerak inovasi di lingkungan sekolah.Kepala sekolah dituntut mampu mengelola sumber daya manusia, sarana prasarana, serta keuangan sekolah secara profesional dan akuntabel. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat mendorong inovasi pembelajaran, meningkatkan kualitas guru, serta memperkuat kolaborasi di lingkungan pendidikan.
Grengseng menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan tugas.
“Kepala sekolah harus menjadi teladan, menjunjung tinggi kejujuran, serta menjauhkan diri dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” tegasnya.
Bupati juga menyoroti pentingnya mewujudkan visi Kabupaten Magelang dalam mencetak generasi yang “pinter ngaji, pinter sekolah bocahe”, yakni generasi yang unggul secara akademis, sekaligus memiliki karakter dan landasan spiritual yang kuat.
“Kepala Sekolah adalah ujung tombak dalam mewujudkan generasi yang cerdas sekaligus berkarakter. Pendidikan harus mampu menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, bupati menegaskan, seluruh proses pelantikan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang dilakukan secara bersih dan bebas dari praktik gratifikasi.
“Saya tegaskan, apabila ada pihak yang meminta imbalan atau melakukan penyalahgunaan wewenang, segera laporkan agar dapat ditindak sesuai ketentuan,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Grengseng mengajak para kepala sekolah yang baru dilantik, untuk memperkuat komitmen dalam mencetak generasi Magelang yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.
“Laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan keikhlasan,” pungkasnya.
Masa Depan Pendidikan di Jawa Tengah: Kesejahteraan dan Perlindungan Guru Jadi Kunci Utama
Bupati Magelang Grengseng Pamuji berkomitmen pada perlindungan guru dan kesejahteraan tenaga pendidikan. Reformasi pendidikan 2026 menetapkan tiga pilar: perlindungan hukum, sinkronisasi kebijakan, dan kolaborasi lintas sektoral. Ini membangun ekosistem pendidikan sehat, mengatasi tantangan kenakalan remaja, serta meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Magelang. PGRI Kabupaten Magelang mendukung penuh.
Prabowo Ungkap Kunci Kebesaran Bangsa: Bukan Hanya Ekonomi, Tapi Akar Budaya
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budayanya. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak merasa rendah diri dalam memandang bangsanya sendiri, terlebih Indonesia memiliki warisan budaya yang melimpah. Prabowo menyampaikan pesan tersebut saat membuka Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Sabtu (11/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budayanya. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak merasa rendah diri dalam memandang bangsanya sendiri, terlebih Indonesia memiliki warisan budaya yang melimpah.
Prabowo menyampaikan pesan tersebut saat membuka Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Sabtu (11/4).
Prabowo menilai masyarakat Indonesia perlu menghormati budayanya sendiri karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kekuatan jiwa dan semangat bangsa. Menurut pengamatannya, bangsa-bangsa yang maju dan makmur umumnya memiliki semangat yang mencerminkan penghormatan terhadap budaya mereka.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budaya sendiri. Bangsa yang besar menghormati orang tuanya, leluhurnya,” ujar Prabowo.
Seruan tersebut bukan digaungkan tanpa alasan, melainkan berkaca dari sejarah Indonesia. Ia berkisah bahwa pada masa lalu, golongan terdidik di Indonesia sempat terkesima dengan hal-hal yang berasal dari luar negeri. Seiring waktu, sikap tersebut berkembang menjadi pola psikologis yang dikenal sebagai inferiority complex, yakni perasaan rendah diri dan merasa tidak sebanding dengan bangsa lain.
Padahal menurutnya, banyak aspek dari Indonesia yang sangat layak dibanggakan, terutama hasil kebudayaan yang bersifat unik dan tidak dapat ditemukan di tempat lain.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk tetap bangga dan menghormati warisan budaya yang telah diwariskan sejak dahulu.
“Kita bangga pakai teluk belanga. Kita bangga pakai kopiah. Kita bangga pakai sarung. Kita bangga pakai songket. Ini budaya kita,” jelas Prabowo.
Namun demikian, hal tersebut bukan berarti masyarakat harus bersikap tertutup terhadap budaya luar. Menurutnya, Indonesia tetap menghormati negara lain, tetapi tidak boleh melupakan jati diri bangsa.
“Kita bangga dengan budaya kita sendiri. Kita hormat sama semua negara, tapi kita tidak boleh lupa bangsa kita sendiri,” pungkas dia. (her/dav)
Pengamat Militer Ungkap: Diplomasi Unik Pakistan Jadi Kunci Perundingan Iran
Iran memilih Pakistan sebagai lokasi perundingan dengan Amerika Serikat (AS). Pakistan dianggap negara netral dan mediator terpercaya. Pengamat Susaningtyas Nefo Handayani menyoroti hubungan diplomatik unik Pakistan dengan Teheran dan Washington. Peran strategis Pakistan ini penting, dipercaya kedua pihak saat jalur formal terputus.
Selat Hormuz Memanas: Protokol Ketat Iran Jadi Kunci Tertahannya Dua Kapal Pertamina
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyoroti penahanan kapal tanker Pertamina di Selat Hormuz. Ia menjelaskan, Selat Hormuz kini dalam kondisi tidak biasa karena situasi perang. Protokol keamanan ketat diterapkan Iran, mewajibkan negosiasi bagi kapal yang melintas. Kondisi ini mempengaruhi lalu lintas maritim di wilayah tersebut.
Revolusi AI untuk Bisnis: Kunci Menguasai Omzet di Lanskap Digital yang Berubah Cepat
Inovasi teknologi AI kini krusial bagi bisnis di era digital. AI meningkatkan efisiensi, kreativitas, dan profitabilitas. Pemanfaatan AI penting untuk jasa video, digital marketing, dan pembuatan website, termasuk di Pekanbaru. AI membantu pengolahan data, otomatisasi pekerjaan, personalisasi, serta optimasi SEO. Adopsi AI adalah kebutuhan untuk bersaing.
Sinergi Diskominfo Solo Raya: Kunci Sukses Raperda Telekomunikasi Jawa Tengah?
Rakor Forum Diskominfo se-Solo Raya di Sragen pada 8 April 2026 membahas aduan kabel fiber optik semrawut. Pertemuan ini fokus pada penyusunan Raperda Penataan Infrastruktur Pasif Telekomunikasi. Tujuannya menata infrastruktur komunikasi, menciptakan keselarasan kebijakan, serta mendorong tata kelola pemerintahan yang tertib dan berkelanjutan.
Fitur Premium TikTok Ungkap: Like Asli, Kunci Otoritas Digital yang Tak Terbantahkan
Pada tahun 2026, dunia media digital bergeser ke kualitas interaksi. Jumlah like dan engagement asli di TikTok kini krusial. Algoritma platform memprioritaskan konten dengan interaksi tinggi untuk visibilitas di FYP. Ini membangun kredibilitas dan pengaruh digital, memastikan konten berkualitas menjangkau audiens luas secara efektif.
Ketahanan Pangan dan Energi Jadi Kunci Keberlanjutan Program MBG
loading…
Direktur INDEF Esther Sri Astuti menyatakan krisis global akibat ketegangan geopolitik dan tekanan ekonomi dunia berdampak ke perekonomian. Di antaranya meningkatnya inflasi, khususnya pada sektor pangan. Foto/Ist
JAKARTA – Krisis global akibat ketegangan geopolitik dan tekanan ekonomi dunia berdampak signifikan terhadap perekonomian. Salah satunya yakni meningkatnya inflasi, khususnya pada sektor pangan. Kondisi ini akan memengaruhi keberlanjutan berbagai program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti menyatakan bahwa dalam situasi krisis global, harga pangan cenderung mengalami kenaikan. Hal tersebut terjadi karena terganggunya rantai pasok global, meningkatnya biaya logistik, serta ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor.
“Ketika harga pangan naik, maka biaya penyediaan makanan bergizi dalam program pemerintah juga ikut meningkat. Di sisi lain, pemerintah memiliki keterbatasan ruang fiskal dalam APBN,” ujar Esther di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Ia menekankan bahwa anggaran negara tidak hanya digunakan untuk satu program prioritas saja. Pemerintah tetap harus membiayai berbagai kebutuhan lain seperti subsidi energi, belanja infrastruktur, perlindungan sosial, pendidikan, hingga kesehatan. Karena itu, dalam kondisi tekanan global, pemerintah harus berhati-hati agar program yang dijalankan tidak membebani fiskal secara berlebihan.
Menurut Esther, Program MBG tetap perlu dipertahankan karena merupakan janji politik presiden sekaligus program strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, implementasinya sebaiknya tidak dilakukan secara masif di seluruh wilayah dalam waktu bersamaan.
Ia menyarankan agar program tersebut difokuskan terlebih dahulu pada daerah dengan tingkat stunting tinggi dan wilayah yang paling membutuhkan seperti kawasan 3T. Pendekatan yang lebih terarah dinilai akan membuat penggunaan anggaran lebih efisien dan tepat sasaran.
“Jika program dijalankan secara masif di tengah tekanan fiskal, dikhawatirkan akan mengurangi fleksibilitas pemerintah dalam merespons gejolak ekonomi global, apalagi jika terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak dan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat,” ungkapnya.