IKN Lanjut! DPR Desak Proyek Lebih Realistis Pasca Putusan MK Jakarta
loading…
Putusan MK menegaskan DKI Jakarta masih memegang status sebagai Ibu Kota Negara. Namun, putusan tersebut tidak dipandang sebagai penghentian proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Foto: Dok Sindonews
JAKARTA – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan DKI Jakarta masih memegang status sebagai Ibu Kota Negara. Namun, putusan tersebut tidak dipandang sebagai penghentian proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) .
Anggota Komisi III DPR RI Romy Soekarno menilai putusan ini merupakan langkah penting untuk menjamin kepastian hukum dalam proses transisi pemerintahan. “Putusan MK harus kita hormati sebagai bagian dari kepastian konstitusi dan kepastian tahapan perpindahan ibu kota negara,” ujar Romy dikutip, Minggu (17/5/2026).
Karena itu, putusan MK ini justru memberikan kesempatan bagi pemerintah untuk menyusun langkah yang lebih matang dan terukur dalam mempersiapkan infrastruktur serta kesiapan fiskal dan sosial-ekonomi.
“Jangan dipahami seolah pembangunan Ibu Kota Nusantara berhenti. Pembangunan bisa tetap berjalan, tetapi pendekatannya harus lebih realistis, bertahap, terukur, dan strategis sesuai kemampuan negara serta prioritas nasional,” ungkapnya.
Sebagai mitra kerja Otorita IKN, legislator PDIP itu mengusulkan agar konsep pembangunan IKN ke depan lebih difokuskan sebagai pusat pemerintahan strategis nasional sekaligus green capital.
Dia memberikan pandangan mengenai fungsi awal Istana Negara di IKN agar bisa digunakan secara bertahap. “Apabila diperlukan, posisi Istana Negara di Ibu Kota Nusantara dapat terlebih dahulu difungsikan setingkat kawasan istana kepresidenan seperti Istana Bogor, Istana Cipanas, maupun Istana Tampaksiring, sambil menunggu kesiapan penuh perpindahan pemerintahan nasional,” katanya.
Pengajian Berbayar Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti
Terus terang saja, dulu saya termasuk orang yang agak sinis ketika mendengar ada pengajian berbayar. Dalam kepala saya pada waktu itu, kok bisa-bisanya pengajian tiketnya. Bahkan dulu ketika masih pacaran dengan istri saya, saya terbahak-bahak ketika ia menawari saya ikut pengajian Hanan Attaki.
Bukan saya tidak suka ustadnya, cuma bagi orang desa yang hampir selalu ada pengajian gratis, saya tidak menerima konsep pengajian berbayar. Bahkan saya pernah nyeletuk, “Kalau harus bayar, mending nonton konser sekalian.”
Iya, waktu itu saya benar-benar tidak paham kenapa konsep pengajian berbayar bisa laris. Kok ada saja orang yang mau datang, bahkan rela membeli tiket lebih dulu.
Namun, setelah berkali-kali mengikuti pelatihan, saya merasa yang berbayar memang lebih layak diikuti. Pun ketika akhirnya kembali mendengarkan pengajian gratisan di desa, saya merasa seperti mendengar angin lalu. Tidak ada struktur pembahasan yang jelas. Terasa ngambang.
Ini bukan cuma kesimpulan saya, beberapa yang ikut mendengarkan juga merasa demikian. Dari sana, saya kepikiran, jangan-jangan konsep pengajian berbayar memang paling layak diikuti.
Pembicara lebih fokus dan tidak ngomong ke mana-mana
Iya, dalam banyak pengajian gratis yang pernah saya ikuti, ceramah sering kali berjalan sangat bebas. Kadang pembicara memulai dari satu tema, lalu tiba-tiba melompat ke cerita lain, kemudian berbelok lagi ke topik berbeda.
Tidak selalu buruk memang. Kadang justru menghibur. Tapi sering juga membuat jamaah pulang dengan perasaan agak kosong. Ketika pulang dan ditanya, “Tadi bahas apa?” jawabannya tidak tahu. Tidak paham. Rasanya seperti habis mendengar banyak cerita, tapi inti pembahasannya sulit dirangkum.
Sebaliknya, dalam pengajian yang lebih terkonsep—yang biasanya memang berbayar—materinya terasa lebih rapi. Pembicara datang dengan persiapan. Ada alur pembahasan yang jelas. Kadang bahkan menggunakan slide presentasi atau materi visual.
Alhasil, pembahasannya lebih fokus. Tidak terlalu melebar ke mana-mana. Jamaah juga lebih mudah mengikuti dan bisa mengambil kesimpulan.
Hal lain yang saya perhatikan adalah sikap para peserta. Karena harus membeli tiket atau membayar biaya tertentu, orang yang datang biasanya memang berniat mengikuti pengajian dengan serius. Mereka tidak sekadar coba-coba.
Ini membuat suasana jadi berbeda. Orang-orang datang untuk mendengarkan, bukan sekadar hadir. Mereka memperhatikan pembicara, mencatat poin penting, atau benar-benar mencoba memahami isi ceramah.
Dalam kajian psikologis, ketika kita sudah mengeluarkan uang untuk sesuatu, kita cenderung lebih menghargainya. Hal ini juga berlaku dalam pengajian.
Aturan acara dalam pengajian berbayar lebih jelas
Karena diselenggarakan secara lebih profesional, biasanya ada aturan yang jelas selama acara berlangsung. Misalnya larangan merokok di area pengajian, aturan menjaga ketertiban, atau pembagian tempat duduk yang lebih rapi.
Hal-hal kecil seperti ini ternyata sangat berpengaruh pada kenyamanan. Tidak ada gangguan asap rokok, tidak ada orang yang keluar masuk sembarangan, dan suasana terasa lebih kondusif untuk mendengarkan.
Bagi orang yang ingin benar-benar fokus mengikuti kajian, kondisi seperti ini tentu jauh lebih membantu.
Tempatnya lebih nyaman
Ini mungkin terdengar sepele, tapi sebenarnya cukup penting. Pengajian yang berbayar biasanya diselenggarakan di tempat yang nyaman, seperti aula hotel, gedung pertemuan, atau ruang acara yang tertata dengan baik.
Kursinya nyaman. Sistem suaranya jelas. Kalau hujan, tidak perlu khawatir atapnya bocor.
Bandingkan dengan beberapa pengajian umum yang kadang digelar di tempat seadanya. Tidak jarang jamaah harus duduk berdesakan, kepanasan, atau bahkan kehujanan jika cuaca berubah. Dalam kondisi seperti itu, sulit rasanya benar-benar fokus mendengarkan materi.
Dengan beberapa pertimbangan di atas, saya sampai pada kesimpulan bahwa membayar tidak selalu berarti komersialisasi agama. Dalam konteks tertentu, biaya justru membuat sebuah acara menjadi lebih terkelola.
Pembicara lebih siap. Materi lebih terstruktur. Tempat lebih nyaman. Pesertanya pun datang dengan niat yang jelas. Dan yang paling terasa, karena kita sudah membayar, kita juga merasa “sayang” kalau tidak benar-benar memperhatikan. Artinya ekosistemnya jadi lebih fokus untuk mendengarkan.
Jadi kalau sekarang ada orang bertanya pendapat saya tentang pengajian berbayar, jawabannya sudah berubah. Saya tidak lagi terlalu sinis seperti dulu. Bukan berarti semua pengajian harus berbayar. Pengajian gratis tetap penting dan punya tempatnya sendiri.
Tapi sekarang saya paham, dalam kondisi tertentu, konsep pengajian berbayar memang masuk akal. Bahkan kadang justru membuat kita pulang dengan pemahaman yang lebih jelas daripada gratisan tapi pulang dengan keadaan bingung dan mempertanyakan tadi pengajiannya membahas apa, ya?
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat carainiya.
Backend Intelligence Sagara, solusi cerdas untuk proyek AI yang lebih hemat
Foto: Pexels.com
Teknologi.id– Di kalangan perusahaan nasional dengan likuiditas tinggi (cash-rich), kegagalan sebuah proyek teknologi bukan hanya soal kerugian finansial, melainkan soal reputasi dan hilangnya kepercayaan pemegang saham. Memasuki tahun 2026, ekspektasi terhadap implementasiArtificial Intelligence(AI) berada di titik tertinggi.
Para direksi kini tidak lagi mencari solusi “coba-coba”. Mereka membutuhkan jaminan bahwa investasi miliaran rupiah mereka harus membuahkan hasil nyata dengansuccess rateyang mendekati sempurna sejak tahun pertama. Inilah alasan mengapaBackend Intelligencedari Sagara Technology menjadi pilihan strategis yang paling dicari oleh para pemimpin industri.
Tantangan “AI Pilot Purgatory” di Korporasi Besar
Masalah utama yang sering dialami perusahaan besar adalah “AI Pilot Purgatory”, di mana sebuah proyek AI hanya berhenti di tahap uji coba dan gagal saat akan diimplementasikan ke seluruh cabang nasional. Biasanya, hal ini disebabkan oleh infrastrukturbackendyang tidak sanggup menanggung beban data riil yang sangat dinamis dan masif.
Bagi perusahaan yang memiliki dana besar, ketidakmampuan vendor dalam menangani kompleksitas integrasi data birokrasi dan operasional adalah hambatan terbesar yang menghabiskan waktu bertahun-tahun tanpa hasil. Tanpa otak sistem yang kuat, fitur-fitur AI yang canggih sekalipun tidak akan bisa berjalan di atas infrastruktur yang rapuh.
Dampak Kegagalan Digital terhadap Valuasi dan Kepercayaan
Setiap proyek digital yang mangkrak akan menjadi sorotan negatif, terutama bagi perusahaan yang memiliki eksposur tinggi di pasar modal. Inefisiensi dalam sistem informasi yang baru diluncurkan dapat menyebabkan kekacauan layanan pelanggan hingga kerugian operasional yang masif.
Di era transparansi digital 2026, kegagalan teknologi di tahun pertama sering kali dianggap sebagai tanda ketidakmampuan manajemen dalam menavigasi masa depan. Hal ini dapat memicu penurunan kepercayaan investor dan memberikan sinyal lemahnya daya saing perusahaan di tengah revolusi industri 4.0 yang kian kompetitif.
Keharusan “Go-Live” Tanpa Celah di 2026
Tahun 2026 menuntut kecepatan dan ketepatan yang absolut. Dengan target adopsi AI nasional yang kini mencapai 92%, perusahaan tidak memiliki kemewahan untuk melakukan kesalahan di tahun pertama. Urgensinya adalah memiliki sistem yang stabil, aman, dan langsung memberikan nilai tambah pada produktivitas.
Perusahaan harus mengamankan infrastruktur yangfit-for-purposeagar dana besar yang dialokasikan segera memberikan imbal hasil (ROI) melalui efisiensi proses bisnis. Solusi bagi perusahaancash-richadalah menghindari pengembangan eksperimental dan mulai beralih ke kemitraan yang fokus pada penguatanbackend intelligence yakni otak sistem yang mampu mengelola logika bisnis kompleks, keamanan data, dan skalabilitas secara simultan.
Sagara Technology melalui unitBackend Intelligencemenawarkan pendekatan yang berbeda: keberhasilan berbasis arsitektur. Dengan dukungan talenta digital terbaik Indonesia, Sagara membangun sistem informasi yang dirancang untuk langsung siap pakai (ready-to-scale). Sagara memastikan setiap proyek AI yang ditanganinya memiliki fondasibackendyang tangguh, sehingga probabilitas keberhasilan proyek di tahun pertama meningkat secara drastis melalui monitoring performa yang ketat dan integrasi sistem yang mulus.
Manfaat Praktis Backend Intelligence Sagara:
Jaminan Stabilitas Tahun Pertama, Arsitektur yang dirancang khusus untuk mencegahcrashsistem saat peluncuran perdana secara nasional.
Integrasi Data Tanpa Hambatan, Kemampuan mengonsolidasikan jutaan data dari berbagai departemen menjadi satu pusat kecerdasan AI yang akurat.
Keamanan Data Mutakhir, Proteksi kedaulatan data sesuai regulasi nasional, menjamin kerahasiaan aset strategis perusahaan tetap terjaga.
Efisiensi Biaya Operasional,Mengurangi pemborosanbudgetpada infrastruktur yang tidak perlu melalui optimalisasi kode dan sumber daya server secara presisi.
Memberikan Kepastian di Tengah Dinamika Teknologi
“Bagi perusahaan dengan budget besar, mereka tidak butuh janji, mereka butuh sistem yang menyala dan bekerja sesuai rencana,” ungkap Senior Project Manager Sagara Technology. Kepuasan terbesar tim Sagara adalah saatBackend Intelligenceyang dibangun mampu membantu perusahaan melewati tahun pertama transformasi mereka tanpa kendala teknis berarti.
Jangan biarkan proyek strategis Anda menjadi bagian dari statistik kegagalan digital. Sagara Technology siap menjadi mitra yang menjamin proyek AI perusahaan Anda sukses, stabil, dan berdampak sejak hari pertama. Mari bangun masa depan digital Indonesia dengan kepastian teknologi dan kualitas talenta lokal yang melampaui standar global.
Pemerintah Tegaskan Rasio Utang Indonesia Masih Aman, Lebih Rendah dari Malaysia hingga Jepang
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa rasio utang pemerintah masih berada pada level aman, yakni sebesar 40,75 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per 31 Maret 2026. Hal itu dikatakan Purbaya dalam media briefing, Senin (11/5). (Foto Dok. Istimewa)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa rasio utang pemerintah masih berada pada level aman, yakni sebesar 40,75 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per 31 Maret 2026.
Purbaya menjelaskan, rasio utang pemerintah saat tersebut masih berada di bawah batas yang ditetapkan dalam Maastricht Treaty, yakni 60 persen terhadap PDB.
Selain itu, angka tersebut juga masih berada di bawah ambang batas 60 persen yang diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
“Kalau kita lihat Maastricht Treaty, atau acuan yang paling ketat di Eropa, rasio utang ke PDB (dibatasi) 60 persen. Kita masih jauh, jadi masih aman,” ujar Purbaya dalam media briefing, Senin (11/5).
Lebih lanjut, ia mengatakan rasio utang Indonesia juga masih lebih rendah dibandingkan sejumlah negara di Asia Tenggara.
Sebagai contoh, Purbaya menyebut bahwa Malaysia saat ini memiliki rasio utang lebih dari 60 persen terhadap PDB. Sementara itu, rasio utang Singapura hampir mencapai 180 persen terhadap PDB.
Berdasarkan data tersebut, Purbaya menilai rasio utang Indonesia justru menunjukkan bahwa pemerintah mengelola utang secara disiplin, hati-hati, dan terukur.
“Kita termasuk yang paling hati-hati dibanding negara-negara lain, dibanding Amerika Serikat juga, dibanding Jepang juga,” imbuh dia.
Oleh karena itu, ia meminta masyarakat menilai kondisi utang Indonesia secara komparatif, bukan hanya berdasarkan nilai nominal semata. “Jadi lihat dari sisi komparatifnya,” ujar dia. (her/dav)
Indonesia Ajak Negara-negara ASEAN Kerja Sama Lebih Erat Hadapi Krisis Global
Menteri Luar Negeri Sugiono mengajak negara-negara ASEAN mempererat kerja sama dalam menghadapi krisis global akibat konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah dan berbagai tantangan di kawasan. Menurut Sugiono, ASEAN merupakan mitra yang terpercaya dan dapat diandalkan. Hal itu dikatakan Sugiono dalam pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Minister’s Meeting/AMM) di Cebu, Filipina, Kamis (7/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Menteri Luar Negeri Sugiono mengajak negara-negara ASEAN mempererat kerja sama dalam menghadapi krisis global akibat konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah dan berbagai tantangan di kawasan. Menurut Sugiono, ASEAN merupakan mitra yang terpercaya dan dapat diandalkan.
“Di tengah dunia yang semakin tidak menentu, ASEAN tetap menjadi mitra yang terpercaya, stabil, dan dapat diandalkan,” kata Sugiono dalam pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Minister’s Meeting/AMM) di Cebu, Filipina, Kamis (7/5).
Pada kesempatan itu, dia pun mengapresiasi inisiatif keketuaan Filipina dalam mengkoordinasikan respons bersama ASEAN terhadap krisis yang dihadapi saat ini.
Sugiono menilai semakin banyaknya negara yang bergabung dalam Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) mencerminkan kepercayaan yang terus berlanjut terhadap ASEAN. Ia menegaskan kemitraan yang dijalin ASEAN dengan mitra wicara harus terus diperkuat demi mencapai hasil yang konkret dan konstruktif untuk isu-isu yang menjadi kepentingan bersama.
Karena itu, Sugiono menyampaikan dukungan Indonesia untuk Turkiye agar segera menjadi mitra wicara ASEAN demi memperluas kemitraan ASEAN. Selain itu, ia kembali menyerukan pentingnya stabilitas Myanmar, serta dukungan terhadap Timor-Leste sebagai anggota baru ASEAN.
Antisipasi Perlambatan Ekonomi
Selanjutnya, dalam pertemuan ke-27 Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community Council/AECC) di Cebu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan untuk pertama kalinya setelah pandemi, kinerja perekonomian ASEAN menghadapi risiko perlambatan akibat konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS). Konflik telah menyebabkan dampak beruntun dari keterbatasan suplai energi hingga lonjakan harga-harga komoditas dan pangan di kawasan.
Airlangga yang juga menjadi Ketua Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN Indonesia menyebutkan sejumlah langkah konkret untuk mengatasi disrupsi akibat perang dan konflik global. Di antaranya dengan menguatkan ketahanan energi dan mengoptimalisasi platform kerja sama.
“Untuk mengatasi disrupsi, diperlukan ketahanan energi, optimalisasi platform kerja sama yang ada, dan fokus pada penguatan perdagangan antar anggota ASEAN dengan mitra strategis, seperti ASEAN Plus One FTAs dan the Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP)serta memanfaatkan kerja sama ketahanan energi seperti ASEAN Power Grid (APG) and ASEAN Framework Agreement on Petroleum Security (APSA),” kata Airlangga.
Selain itu, memanfaatkan kekuatan sentralitas ASEAN untuk membangun rantai pasok yang tangguh di kawasan. (her/dav)
Google Kembangkan COSMO, Asisten AI Baru yang Disebut Lebih Cerdas dari Gemini
Foto: Android Headlines
Teknologi.id –Google dikabarkan tengah mengembangkan sebuah asisten kecerdasan buatan (AI) baru bernama COSMO yang disebut-sebut memiliki kemampuan lebih proaktif dibandingkan Gemini. Teknologi ini muncul secara diam-diam melalui aplikasi eksperimental Android dan langsung menarik perhatian para pengamat teknologi karena membawa pendekatan AI yang berbeda dari asisten virtual pada umumnya.
Jika Gemini selama ini dikenal sebagai AI yang bekerja berdasarkan perintah pengguna, COSMO justru dirancang untuk memahami konteks dan mengantisipasi kebutuhan pengguna sebelum diminta. Kehadiran teknologi ini memperlihatkan arah baru Google dalam mengembangkan pengalaman AI yang lebih personal dan terintegrasi dengan perangkat Android.
Menurut laporan yang beredar, COSMO dikembangkan oleh tim Google Research dengan sistem hybrid yang menggabungkan pemrosesan lokal di perangkat dan komputasi cloud. Pendekatan ini memungkinkan AI tetap bekerja cepat tanpa selalu membutuhkan koneksi internet.
Ukuran aplikasi COSMO yang mencapai sekitar 1,13 GB menunjukkan bahwa teknologi yang dibawanya cukup kompleks.
Banyak pihak menduga Google memanfaatkan Gemini Nano sebagai otak pemrosesan on-device untuk mendukung berbagai tugas AI secara efisien langsung dari smartphone pengguna.
Dengan pemrosesan lokal, COSMO diyakini mampu memberikan respons lebih cepat sekaligus menjaga privasi data pengguna. Sementara itu, dukungan cloud dipakai untuk menangani tugas yang membutuhkan komputasi lebih berat dan analisis mendalam.
Dirancang Lebih Proaktif dari Asisten AI Biasa
Salah satu hal yang membuat COSMO menarik adalah konsep asisten AI proaktif. Berbeda dengan chatbot atau asisten virtual tradisional yang hanya merespons instruksi, COSMO dikembangkan untuk memahami kebiasaan dan konteks aktivitas pengguna.
AI ini dikabarkan dapat membantu mengatur aktivitas sehari-hari secara otomatis, mulai dari menyusun daftar tugas, membuat dokumen, hingga mengelola jadwal kalender tanpa perlu banyak perintah manual.
Kemampuan tersebut membuat COSMO lebih mirip asisten pribadi digital yang aktif membantu pengguna bekerja dan beraktivitas, bukan sekadar chatbot pencari jawaban.
Punya Fitur Recall dan AgenPeramban
COSMO juga dibekali sejumlah fitur produktivitas yang cukup canggih. Salah satunya adalah Recall, fitur yang memungkinkan AI mengingat aktivitas atau informasi yang pernah diakses pengguna untuk membantu pencarian konteks di kemudian hari.
Selain itu, terdapat pula fitur List Tracker yang berguna untuk memantau daftar pekerjaan dan aktivitas harian secara otomatis. Ada juga Document Writer yang memungkinkan AI membantu menyusun dokumen secara instan.
Fitur lain yang paling menarik perhatian adalah Agen Peramban atau browser agent.
Teknologi ini memungkinkan COSMO menjalankan tugas berbasis web secara mandiri tanpa campur tangan pengguna secara langsung.
Sebagai contoh, AI bisa membuka situs tertentu, mencari informasi, mengisi formulir, hingga menjalankan tugas online lain secara otomatis. Jika benar-benar diwujudkan secara penuh, fitur ini berpotensi mengubah cara pengguna berinteraksi dengan internet.
Integrasi Mendalam dengan Android
Keunggulan lain dari COSMO adalah integrasinya yang disebut memiliki akses tingkat sistem di Android. Dengan akses tersebut, AI dapat memahami aplikasi yang sedang digunakan dan membaca konteks konten yang tampil di layar.
Integrasi semacam ini memungkinkan COSMO memberikan bantuan yang lebih relevan sesuai aktivitas pengguna saat itu. Misalnya, AI dapat langsung membantu merangkum dokumen, mengatur jadwal dari percakapan, atau membuat pengingat otomatis berdasarkan isi layar.
Konsep tersebut menunjukkan bahwa Google tampaknya ingin menciptakan AI yang benar-benar menyatu dengan ekosistem Android, bukan hanya menjadi aplikasi tambahan semata.
Meski sudah mulai ramai dibicarakan, COSMO saat ini masih berstatus proyek eksperimental. Kemunculannya di Google Play Store hanya berlangsung singkat dan diduga merupakan bagian dari pengujian internal Google.
Sampai sekarang, Google belum memberikan pernyataan resmi terkait jadwal peluncuran global maupun detail integrasi COSMO ke perangkat Android. Namun, banyak pengamat memperkirakan teknologi ini akan diperkenalkan lebih lanjut dalam ajang tahunan Google I/O 2026.
Jika benar dirilis secara luas, COSMO berpotensi menjadi langkah besar Google dalam persaingan AI modern. Dengan kemampuan yang lebih proaktif dan integrasi mendalam ke Android, COSMO bisa menjadi evolusi baru asisten digital yang lebih pintar dan lebih memahami kebutuhan pengguna sehari-hari.
Kemendagri Dorong Pemda Lebih Inovatif Tangani Inflasi, Kemiskinan, dan Pengangguran
loading…
Mendagri Muhammad Tito Karnavian menegaskan, pengendalian inflasi menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. Foto/istimewa
BALIKPAPAN – Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong pemerintah daerah (Pemda) memperkuat inovasi dan kinerja dalam menangani isu-isu strategis nasional. Khususnya pengendalian inflasi, pengentasan kemiskinan, dan penurunan tingkat pengangguran.
Hal tersebut disampaikan dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan yang digelar di Platinum Hotel and Convention Hall Balikpapan, Kalimantam Timur, pada Selasa 5 Mei 2026.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan, pengendalian inflasi menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. “Inflasi yang terjaga dan baik artinya harga barang dan jasa stabil, masyarakat tenang alhamdulillah sekarang diangka 2,42 persen, itu one of the best,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Selain itu, Tito juga menyoroti pentingnya penanganan pengangguran dan kemiskinan sebagai persoalan mendasar yang harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
“Ada survei menyatakan bahwa yang menjadi persoalan masyarakat nomor satu adalah cost of living, kalau biaya hidup ukurannya adalah inflasi, kenaikan barang dan jasa yang membuat biaya hidup lebih tinggi. Kedua adalah job opportunity, lebih dari 40% masyarakat menghendaki lapangan kerja, baru isu-isu lain,” ucapnya.
Tito menegaskan, pemerintah pusat melalui Kemendagri tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan, tetapi juga menghadirkan pendekatan yang mendorong daerah untuk lebih inovatif melalui pemberian insentif dan penguatan sistem evaluasi kinerja.
“Pertama soal apakah Polri itu bisa diletakkan sebagai kementerian atau di bawah kementerian, itu memang kami dari Komisi Reformasi itu tidak mengusulkan. Tidak mengusulkan,” kata Mahfud dalam jumpa pers di Kantor KPRP, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
Mahfud menjelaskan, semua usulan memang masuk dalam KKRP. Namun, diskusi berjalan musyawarah memutuskan komite tak mengusulkan Polri di bawah kementerian atau langsung berada di bawah Presiden.
“Artinya Komisi Reformasi berdebat lama, masyarakat juga menyampaikan masukan, lalu didiskusikan. Pada kesimpulannya kita tidak memasukkan itu sebagai usul,” ujar Mahfud.
Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya
Nilai tukar rupiah pada Selasa (5/5) dibuka sedikit terdepresiasi ke level 17.420 per dolar Amerika Serikat (AS). Namun, di balik tekanan tersebut, pelemahan rupiah dinilai masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya. Hal itu dikatakan Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin G. Hutapea. (Foto Dok. Istimewa/ Radar Surabaya)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Nilai tukar rupiah pada Selasa (5/5) dibuka sedikit terdepresiasi ke level 17.420 per dolar Amerika Serikat (AS).
Namun, di balik tekanan tersebut, pelemahan rupiah dinilai masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin G. Hutapea, menegaskan bahwa pergerakan rupiah sejauh ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market sejak awal konflik di Timur Tengah.
Ia memaparkan, sejumlah mata uang lain justru mengalami pelemahan yang lebih dalam. Peso Filipina tercatat melemah 6,58 persen, Baht Thailand turun 5,04 persen, Rupee India terkoreksi 4,32 persen, Peso Chile melemah 4,24 persen, sedangkan Rupiah berada di kisaran pelemahan 3,65 persen. Adapun won Korea mencatat pelemahan lebih rendah, yakni 2,29 persen.
“Pergerakan rupiah masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya,” ujar Erwin di Jakarta, Selasa (5/5).
Data tersebut menunjukkan bahwa meski rupiah kini berada di kisaran 17.400 per dolar AS, tekanan yang terjadi masih tergolong moderat dan tidak sebesar yang dialami sejumlah negara di kawasan maupun global.
Bank Indonesia pun memastikan akan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Intervensi dilakukan melalui berbagai instrumen, mulai dari transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Erwin menegaskan, langkah-langkah tersebut ditempuh secara konsisten dan terukur agar mekanisme pasar tetap berjalan baik dan nilai tukar rupiah tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.
“Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya,” kata dia.
Di tengah tekanan global yang masih berlangsung, komitmen otoritas moneter ini menjadi penopang penting agar gejolak nilai tukar tidak berkembang menjadi risiko yang lebih besar bagi perekonomian nasional. (her/dav)
Vivo S50t Resmi Rilis! Desain Premium S50 Kini Lebih Terjangkau
Foto: sumbar.disway.id
Teknologi.id – Pasar smartphone kembali diramaikan dengan kehadiran perangkat terbaru dari lini S-series milik Vivo. Secara resmi, Vivo S50t meluncur sebagai kembaran dari Vivo S50, namun diposisikan sebagai versi yang lebih murah. Langkah ini memberikan pilihan lebih luas bagi konsumen yang mendambakan desain elegan khas seri S, namun dengan anggaran yang lebih terbatas pada tahun 2026 ini.
Meskipun hadir dengan harga yang lebih kompetitif, Vivo S50t tetap membawa berbagai keunggulan yang ada pada saudara kembarnya. Perangkat ini dirancang untuk pengguna yang memprioritaskan keseimbangan antara tampilan premium dan performa yang andal untuk kebutuhan sehari-hari tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Spesifikasi Identik dengan Harga Lebih Terjangkau
Secara visual, Vivo S50t memiliki tampilan yang hampir tidak berbeda dengan Vivo S50 standar. Ponsel ini tetap mengusung layar berkualitas tinggi dengan bezel tipis yang memberikan pengalaman visual maksimal bagi penggunanya. Di sektor dapur pacu, Vivo melakukan penyesuaian strategis agar tetap dapat menawarkan harga yang lebih ekonomis tanpa mengorbankan stabilitas performa aplikasi.
Perbedaan utama biasanya terletak pada konfigurasi memori atau penggunaan chipset yang lebih efisien secara biaya, namun tetap mampu menjalankan tugas-tugas berat secara lancar. Sektor kamera yang menjadi nilai jual utama seri S juga tetap dipertahankan dengan fitur fotografi cerdas yang mampu menghasilkan foto potret berkualitas tinggi dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Kehadiran Vivo S50t merupakan jawaban bagi segmen pasar yang menginginkan perangkat dengan estetika kelas atas namun tidak memerlukan spesifikasi tertinggi yang ada pada versi Pro atau standar. Dengan baterai berkapasitas besar dan pengisian daya cepat, ponsel ini tetap mampu mendukung mobilitas tinggi para penggunanya sepanjang hari.
Vivo juga menyematkan sistem operasi terbaru yang sudah dioptimalkan untuk efisiensi daya dan keamanan data. Hal ini membuat Vivo S50t tidak hanya menarik dari sisi harga, tetapi juga memberikan nilai lebih (value for money) bagi konsumen yang cerdas dalam memilih gadget. Integrasi teknologi AI pada sistem antarmuka semakin mempermudah navigasi dan penggunaan fitur-fitur pintar di dalamnya.
Peluncuran Vivo S50t diprediksi akan memperkuat posisi Vivo dalam persaingan pasar smartphone menengah di Indonesia. Dengan strategi menghadirkan produk berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau, Vivo berhasil menarik minat konsumen yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan tren di mana masyarakat semakin kritis dalam membandingkan spesifikasi dan harga sebelum memutuskan untuk membeli perangkat baru.
Dukungan layanan purna jual yang luas di Tanah Air juga menjadi nilai tambah bagi setiap produk Vivo yang meluncur. Kita berharap inovasi yang konsisten seperti ini dapat terus mendorong kemajuan teknologi di Indonesia dan memberikan akses bagi lebih banyak orang untuk merasakan kemudahan teknologi digital. Vivo S50t adalah bukti bahwa perangkat bergaya premium tidak selalu harus mahal.