Tag: Limbah
-

Sampah Jadi Omzet: UMKM Tanganku Raup 1.500 Dolar AS per Musim dari Produk Limbah
Limbah diolah UMKM Tanganku jadi produk ekspor ke 8 negara, omzet sampai 1.500 dolar AS per musim. Klinik Ekspor digelar buat UMKM lain nembus pasar global.
-

Pemerintah Aksi Cepat: 6 Pembangkit Sampah Strategis Siap Dilelang, Atasi Krisis Limbah dari Medan hingga Bekasi
Pemerintah akan melelang enam proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) pada semester I 2026. Kepala KSP Muhammad Qodari menyatakan, ini strategi nasional mengurangi sampah dan menghasilkan energi terbarukan. Proyek PSEL ini ditargetkan mengolah 7.000 ton sampah per hari dari enam lokasi prioritas. Lelang ini mendukung target pembangunan energi.
-

Agenda Besar 2029: Pemerintah Pacu Olah Sampah, Bidik 33.000 Ton Limbah Jadi Energi Harian
Pemerintah mempercepat pembangunan PSEL (Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik) di perkotaan. Proyek ini bertujuan mengatasi krisis sampah, mengubahnya menjadi energi listrik. Target 2029, PSEL diharapkan mengurangi timbulan sampah 33.000 ton per hari, meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Lokasi awal meliputi Bekasi dan Yogyakarta.
-

Terobosan UMKM Cianjur: Faber Instrument Bawa Limbah Kayu ke Pasar Internasional, Didukung Penuh BRI
UMKM Faber Instrument di Jawa Barat berhasil mengolah limbah kayu jati menjadi produk audio. Didukung pemberdayaan dan pembiayaan BRI, UMKM ini memperluas jangkauan pasar hingga internasional, termasuk Korea Selatan, serta menjadi suvenir resmi G20. Kapasitas produksi terus meningkat.
-

BRI Ungkit UMKM Cianjur: Limbah Kayu Lokal Tembus Pasar Global
Berkat pemberdayaan BRI, UMKM Faber Instrument asal Jawa Barat sukses mengolah limbah kayu jati menjadi produk audio kerajinan bernilai tinggi. Inovasi ramah lingkungan ini membuka peluang pasar internasional. Dengan dukungan BRI, Faber Instrument kini memperluas jangkauan hingga Korea Selatan, Asia, dan Eropa, menunjukkan keberhasilan UMKM lokal menembus pasar global.
-

Tak Disangka! Mahasiswa UMS Sulap Limbah Kulit Jagung Jadi Hydrozea, Hidrogel Ramah Lingkungan Inovatif
Mahasiswa Teknik Kimia UMS mengembangkan Hydrozea, hidrogel penyerap air inovatif dari limbah kulit jagung. Produk ramah lingkungan ini memanfaatkan kandungan selulosa tinggi. Ditambah essential oil chamomile, Hydrozea berfungsi sebagai antibakteri dan aromaterapi alami. Solusi ini pengganti silika gel sintetis yang tidak terurai, menawarkan opsi berkelanjutan mengatasi kelembapan udara ruangan.