Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
loading…
Pengamat Hukum dan Pembangunan Hardjuno Wiwoho menilai penyelidikan Kejagung terhadap dugaan manipulasi nilai ekspor minyak sawit perlu dilakukan menyeluruh dan transparan. Foto: Dok Sindonews
JAKARTA – Pengamat Hukum dan Pembangunan Hardjuno Wiwoho menilai penyelidikan Kejaksaan Agung (Kejagung) terhadap dugaan manipulasi nilai ekspor minyak sawit oleh PT SIP perlu dilakukan menyeluruh dan transparan. Ketegasan aparat penting untuk menjaga kepastian hukum sekaligus kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Indonesia.
Menurut dia, kepastian hukum merupakan salah satu faktor utama yang diperhatikan investor sebelum menanamkan modal. Karena itu, apabila terdapat dugaan praktik ekspor yang merugikan negara, maka proses penegakan hukum harus berjalan profesional dan tanpa pandang bulu.
“Kasus ini harus menjadi momentum menunjukkan bahwa hukum berlaku sama bagi semua pelaku usaha. Investor yang sehat justru membutuhkan kepastian bahwa negara mampu menindak setiap dugaan pelanggaran secara objektif dan berdasarkan fakta hukum,” ujar Hardjuno, Kamis (18/6/2026).
Apabila dugaan terhadap PT SIP terbukti, maka dampaknya tidak hanya terkait potensi kehilangan penerimaan negara, tetapi juga menyangkut kredibilitas tata kelola sektor ekspor nasional. Sebaliknya, jika PT SIP tidak terbukti melanggar, proses hukum yang transparan juga akan memberikan kepastian bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan.
Sebelumnya, Kejagung mengakui sedang menyelidiki dugaan manipulasi nilai ekspor minyak sawit oleh PT SIP. Perusahaan tersebut diduga melakukan ekspor di bawah harga pasar untuk menekan kewajiban pajak dan menyembunyikan keuntungan.
Kejagung juga telah mendalami informasi terkait fasilitas perbankan dan skema pembiayaan yang digunakan PT SIP sebagai bagian dari proses penyelidikan yang masih berlangsung.
Indomaret Tutup: Bukan Sekadar Promo Minyak Goreng Hilang, Ini Guncangan Ekonomi dan Kenyamanan Harian
Sedang asik scroll di Threads, saya menemukan kabar kalau sebanyak 6.546 gerai Indomaret tutup pada 31 Mei dan 1 Juni 2026. Usut punya usut, ternyata tutupnya gerai sejuta umat tersebut adalah bentuk protes.
Yang saya maksud adalah bentuk protes terhadap kebijakan kebijakan Indomaret yang tidak memberikan uang lembur di tanggal merah. Sebagai gantinya, karyawan yang masuk di tanggal merah akan mendapat ganti hari libur.
Saya lalu mencoba untuk mengingat-ingat. Kemarin, 31 Mei, Indomaret yang ada di sekitar wilayah tempat tinggal saya masih tetap beroperasi. Berarti, Indomaret di sini tidak termasuk dalam 6.546 gerai yang tutup. Namun, ketika saya menyelam ke Instagram maupun mencari dengan kata kunci “Indomaret tutup”, ternyata memang ada yang tidak beroperasi.
Sebagai orang yang cukup sering ke Indomaret, saya hanya bisa berharap mereka menemukan solusi terbaik. Jangan sampai, dari yang semula ada 6.546 gerai tutup, malah merembet jadi semua gerai ikut tutup karena nggak ketemu titik terangnya.
Nah, loh. Bisa kebayang nggak tuh apa jadinya kalau semua gerai tiba-tiba tutup?
#1 Bingung cari tempat ngadem seperti kursi besi andalan kalau Indomaret tutup
Hal pertama yang terlintas di benak saya andai semua gerai Indomaret tutup adalah kita bakal bingung cari tempat untuk ngadem. Selama ini, mereka memang punya hampir semua hal yang kita butuhkan untuk ngadem. Baik ngadem karena cuaca, ataupun ngadem karena isi kepala.
Ini bukan semata cuma soal AC yang memang mak’nyess itu, ya. Lebih dari itu, ada etalase minuman dingin sebagai tempat untuk pura-pura kuat. Sengaja bengong di depan etalase biar dikira bingung pilih minuman, padahal sedang menenangkan isi kepala yang ruwet.
Jangan lupa juga bahwa Indomaret punya kursi besi andalan untuk ngadem. Kursi besi yang berjasa dalam memberi jeda, dari sebuah hari yang luar biasa. Sungguh, yang demikian itu, proses release yang kelihatan sederhana itu, tak bisa diganti dengan toko retail mana pun.
#2 Susah cari promo minyak goreng private label Indomaret
Dari POV emak-emak, kalau sampai semua Indomaret tutup, alamat bakal susah cari minyak goreng kemasan yang harganya terjangkau. Jujur saja, minyak goreng private label adalah penyelamat dari tingginya harga minyak goreng merek lain. Harganya bisa selisih sampai 5 ribu perak. Eman, dong! Duit 5 ribu bisa buat beli tempe 1 papan.
Ya bisa saja sih cari minyak goreng kemasan di minimarket atau sekalian ke supermarket. Kan biasanya di supermarket juga ada promo minyak goreng.
Tapi, kalau ke supermarket, harus mikir bensin ke sana, perjalanannya, parkirnya, belum harus ganti outfit segala. Ribet. Memang paling cocok beli minyak goreng ya ke Indomaret. Lokasinya dekat dari rumah, jadi bisa sat set. Misal perginya pakai baju kaya mau COD biawak juga nggak masalah.
#3 Anak-anak kehilangan hiburan kalau Indomaret tutup
Sementara itu dari POV anak-anak, mereka akan kehilangan salah satu tempat hiburan kalau Indomaret tutup. Di situlah uniknya.
Judulnya sih memang retail, ya, tempat kita memenuhi kebutuhan harian. Tapi dalam praktiknya? mereka juga jadi tempat hiburan bagi anak-anak. Mata mereka selalu berbinar setiap saya ajak ke sana. Bayangan deretan cemilan-cemilan enak, minuman segar, dan aneka printilan lucu-lucu langsung memenuhi isi kepala mereka.
Dan kecintaan anak-anak dengan Indomaret ini juga menguntungkan orang dewasa. Misal ada anak yang tantrum atau yang mau dikasih reward, tinggal bawa saja ke sana.
Lha kalau Indomaret tutup semua, bagaimana ceritanya coba? Mau dibawa ke tempat wisata atau ke mall? Ongkos yang keluar pasti lebih besar.
Itulah 3 hal yang mungkin terjadi. Susah memang ya, di satu sisi kita berharap Indomaret tetap buka seperti biasa. Tapi di sisi lain, gerai yang saat ini memutuskan untuk tutup itu sedang memperjuangkan haknya.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat carainiya.
Harga MinyaKita Turun, Pemerintah Pastikan Pasokan Minyak Goreng Aman
Harga minyak goreng rakyat MinyaKita menunjukkan tren penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah mencatat, rata-rata harga nasional MinyaKita per 10 April 2026 berada di angka Rp15.961 per liter. Angka ini turun 5,45 persen dibandingkan posisi pada 24 Desember 2025 yang sempat menyentuh Rp16.881 per liter, sebelum kebijakan terbaru diterapkan. Di tengah penurunan harga tersebut, pemerintah juga mencatat distribusi MinyaKita berjalan cukup tinggi. Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, Selasa (12/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Harga minyak goreng rakyat MinyaKita menunjukkan tren penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah mencatat, rata-rata harga nasional MinyaKita per 10 April 2026 berada di angka Rp15.961 per liter.
Angka ini turun 5,45 persen dibandingkan posisi pada 24 Desember 2025 yang sempat menyentuh Rp16.881 per liter, sebelum kebijakan terbaru diterapkan.
Di tengah penurunan harga tersebut, pemerintah juga mencatat distribusi MinyaKita berjalan cukup tinggi.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, hingga 10 April 2026, realisasi distribusi MinyaKita telah mencapai sekitar 49,45 persen.
Capaian itu melampaui batas minimal distribusi sebesar 35 persen yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat.
Meski begitu, Mendag mengingatkan bahwa MinyaKita tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan untuk melihat kondisi harga dan pasokan minyak goreng di pasar.
Menurutnya, pasokan MinyaKita juga dipengaruhi oleh skema Domestic Market Obligation (DMO) atau kewajiban pemenuhan pasar domestik.
“Saat ini tidak terjadi kelangkaan minyak goreng di pasar. Ketersediaan pasokan minyak goreng aman karena masih ada minyak goreng premium dan minyak goreng second brand sebagai opsi,” ujar Budi Santoso, ditulis Selasa (12/5).
Ia juga menegaskan bahwa jumlah pasokan MinyaKita sangat bergantung pada volume ekspor produk turunan kelapa sawit.
“Selain itu, ketersediaan pasokan MinyaKita tergantung pada DMO. Kalau ekspornya tidak banyak, makanya pasokan DMO juga tidak banyak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Budi menjelaskan, ketentuan distribusi minimal 35 persen merupakan ambang batas yang wajib dipenuhi pelaku usaha.
Dalam praktiknya, realisasi distribusi bisa melampaui angka tersebut, tergantung pada besarnya volume ekspor produk turunan sawit yang kemudian memengaruhi pasokan DMO di dalam negeri. (her/dav)
Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Rp116 T: Gebrakan Kilang Minyak, Pengganti LPG, dan Biodiesel untuk Kedaulatan Energi.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II di Cilacap. Investasi total mencapai Rp116 triliun. Proyek hilirisasi ini mencakup sektor energi, mineral, dan pertanian. Tujuannya memperkuat kemandirian ekonomi, mengurangi ketergantungan impor, serta meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik Indonesia. Ini juga menciptakan peluang kerja.
Babak Baru Skandal Minyak Mentah: 5 Terdakwa Dituntut Belasan Tahun Penjara
Jaksa menuntut lima terdakwa kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina. Tuntutan hukuman 6-12 tahun penjara dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Para terdakwa ini merupakan mantan pejabat penting Pertamina, termasuk SVP Integrated Supply Chain dan VP Crude & Product Trading.
Kabar Gembira, di Tengah Dunia yang Memanas Indonesia Akan Dapat Pasokan Minyak dari Rusia
Sebagai tindak lanjut pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melakukan pertemuan dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di Moskow pada Selasa (14/4) lalu. Bahlil pun melaporkan hasil diplomasi energi yang dilakukannya kepada Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Sebagai tindak lanjut pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melakukan pertemuan dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di Moskow pada Selasa (14/4) lalu.
Bahlil pun melaporkan hasil diplomasi energi yang dilakukannya kepada Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4).
Bahlil menuturkan bahwa Rusia siap untuk memasok minyak mentah untuk mendukung ketahanan energi Indonesia.
“Alhamdulillah cukup menggembirakan bahwa kita akan mendapat pasokan crude (minyak mentah) dari Rusia,” kata Bahlil, seperti dikutip dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Di tengah dinamika global yang berdampak pada pasokan minyak dunia, Bahlil menambahkan, pemerintah terus mencari pasokan minyak dari berbagai negara. Sebab, Indonesia membutuhkan impor minyak hingga 1 juta barel setiap hari.
Atas arahan dari Presiden Prabowo, Bahlil berupaya mengamankan pasokan minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri hingga akhir tahun.
“Bapak Presiden selalu berpikir untuk bagaimana caranya agar ketersediaan kita satu tahun itu harus tetap ada. Saya menindaklanjuti untuk crude satu tahun dari mulai bulan ini sampai dengan bulan Desember, Insyaallah sudah aman. Jadi kita enggak perlu risau, tinggal kita meningkatkan produksi dari kilang kita,” ujarnya.
Bahlil pun menjamin bahwa kepentingan nasional senantiasa dikedepankan. Untuk harga minyak yang diimpor misalnya, pemerintah mencari harga terbaik. “Yang jelas kita akan mencoba untuk tidak boleh lebih dari harga pasar. Harga di bawah pasar itu jauh lebih baik, tapi minimal sama dengan harga pasar,” tegasnya.
Selain pasokan minyak mentah, Bahlil juga membahas peluang kerja sama pembangunan infrastruktur energi dengan Rusia. “Pihak Rusia juga siap membangun beberapa infrastruktur yang penting dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita,” ucapnya.
Dalam pertemuan dengan Menteri Energi Rusia, Bahlil pun melakukan penjajakan pasokan LPG. “Insyaallah kita juga akan mendapat support, tetapi yang ini masih butuh perjuangan, masih butuh komunikasi dua atau tiga tahap (dengan Rusia. Tapi kalau crude-nya saya pikir sudah hampir final,” tutupnya. (her/dav)
Pemerintah Salurkan Bantuan Krusial: Ratusan Warga Trompo Jawa Tengah Terima Beras dan Minyak
KENDAL – Sebanyak 237 warga Kelurahan Trompo, Kecamatan Kendal menerima bantuan cadangan pangan pemerintah (CPP), berupa beras dan minyak goreng, Rabu (15/4/2026). Masing-masing penerima memperoleh bantuan untuk dua bulan, yakni 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari berharap, bantuan CPP dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
“Melalui bantuan cadangan pangan ini, kami berharap masyarakat dapat lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti beras dan minyak. Dengan demikian, pengeluaran untuk kebutuhan pokok bisa ditekan dan dialihkan ke kebutuhan lain yang tidak kalah penting, termasuk pemenuhan gizi keluarga,” ujarnya.
Disampaikan, program tersebut tidak hanya berfokus pada bantuan ekonomi, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, kecukupan pangan dalam keluarga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan anak.
Lurah Trompo, Isrita Hanifah menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal kepada warganya. Bantuan tersebut sangat membantu masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
“Bantuan beras dan minyak ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kelurahan Trompo,” ungkapnya.
Dia berharap, penyaluran bantuan CPP tersebut dapat terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah, dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya bantuan tersebut, masyarakat dapat lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga secara keseluruhan.
Kejagung Bongkar Korupsi Minyak Petral, 7 Tersangka Terjerat!
loading…
Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan minyak mentah dan produk kilang pada Petral periode 2008–2015. Foto/Nur Khabibi
JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan minyak mentah dan produk kilang pada Petral periode 2008–2015. Penetapan tersangka ini dilakukan setelah tim penyidik mengantongi alat bukti yang cukup dari hasil penyidikan mendalam.
“Pada hari ini, tim penyidik menetapkan tujuh orang tersangka dalam perkara dugaan pengadaan minyak mentah dan produk kilang pada Petral tahun 2008 sampai dengan 2015,” kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi saat konferensi pers di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026).
Syarief menjelaskan, perkara ini bermula dari temuan adanya kebocoran informasi rahasia internal Petral Energy Services terkait kebutuhan minyak mentah dan gasolin.
Manuver Global Prabowo: Mengunci Pasokan Minyak Indonesia dari Berbagai Penjuru Dunia
Presiden Prabowo Subianto menyatakan kunjungan luar negerinya bertujuan mengamankan pasokan minyak bagi kebutuhan dalam negeri. Pernyataan ini disampaikan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4). Di tengah situasi geopolitik global, pemerintah aktif menjalin komunikasi dan kerja sama antarnegara untuk stabilitas energi. Prabowo sebelumnya mengunjungi Jepang dan Korea Selatan, serta akan kembali melakukan perjalanan dinas serupa.
Terobosan ITS: Minyak Sawit Kini Jadi Bensin, Efisiensi 83% Menggebrak Industri Energi.
Foto: ITS
Teknologi.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali melahirkan inovasi strategis di sektor energi terbarukan. Tim peneliti dari Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS berhasil mengembangkan metode produksi bensin berbahan baku minyak kelapa sawit mentah(Crude Palm Oil/CPO) yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Inovasi yang diberi nama bensin sawit atau “Benwit” ini diproyeksikan menjadi jawaban atas ancaman krisis energi global dan ketergantungan Indonesia pada bahan bakar fosil.
Rektor ITS, Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, ST., MScEng., PhD., menegaskan bahwa inovasi ini hadir di momentum yang tepat, terutama melihat situasi geopolitik dan krisis bahan bakar minyak (BBM) yang tengah melanda kawasan ASEAN akibat konflik di Timur Tengah.
“Ini adalah peluang besar bagi pemerintah untuk mengembangkan energi alternatif dan mengurangi ketergantungan pada impor energi,” ujarnya pada Selasa (7/4/2026).
Terobosan Katalis Bimetalik: Suhu Turun, Hasil Meningkat
Riset yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ini dipimpin oleh Dr. Eng. Hosta Ardhyananta, ST., MSc. Fokus utama penelitian ini adalah mengonversi minyak sawit mentah yang bersifat padat menjadi produk bensin biogasoline yang siap pakai dengan residu seminimal mungkin.
Dalam proses produksinya, tim ITS menggunakan metode catalytic cracking, sebuah teknik pemecahan molekul besar menjadi molekul yang lebih kecil menggunakan katalis khusus. Awalnya, riset ini menggunakan katalis berbasis alumina(γ-Al₂O₃) yang berperan sebagai “gunting molekuler” untuk memecah trigliserida dalam CPO menjadi fraksi hidrokarbon ringan. Proses awal ini mampu mengonversi sekitar 60 persen CPO menjadi bensin, namun membutuhkan suhu operasi yang sangat tinggi mencapai 420 derajat Celsius.
Pengembangan lebih lanjut kemudian membawa lompatan besar dengan penggunaan katalis bimetalik nikel oksida (NiO) dan tembaga oksida (CuO) dengan komposisi seimbang. Kombinasi dua oksida logam ini bekerja secara sinergis: NiO berperan memutus rantai karbon secara efektif, sementara CuO membantu menghilangkan kandungan oksigen yang tidak diinginkan. Hasilnya, suhu operasi berhasil ditekan hingga 380 derajat Celsius, sementara rendemen atau hasil bensin nabati meningkat drastis hingga mencapai 83 persen.
Produk Berkualitas Setara Bensin Komersial
Foto: ITS
Produk bensin nabati yang dihasilkan didominasi oleh hidrokarbon rantai pendek pada rentang C5 hingga C11, yang secara kimiawi sangat identik dengan komponen bensin komersial yang beredar di pasaran. Tidak hanya fokus pada produk utama, riset ini juga mengusung konsep zero emission dengan memanfaatkan seluruh produk sampingan untuk menciptakan sistem sirkular:
Gas Hasil Samping: Digunakan kembali sebagai bahan bakar pemanas reaktor produksi guna menekan biaya operasional.
Residu Cair: Memiliki karakteristik mirip oli atau minyak jelantah yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar kompor alternatif bagi masyarakat atau industri kecil.
“Kami merancang sistem ini agar benar-benar minim limbah. Residu cairnya pun memiliki stabilitas tinggi sehingga bisa dimanfaatkan kembali seperti bahan bakar minyak tanah untuk kebutuhan rumah tangga,” jelas Hosta.
Inovasi “Benwit” ini telah mulai diimplementasikan pada mesin-mesin pertanian yang memiliki fleksibilitas tinggi terhadap penggunaan bahan bakar alternatif. Pemilihan mesin pertanian sebagai obyek uji coba pertama dikarenakan kemudahan modifikasi sistem pembakarannya. Langkah ini merupakan dedikasi ITS untuk menciptakan kemandirian teknologi bagi petani Indonesia, agar mereka memiliki kendali atas energi mereka sendiri tanpa harus terombang-ambing oleh fluktuasi harga BBM fosil dunia.
Lahirnya kemandirian teknologi dalam produksi bensin lokal ini diharapkan dapat menekan nilai jual energi kepada masyarakat luas. Selama ini, banyak produsen migas nasional masih bergantung pada peralatan dan mesin produksi dari luar negeri, seperti Amerika Serikat. Dengan menggunakan alat dan metode karya anak bangsa, beban biaya teknologi tersebut bisa dipangkas secara signifikan.
Secara filosofis, riset ini sejalan dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin ke-7 mengenai energi bersih dan terjangkau, poin ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta poin ke-13 terkait penanganan perubahan iklim. Berdasarkan Life Cycle Assessment (LCA), proses produksi biogasoline ini memiliki jejak karbon yang sangat rendah dibandingkan proses pengolahan minyak bumi konvensional.
Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, Fadlilatul Taufany, ST., PhD., menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI agar inovasi Benwit ini dapat segera masuk ke tahap uji coba proyek nasional. Ke depannya, ITS menargetkan pengembangan kapasitas produksi yang lebih besar agar manfaat bensin sawit ini dapat dirasakan luas oleh masyarakat Indonesia sekaligus mewujudkan kedaulatan energi nasional yang sejati.