Modul Bijak Keuangan resmi diluncurkan untuk tingkatkan pemahaman finansial generasi muda – Lombok Insider

12 min read
152
Modul Bijak Keuangan resmi diluncurkan untuk tingkatkan pemahaman finansial generasi muda – Lombok Insider

LOMBOK INSIDER – Di tengah kemudahan akses layanan keuangan digital, generasi muda Indonesia dari kalangan Gen Z dan Milenial menghadapi tantangan baru dalam mengelola keuangan secara sehat.

Banyak anak muda mulai mengambil keputusan finansial, namun tanpa panduan yang memadai.

Akibatnya, gaji atau uang jajan kerap habis lebih cepat dari rencana, utang diambil tanpa perhitungan, dan risiko finansial baru disadari setelah masalah muncul.

Baca Juga: Pandji Pragiwaksono tempuh jalur adat Toraja untuk selesaikan persoalan

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 oleh OJK dan Badan Pusat
Statistik (BPS) menunjukkan adanya kesenjangan antara pemanfaatan layanan keuangan dan tingkat pemahaman masyarakat.

Indeks inklusi keuangan tercatat mencapai 80,51%, sementara literasi baru berada di angka 66,46%.

Kesenjangan juga terlihat jelas pada Gen Z dan Milenial, di mana kelompok usia 18–25 tahun mencatat inklusi 89,96% dengan literasi 73,22%, usia 26–35 tahun inklusi 86,10% dengan literasi 74,04%, serta usia 36–50 tahun inklusi 85,81% dengan literasi 72,05%.

Baca Juga: Viral Gen Z disebut kalah cerdas dari milenial, benarkah dipengaruhi pola belajar gadget dan buku?

Melihat tantangan ini, PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) bersama Asosiasi
Fintech Indonesia (AFTECH) dan International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia meluncurkan MOJANG (Modul Bijak Keuangan), sebuah panduan literasi keuangan praktis yang dirancang khusus untuk Gen Z dan Milenial.

MOJANG hadir sebagai materi edukasi yang dekat dengan realitas keseharian anak muda, sekaligus mengajak generasi muda untuk belajar tentang keuangan dalam komunitas yang saling mendukung agar bisa jadi lebih paham dalam mengambil keputusan finansial sejak awal.

Dalam sambutannya, Kepala Divisi Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan, Naomi Triyuliyani, mengapresiasi peluncuran MOJANG yang dapat
menjadi sarana diseminasi agar semakin banyak pihak yang ikut membangun kesadaran mengenai keuangan bagi masyarakat karena peningkatan literasi itu merupakan kerja sama
dari seluruh pihak.

“Kami berharap peluncuran MOJANG menjadi langkah awal bagi kita semua untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam literasi keuangan ataupun motivasi untuk terus meningkatkan skill kehidupan lainnya. Kami sangat mengharapkan seluruh fasilitas yang ada termasuk MOJANG, dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk semakin membangun awareness, membangun keterampilan anak-anak muda terutama meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan keuangan,†kata Naomi.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Firlie Ganinduto juga menilai
laju adopsi layanan keuangan digital di kalangan Gen Z dan Milenial berjalan sangat cepat,
sehingga perlu diimbangi penguatan literasi yang juga bergerak dengan kecepatan dan ritme yang sama.

Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan jadi kendaraan untuk mengejar kesenjangan literasi, menjangkau lebih banyak anak muda dengan cara yang relevan, adaptif,
dan mengikuti dinamika dunia digital.

Halaman:




Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nurhalimah Halimah

Tags


Artikel Terkait




Rekomendasi

Terkini

“Bagi AFTECH, inovasi fintech harus berjalan beriringan dengan literasi keuangan dan
perlindungan konsumen. MOJANG menjadi contoh kolaborasi strategis agar generasi muda tidak hanya punya akses, tetapi juga pemahaman dalam menggunakan layanan keuangan digital secara bertanggung jawab,†ujar Firlie.

Panduannya Generasi Muda Atur Uang, Atur Utang dengan Bijak

Sebagai platform Pindar berizin dan diawasi OJK, Easycash melihat peningkatan literasi keuangan generasi muda sebagai kebutuhan mendesak seiring cepatnya perubahan perilaku finansial di era digital.

MOJANG dirancang bersama AFTECH dan IARFC Indonesia sebagai panduan praktis yang relevan dengan keseharian anak muda, agar mereka mampu memahami kondisi keuangannya dan mengambil keputusan finansial secara lebih sehat dan berkelanjutan.

Program literasi ini dihadirkan dengan semangat #MulaiDariMOJANG, yakni memulai pemahaman finansial sebelum akses digunakan secara aktif.

Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo menekankan bahwa perubahan besar selalu
berawal dari kemauan untuk belajar.

Oleh karena itu, MOJANG dikemas dengan pendekatan yang ringan, kontekstual, dan mudah dipahami.

Modul ini membahas topik-topik krusial seperti pengelolaan arus kas, manajemen utang, reputasi kredit, serta kemampuan membedakan platform pendanaan bersama berizin dan pinjaman ilegal.

“Gen Z dan milenial hidup di tengah arus informasi dan pilihan yang serba cepat, sehingga rentan salah langkah dalam mengambil keputusan finansial. Lewat MOJANG, kami ingin menghadirkan panduan yang dekat dengan realitas mereka, tidak menggurui, tetapi mendampingi proses belajar. Dengan pemahaman yang tepat sejak awal, mereka bisa
#JadiLebihPaham dalam memilih keputusan finansial hari ini tanpa mengorbankan rencana hidup di masa depan,†ungkap Nucky.

Reputasi Kredit adalah Kunci Membangun Masa Depan Finansial

MOJANG juga menyoroti pentingnya reputasi kredit sebagai aset yang kerap luput diperhatikan Gen Z dan Milenial, mengingat setiap keputusan finansial memiliki dampak jangka panjang.

Padahal, cara seseorang mengelola utang, memenuhi kewajiban pembayaran, hingga bersikap disiplin terhadap komitmen finansial akan tercermin langsung pada rekam jejak kreditnya dan tentu bisa menentukan masa depan finansialnya.

President & Chairman International Association of Registered Financial Consultants Indonesia (IARFC Indonesia), Aidil Akbar Madjid, menjelaskan reputasi kredit bukan sekadar catatan administratif, tapi cerminan perilaku finansial seseorang dari waktu ke waktu.

Rekam jejak ini sangat menentukan kepercayaan dan akses terhadap berbagai layanan keuangan, mulai dari pinjaman, pembiayaan usaha, hingga perencanaan finansial jangka panjang.

Di tengah maraknya fenomena gagal bayar (galbay), pemahaman tentang reputasi kredit menjadi semakin krusial agar generasi muda tidak terjebak pada konsekuensi yang berkepanjangan.

Halaman:




Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nurhalimah Halimah

Tags


Artikel Terkait




Rekomendasi

Terkini

“Dari sudut pandang perencana keuangan, masalah sering kali bukan pada produknya, tetapi pada kurangnya literasi. MOJANG hadir sebagai panduan praktis agar generasi muda memahami risiko, reputasi kredit, dan mampu mengambil keputusan finansial secara lebih bijak dan bertanggung jawab,†jelas Akbar.

Lewat MOJANG, Nucky menambahkan, Easycash ingin mendorong tumbuhnya kebiasaan finansial yang lebih sehat di kalangan generasi muda melalui edukasi yang praktis, relevan, dan mudah diterapkan.

“Upaya ini jadi bagian dari komitmen bersama kita untuk memperkuat literasi keuangan agar generasi muda nggak hanya melek layanan keuangan, tetapi juga mampu
mengelola risiko dan tanggung jawabnya sejak dini, untuk menyiapkan masa depan finansial yang sehat dan berkelanjutan,†tutupnya.***

Halaman:




Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nurhalimah Halimah

Tags


Artikel Terkait




Rekomendasi

Terkini

More like this
BRI dominasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) porsi 49 persen dari total nasional, dukung program 3 juta rumah – Lombok Insider

BRI dominasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) porsi 49 persen dari total nasional, dukung program 3 juta rumah – Lombok Insider

admin
Wadirut MIND ID: Indonesia harus ‘Naik Kelas’, kejar pertumbuhan ekonomi 8 persen – Lombok Insider

Wadirut MIND ID: Indonesia harus ‘Naik Kelas’, kejar pertumbuhan ekonomi 8 persen – Lombok Insider

admin
IFG Progress soroti pentingnya tata kelola dalam kenaikan batas investasi saham – Lombok Insider

IFG Progress soroti pentingnya tata kelola dalam kenaikan batas investasi saham – Lombok Insider

admin