iPhone HP bapak-bapak? Bapak-bapak nggak mampu beli iPhone!

iPhone HP bapak-bapak? Bapak-bapak nggak mampu beli iPhone!

Beredar julukan baru buat iPhone: HP bapak-bapak, atau dad phone. Cap itu muncul gara-gara desain iPhone yang dinilai gitu-gitu aja, kurang inovasi. Padahal tiap tahun Apple cuma mengubah ukuran, jumlah kamera, dan bentuk poni, dari notch sampai dynamic island. Itu saja.

Di satu sisi, konsistensi itu wajar. Desain iPhone sekarang memang penyempurnaan dari edisi-edisi sebelumnya. Apple bukan tipe yang suka bongkar pasang tampilan tiap tahun. Tapi di sisi lain, konsistensi ini justru bikin banyak anak muda meninggalkan produk andalannya.

Alhasil, iPhone dicap terlalu biasa, mainstream, dan main aman. Nggak cute, kurang exciting. Padahal sudah keluar berbagai varian iPhone 17, dari Pro Max sampai Air, dengan beragam pilihan warna. Tetap saja dibilang biasa, sampai akhirnya dapat julukan HP bapak-bapak.

Ironi di Balik Julukan Itu

Sekarang bagian yang lucu. iPhone dibilang HP bapak-bapak karena desainnya terlalu biasa. Tapi kalau dilihat di lapangan, iPhone justru jauh dari dunia bapak-bapak.

Jarang ada bapak-bapak, apalagi yang usianya di atas 40 tahun, yang pakai iPhone. Mereka nggak terbiasa, nggak ngerti, dan seringnya nggak mampu atau nggak mau beli. Uangnya lebih enak buat jatah hobi.

Coba tanya bapak-bapak di sekitar. Mampu dan mau beli iPhone? Jawabannya pasti nggak. Kalau pun mampu, biasanya yang beli buat anak atau istri. Bapak-bapak pakai HP 25 juta-an untuk diri sendiri? Jarang banget. Mending Android 5-7 jutaan, sisanya buat ikut lomba mancing atau beli burung. Buat yang HP-nya mulai penuh padahal aplikasi udah dihapus, storage Android yang bandel bisa jadi teka-teki tersendiri.

Aneh, kan? Hanya karena desain yang dirasa kalah dari Samsung Galaxy terbaru, dan karena banyak anak muda Korea pindah ke Galaxy Z Fold 8, iPhone langsung dicap HP bapak-bapak. Cupet banget logikanya. Bapak-bapak sendiri bakal kaget dengar cap ini.

Lagipula, fenomena ini kayaknya baru ada di Korea. Di Indonesia belum masif, bahkan nyaris nggak ada. Justru yang sering terlihat di sini: HP Samsung flagship ada di tangan orang-orang tua, termasuk bapak-bapak. Jadi mana yang lebih pantas disebut HP bapak-bapak, hayo?


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *