Author: admin
4 jasa paling nggak terduga yang pernah saya temukan di Threads
Konon, aplikasi Threads itu awalnya digadang-gadang jadi tempat adem buat curhat colongan. Gratis, nggak perlu bayar mahal buat sewa jasa psikolog. Pun, reaksinya juga asli dari manusia, ada pro dan kontra. Bukan cuma selalu divalidasi ala Chat GPT.
Akan tetapi, seiring berjalannya waktu dan himpitan kebutuhan in this economy, platform tersebut malah berubah fungsi jadi pasar malam paling absurd sedunia. Bayangkan saja, beberapa kali saya sempat menemukan akun yang menawarkan jasa menggantikan orang masuk penjara.
Saya kurang tahu itu serius atau bercanda, tapi beberapa warganet mengonfirmasi bahwa jasa semacam itu memang ada. Bedanya, dulu nggak dijajakan terang-terangan seperti sekarang.
Lucunya, fenomena penggantian menjalani kurungan tersebut hanyalah puncak gunung es dari lautan kerandoman di Threads. Ada jauh lebih banyak dagangan out of the box yang sukses bikin saya merenungi nasib kewarasan WNI belakangan ini.
#1 Di Threads ada jasa menghabiskan sisa martabak supaya tidak terbuang sia-sia
Pernah khilaf beli martabak manis ukuran jumbo sendirian di malam hari hanya lantaran lapar mata? Mau dimakan lagi sisanya, lambung sudah melambaikan tangan. Tapi, kalau dibuang, rasanya dosa besar. Nah, di sinilah jiwa bisnis warga Threads menyelamatkan para pembeli martabak impulsif.
Meski terdengar konyol, realitanya ada orang yang mau membantu menghabiskan martabak sisa dengan bayaran tertentu. Ini bukan sekadar urusan perut kenyang, tapi bentuk gotong royong digital biar makanan nggak mubazir. Toh, win-win solution juga. Orang yang memesan jasa ini, bakal dibebaskan dari rasa bersalah.
#2 Selalu grogi saat presentasi? Kalian bisa memanfaatkan jasa menemani presentasi
Buat sebagian orang, berdiri dan berbicara di hadapan banyak orang itu horor. Demam panggung memang nyata adanya. Keringat dingin bercucuran, tenggorokan tercekat, dan kepala kosong melompong. Bablas sudah segala materi presentasi yang sudah dihafal semalam.
Itu mengapa, ada saja yang kreatif mengiklankan jasa menemani presentasi lewat Threads. Tugasnya sederhana. Biasanya cukup mengoperasikan slide. Namun, kehadiran fisik pemberi jasa ini setidaknya bisa jadi penangkal ampuh supaya presenter nggak merasa sendirian di depan. Dukungan mental gitu, ceritanya.
#3 Di Threads ada jasa pencabut uban profesional
Pasti banyak dari kita yang diminta mencabut uban di kepala ayah saat masih bocah. Upahnya kadang cuma ucapan terima kasih atau recehan buat sekadar jajan es lilin. Rupanya, trauma masa kecil itu sekarang bertransformasi menjadi peluang bisnis random di Threads.
Ada netizen yang dengan percaya diri menawarkan jasa pencabut uban profesional. Biar lebih oke, ditambah pula standar operasional prosedur yang mumpuni. Mulai dari lampu penerangan, pijatan relaksasi di kepala, hingga keahlian memilah helai rambut putih biar nggak salah cabut.
#4 Jasa ojek eksklusif buat penumpang perempuan, jaminan rasa aman di jalan
Bagi sebagian besar perempuan, memesan ojek online sering kali mendatangkan rasa cemas tersendiri. Bukan cuma soal keselamatan fisik di jalan raya, tapi juga ketakutan menghadapi driver yang hobi melontarkan basa-basi beracun. Melihat celah ini, muncullah penawaran jasa ojek eksklusif khusus perempuan di Threads.
Konsepnya sederhana. Pengemudinya perempuan, penumpangnya juga harus perempuan. Penyewa jasa bisa menikmati perjalanan dengan lebih lega, tanpa risih mendengar gombalan basi yang memaksa mereka selalu siaga pasang mode darurat.
Bagaimana, tertarik melirik deretan peluang bisnis nyeleneh di Threads?
Kalau dipikir-pikir, apa yang terjadi di Threads ini membuktikan satu hal. Kreativitas netizen ditambah tuntutan ekonomi masa kini mampu melahirkan kombinasi yang luar biasa ajaib. Jadi, ketimbang pusing memikirkan cara dapat cuan konvensional yang makin bikin stres, siapa tahu kamu punya keahlian nyentrik lain yang bisa dijual besok pagi, kan?
Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia IntanTerminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Terakhir diperbarui pada 3 Agustus 2026 oleh
Bukan Cuma Donor Darah Pmi Jateng Diharap Jadi Garda Terdepan Hadapi Kekeringan
SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah, memperkuat perannya sebagai garda depan penanganan bencana termasuk kekeringan yang melanda. Tidak hanya berfokus pada pelayanan donor darah, tetapi juga aktif dalam respons cepat, pelayanan kemanusiaan, dan penanganan keadaan darurat.
Hal itu disampaikan Luthfi, saat menghadiri pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Provinsi Jawa Tengah masa bakti 2026-2031, di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (31/7/2026).
Menurut Luthfi, Jawa Tengah merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, mulai dari banjir, tanah longsor, rob, gunung meletus, hingga kekeringan saat musim kemarau. Kondisi tersebut menuntut kolaborasi yang semakin kuat antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan PMI.
“Tidak hanya masalah donor darah, tetapi penanganan dapur umum, penanganan kemanusiaan, penanganan awal ketika masyarakat mengalami bencana. Bahkan kalau perlu terjadi kecelakaan lalu lintas, PMI harus hadir,” katanya, seusai pelantikan PMI Jateng.
Gubernur berharap, kepengurusan baru PMI Jawa Tengah mampu menghadirkan terobosan dalam penanganan bencana, mulai dari tahap mitigasi hingga pascabencana.
“Dengan adanya pelantikan yang baru ini diharapkan kita mempunyai terobosan kreatif, dalam rangka meminimalisasi bencana sampai dengan pascabencana. Quick response penanganan cepat sangat diperlukan,” ujarnya.
Luthfi juga optimistis kepengurusan baru akan semakin memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, karena para pengurus telah berpengalaman dalam berbagai aksi kemanusiaan.
Ketua PMI Jawa Tengah, Haryanto mengatakan, pihaknya siap mendukung dalam penanganan kebencanaan, pelayanan kesehatan, pembinaan relawan, dan pemenuhan kebutuhan darah.
Ditambahkan, saat ini PMI Jawa Tengah sedang fokus pada penanganan kekeringan. Haryanto menyebut, pihaknya telah mendistribusikan sekitar 2,2 juta liter air bersih, ke daerah terdampak kekeringan di 14 kabupaten/ kota. Bantuan tersebut disalurkan melalui 433 kali pengiriman menggunakan 18 unit truk tangki, yang menjangkau 288 desa di 48 kecamatan, dengan penerima manfaat lebih dari 109 ribu jiwa.
Selain itu, PMI Jawa Tengah bersama PMI kabupaten/ kota, Pemprov Jateng, TNI, Polri, dan instansi terkait lainya, telah menyalurkan bantuan bagi korban bencana di Aceh dan Sumatera berupa bantuan logistik senilai sekitar Rp1,7 miliar, serta dukungan dana Rp2,2 miliar.
Sementara itu, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla, berpesan kepada PMI Jateng agar lebih berkembang, termasuk saat penanganan kebencanaan.
“Semua bencana itu harus dibantu, banjir apa kekeringan, apa gempa itu, PMI selalu aktif di manapun di Indonesia. Itu selalu menjadi bagian daripada program,” kata Jusuf Kalla, seusai melantik Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Provinsi Jawa Tengah masa bakti 2026-2031.
Terkait kekeringan yang melanda, PMI siap membantu masyarakat dalam penanganannya. Beberapa bulan terakhir ini, PMI telah mendistribusikan air bersih.
“Sudah didistribusikan (air bersih) sejak bulan lalu sudah berjalan,” terangnya. (Ak/Ul, Diskomdigi Jateng)

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Indonesia Bisa Melihatnya?

Foto: Ilustrasi ini dibuat oleh AI Teknologi.id – Fenomena Gerhana Matahari Total akan terjadi pada 12 Agustus 2026 dan diprediksi menjadi salah satu peristiwa astronomi paling spektakuler tahun ini. Saat gerhana total berlangsung, Bulan akan menutupi seluruh piringan Matahari sehingga langit berubah gelap selama beberapa menit di wilayah yang berada di jalur totalitas.
Lantas, apakah masyarakat Indonesia bisa menyaksikan fenomena langka tersebut?
Baca juga:Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Gelapkan Langit Makkah, Kapan Terjadi?
Apakah Gerhana Matahari Total Bisa Dilihat dari Indonesia?
Sayangnya, jawabannya tidak.
Berdasarkan data NASA, Indonesia tidak termasuk wilayah yang akan dilintasi jalur Gerhana Matahari Total maupun Gerhana Matahari Sebagian pada 12 Agustus 2026. Dengan demikian, masyarakat di Tanah Air tidak dapat menyaksikan fenomena tersebut secara langsung.
Meski begitu, masyarakat Indonesia tetap dapat mengikuti jalannya gerhana melalui siaran langsung yang biasanya diselenggarakan oleh NASA, European Space Agency (ESA), maupun observatorium internasional.
Apa Itu Gerhana Matahari Total?
Gerhana Matahari Total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari sehingga seluruh piringan Matahari tertutup dari pandangan pengamat di Bumi.
Pada fase totalitas, langit akan berubah menjadi gelap seperti menjelang malam dan korona Matahari, yaitu lapisan atmosfer terluarnya, akan terlihat dengan mata telanjang. Fenomena ini hanya dapat disaksikan dari wilayah yang berada tepat di jalur bayangan Bulan.
Wilayah yang Dapat Menyaksikan Gerhana
Menurut NASA, jalur Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026 akan melintasi sejumlah wilayah berikut:
- Samudra Arktik
- Greenland
- Islandia
- Samudra Atlantik
- Spanyol
- Rusia
- Sebagian kecil Portugal
Sementara itu, Gerhana Matahari Sebagian dapat diamati dari sebagian besar wilayah Eropa, Afrika Utara, Kanada, Amerika Utara bagian utara, serta beberapa wilayah di Samudra Atlantik dan Samudra Arktik.
Spanyol Diprediksi Jadi Lokasi Favorit
Spanyol diperkirakan menjadi salah satu lokasi terbaik untuk menikmati Gerhana Matahari Total. Jalur totalitas akan melintasi beberapa wilayah, seperti Galicia, Asturias, Castile and León, Aragon, hingga Kepulauan Balearic.
Menurut laporan pemerintah Spanyol yang dikutip sejumlah media internasional, fenomena ini diperkirakan akan menarik sekitar 17 juta pengunjung, termasuk sekitar 5 juta wisatawan mancanegara, sehingga diperkirakan menjadi salah satu momen wisata astronomi terbesar di Eropa.
Selain Spanyol, Islandia juga diperkirakan menjadi destinasi favorit karena berada tepat di jalur gerhana total.
NASA Siapkan Misi Penelitian
Gerhana Matahari Total juga menjadi momen penting bagi para ilmuwan untuk melakukan berbagai penelitian.
NASA berencana menerbangkan pesawat penelitian WB-57 guna mengikuti bayangan Bulan sehingga pengamatan terhadap korona Matahari dapat dilakukan lebih lama dibandingkan dari permukaan Bumi.
Selain itu, NASA bersama mitranya juga akan menerbangkan puluhan balon penelitian untuk mempelajari perubahan atmosfer, suhu, serta kondisi lingkungan ketika cahaya Matahari tertutup selama gerhana berlangsung.
Jangan Melihat Matahari Secara Langsung
Bagi masyarakat yang berada di wilayah yang dapat menyaksikan gerhana, NASA mengingatkan agar tidak melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung khusus.
Pengamatan hanya aman dilakukan menggunakan:
- Kacamata gerhana berstandar ISO 12312-2.
- Metode pengamatan tidak langsung, seperti pinhole projection.
Melihat Matahari tanpa perlindungan yang sesuai dapat menyebabkan kerusakan permanen pada retina mata.
Kesimpulan
Gerhana Matahari Total akan terjadi pada 12 Agustus 2026, tetapi tidak dapat disaksikan langsung dari Indonesia. Fenomena ini hanya terlihat secara penuh di sejumlah wilayah seperti Greenland, Islandia, Spanyol, Rusia, dan sebagian kecil Portugal.
Bagi masyarakat Indonesia yang ingin mengikuti momen langka tersebut, siaran langsung dari NASA maupun observatorium internasional menjadi pilihan terbaik untuk menyaksikan jalannya gerhana secara aman.
Baca Berita dan Artikel yang lain diGoogle News.
(dwk)
Anak pertama perempuan, peran yang sulit dipahami banyak orang
Saya kira peran paling melelahkan di muka bumi ini jatuh kepada seorang ibu. Tugasnya merangkap jadi koki, satpam, psikolog, guru les, hingga manajer emosi seisi rumah dalam 24/7 penuh. Itu pun tanpa jatah cuti, THR, apalagi uang pensiun.
Kalau boleh menambahkan satu peran lagi yang tingkat kelelahannya nggak beda jauh, apalagi kalau bukan panak pertama. Ironisnya, bagi sebagian perempuan, takdir justru merangkapkan kedua gelar berat tersebut sekaligus dalam satu pundak, seseorang sebagai anak pertama perempuan di mata orang tuanya dan seorang ibu.
Anak pertama perempuan tempat orang tua belajar pertama kali
Seminar dan buku parenting masa kini memang sudah seabrek. Namun, percayalah, teori di atas kertas sering kali jungkir balik saat berhadapan langsung dengan dinamika kepala manusia di rumah. Masalahnya, anak sulung kerap diibaratkan seperti mobil pertama dalam keluarga. Mereka menjadi eksperimen utama tempat orang tua belajar menyetir.
Karena baru kali pertama berstatus sebagai bapak dan ibu, kecemasan melambung setinggi langit. Rasa takut berbuat salah dan kekhawatiran dihakimi orang sekitar menggunung. Efeknya, ekspektasi dipatok setinggi langit.
Orang tua pun tanpa sadar menerapkan metode trial and error. Mereka menerka-nerka strategi pengasuhan paling pas sambil jalan. Apesnya, metode coba-coba ini paling vulgar dihantamkan ke pundak anak pertama.
Padahal, di saat orang tua masih meraba-raba cara menjadi orang dewasa yang benar, anak sulung juga sebenarnya sedang tergopoh-gopoh belajar cara menjadi manusia. Praktis, situasi rumah jadi chaos. Persis pengemudi pemula yang ngalor-ngidul membawa mobilnya sekaligus membahayakan keselamatan penumpang.
Situasi ini makin runyam ketika ditarik ke dalam pusaran gender. Pengalaman hidup anak sulung perempuan langsung melompat ke level kesusahan paling ekstrem. Jujur saja, jauh berbeda dibanding anak sulung laki-laki yang sering kali diperlakukan lebih istimewa.
Belum juga lulus sekolah atau menikmati masa remaja ceria ala film Ada Apa Dengan Cinta (AADC), anak sulung perempuan sudah dipaksa memikul beban domestik yang belum waktunya. Nggak sedikit dari mereka yang disuruh mengasuh adik-adiknya lantaran orang tua belum punya kecukupan finansial untuk menitipkan di day care atau menyewa jasa pengasuh anak profesional.
Nggak jarang pula, anak sulung perempuan wajib jadi asisten bayangan ibu di dapur. Sementara itu, anak sulung laki-laki biasanya dibiarkan melenggang kangkung dengan dalih persepsi kolot bahwa laki-laki nggak pantas berkutat di dapur. Padahal, kemampuan memasak dasar itu nggak ada korelasinya dengan gender.
Dipaksa “matang” duluan
Tidak seperti buah yang ranum alami karena perpaduan asupan nutrisi dan lingkungan yang baik, nasib anak pertama perempuan justru sebaliknya. Mereka ibarat buah yang dipetik mentah-mentah sebelum waktunya. Kemudian, diperam paksa di dalam timbunan beras. Dari luar, siap dikonsumsi. Orang-orang yang hanya menilai dari kulitnya tentu akan langsung melontarkan pujian.
Kondisi tersebut mirip dengan label kedewasaan prematur yang kerap disematkan dan diromantisasi pada anak perempuan sulung. Bungkusnya tampak mandiri, tenang, dan bijaksana. Padahal, jika dibelah, rasa manisnya belum sepenuhnya merata.
Kematangan mental seorang anak perempuan sulung terbentuk bukan karena usia kognitifnya sudah sampai. Mereka dipaksa melunak oleh keadaan dan segudang tanggung jawab, bukan lewat proses tumbuh kembang yang rileks dan merdeka.
Sosok sulung mungkin selama ini terlihat begitu tangguh di luar, bisa mendadak runtuh, rapuh, dan gampang tersinggung saat mendapat tekanan sekecil apa pun. Faktor ini juga yang diam-diam sering membuat seorang anak pertama perempuan sekaligus ibu menjelma menjadi pribadi berstatus sumbu pendek.
Banyak anak pertama perempuan sejak awal kehilangan hak paling dasarnya. Hak untuk dimanja, dilindungi, dan menjadi pusat perhatian keluarga. Belum sempat mereka selesai memberesi emosi masa kecilnya sendiri, bahu mereka sudah keburu dibebani mandat.
Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia IntanTerminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Terakhir diperbarui pada 1 Agustus 2026 oleh
BRI dominasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) porsi 49 persen dari total nasional, dukung program 3 juta rumah – Lombok Insider
LOMBOK INSIDER – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero Tbk berhasil mencatatkan capaian positif dalam memperluas akses pembiayaan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat melalui penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP).Â
BRI, sebagai mitra strategis pemerintah menyebut langkah tersebut sejalan dengan dukungan terhadap Asta Cita serta target Program 3 Juta Rumah dalam memperkuat sektor perumahan yang inklusif dan berkelanjutan.
Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Haryati dalam pertemuan bersama Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto, Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.Â
Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian PKP, pada Senin (9/2). Dalam kesempatan tersebut, Sri Haryati menyampaikan bahwa realisasi penyaluran KPP secara nasional sepanjang 2026 telah mencapai Rp3.547 triliun.Â
Dari total tersebut, BRI berkontribusi sebesar Rp1.774 triliun, atau setara 49% dari total penyaluran KUR Perumahan nasional.
Sementara itu, Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa perseroan menargetkan penyaluran KUR Perumahan sebesar Rp8 triliun sepanjang 2026.Â
“Target tersebut didukung oleh kekuatan BRI yang memiliki basis nasabah besar serta jaringan layanan yang menjangkau hingga pelosok Indonesia, sehingga penyaluran KPR Subsidi dapat dilakukan secara lebih merata dan efektif, khususnya bagi MBR,†ujar Hery.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi BRI dalam mendukung pembiayaan rumah subsidi.Â
Ia mencatat adanya peningkatan signifikan dalam penyaluran pembiayaan oleh BRI dari tahun ke tahun.
“Tahun 2024 ada sekitar 16 ribu unit rumah subsidi yang dibiayai oleh BRI. Pada 2025, realisasinya meningkat menjadi 32 ribu unit. Tahun 2026, BRI menargetkan penyaluran hingga 60 ribu unit rumah subsidi. Terima kasih sekali untuk BRI. Artinya, 60 ribu rakyat akan dapat menikmati rumah,†pungkas Maruarar. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.Sumber: BRI
Tags
Rekomendasi
Terkini
Berawal dari keterbatasan, Aliuyanto sukses membesarkan Solaria hingga ratusan outlet
Rabu, 29 Juli 2026 | 20:18 WIBUjian perdana Destry: Mampukah mengembalikan kepercayaan pasar terhadap Bank Indonesia?
Senin, 27 Juli 2026 | 19:41 WIBWarisan terakhir Perry Warjiyo: Rupiah nyaris kembali ke titik terendah di era krisis Asia
Senin, 27 Juli 2026 | 19:06 WIBRupiah Ditutup Melemah ke Rp17.936 per Dolar AS, Ketegangan di Laut Merah Tekan Pasar
Jumat, 24 Juli 2026 | 09:30 WIBRupiah Terpuruk Lebih Jauh Akibat Serangan di Laut Merah yang Mengguncang Pasar
Jumat, 24 Juli 2026 | 09:00 WIBLaba Bersih Bank Mandiri Naik 24,4 Persen pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh Hampir 20 Persen
Jumat, 24 Juli 2026 | 08:30 WIBLaba Bank Mandiri Melonjak 24 Persen pada Semester Pertama Berkat Pertumbuhan Pinjaman yang Kuat
Jumat, 24 Juli 2026 | 08:00 WIBDanantara Akuisisi Empat Manajer Investasi BUMN, Aset Kelolaan Gabungan Tembus Rp170 Triliun
Jumat, 24 Juli 2026 | 06:30 WIBDukung pembangunan nasional bersama Danantara, BRI bukukan kontribusi pajak terbesar di industri keuangan Indonesia
Rabu, 15 Juli 2026 | 12:47 WIBBRI sukses tekan Cost of Fund dan perkuat Profitabilitas di bawah supervisi Danantara, penguatan dana murah berbuah manis
Kamis, 9 Juli 2026 | 16:07 WIBTunjukkan kontribusi solid untuk ekonomi Indonesia, BRI setorkan Dividen terbesar kepada negara
Selasa, 7 Juli 2026 | 10:41 WIBGoogle diperintahkan untuk membayar hampir USD 1,5 miliar kepada PriceRunner dalam putusan antimonopoli Swedia
Kamis, 2 Juli 2026 | 06:05 WIBDedikasi Eka, Mantri Perempuan BRI menjaga akses keuangan di wilayah kepulauan Sulteng, menerjang ombak dari pulau ke pulau
Selasa, 30 Juni 2026 | 20:47 WIBDipercaya 23,3 juta Pengusaha Ultra Mikro: Rahasia tata kelola PNM dari hulu ke hilir
Selasa, 30 Juni 2026 | 13:18 WIBBRI Peduli beri program pemberdayaan bagi puluhan Purna PMI di Cirebon, tingkatkan ketahanan ekonomi
Selasa, 30 Juni 2026 | 12:55 WIBPresiden Prabowo optimis Swasembada Pangan dan Energi bisa dicapai
Selasa, 30 Juni 2026 | 00:45 WIBWah keren! Suga BTS dikabarkan investasi di perusahaan antariksa SpaceX milik Elon Musk sebelum 2022
Senin, 29 Juni 2026 | 17:16 WIBHarga emas jatuh! Termurah sejak November 2025: Inilah lima alasan mengapa logam kuning ini kehilangan kilaunya
Kamis, 25 Juni 2026 | 18:28 WIBGrab dan Gojek memangkas komisi ojek online menjadi 8 persen menyusul tekanan dari Prabowo
Selasa, 23 Juni 2026 | 23:12 WIB
Kafe sebaiknya nggak usah nyetel musik, bikin pelanggan stres!
Apa yang kalian cari dari sebuah tempat nongkrong? Katakanlah, kafe. Apakah menunya? Pelayanannya? Harganya? Atau apa?
Yang jelas, tiap orang pasti punya jawaban yang berbeda. Meski demikian, ada satu yang jadi harga mati, yaitu kenyamanan. Mau menunya enak dan harganya oke kalau tempatnya nggak nyaman ya, skip.
Kenyamanan ini pun luas, ya. Bukan semata soal tempat tapi juga soal suasana. Bagaimana setting tempatnya, tata lampunya, termasuk soal musik yang diputar di dalam kafe. Saya yakin semua pasti setuju kalau kafe yang nyetel musik keras-keras itu mengganggu. Kecuali, kalau tempat yang kita datangi itu diskotik, konser musik atau sound horeg. Itu sih memang kodratnya nyetel musik dengan volume maksimal.
Tapi kafe? Nggak dulu.
Musik keras bikin pusing
Sebelum kalian ramai-ramai menyebut ketidaksukaan ini cuma soal selera, mending ditahan dulu argumennya. Musik yang terlalu keras apalagi di tempat yang cuma sekotakan doang seperti kafe, bukan tanah lapang, itu bukan sekadar masalah cocok atau nggaknya. Tapi, memang ada dampak psikologis nyata yang bisa dijelaskan secara ilmiah.
Jadi begini. Ketika indra kita menangkap suara keras, otak manusia memproses suara tersebut sebagai bentuk ancaman atau stresor. Tubuh pun langsung merespon dengan memicu pelepasan hormon stres, yaitu kortisol dan adrenalin. Akhirnya, perasaan jadi merasa gelisah, mudah marah dan sulit merasa rileks.
Dan sialnya, di saya, itu beneran terjadi. Kalau masuk kafe yang ndilalah musiknya kenceng, mendadak jadi bad mood, mual dan pusing.
Ngobrol di kafe jadi susah
Yang bikin nggak habis pikir dari kafe yang nyetel musik kenceng-kenceng adalah, apa para pengelolanya nggak sadar ya kalau suara musik yang dipol itu bikin pelanggan jadi megap-megap tiap kali ngobrol?
Mau nggak mau, obrolan yang seharusnya menyenangkan malah jadi ajang adu ngotot supaya suaranya nggak kalah kenceng dengan suara sound. Padahal, ngomong kenceng-kenceng itu capek, loh. Energi rasanya kesedot banyak. Alhasil, pulang ngafe bukannya rileks malah kerasa capek.
Jadi ya, nggak usah lagi sok pasang muka bingung sambil bertanya-tanya “Padahal aku nggak ngapa-ngapain di kafe. Cuma duduk ngopi sama ngobrol, tapi kok rasanya capek banget, ya?”
Ya itu karena elu ngobrolnya balapan sama suara sound, Malih~
Triple kill perusak mood
Soal musik di kafe yang disetel kenceng ini, penderitaannya makin paripurna ketika kualitasnya sound system yang dipakai ala kadarnya. Spekernya sember, pengaturan treble dan bassnya embuh, sambungan Bluetooth-nya sering nge-lag pula.
Itu satu hal. Makin parah lagi kalau jumlah speaker yang dipasang cuma satu di sudut depan kafe. Lalu tanpa tedeng aling-aling, volume disetel maksimal dengan tujuan biar kedengeran sampai meja paling pojok belakang.
Ya Lord, itu pelanggan yang duduk dekat speaker sudah kayak bersebelahan dengan meriam konser, sementara yang duduk di belakang juga masih kena abunya.
Dan kalian tahu apa lagi yang bikin tambah tersiksa? Tiba-tiba ada iklan di tengah-tengah lagu! Alamak! Bener-benar triple kill perusak mood. Mbok langganan yang premium, lho. Untung aja yang digedein, giliran langganan aplikasi musik saja nggak bisa. Tobat… tobat.
Lebih baik kafe nggak usah nyetel musik (keras-keras)
Setelah dipikir-pikir, memang paling bener kafe itu ya nggak usah nyetel musik kenceng-kenceng. Ini kafe, Bos, bukan diskotik apalagi konser musik. Cukup disetel pelan saja volumenya, biar suara yang masuk tetap sopan di telinga. Sekadar buat background ambience yang manis, lah. Jadi, suasananya nggak sepi-sepi amat.
Atau, kalau mau nggak nyetel musik sekalian juga lebih bagus. Kan bisa saja tuh memanfaatkan suara-suara alami yang jauh lebih menenangkan. Misalnya, suara gemericik dari kolam buatan di sudut kafe, suara lonceng yang tertiup desir angin, bahkan suara khas deru mesin espresso dan denting gelas pun bisa jadi melodi yang menyenangkan. Dengan begitu, pelanggan bisa larut dalam suasana syahdu tanpa perlu merasa terganggu.
Jangan khawatir. Kalian tentu saja boleh tidak setuju dengan tulisan ini. Toh, ketika menulis ini, saya sudah siap pasang badan. Siap dengan hujatan, seperti ‘Kalau mau sepi ya ke kuburan’, ‘Nggak usah ngatur-ngatur yang punya kafe!’, ‘Yang terganggu cuma situ doang’, dsb.
Jadi, ya, monggo saja kalau mau dihujat. Saya tak lanjut ngopi saja.
Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Rizky PrasetyaBACA JUGA Dear Penjual di Warung Kopi, Tolong Volume Musiknya Jangan Terlalu Keras
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat carainiya.
Terakhir diperbarui pada 1 Agustus 2026 oleh
Hoaks Tautan Pendaftaran Program Bantuan Pendidikan Dan Perumahan Periode 2026
Penjelasan:
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook berisi tautan dengan narasi yang mengeklaim untuk mendaftar program bantuan program bantuan pendidikan dan perumahan periode 2026.
Faktanya, klaim tersebut tidak benar. Dilansir dari turnbackhoax.id, tautan tersebut mengarah ke formulir yang meminta pengisian nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram aktif. Setelah memasukkan kata kunci “program bantuan pendidikan dan perumahan 2026” ke mesin pencarian Google, hasilnya mengarah ke artikel dari tempo.co berjudul “Keliru: Tautan Pendaftaran Bantuan Pendidikan dan Modal Usaha dari Prabowo 2025”. Artikel ini menyebut program bantuan pendidikan untuk jenjang universitas dari pemerintah antara lain Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), Program Indonesia Pintar (PIP), Beasiswa Unggulan 2025, Beasiswa LPDP, dan Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus). Kemudian artikel turnbackhoax.id berjudul “[PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Rumah Gratis Program 3 Juta Rumah 2026”. Dalam laman tersebut dijelaskan bahwa masyarakat yang ingin memperoleh rumah subsidi harus mengajukan Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP).
Link Counter :
Sumber
Wadirut MIND ID: Indonesia harus ‘Naik Kelas’, kejar pertumbuhan ekonomi 8 persen – Lombok Insider
LOMBOK INSIDER – Wakil Direktur Utama (Wadirut) Mining Industry Indonesia (MIND ID), Dany Amrul Ichdan mengatakan Indonesia harus keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah, sudah saatnya “naik kelas†dengan mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen. Wadirut MIND ID Dany menuturkan, keunggulan komparatif yang dimiliki harus dioptimalkan untuk bisa memberi kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) yang […]

























Artikel Terkait
Sukses UMKM La Suntu Tastio, binaan BRI yang angkat tradisi lewat produk Tas Tenun
Komitmen BRI berdayakan UMKM Busana Muslim asal Tangerang, produk lokal naik kelas ke kancah global
Kehilangan pekerjaan, Heddy pemilik usaha angkringan ini bangkit dan bertumbuh berkat KUR BRI
BRI raih Penghargaan pada puncak Hari Desa Nasional 2026, berkat konsisten dorong kemajuan ekonomi desa
Perluas dukungan pemberdayaan ekonomi desa, BRI jangkau 5.245 Desa BRILiaN