Category: Gaya Hidup
-

Superindo Rp15 Ribuan: Penyelamat Kantong Pekerja di Tengah Gempuran Harga Warteg Mahal
Belum lama ini netizen ramai membicarakan soal makanan siap santap yang ada di jaringan supermarket Superindo. Sebenarnya “MBG” Superindo, begitu biasa netizen menyebutnya, bukanlah hal baru. Makanan Superindo sudah ada sejak lama dan kerap jadi pilihan pembeli yang tidak sempat memasak. Akan tetapi, dalam beberapa waktu terakhir, produk ini menyita perhatian karena kerap dibanding-bandingkan dengan…
-

Pramuka: Membongkar Buang Waktu yang Justru Jadi Pondasi Karakter Sejati
“Buat apa ikut pramuka? Buang-buang waktu saja”. Dulu, ketika masih sekolah, melihat saya aktif pramuka, almarhum Ibuk mengatakan kalimat demikian. Dulu, saya hanya menganggap angin lalu. Tapi, ketika dewasa, saya mengamini kalimat itu. Meski tentu saja dengan sudut pandang yang berbeda. Fyi, sebelum kalian menuding saya sebagai barisan sakit hati yang hobi membolos saat latihan…
-

Paris Van Java Bandung: Pesona Visual Tak Selaras Kenyamanan Pengunjung?
Paris Van Java (PVJ) Mall Bandung dikenal dengan taman atap, air terjun, dan kebun binatang mininya. Namun, PVJ kini sering dikritik warganet karena parkir sempit, layout membingungkan, serta fasilitas toilet dan musala yang kurang memadai. Mal ini perlu berbenah demi kenyamanan pengunjung di Bandung.
-

Kos Putri Tampak Ideal, tapi Penghuninya Bikin Malas
Bagi seorang mahasiswi atau pekerja wanita yang merantau di kota lain dan nggak punya sanak saudara untuk ditumpangi, tinggal di kos putri adalah pilihan paling pas. Jika dibandingkan kos campur yang menjadikan satu penghuni laki-laki dan perempuan, kos putri memang paling aman. Mengingat kos putri hanya dihuni oleh perempuan, secara umum privasi lebih terjaga dan…
-

Istilah Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk "MBG" Superindo
Belum lama ini netizen ramai membicarakan soal makanan siap santap yang biasa dijual di jaringan supermarket Superindo. Sebenarnya “MBG” Superindo, begitu biasa netizen menyebutnya, bukanlah hal baru. Produk ini sudah ada sejak lama dan kerap jadi pilihan pembeli yang tidak sempat memasak. Akan tetapi, makanan yang dijual dalam bentuk kemasan per porsi itu menyita perhatian…
-

Pengajian Berbayar Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti
Terus terang saja, dulu saya termasuk orang yang agak sinis ketika mendengar ada pengajian berbayar. Dalam kepala saya pada waktu itu, kok bisa-bisanya pengajian tiketnya. Bahkan dulu ketika masih pacaran dengan istri saya, saya terbahak-bahak ketika ia menawari saya ikut pengajian Hanan Attaki. Bukan saya tidak suka ustadnya, cuma bagi orang desa yang hampir selalu…
-

Pertemanan Minim Drama di Usia 30
Memasuki usia 30 tahun, pola pertemanan sering berubah akibat terbatasnya waktu dan energi sosial. Konsep low maintenance friendship hadir sebagai solusi. Pola pertemanan ini menekankan kualitas interaksi, bukan kuantitas. Ini cocok bagi individu dengan tuntutan hidup beragam, membantu menghemat energi, dan mengurangi ekspektasi tidak realistis.
-

Kos Campur: Benarkah Tak Seburuk Itu? Ini Alasan Mengapa Sebaiknya Anda Tak Pernah Coba
Persepsi negatif tentang kos campur seringkali tidak sesuai realitas. Penulis mengalami kehidupan kos campur yang relatif tenang, jauh dari gambaran seks bebas atau kegilaan umum. Penghuni kos campur cenderung individualistis. Isu utama yang ditemukan adalah kondisi kamar mandi bersama. Pengalaman ini menunjukkan kos campur tidak selalu seburuk anggapan publik.
-

Sisi Tersembunyi Properti Hijau: 5 Kelemahan Rumah Dekat Sawah yang Wajib Diketahui Orang Kota
Banyak yang meromantisasi rumah dekat sawah, menganggapnya nyaman dan tenang. Namun, realitanya, ada beberapa tantangan. Rumah sering didatangi hewan liar, bau pupuk dan pestisida menyengat. Wilayah ini rentan lembab, jamur, hingga banjir. Akses fasilitas publik terbatas dan area sepi berpotensi meningkatkan risiko kejahatan.
-

3 Perilaku Pendaki Gunung Lawu yang Bikin Geleng-geleng
Beberapa bulan lalu, saya sempat berkunjung ke Basecamp Gunung Lawu via Cemoro Sewu untuk menggarap sebuah proyek film dokumenter. Di sana, saya bertemu sama dua orang rangers yang udah sangat kenal sama seluk-beluk gunung ini. Sambil menyeruput kopi, kami ngobrol banyak hal, mulai dari kondisi alam Lawu, urusan biaya retribusi, sampai cerita-cerita di balik layar…