Category: Jawa Tengah
Lanjutkan Revitalisasi Ahmad Luthfi Cari Investor Untuk Sulap Prpp Bertaraf Internasional

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, berencana melanjutkan revitalisasi kawasan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah yang berada di Jalan Puri Anjasmoro Raya, Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.
Saat ini dia sedang mencari investor, untuk mewujudkan PRPP menjadi kawasan futuristik dengan fasilitas lengkap berskala internasional.
“Memang sekarang kita lagi carikan investor untuk PRPP,” kata Luthfi, seusai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Tengah, di Gedung Berlian Semarang, Kamis (2/7/2026).
Rencananya, revitalisasi PRPP tersebut akan dilengkapi dengan convention hall berukuran besar. Selain itu PRPP juga akan dijadikan sport center yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga seperti basket, futsal, dan lainnya.
Revitalisasi PRPP tersebut juga akan diintegrasikan dengan pengembangan kawasan-kawasan yang ada di sekitar PRPP. Mulai dari pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, kawasan Pantai Marina, hingga POJ City.
Menurut gubernur, revitalisasi diharapkan mendatangkan keuntungan bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Jateng tersebut. Sebab, BUMD harus mampu berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga mampu menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi juga meminta kepada PT PRPP untuk memperbaiki tata kelola dan memperbanyak event di kawasan PRPP. Saat ini yang menjadi unggulan PT PRPP hanya Maerokoco dan Jateng Fair.
“Jateng Fair itu menjadi salah satu etalasenya Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya. (Humas Jateng)*ul

Tak Hanya Budaya Kerja Sama Jateng Dan International Zheng He Society Rambah Investasi
SEMARANG — Jejak sejarah Laksamana Cheng Ho kembali menjadi penghubung Jawa Tengah dengan dunia internasional. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng International Zheng He Society dari Singapura untuk memperkuat kerja sama di bidang budaya, sekaligus membuka peluang investasi dan perdagangan yang lebih luas.
Penguatan itu ditandai dengan kunjungan kehormatan Presiden International Zheng He Society Dr Zhang Lu beserta delegasi pengusaha dari Singapura dan Tiongkok, ke Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (2/7/2026). Kunjungan diterima Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bersama jajarannya.
Luthfi mengatakan, kerja sama tersebut memanfaatkan kedekatan sejarah antara Jawa Tengah dan Laksamana Zheng He, atau yang juga dikenal sebagai Cheng Ho. Menurutnya, kerja sama ke depan tidak hanya diarahkan pada bidang kebudayaan, tetapi juga membuka peluang penguatan investasi dan perdagangan.
“Bahkan beberapa pengusaha yang diajak oleh beliau, juga sudah berinvestasi di KITB Batang,” ujarnya.
Luthfi menyebut, Singapura menjadi salah satu sumber investasi asing terbesar di Jawa Tengah. Persentase Penanaman Modal Asing (PMA) di Jateng mencapai 48 persen.
Selain investasi, ekspor Jawa Tengah ke Singapura juga menunjukkan tren positif. Pada 2025, nilai ekspor Jawa Tengah ke Singapura mencapai 114,96 juta dolar AS. Produk yang banyak diminati antara lain tembakau, produk kayu, dan tekstil.
Presiden International Zheng He Society Dr Zhang Lu mengatakan, Jawa Tengah khususnya Semarang, memiliki nilai sejarah yang kuat dan berpotensi dikembangkan sebagai kota wisata budaya kelas dunia.
“Kami banyak bergerak di bidang budaya, artificial intelligence (AI), dan teknologi baru, untuk mempromosikan kebudayaan,” katanya.
Zhang Lu menilai, promosi budaya tidak cukup hanya mengandalkan destinasi wisata. Setiap daerah perlu memiliki narasi sejarah yang kuat, agar mampu menarik wisatawan, investor, maupun pelaku industri kreatif.
“Semoga ke depan bisa terhubung dengan Semarang, tidak hanya untuk pariwisata, tetapi juga menarik lebih banyak investor, kru film, perdagangan, dan kolaborasi lainnya,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Zhang Lu turut mengundang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, untuk menghadiri konferensi internasional dan gala dinner di Singapura pada September 2026. Undangan itu sebagai tindak lanjut penjajakan kerja sama di bidang budaya, investasi, perdagangan, dan pariwisata. (Humas Jateng)*ul

Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Berdaya Saing Pemkab Kendal Gelar Sekolah Bisnis
KENDAL – Untuk mencetak wirausaha muda yang kreatif, mandiri, profesional, tangguh, dan berdaya saing di era digital, Pemerintah Kabupaten Kendal menggelar Sekolah Bisnis Kendal Batch 1.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kendal, Achmad Ircham Chalid menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Program Sekolah Mahir Bisnis Kewirausahaan Pemuda (Semanis Kamu), yang ditujukan bagi generasi muda usia 16 – 30 tahun. Program tersebut sebelumnya berhasil meraih juara I tingkat Provinsi Jawa Tengah dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026, dan saat ini telah lolos ke tingkat nasional serta masuk lima besar terbaik.
Disampaikan, tujuan Sekolah Bisnis Kendal antara lain untuk mengembangkan minat dan motivasi pemuda terjun ke dunia wirausaha, menghadirkan profil wirausaha sukses sebagai inspirasi, serta memberikan daya dukung, agar wirausaha muda memiliki kepercayaan diri tinggi dalam menjalankan usaha, sekaligus membangun jejaring antar pemuda serta praktisi bisnis di Kabupaten Kendal.
“Mohon doa restu dari seluruh pihak agar Kabupaten Kendal dapat meraih hasil terbaik di tingkat nasional,” terangnya, pada pembukaan Sekolah Bisnis tersebut, di Gedung PGRI setempat, Rabu (1/7/2026).
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menegaskan komitmen pemerintah kabupaten dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan berdaya saing, sebagai bagian dari visi pembangunan daerah, menuju Kendal Berdikari. Menurutnya, salah satu pilar utama Kendal Berdikari adalah menciptakan generasi muda yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
“Melalui program Semanis Kamu, kami membangun ekosistem kewirausahaan pemuda yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya pelatihan, tetapi pembinaan berkesinambungan, mulai dari sosialisasi, seleksi, inkubasi bisnis, pendampingan mentor profesional, hingga fasilitasi legalitas usaha, akses permodalan, dan jejaring kemitraan,” jelas bupati.
Peserta dari Kecamatan Limbangan, Siti Himatul mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. Dia ingin memperdalam kemampuan public speaking, serta pemasaran digital.
“Selama ini pemasaran usaha saya sudah melalui digital. Di Sekolah Bisnis Kendal ini saya berharap bisa belajar lebih, dalam tentang pemasaran dan desain, agar kemasan serta materi promosi produk saya menjadi lebih menarik,” tuturnya.
Penulis: Diskominfo Kendal/Heri
Editor: Di/Ul, Diskomdigi Jateng

50 Anak Keluarga Rentan Ikuti Khitan Gratis

JEPARA – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Sentra Margo Laras Pati dan Klinik Keluarga Sehat Jepara menggelar khitan massal bagi 50 anak dari keluarga kurang mampu, termasuk siswa Sekolah Rakyat.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Kabupaten Jepara, Moh Ali mengatakan, khitan massal diprioritaskan bagi anak dari keluarga kurang mampu, termasuk siswa Sekolah Rakyat. Seluruh peserta dapat mengikuti layanan secara gratis dan menerima bingkisan dari penyelenggara.
“Khitan massal ini kami prioritaskan untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk siswa Sekolah Rakyat. Semua peserta dilayani gratis,” kata Moh Ali, pada khitan massal tersebut, di Pendapa Kartini, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, kuota layanan tidak dibatasi, pihaknya siap memfasilitasi khitan gratis apabila masih ada anak dari keluarga kurang mampu, yang membutuhkan. Pelaksanaan kegiatan juga didukung tenaga kesehatan yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Panitia sengaja menghadirkan Superman dan Spiderman untuk mengurangi rasa takut anak-anak, saat khitan. Harapannya, mereka bisa lebih tenang dan nyaman,” ujarnya.
Kepala Subbagian Tata Usaha Sentra Margo Laras Pati, Raharjo mengatakan, lembaganya telah menyalurkan bantuan sosial di Kabupaten Jepara senilai lebih dari Rp890 juta selama semester pertama 2026. Bantuan tersebut mencakup anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, serta kelompok rentan, termasuk orang tua siswa Sekolah Rakyat dan penyintas kusta.
“Selama semester pertama 2026, kami telah menyalurkan bantuan sosial lebih dari Rp890 juta di Kabupaten Jepara,” kata Raharjo.
Bupati Jepara melalui Asisten I Sekda, Diyar Susanto mengapresiasi dukungan Kementerian Sosial RI melalui Sentra Margo Laras Pati.
“Kolaborasi ini sangat membantu memperluas pelayanan sosial bagi masyarakat Jepara,” ujarnya.
Penulis: Diskominfo Jepara /AP
Editor: Di, Diskomdigi Jateng

Diseminasi Sipekat Wakil Wali Kota Salatiga Tekankan Penataan Pkl Yang Humanis Dan Berkelanjutan
SALATIGA – Penataan pedagang kaki lima (PKL) tidak lagi hanya berorientasi pada ketertiban, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan usaha para pedagang.
Hal itu ditekankan Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, saat menghadiri Diseminasi Kolaborasi Penataan Pedagang Kaki Lima Terpadu (Sipekat), di Aula Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Selasa (30/6/2026). Menurutnya, penataan kawasan yang terintegrasi dan berpihak pada pelsku usaha, merupakan upaya pemerintah kota dalam memajukan ekonomi kerakyatan.
Nina mengapresiasi lahirnya inovasi Sipekat, sebagai langkah maju dalam penataan pedagang kaki lima (PKL) yang lebih terintegrasi, berbasis data, serta mengedepankan kolaborasi lintas sektor.
“Melalui Sipekat, penataan tidak lagi hanya berorientasi pada ketertiban, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan usaha para pedagang. Pendataan yang akurat, sinergi antarperangkat daerah, serta pelibatan pedagang sebagai mitra, menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola yang semakin baik,” ujar wawali.
Dia menegaskan, PKL merupakan salah satu penggerak utama perekonomian daerah, yang berperan membuka lapangan kerja dan menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, penataan yang dilakukan Pemerintah Kota Salatiga, harus dipahami sebagai upaya menciptakan ruang usaha yang lebih tertib, nyaman, dan berkelanjutan.
Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan adalah relokasi PKL di kawasan Jalan Adi Sucipto ke Shelter Kridanggo, yang selanjutnya akan dikembangkan sebagai kawasan pedestrian, sekaligus destinasi kuliner baru.
“Penataan bukan untuk mengurangi kesempatan berusaha, melainkan menghadirkan lingkungan yang lebih layak, sehingga aktivitas ekonomi dapat berkembang lebih baik. Saya berharap proses relokasi ke Shelter Kridanggo dapat berjalan lancar melalui komunikasi yang baik dan semangat kebersamaan,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Nina juga meminta Dinas Perdagangan menjadikan Sipekat sebagai budaya kerja, yang mengedepankan pelayanan, kolaborasi, dan pendampingan kepada para pedagang. Dia menyampaikan apresiasi kepada Direktur Utama PT BPR BKK Jateng (Perseroda), atas dukungan pembiayaan produktif yang diberikan kepada para PKL, sebagai upaya mencegah dari jeratan pembiayaan yang tidak sehat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Agung Pitoyo, menjelaskan, Sipekat merupakan proyek perubahan yang dirancang untuk menyelaraskan fungsi jalan, penataan ruang kota, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan diseminasi itu, Dinas Perdagangan mengajak para pemangku kepentingan dan perwakilan PKL berdialog, serta memberikan masukan terhadap rencana pengembangan Shelter Kridanggo sebagai sentra kuliner yang tertata.
“Ke depan, PKL akan dipusatkan dalam satu kawasan destinasi kuliner di Shelter Kridanggo. Meskipun kapasitasnya masih terbatas, kami sangat membutuhkan saran dan masukan, agar penataan ini dapat berjalan secara optimal,” jelas Agung.
Selain penataan fisik kawasan, lanjutnya, Sipekat juga berfokus pada pemberdayaan ekonomi melalui kemitraan dengan sektor perbankan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan edukasi keuangan, sekaligus memperluas akses pembiayaan produktif bagi para pedagang, sehingga usaha mereka semakin berkembang.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan komitmen kemitraan antara Dinas Perdagangan Kota Salatiga dan perwakilan pedagang kaki lima. Penandatanganan tersebut menjadi simbol dimulainya penguatan kolaborasi, dalam mewujudkan PKL Kota Salatiga yang lebih tertata, berdaya saing, sejahtera, dan naik kelas.
Penulis : Kontributor Salatiga
Editor : Ul, Diskomdigi Jateng