Category: Jawa Tengah
Akses Pendidikan Makin Mudah Penyintas Talasemia Bisa Manfaatkan Afirmasi Disabilitas

BATANG – Perhimpunan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Kabupaten Batang menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait jalur afirmasi SPMB dasar dan menengah bagi disabilitas fisik tak tampak. Harapannya, metode ini makin memudahkan akses pendidikan bagi penyintas penyakit genetik darah tersebut.
Ahli Medis POPTI Batang sekaligus dokter anak RSUD Batang Tan Evi Susanti membenarkan putusan itu memudahkan para penyintas talasemia melanjutkan ke jenjang pendidikan yang diinginkan. Berbeda dengan beberapa tahun lalu karena belum terakomodasi melalui jalur afirmasi disabilitas fisik tak tampak.
“Mayoritas para penyintas talasemia memiliki keterbatasan saat melakukan aktivitas, apalagi harus menjalani transfusi darah tiap dua hingga tiga pekan sekali. Sekarang pasien-pasien talasemia bisa masuk ke sekolah-sekolah yang diinginkan,” ujarnya saat ditemui di ruang praktik RSUD Kabupaten Batang, Jumat (26/6/2026).
Saat ini telah ada penyintas talasemia yang lolos sebagai siswa di salah satu SMA di Kabupaten Batang melalui jalur afirmasi disabilitas fisik tak tampak. Namun, di sisi lain ada pula penyintas talasemia yang masih mengalami kendala untuk masuk ke jenjang SMP.
“Itu karena peraturan tersebut belum tersosialisasi di jenjang SMP saja, dan saat ini sedang diproses. Tentu saja, jalur afirmasi disabilitas fisik tak tampak ini sangat berdampak positif bagi penyintas talasemia, agar bisa masuk ke sekolah yang diinginkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, mengakui peraturan jalur afirmasi disabilitas fisik tak tampak tergolong baru. Namun pada dasarnya, Disdikbud tidak mempermasalahkannya. Yang terpenting, adanya saling memahami antara pihak sekolah dengan orang tua penyintas.
“Saya tekankan bagi para orang tua siswa berkebutuhan khusus, memang tidak semua sekolah memiliki fasilitas atau guru yang bisa mengajar khusus disabilitas. Saya harapkan saling memahami saja,” pungkas Suryantoro.
Penulis : Kontributor Batang
Editor : Pd, Diskomdigi Jateng
Luncurkan Jalur Khusus Megalithic Trail Adventure Dimeriahkan Ratusan Peserta Komunitas Trabas
Madrasah Dan Pesantren Diimbau Bentuk Satgas Pencegahan Kekerasan

JEPARA – Seluruh madrasah dan pondok pesantren di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara, diminta membentuk satuan tugas (satgas) pencegahan kekerasan. Langkah ini menjadi tindak lanjut nota kesepakatan antara Kemenag Jepara dan Pemerintah Kabupaten Jepara, untuk memperkuat perlindungan peserta didik di lingkungan pendidikan.
Kepala Kantor Kemenag Jepara, Akhsan Muhyiddin mengatakan, setiap lembaga pendidikan diminta membentuk satgas pencegahan kekerasan melalui surat keputusan. Tim itu bertugas mendukung upaya pencegahan dan penanganan, apabila terjadi dugaan kekerasan di lingkungan pendidikan.
“Kami sudah meminta setiap pondok pesantren dan lembaga pendidikan membentuk satgas pencegahan kekerasan, yang ditetapkan melalui surat keputusan. Satgas itu juga kami minta dilaporkan kepada Kemenag,” ujarnya, pada penandatanganan nota kesepakatan tersebut, di Aula Kantor Kemenag setempat, Senin (29/6/2026).
Menurut dia, pihaknya telah berkolaborasi dan bekerja sama dengan DP3AP2KB dan Polres Jepara selama beberapa tahun. Kini, kerja sama itu diperkuat melalui nota kesepakatan bersama.
Disampaikan, lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah. Hal itu berlaku bagi peserta didik, tenaga pendidik, dan seluruh warga satuan pendidikan. Dengan begitu, proses belajar dapat berlangsung tanpa rasa takut.
“Ketika lingkungan pendidikan sudah aman, nyaman, dan ramah, anak-anak dapat belajar tanpa rasa takut. Mereka juga bisa menyerap ilmu dengan baik dan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter,” kata Akhsan.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan, pemerintah daerah bersama Kemenag akan terus memperkuat pengawasan. Langkah itu dilakukan untuk mencegah kekerasan di lingkungan madrasah dan pondok pesantren.
“Harapan kami, orang tua merasa aman dan nyaman menitipkan pendidikan anak-anaknya di madrasah maupun pondok pesantren. Pengawasan harus diperkuat, agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar bupati.
Penulis: Diskominfo Jepara/AP
Editor: Di, Diskomdigi Jateng

Dilengkapi Fasilitas Ramah Anak Dharma Daycare Dwp Jateng Bantu Orang Tua Bekerja Lebih Tenang
SEMARANG – Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Jawa Tengah Indah Sumarno, meluncurkan Dharma Daycare, di Gedung DWP Jateng, Senin (29/6/2026). Peresmian dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026.
Tempat penitipan anak itu hadir dengan berbagai fasilitas ramah anak dan layanan pengasuhan, yang dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak. Kehadiran fasilitas itu diharapkan dapat membantu para orang tua agar lebih tenang dalam menjalankan pekerjaannya, karena anak berada dalam lingkungan yang aman dan pendampingan yang tepat.
Pada kesempatan itu, Sumarno dan Indah meninjau sejumlah fasilitas yang tersedia, mulai dari ruang belajar dan bermain, ruang tidur anak, hingga area pendukung lainnya. Keduanya juga berinteraksi langsung dan bermain bersama anak-anak yang mengikuti layanan penitipan di Dharma Daycare.
Ketua DWP Jawa Tengah, Indah Sumarno mengatakan, layanan daycare sebenarnya telah berjalan sejak beberapa tahun lalu, namun sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Tahun ini, pihaknya kembali menghidupkannya, dengan konsep yang lebih lengkap dan nyaman bagi anak maupun orang tua.
“Dengan adanya Dharma Daycare ini kami sangat berharap, kehadiran kami bisa memberikan solusi bagi keluarga kecil yang sedang belajar berkeluarga, bisa menitipkan anaknya,” ujar Indah.
Menurutnya, Dharma Daycare tidak hanya berfungsi sebagai tempat penitipan anak, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang mendukung pembentukan karakter dan perkembangan kemampuan anak sejak usia dini.
“Tidak sekadar penitipan, anak-anak yang dititipkan bisa mendapatkan edukasi mengenai akhlak, latihan motorik halus, motorik kasar, sehingga orang tua merasa tenang, bisa bekerja dengan maksimal, tidak ada kekhawatiran,” katanya.
Untuk menunjang proses tersebut, berbagai fasilitas telah disediakan, antara lain ruang belajar dan bermain, ruang tidur terpisah untuk bayi dan anak-anak, kamar mandi khusus anak laki-laki dan perempuan, ruang makan, loker penyimpanan barang, aneka alat permainan edukatif, serta layanan makan siang dan kudapan sore.
“Permainan yang kita pilih adalah yang benar-benar memberikan manfaat kepada anak-anak, melatih kemampuan motorik halusnya. Sehingga, ketika nanti usia belajar, mereka siap untuk menerima pendidikan dasar,” jelas Indah.
Selain fasilitas fisik, DWP Jateng juga memperkuat kualitas pengasuhan dengan melibatkan empat pengasuh yang telah tersertifikasi. Untuk memberikan rasa aman kepada orang tua, setiap ruangan juga dilengkapi kamera pengawas (CCTV) yang dapat dipantau selama jam operasional.
Tidak hanya itu, keunggulan Dharma Daycare yang lain ialah keterlibatan dokter gigi dan dokter spesialis anak, sebagai mitra kesehatan. Untuk mendukung pemantauan tumbuh kembang anak, ke depan pihaknya juga akan melibatkan psikolog profesional.
Saat ini, Dharma Daycare telah melayani 16 anak. Ke depan, layanan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi keluarga ASN, tetapi juga terbuka bagi masyarakat dan kalangan pegawai lainnya.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno, mengapresiasi inisiatif DWP Jateng dalam menghadirkan fasilitas pengasuhan anak yang berkualitas. Menurutnya, keberadaan daycare menjadi kebutuhan penting bagi keluarga muda, yang kedua orang tuanya bekerja.
Dia menegaskan, Dharma Daycare tidak hanya berfungsi sebagai tempat penitipan anak, tetapi juga menjadi sarana penerapan pola asuh yang baik dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
Lebih lanjut, Pemprov Jateng berharap seluruh standar layanan yang dibutuhkan dapat terus dipenuhi, sehingga Dharma Daycare dapat menjadi model pengelolaan daycare yang berkualitas.
“Kami sangat berharap Dharma Daycare ini semua unsur yang harus terpenuhi nanti juga bisa dipenuhi. Sehingga menjadi pilot project, percontohan untuk daycare-daycare yang lain,” pungkas Sumarno. (At/Ul, Diskomdigi Jateng)

Dulu Banjir Dan Dinding Rapuh Kini Rumah Kuli Bangunan Di Kudus Ini Nyaman Setelah Diperbaiki Pemprov Jateng
Hoaks Nomor Whatsapp Mengatasnamakan Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah