Category: Jawa Tengah
Tak Hanya Akhir Pekan Stadion Jatidiri Semarang Buka Untuk Umum Setiap Hari

SEMARANG – Untuk mendorong budaya hidup sehat dan meningkatkan minat olahraga di kalangan warga, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi membuka lintasan lari Stadion Jatidiri Semarang untuk masyarakat umum setiap hari.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto mengatakan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, setelah melihat tingginya antusiasme masyarakat memanfaatkan fasilitas olahraga di kawasan Stadion Jatidiri.
“Awalnya dibuka hanya Jumat, Sabtu, dan Minggu. Setelah melihat antusiasme warga dan arahan Pak Gubernur, sekarang kami buka setiap hari,” kata Aria melalui sambungan telepon, Senin (22/6/2026).
Dia menjelaskan, lintasan lari dibuka pada Senin hingga Kamis pukul 07.00-09.00 WIB, sedangkan Jumat hingga Minggu pukul 06.00-09.00 WIB. Pembukaan dilakukan dengan tetap memperhatikan aktivitas pembinaan atlet, yang berlangsung di stadion tersebut.
Menurut Aria, jalur lari satu hingga empat tetap diprioritaskan untuk latihan atlet, sedangkan jalur lima hingga delapan dapat dimanfaatkan masyarakat umum untuk berolahraga.
Untuk penggunaan pada sore hari, Aria menyebut pihaknya masih melakukan kajian, karena lintasan atletik masih digunakan secara intensif oleh atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPOP) Jawa Tengah.
“Kami akan evaluasi sekitar satu bulan ke depan. Untuk sementara yang dibuka baru pagi hari,” ujarnya.
Selain mendorong gaya hidup sehat, pembukaan stadion juga diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas olahraga milik pemerintah, sekaligus menumbuhkan minat generasi muda untuk menekuni olahraga prestasi.
Pihaknya juga menyiapkan aturan penggunaan fasilitas, termasuk kewajiban mengenakan pakaian olahraga yang sesuai, serta pengawasan oleh petugas keamanan guna menjaga ketertiban dan keamanan kawasan stadion.
Aria mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut secara bertanggung jawab.
“Harapannya tubuh bugar, tentunya ke depan dari kebiasaan berolahraga itu nantinya muncul bibit-bibit atlet baru,” pungkasnya. (Ak/Ul, Diskomdigi Jateng)

Pastikan Keamanan Dan Kenyamanan Siswa Plt Bupati Pati Tinjau Wisata Lokal

PATI – Untuk memastikan kesiapan objek wisata lokal sebagai tujuan wisata, dan kegiatan outing class bagi siswa PAUD, SD, dan SMP, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra melakukan peninjauan ke sejumlah destinasi wisata di Kecamatan Sukolilo dan Kayen, Sabtu (20/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Chandra menilai, sejumlah destinasi tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi tujuan wisata edukatif, sekaligus rekreasi bagi pelajar. Untuk itu, pihaknya berkomitmen akan terus meningkatkan kualitas infrastruktur dan fasilitas pendukung, di kawasan wisata tersebut.
“Kolam Renang Sumber Sentul ini sudah sangat bagus. Pengelolaannya juga baik, sehingga bisa menjadi tujuan wisata adik-adik kita di SD dan SMP yang ada di Kabupaten Pati,” ujar Chandra.
Selain meninjau Sumber Sentul, rombongan juga mengunjungi Gua Wareh di Kecamatan Sukolilo. Destinasi tersebut dinilai memiliki suasana alam yang nyaman, dan mendukung kegiatan wisata keluarga maupun wisata pendidikan.
“Suasana di Gua Wareh juga bagus dan enak untuk wisata. Potensinya sangat baik untuk terus dikembangkan,” kata Chandra.
Sementara itu, saat meninjau Gua Pancur di Kecamatan Kayen, Chandra menemukan sejumlah aspek yang masih perlu dibenahi.
“Gua Pancur ini perlu penanganan, harus kita bersihkan terlebih dahulu. Setelah itu, tinggal peningkatan sarana dan prasarana wisatanya. Insyaallah segera ada ekskavator untuk membantu penanganan di kawasan ini, agar bisa lebih mendukung kegiatan wisata,” tegasnya.
Disampaikan, pembenahan destinasi wisata lokal tidak hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga memperkuat perputaran ekonomi masyarakat di daerah.
“Tujuan pembenahan wisata ini supaya masyarakat Pati bisa menikmati wisata lokal di daerahnya sendiri. Dengan begitu, perekonomian juga bisa terus berputar di Kabupaten Pati,” ungkap Chandra.
Dia menambahkan, sebelumnya pihaknya telah mengimbau satuan Pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMP, untuk memanfaatkan destinasi wisata lokal sebagai tujuan kegiatan belajar di luar kelas. Karena itu, peningkatan kualitas infrastruktur wisata menjadi salah satu prioritas yang terus dilakukan.
“Kami sudah menyarankan sekolah-sekolah agar berwisata di Kabupaten Pati. Maka dari itu, infrastruktur wisatanya kita benahi, supaya adik-adik kita nyaman saat berwisata di Kabupaten Pati,” pungkasnya.
Penulis: Kontributor Kab Pati
Editor: Di, Diskomdigi Jateng


Tanamkan Integritas Sejak Dini Pemkab Pati Gelar Pendidikan Antikorupsi Di Sekolah

PATI – Untuk menanamkan nilai kejujuran, integritas, dan pemahaman mengenai dampak buruk korupsi sejak dini, Pemerintah Kabupaten Pati menggelar pendidikan antikorupsi pada satuan pendidikan 2026, di halaman SMP Negeri 1 Juwana, Jumat (19/6/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan, pemahaman mengenai korupsi dan dampaknya harus diberikan sejak dini, agar menjadi bekal saat siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun ketika terjun ke tengah masyarakat.
“Pendidikan antikorupsi harus kita ajarkan sejak dini. Generasi muda Kabupaten Pati harus memahami apa itu korupsi dan dampak buruknya, sehingga nilai-nilai antikorupsi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik saat belajar, bekerja, maupun bermasyarakat,” jelasnya.
Disampaikan, jenjang SMP merupakan fase penting dalam pembentukan karakter, sehingga kualitas pendidikan pada jenjang berikutnya sangat dipengaruhi oleh fondasi yang dibangun sejak masa SMP.
“Kalau sejak SMP sudah terbiasa jujur dan berintegritas, maka nilai-nilai itu akan terbawa hingga SMA, perguruan tinggi, bahkan ketika memasuki dunia kerja,” ujar Chandra.
Menurutnya, korupsi tidak hanya berkaitan dengan penyalahgunaan kewenangan di pemerintahan. Perilaku tidak jujur juga dapat muncul dalam lingkungan pendidikan, termasuk saat siswa mengerjakan tugas sekolah, maupun memanfaatkan teknologi dan internet untuk belajar.
“Kalian boleh mencari referensi dari internet, tetapi jangan sekadar menyalin. Pahami, pelajari, dan jadikan itu bagian dari proses belajar yang sebenarnya,” pesan Chandra kepada para siswa.
Selain itu, lanjutnya, keberanian mengakui kesalahan dan kemauan untuk memperbaiki diri, juga merupakan bagian penting dari integritas. Dia menilai budaya jujur harus dibiasakan sejak dini, agar menjadi karakter yang melekat hingga dewasa.
“Menjadi hebat tidak selalu ditentukan oleh siapa yang paling pintar. Yang lebih penting adalah semangat untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” katanya.
Pada kesempatan itu, Chandra juga menyampaikan apresiasi kepada para guru SMP Negeri 1 Juwana, yang telah berperan besar dalam membentuk karakter generasi muda. Pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang, yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Penulis: Kontributor Kab Pati
Editor: Di, Diskomdigi Jateng

Lantik 633 Taruna Smkn 2 Sragen Bupati Sigit Kalian Adalah Pemilik Masa Depan
SRAGEN – Sebanyak 633 taruna dan taruni Angkatan XV Tahun 2026 SMK Negeri 2 Sragen, resmi dilantik dalam upacara yang digelar di lingkungan sekolah, Kamis (18/6/2026). Pelantikan dilakukan Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, melalui prosesi penyiraman air dan penyematan tanda taruna, sebagai simbol dimulainya perjalanan para siswa dalam menempuh pendidikan berbasis ketarunaan.
Dalam amanatnya, Bupati Sigit menyampaikan rasa bangganya dapat berdiri di hadapan generasi muda, yang akan menjadi penerus pembangunan daerah dan bangsa.
“Saya senang sekali bisa berdiri di sini, di hadapan masa depan Sragen. Saya tidak hanya melihat barisan taruna, tetapi melihat cermin potensi bangsa yang tidak terbatas. Saya seperti melihat orang-orang hebat Sragen di masa depan,” ujarnya.
Bupati mengajak para taruna untuk memandang teman-teman di sekeliling mereka, sebagai calon pemimpin dan profesional yang kelak akan berkiprah di berbagai bidang.
“Lihat ke kanan dan kiri kalian. Mereka bukan sekadar teman angkatan atau teman sekelas. Mereka akan menjadi orang-orang hebat di bidangnya masing-masing. Mereka adalah masa depan Sragen,” katanya.
Menurut Sigit, pelantikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperbarui semangat, tekad, dan komitmen dalam meraih masa depan yang lebih baik.
“Pagi ini bukan hanya menjalankan rutinitas pelantikan, tetapi memperbarui janji, semangat, dan harapan masa depan,” ungkapnya.
Bupati juga menanamkan nilai-nilai kepeloporan kepada para taruna, dengan mengaitkannya pada sejarah panjang Sragen. Menurutnya, semangat perintis telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Sragen sejak masa lampau.
“Kalian adalah perintis. Perintis seperti Java Man yang menciptakan alat untuk bertahan hidup, dan perintis seperti Pangeran Mangkubumi, yang kemudian menjadi Sultan Hamengkubuwono I, yang merintis perjuangan dan membangun pemerintahan,” tuturnya.
Lebih lanjut, bupati menegaskan, masa depan seseorang tidak ditentukan oleh latar belakang, melainkan oleh keberanian untuk belajar, bekerja keras, dan terus mengembangkan kemampuan diri.
“Tanggung jawab akhirnya ada di tangan kalian. Bukan tentang dari mana kalian berasal, tetapi ke mana kalian akan melangkah. Bukan tentang apa yang tidak kalian miliki, tetapi apa yang bisa kalian ciptakan dengan keahlian yang kalian miliki,” tegasnya.
Sigit pun mendorong para taruna dan taruni untuk berani bermimpi besar, dan fokus pada tujuan hidup yang ingin dicapai.
“Kalian adalah pemilik masa depan. Jika kalian bekerja keras, berani bermimpi besar, dan fokus pada tujuan, tidak ada tembok yang terlalu tinggi untuk kalian lompati,” katanya.
Menutup amanatnya, Bupati Sigit berpesan agar para siswa selalu percaya pada kemampuan diri sendiri dalam menentukan arah masa depan.
“Masa depan tidak ditulis di bintang-bintang. Masa depan ditulis di tangan kalian, di dalam pikiran kalian, dan di dalam tekad kalian,” pesannya.
Selain prosesi pelantikan, kegiatan juga diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada taruna dan taruni berprestasi, serta penampilan marching band SMK Negeri 2 Sragen yang menambah semarak suasana acara.
Penulis : Kufita/Yuli_DiskominfoSragen
Editor : Ul, Diskomdigi Jateng
Berdayakan Ekonomi Baznas Temanggung Salurkan Program Zmart Bagi 40 Mustahik

TEMANGGUNG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menyalurkan program Zmart kepada 40 mustahik sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pada program tersebut, masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp8 juta yang digunakan untuk penyediaan modal usaha, renovasi atau perbaikan warung, serta pengadaan perlengkapan toko agar lebih menarik dan kompetitif.
Ketua Baznas Temanggung, Manshur Asnawi mengatakan, Zmart merupakan program pemberdayaan ekonomi, yang dirancang untuk mengubah mustahik atau penerima zakat menjadi muzaki atau pihak yang mampu menunaikan zakat.
“Harapannya itu mampu meningkatkan kualitas ekonomi mereka, sehingga mereka mampu berubah dari yang tadinya hanya sekedar penerima, secara pelan-pelan mereka menjadi muzaki. Setelah dia muzaki yang telah terberdayakan ekonominya, dia berubah dari penerima zakat menjadi pemberi zakat,” katanya, Jumat (19/6/2026).
Manshur menyampaikan, program itu dilakukan melalui transformasi warung kelontong tradisional menjadi minimarket modern, dengan fokus utama mendorong kemandirian ekonomi para penerima manfaat.
“Selain memberikan bantuan modal usaha, Baznas Temanggung juga membekali para peserta dengan keterampilan kewirausahaan, manajemen keuangan dasar, serta pemasaran digital agar memperluas jangkauan pemasaran, sekaligus usahanya itu dapat berkembang secara berkelanjutan,” jelasnya.
Penerima program Zmart, Elok (36), warga Perumahan Srimpi Baru, mengungkapkan rasa syukur, atas bantuan yang diberikan Baznas Temanggung melalui program tersebut.
Menurutnya, bantuan modal usaha dan perlengkapan toko sangat membantu pengembangan warung yang dikelolanya, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, dan menambah daya saing usaha.
Elok berharap, program itu dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan keluarga, serta mendorong pelaku usaha kecil untuk berkembang lebih mandiri dan berkelanjutan.
“Alhamdulilah ada peningkatan, 30 sampai 50 persen berkat bantuan ini yang sangat bermanfaat,” tuturnya.
Penulis : Fir;Ekp
Editor : Ul, Diskomdigi Jateng
Si Landak Perkuat Akurasi Data Kependudukan Di Kota Magelang
KOTA MAGELANG – Pemerintah Kota Magelang terus memperkuat tata kelola administrasi kependudukan melalui inovasi Si Landak (Sinergi Pelayanan Administrasi Kependudukan sampai dengan Kelurahan). Program itu diharapkan mampu meningkatkan akurasi data kependudukan, sekaligus mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai layanan publik.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono mengatakan, data kependudukan merupakan fondasi utama dalam setiap pengambilan keputusan dan kebijakan pemerintah.
“Ini adalah hal yang fundamental. Dasar dari setiap pengambilan keputusan dan kebijakan itu dari data kependudukan,” kata Damar, saat Focus Group Discussion (FGD) Rancangan Proyek Perubahan dengan Kelurahan dan Kecamatan, di Kantor Pemkot Magelang, Kamis (18/6/2026).
Menurut wali kota, pihaknya masih menemukan berbagai persoalan administrasi kependudukan di lapangan, mulai dari warga yang menempati lahan dengan status kepemilikan tertentu, hingga perpindahan penduduk yang belum didukung verifikasi data secara optimal.
Karena itu, dia mendorong penguatan verifikasi faktual terhadap data warga, sebelum proses perpindahan penduduk disetujui.
“Harus ada verifikasi faktual data. Kerjanya di mana, tinggalnya di mana, baru di-acc bisa pindah,” tegas wali kota.
Ditambahkan, tertib administrasi kependudukan penting, untuk memastikan setiap warga memperoleh hak atas pelayanan dasar dan fasilitas publik secara tepat sasaran.
Melalui program tersebut, sebagian layanan administrasi kependudukan yang sebelumnya terpusat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), kini diperluas hingga tingkat kelurahan, agar lebih mudah diakses warga.
Kepala Disdukcapil Kota Magelang, Sri Mulatsih, menjelaskan Si Landak lahir dari kebutuhan untuk meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan, yang sesuai dengan kondisi riil masyarakat.
“Administrasi kependudukan bukan pelayanan dasar, tetapi merupakan dasar dari semua pelayanan publik,” ujarnya.
Sri mengatakan, masih terdapat dokumen kependudukan yang belum diperbarui meski terjadi perubahan data penting, seperti status perkawinan, pekerjaan, pendidikan, maupun golongan darah.
Selain itu, pelayanan administrasi kependudukan selama ini masih terpusat di kantor Disdukcapil dan Mal Pelayanan Publik (MPP), sehingga keterlibatan kelurahan perlu diperkuat.
Melalui Si Landak, lanjutnya, pemerintah menargetkan peningkatan kepemilikan dokumen kependudukan, penurunan jumlah Kartu Keluarga (KK) berstatus perkawinan belum tercatat, peningkatan perekaman KTP elektronik, serta percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Selain mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, program tersebut juga diharapkan dapat mengurangi antrean pelayanan, mendukung reformasi birokrasi, serta memperkuat perencanaan pembangunan berbasis data di Kota Magelang.
Penulis : Prokompim Kota Magelang
Editor : Ul, Diskomdigi Jateng