Category: Jawa Tengah
Dukung Keberhasilan Se 2026 Warga Diimbau Berikan Data Akurat

KABUPATEN SEMARANG – Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengimbau seluruh warga, untuk menjawab pertanyaan petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 dengan jujur. Pasalnya, hal itu akan menghasilkan data akurat, yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.
“Berikan data yang akurat dan sebenarnya. Sebab, akan menjadi dasar menentukan kebijakan pembangunan daerah,” jelas bupati, pada penguatan komitmen bersama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026, di ruang pertemuan The Wujil Resort, Bergas, Rabu (17/6/2026) siang.
Disampaikan, data hasil SE 2026 akan memberikan gambaran nyata kondisi ekonomi daerah. Data yang terakumulasi secara nasional, nantinya akan menjadi dasar pengambilan kebijakan pembangunan secara menyeluruh. Warga pemilik usaha ekonomi mikro sampai ke perusahaan besar harus memberikan data sebenar-benarnya, sehingga dapat menjamin pengambilan kebijakan pembangunan yang tepat.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Semarang, Dewi Trirahayuni menegaskan, jaminan keamanan data yang diberikan. Dikatakan, para petugas pencatat data dilapangan sudah dibekali pengetahuan, untuk mendapatkan data yang benar dan akurat. Selain juga, sudah diwanti-wanti untuk menjaga kerahasiaan data yang diperoleh.
“Kerahasiaan data dijamin Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997, tentang statistik. Pelanggaran terhadap kerahasiaan data dapat dikenakan sanksi pidana,” tegasnya.
Pihaknya akan menerjunkan 1.065 petugas pencatat lapangan pada Sensus Ekonomi 2026 kali ini. Mereka akan mendatangi warga secara door to door, untuk menggali data usaha ekonomi secara lengkap mulai 15 Juni – 31 Agustus 2026. Sedangkan untuk perusahaan skala besar, pendataan dilakukan dengan moda Computer Assisted Web Interviewing (CAWI), lewat link digital sejak 1 Mei lalu.
Dewi juga memastikan, pendataan tidak terkait dengan upaya audit, investigasi, maupun kepentingan fiskal/perpajakan.
“Terima petugas sensus dengan baik, isi data dengan benar dan kami jamin kerahasiaannya,” pungkasnya.
Penulis: Junaedi, Diskominfo Kab Semarang
Editor: Di, Diskomdigi Jateng
Pembangunan Sekolah Rakyat Sragen Sesuai Target Siap Operasional Juli Mendatang
SRAGEN – Pembangunan Sekolah Rakyat 78 Sragen berjalan sesuai target, dan siap digunakan saat tahun ajaran baru pada Juli mendatang.
Hal itu dipastikan, setelah verifikasi lapangan dari Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, di Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Selasa (16/6/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin Tenaga Ahli Utama KSP, Armindo Dos Santos Soares, dan disambut Bupati Sragen Sigit Pamungkas, Wakil Bupati Suroto, Sekretaris Daerah dr Hargiyanto, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sragen Yuniarti.
Tenaga Ahli Utama KSP, Armindo Dos Santos Soares mengatakan, verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan kesesuaian, antara laporan progres pembangunan yang diterima pemerintah pusat dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Selama ini kami menerima laporan dalam bentuk angka. Hari ini kami hadir untuk mengecek langsung. Setelah kami lihat, progres pembangunan sesuai dengan laporan yang kami terima, dan teman-teman di lapangan optimistis Sekolah Rakyat ini dapat digunakan pada 13 Juli mendatang,” ujar Armindo.
Dia menjelaskan, progres pembangunan fisik saat ini telah mencapai sekitar 83,7 persen. Sesuai target kontrak, pekerjaan dituntaskan pada 20 Juni 2026. Sementara, proses penyelesaian dan penataan seluruh fasilitas, ditargetkan rampung sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Menurut Armindo, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis nasional, yang menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2, atau kelompok masyarakat berpenghasilan terendah.
“Presiden berharap Sekolah Rakyat ini bisa menjadi sarana bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, untuk mendapatkan pendidikan terbaik yang disiapkan negara,” ujarnya.
Secara nasional, saat ini terdapat 93 titik Sekolah Rakyat yang sedang dibangun di berbagai daerah. Khusus di Sragen, pembangunan sekolah tersebut menelan anggaran sekitar Rp222 miliar, dari total nilai proyek nasional sebesar Rp1,3 triliun.
Kompleks Sekolah Rakyat Sragen dibangun dengan fasilitas yang cukup lengkap. Terdapat 23 gedung utama yang meliputi ruang belajar jenjang SD, SMP, dan SMA, Masjid, delapan asrama siswa, rumah susun guru, dapur umum, kantin, gedung serbaguna, ruang utilitas, hingga fasilitas penunjang lainnya.
Sementara itu, Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyampaikan apresiasinya atas kunjungan dan verifikasi yang dilakukan Kantor Staf Presiden. Menurutnya, hasil pengecekan menunjukkan kesesuaian antara laporan progres pekerjaan dengan kondisi riil di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kantor Staf Presiden, yang melakukan verifikasi langsung atas capaian pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sragen. Alhamdulillah antara data yang disampaikan dengan kondisi lapangan itu klop. Progresnya sangat bagus, dan insyaallah ketika tahun ajaran baru dimulai sudah bisa digunakan,” ujar bupati.
Dia menjelaskan, Sekolah Rakyat Sragen nantinya memiliki kapasitas hingga 1.080 siswa, yang terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
Sigit berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Sragen, khususnya keluarga kurang mampu yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas.
“Harapan kami, masyarakat Kabupaten Sragen bisa memanfaatkan Sekolah Rakyat ini sebaik-baiknya, seperti yang diharapkan Bapak Presiden Prabowo. Masyarakat yang tidak mampu bisa menikmati pendidikan terbaik di negaranya, yang nantinya dapat mentransformasikan kehidupan keluarganya ke arah yang lebih baik,” bebernya.
Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan, sehingga proyek strategis tersebut dapat berjalan sesuai target, dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat.
Penulis : Miyos/Yuli_DiskominfoSragen
Editor : Ul, Diskomdigi Jateng