Category: Jawa Tengah
Kua Diharapkan Jadi Garda Terdepan Bangun Ketahanan Keluarga

JEPARA – Lebih dari sekadar tempat mengurus administrasi pernikahan, Kantor Urusan Agama (KUA) kini didorong menjadi pusat integrasi pelayanan keagamaan di Tingkat kecamatan. Transformasi ini diharapkan mampu menjadikan KUA sebagai garda terdepan, dalam mendongkrak kualitas keluarga dan ketahanan sosial masyarakat secara berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Bupati Jepara Witiarso Utomo, saat menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Kantor Urusan Agama (KUA), di Aula Kantor Kementerian Agama kabupaten setempat, Rabu (22/7/2026). Menurutnya, KUA kini memiliki peran strategis, dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
“Hari ini, peran KUA telah bertransformasi. Tidak hanya sebagai tempat mencatatkan pernikahan, namun juga menjadi garda terdepan pelayanan keagamaan dalam membangun kualitas keluarga, memperkuat ketahanan sosial, hingga mendampingi pemberdayaan ekonomi umat,” kata Witiarso.
Di tingkat kecamatan, lanjutnya, KUA menjadi ruang strategis untuk berbagai layanan, mulai dari pembinaan calon pengantin, layanan zakat dan wakaf, pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM, hingga penguatan moderasi beragama dan ketahanan keluarga.
Kepala Kantor Kementerian Agama Jepara, Akhsan Muhyiddin mengatakan, transformasi fungsi KUA menjadi kebutuhan di tengah perkembangan masyarakat. Menurutnya, KUA kini diarahkan sebagai pusat pelayanan yang inklusif.
“Yang kami optimalkan adalah fungsi KUA di tingkat kecamatan. Tidak hanya urusan administrasi pencatatan pernikahan. Peran KUA sekarang sudah dilebarkan menjadi pusat pelayanan yang inklusif,” ujar Akhsan.
Disampaikan, saat ini terdapat 16 KUA di Kabupaten Jepara. Dari jumlah tersebut, sembilan kantor berdiri di atas aset milik Kementerian Agama, enam menggunakan aset milik Pemerintah Kabupaten Jepara.
“Bahkan ada satu KUA yang berada di lahan Perhutani,” tandasnya.
Penulis: Kontributor Kab Jepara
Editor: Di, Diskomdigi Jateng

Pemprov Jateng Pastikan Sdn Tanggirejo Grobogan Yang Rusak Dapat Bantuan Revitalisasi

GROBOGAN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, yang mengalami kerusakan bangunan, akan memperoleh bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Sadimin mengatakan, kepastian tersebut diperoleh setelah Pemprov Jateng berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, melalui Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah.
“Kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ikut membantu perbaikan gedung yang rusak. Kami juga sudah berkomunikasi dengan Kemendikdasmen melalui BBPMP Jawa Tengah, dan insyaallah sekolah ini akan mendapatkan bantuan revitalisasi. Minggu depan akan dilaksanakan perjanjian kerja sama,” kata Sadimin, saat meninjau SDN Tanggirejo di Kabupaten Grobogan, Kamis (23/7/2026).
Dia menjelaskan, peninjauan dilakukan atas arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, untuk memastikan kondisi sekolah yang mengalami kerusakan akibat faktor usia bangunan dan serangan rayap.
Menurut Sadimin, setelah perjanjian kerja sama ditandatangani, dana bantuan ditargetkan cair pada Agustus 2026, sehingga perbaikan lima ruang kelas yang rusak dapat segera dilaksanakan.
“Insyaallah dana bulan Agustus cair, sehingga bangunan yang rusak bisa segera diperbaiki. Ada lima ruang kelas yang akan direhabilitasi,” ujarnya.
Selama proses perbaikan berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih dinilai aman.
“Anak-anak sementara belajar di ruangan yang masih aman dan layak digunakan, sehingga proses pembelajaran tetap berjalan,” kata Sadimin.
Selain memastikan percepatan revitalisasi, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan sebesar Rp50 juta kepada SDN Tanggirejo, sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan sementara di sekolah tersebut.
Sebelumnya, SDN Tanggirejo menjadi perhatian publik setelah sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan berat, bahkan sebagian bangunan roboh. Kondisi tersebut menyebabkan kegiatan belajar mengajar harus dilakukan secara bergantian dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih layak, termasuk musala sekolah. (Ak/Ul, Diskomdigi Jateng)

86 Desa Kelurahan Di Klaten Raih Penghargaan Layak Anak Pada Han 2026

KLATEN – Sebanyak 86 desa dan kelurahan di Kabupaten Klaten menerima penghargaan Desa/Kelurahan Layak Anak Tahun 2026. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Klaten yang digelar di Pendopo Kabupaten Klaten, Selasa (21/7/2026).
Penghargaan diberikan kepada tujuh desa kategori Utama, 14 desa kategori Nindya, 15 desa kategori Madya, 26 desa kategori Pratama, serta satu kelurahan kategori Pratama. Selain itu, sebanyak 23 desa juga menerima penghargaan kategori Rintisan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak.
Pada kesempatan yang sama, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dissos P3APPKB) Kabupaten Klaten turut memberikan penghargaan kepada 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 11 kecamatan yang dinilai berhasil mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak.
Kepala Dissos P3APPKB Kabupaten Klaten, Puspo Enggar Hastuti, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bagian dari evaluasi terhadap upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak di Kabupaten Klaten.
“Penghargaan ini diberikan sebagai upaya untuk mendorong seluruh pihak; baik pemerintah, lembaga kemasyarakatan, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat luas, untuk terus bersinergi dalam upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menegaskan, masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas perlindungan dan pemenuhan hak anak sejak dini. Ia menyebut, dari sekitar 1,3 juta penduduk Kabupaten Klaten, sebagian besar merupakan kelompok usia anak dan remaja sehingga menjadi prioritas pembangunan daerah.
“Masa depan kita itu ditentukan bagaimana perlakuan kita terhadap anak-anak kita. Kalau kemudian kita konsen, berfokus, menginvestasikan segenap jiwa rakyat kita kepada anak-anak kita, maka pasti suatu saat kita sudah akan mengubah hasil yang luar biasa untuk Menuju Indonesia Emas,” ungkapnya.
Mas Hamenang berharap penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Kami berharap seluruh OPD kedepannya memiliki program ramah anak, seluruh Kecamatan memiliki fasilitas yang aman bagi anak, dan seluruh desa memiliki lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak,” katanya.
Rangkaian peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tingkat Kabupaten Klaten juga diisi dengan pengukuhan Forum Anak Kabupaten Klaten Periode 2026–2028 serta Workshop Kreatif Anak bersama Ketua TP PKK Kabupaten Klaten, Fahrani Eka Wahyu Diana.Penulis: rva-ang/Kominfo-klt
Editor: WH/DiskomdigiJtg


Jembatan Gantung Garuda Di Bancak Diresmikan

KABUPATEN SEMARANG – Jembatan Gantung Garuda di Desa Wonokerto, Kecamatan Bancak sepanjang 80 meter yang membentang di atas Kali Senjoyo, rampung dibangun. Jembatan diresmikan oleh Danrem 073 Makutarama, Kolonel Arm Ezra Nathanael, Kamis (23/7/2026) siang.
Danrem menjelaskan, jembatan yang menghubungkan Desa Wonokerto dengan Desa Wiru, Kecamatan Bringin itu diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat, di semua aspek kehidupan. Mulai dari ekonomi, sosial kemasyarakatan, maupun pendidikan.
Tidak hanya di Wonokerto, lanjutnya, pembangunan jembatan penghubung lainnya juga dilakukan di berbagai wilayah Kodim, di jajaran Kodam IV Diponegoro. Menurutnya, ini merupakan program strategis nasional dari Presiden Prabowo, yang dijalankan TNI AD.
“Diharapkan, beroperasinya Jembatan Gantung Garuda ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, di aspek apa saja termasuk perekonomian,” ujarnya.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha menegaskan, jembatan gantung ini sangat bermanfaat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Kabupaten Semarang, lanjutnya, juga telah dibangun jembatan penghubung di Desa Bakalrejo, Kecamatan Susukan dan Desa Watu Agung, Tuntang bersama TNI.
“Terima kasih kepada TNI yang telah bersama-sama membangun Kabupaten Semarang,” kata bupati.
Penjabat (Pj) Kades Wonokerto, M El Amin menjelaskan, Jembatan Gantung Garuda meningkatkan akses warga dua desa ke berbagai fasilitas kesehatan, ekonomi, dan pendidikan. Yakni ke Puskesmas Rawat Inap Bancak, SMKN 1 Bancak, serta Pasar Krasak Desa Boto dan Pasar Sidodadi Desa Plumutan.
“Adanya jembatan itu memperpendek jarak tempuh dan dan menghemat waktu, sehingga menguntungkan warga,” pungkasnya.
Penulis: Junaedi, Diskominfo Semarang
Editor: Di, Diskomdigi Jateng
Tinjau Lokasi Kebakaran Di Desa Sumberagung Bupati Kendal Ingatkan Warga Jaga Keamanan Listrik

KENDAL – Masyarakat Kendal diminta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman dan layak digunakan, untuk mencegah terjadinya korsleting listrik.
Hal itu ditegaskan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, saat menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Sumberagung, Kecamatan Weleri, Rabu (22/7/2026). Pasalnya, dari informasi yang diterima, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik, ditambah musim kemarau dengan cuaca yang sangat panas.
“Saya berpesan kepada masyarakat, agar memperhatikan instalasi listrik di rumah masing-masing, sehingga dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar bupati.
Menurutnya, pemberian bantuan tersebut merupakan wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat untuk meringankan beban para korban. Bantuan yang diberikan berupa, kasur lipat, tikar, selimut, beras, air mineral, makanan siap saji, pakaian, serta obat-obatan.
Korban kebakaran, Sri Ningsih menceritakan, detik-detik terjadinya kebakaran yang berlangsung pada sore menjelang malam. Saat hendak menyalakan lampu, ia melihat kobaran api muncul dari dalam rumah, yang kemudian dengan cepat membesar.
“Saya mau menghidupkan lampu, tiba-tiba ada kobaran api di dalam rumah, lalu api langsung membesar dengan cepat,” ujarnya.
Di tengah kepanikan, dia mengaku sempat kembali masuk ke dalam rumah, karena mengira anaknya masih berada di dalam. Namun, ia bersyukur anaknya telah lebih dahulu dievakuasi ke luar rumah, sehingga selamat dari musibah tersebut.
“Saya sangat bersyukur, alhamdulillah, anak saya sudah dibawa keluar dan selamat,” ungkapnya.
Penulis: Diskominfo Kendal/Heri
Editor: Di, Diskomdigi Jateng

Wamen Koperasi Dorong Koperasi Tempe Tahu Di Salatiga Naik Kelas Lewat Tata Kelola Dan Teknologi
SALATIGA – Kota Salatiga kembali menjadi pusat perhatian nasional. Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Farida Farichah, hadir langsung membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) XIV Gakoptindo Tahun Buku 2025, yang dirangkaikan dengan Workshop Ketel Hemat Energi Generasi ke-5, di Grand Wahid Hotel Salatiga, Selasa (21/7/2026).
Kehadiran Wakil Menteri Koperasi didampingi Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menjadi sinyal kuat, jika penguatan koperasi khususnya koperasi produsen tempe dan tahu, terus menjadi perhatian pemerintah pusat. Langkah itu diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan anggota koperasi, efisiensi biaya produksi, hingga penguatan ketahanan pangan nasional.
Wakil Menteri Koperasi Farida menegaskan, Rapat Anggota Tahunan bukan sekadar agenda organisasi, melainkan forum penting untuk memperkuat tata kelola koperasi, sekaligus merumuskan strategi menghadapi tantangan usaha yang semakin dinamis.
“Forum seperti ini sangat strategis untuk melakukan konsolidasi, saling berbagi pengalaman, sekaligus menyusun langkah-langkah penguatan koperasi ke depan. Kami ingin koperasi memiliki tata kelola yang transparan, akuntabel, dan mampu berkembang menjadi badan usaha yang modern serta berdaya saing,” ujarnya.
Farida menambahkan, Kementerian Koperasi berkomitmen mendampingi koperasi agar tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu memperluas usaha melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menyambut baik dipilihnya Salatiga sebagai tuan rumah penyelenggaraan RAT Gakoptindo. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi daerah, untuk terus memperkuat ekosistem koperasi dan UMKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
“Koperasi memiliki peran besar dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Pemerintah Kota Salatiga akan terus mendukung lahirnya koperasi yang sehat, profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Robby juga mengapresiasi pelaksanaan Workshop Ketel Hemat Energi Generasi ke-5 yang dinilai menjadi solusi bagi pelaku usaha tempe dan tahu, untuk menekan biaya produksi melalui penggunaan energi yang lebih efisien.
“Teknologi seperti ini sangat penting karena mampu meningkatkan produktivitas, sekaligus mengurangi biaya operasional pelaku usaha. Pada akhirnya, daya saing industri tempe dan tahu akan semakin kuat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Gakoptindo, Triharjono, menjelaskan, RAT merupakan forum tertinggi koperasi yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja organisasi, sekaligus menyusun strategi pengembangan usaha.
Menurutnya, terdapat tiga agenda utama yang dibahas dalam RAT tahun ini, yakni evaluasi program kerja selama satu tahun terakhir, upaya memperjuangkan subsidi kedelai bagi pelaku usaha, serta demonstrasi penggunaan ketel hemat energi generasi ke-5 yang mampu mengurangi konsumsi bahan bakar, menekan biaya produksi, meningkatkan efisiensi usaha, dan mendukung proses produksi yang lebih ramah lingkungan.
Penulis : Kontributor Kota Salatiga
Editor : Ul, Diskomdigi Jateng
Tekankan Pelayanan Prima Dan Kebersihan Fasilitas Bupati Harno Tinjau Dua Puskesmas

REMBANG – Untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan dan kebersihan fasilitas layanan publik terus terjaga, Bupati Rembang Harno mengunjungi Puskesmas Rembang 1 dan Puskesmas Rembang 2, Selasa (21/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, bupati meninjau sejumlah ruang pelayanan, sekaligus berdialog dengan tenaga kesehatan. Dia menegaskan, pelayanan kepada masyarakat dan kebersihan lingkungan menjadi dua aspek utama yang harus terus ditingkatkan.
“Jadi saya di sini fokus melihat pelayanan kepada masyarakat. Yang kedua tentang kebersihan. Jadi, kita fokus kepada pelayanan masyarakat dan kebersihan lingkungan kerja, mulai yang di dalam sampai yang di luar,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan, pelayanan di kedua Puskesmas dinilai berjalan baik. Setiap hari, rata-rata sekitar 150 masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan di masing-masing Puskesmas.
Meski demikian, Harno meminta jajaran Puskesmas tidak berpuas diri dan terus melakukan pembenahan, baik dari sisi pelayanan, kebersihan, maupun sarana dan prasarana pendukung.
“Kalau ada yang kurang bagus harus diperbaiki. Sarana dan prasarana juga harus diperhitungkan. Semuanya harus diperhatikan,” tegasnya.
Dia juga menyebut aduan masyarakat terkait pelayanan di kedua Puskesmas tersebut relatif minim, yang menunjukkan kualitas layanan sudah berjalan cukup baik.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr Ali Syofii mengatakan, pihaknya telah menyediakan berbagai kanal pengaduan, mulai dari telepon, WhatsApp, website, hingga media sosial. Setiap laporan masyarakat dipastikan segera ditindaklanjuti.
Selain itu, pihaknya juga tengah meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan service excellence bagi petugas Puskesmas, agar kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
“Saat ini, kami sedang memberikan pelatihan pelayanan prima kepada tenaga Puskesmas. Harapannya, masyarakat mendapatkan pelayanan yang semakin baik,” ujar Ali.
Penulis: Mifta Rembang
Editor: Di, Diskomdigi Jateng
Jawa Tengah Jajaki Kerja Sama Dengan Iran Gubernur Ahmad Luthfi Bidik Transfer Teknologi Dan Investasi
SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjajaki potensi kerja sama berbagai sektor dengan Pemerintah Republik Islam Iran. Di antaranya terkait teknologi, investasi, pendidikan, kesehatan, pertanian, perkebunan, perdagangan, hingga pengembangan pariwisata muslim.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kerja sama internasional, guna mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.
Penjajakan potensi kerja sama itu dibahas saat Gubernur Ahmad Luthfi menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (22/7/2026).
“Kami berdiskusi terkait sister city antara Kota Semarang dengan Kota Yazd, lalu potensi sister province antara Jawa Tengah dengan provinsi di Iran,” beber Luthfi.
Menurutnya, Iran memiliki sejumlah keunggulan teknologi yang dapat menjadi peluang transfer pengetahuan bagi Jawa Tengah. Salah satunya teknologi peternakan sapi perah, yang mampu menghasilkan produksi susu hingga sekitar 30 liter per ekor per hari, jauh di atas rata-rata produksi peternak di Jawa Tengah yang masih berkisar 10-15 liter.
Selain itu, Iran dinilai memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi drone untuk sektor pertanian, teknologi kedokteran, hingga pengembangan pendidikan yang dapat dikolaborasikan dengan Jawa Tengah.
“Kalau teknologi mereka lebih maju dan bisa diterapkan di Jawa Tengah, tentu akan meningkatkan produktivitas masyarakat. Itu yang ingin kita pelajari,” ucap Luthfi.
Menurutnya, kerja sama sister province dan sister city dapat dilakukan, untuk mendorong perekonomian di Jawa Tengah. Apalagi hubungan ekonomi Jawa Tengah dengan Iran sudah terjalin cukup lama.
Tercatat, pada 2025 nilai ekspor nonmigas Jawa Tengah ke Iran mencapai sekitar 7,43 juta dolar AS, dengan neraca perdagangan yang masih surplus. Sementara untuk realisasi investasi Iran di Jawa Tengah selama periode 2022 hingga Triwulan I 2026, baru mencapai sekitar Rp612 juta dan menempati peringkat ke-59 sebagai negara asal investasi.
“Investasi Iran di Jawa Tengah paling banyak di wilayah Jepara, yaitu terkait dengan pemanfaatan ukiran kayu,” jelasnya.
Di sisi lain, potensi Jawa Tengah masih cukup besar. Karena itu, Ahmad Luthfi juga menawarkan sejumlah proyek strategis yang mungkin dapat menarik investasi dari Iran. Di antaranya sektor pariwisata, energi hijau, pengelolaan sampah menjadi energi, green hospital, kawasan perikanan terpadu, dan industri pengolahan garam.
“Provinsi Jawa Tengah penduduknya adalah 38,46 juta jiwa. Sebanyak 96 persen penduduknya adalah muslim. Kedekatan budaya tersebut diharapkan dapat mendukung kerja sama antara Jawa Tengah dengan Iran lebih meningkat lagi,” ucap Luthfi.
Sementara itu, Dubes Iran Mohammad Boroujerdi mengatakan, diskusi dengan Gubernur Ahmad Luthfi dan stafnya berjalan dengan sangat baik. Diskusi awal untuk sister city antara Kota Semarang dan Yazd sudah dilakukan, selanjutnya berharap akan ada pembahasan formal untuk menyelesaikan kerja sama tersebut.
“Kami menyarankan untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, karena kerja sama di bidang budaya dan juga politik serta di organisasi internasional, sangat baik antara kedua negara,” ucapnya.
Boroujerdi menyampaikan, Iran siap untuk menjalin kerja sama di berbagai bidang seperti pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, pertanian, peternakan, ketahanan pangan, hingga keamanan energi. Untuk bidang pariwisata, dia berharap ada kerja sama paket perjalanan wisata religi ke kota-kota dan makam tokoh bersejarah Islam di Iran.
“Kami berharap kerja sama dapat dilakukan dengan Jawa Tengah. Setelah kunjungan ini saya akan menghubungi pemerintah Iran dan provinsi-provinsi yang ada di Iran, untuk menjalin kerja sama dengan Jawa Tengah,” tandasnya. (Humas Jateng)*ul
