Gus Ipul Sambangi KPK: Pengadaan Sekolah Rakyat Disorot Tajam, Ada Apa Sebenarnya?
loading…
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026) pagi. Foto: Nur Khabibi
JAKARTA – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026) pagi. Gul Ipul beserta rombongan tiba di kantor Lembaga Antirasuah sekitar pukul 09.35 WIB dengan mengenakan mobil listrik.
“Saya memang meminta waktu untuk bisa melakukan silaturahmi, konsultasi, minta nasihat, dan sekaligus menyampaikan perkembangan-perkembangan pengadaan barang dan jasa di Kemensos,” kata Gus Ipul.
Dia mengungkapkan datang bersama semua pihak yang memiliki tanggung jawab terkait pelaksanaan barang dan jasa di Kemensos. Sementara Wamensos Agus Jabo Priyono hadir lebih awal pada pukul 09.13 WIB.
Noel Ebenezer: Sidang Tuntutan Resmi Ditetapkan 18 Mei 2026
loading…
Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel. Foto: Nur Khabibi
JAKARTA – Sidang pembuktian terkait kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan terdakwa Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel telah rampung. Persidangan itu akan memasuki babak baru, yakni pembacaan surat tuntutan oleh jaksa penuntut umum.
“Pemeriksaan dinyatakan selesai, waktunya untuk memberikan kesempatan kepada Penuntut Umum mengajukan tuntutan pidana terhadap diri terdakwa,” kata Ketua Majelis Hakim Nur Sari Baktiana saat sidang pada Kamis (7/5/2026).
Hakim menyebutkan, sidang untuk membacakan surat tuntutan dijadwalkan dua pekan yang akan datang, yakni Senin, 18 Mei 2026. “Terdakwa baik-baik dan sehat di dalam tahanan,” ujarnya.
“Kita akan buka kembali sidang untuk Saudara pada hari Senin tanggal 18 Mei 2026 dengan agenda tuntutan pidana dari penuntut umum,” sambungnya.
Respons Noel Jelang Tuntutan
Sementara itu, Noel berharap hukuman yang ia terima akan setimpal dengan apa yang ia berbuat. “Kita berharap tetap pada komitmen saya, kalau memang terbukti saya memeras pengusaha PJK III hukum mati,” ujar Noel saat ditemui seusai persidangan.
“Tapi jika tidak anggap ini sebuah cobaan untuk saya, ya saya hanya minta hukuman seadil-adilnya. Saya tidak bisa menghindarkan hukuman buat saya kok,” sambungnya.
Dakwaan Noel
Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel melakukan pemerasan sebesar Rp6,5 miliar (Rp6.522.360.000) terkait pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Momen Haru Noel Usai Sidang: Peluk Putrinya, Wariskan Semangat Pejuang
loading…
Immanuel Ebenezer alias Noel memeluk putrinya di ruang sidang, Kamis (7/5/2026). Foto: Nur Khabibi
JAKARTA – Putri Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel mendatangi ruang sidang. Anak Noel yang masih duduk di bangku SD sempat diminta hakim untuk meninggalkan ruang sidang saat persidangan berlangsung dengan alasan menjaga psikologis dan mentalnya.
Sebelum menutup jalannya sidang, Ketua Majelis Hakim Nur Sari Baktiana sempat meminta jaksa tidak langsung membawa Noel ke rutan. Ia meminta waktu sebentar untuk sang putri bisa bertemu dengan Noel.
“Sebelum ditutup karena tadi ada anak terdakwa yang masih sekolah, biarkan ketemu sebentar, jangan di tahanan ya penuntut umum. Kita jaga psikologis dan mental anak terdakwa juga. Karena ini posisi di pengadilan, jadi majelis mempunyai wewenang untuk menjaga itu ya,” kata Hakim Nur Sari.
Analisis: Bagaimana Kota Jambi Melesatkan Ekonomi Daerah Lewat Kawalan PSN
Kota Jambi menjadi salah satu daerah yang sukses menggenjot pertumbuhan ekonominya melalui pengawalan ketat terhadap program strategis nasional. Pernyataan itu dikemukakan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto pada Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), di Jakarta, Kamis (7/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Kota Jambi menjadi salah satu daerah yang sukses menggenjot pertumbuhan ekonominya melalui pengawalan ketat terhadap program strategis nasional.
Pernyataan itu dikemukakan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto pada Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), di Jakarta, Kamis (7/5).
“Banyak contoh di daerah yang membuktikan program strategis nasional ini kalau dikawal dengan baik,malah justru bisa menjadi pengungkit kemajuan dan ekonomi daerah,” kata Bima.
Salah satu contoh daerah tersebut adalah Jambi. Selain ketat mengawal program strategis nasional, kata Bima, wali kota Jambi pun dinilai gesit dalam mengawal pembangunan daerah.
Tercatat APBD Kota Jambi pada 2025 mencapai Rp2,013 triliun. Angka itu terdiri atas APBN sebesar Rp1,5 triliun, APBD provinsi Rp160 miliar, program revitalisasi sungai Rp144,9 miliar, program jaringan gas Rp105,88 miliar, Baznas Rp12,1 miliar, forum CSR Rp15,4 miliar, dan program pendidikan aparatur Rp500 juta.
Sukses kawal program MBG
Kunci sukses lain dari Jambi, tambah Bima, adalah dalam hal mengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program prioritas dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurut Bima, Jambi mampu mengejawantahkan Peraturan Presiden No 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG di tataran tapak.
“Rantai pasoknya dikawal. Petaninya, peternaknya, dan sebagainya dia sambung-sambungkan. Kemudian akhirnya angka-angkanya naik, memberikan spillover effect (efek limpahan),” kata Bima.
Alhasil, laporan keuangan Jambi notabene hijau. Pertumbuhan ekonomi Jambi melonjak dari 4,88 persen menjadi 5,13 persen.
Angka kemiskinan menurun; angka stunting juga bisa ditekan signifikan dari 10,3 persen menjadi 1,75 persen; tingkat pengangguran terbuka turun dari 7,38 persen ke 7,08 persen; dan indeks pembangunan manusia (IPM) juga naik dari 81,77 menjadi 82,32.
Selain mengawal program MBG, Kota Jambi juga mendukung program prioritas nasional lain seperti pengentasan kemiskinan, pelaksanaan Sekolah Rakyat, program Tiga Juta Rumah, Revitalisasi Satuan Pendidikan, hingga pembentukan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih.
“Ketika kita menyemangati daerah untuk mengawal program prioritas, kita berikan contoh-contoh inspiratifbetapa kalau kepala daerah mengawal dengan baik, maka justru akan menjadi pengungkit,” kata Bima. (her/dav)
Disambut Tarian dan Pasukan Jajar Kehormatan, Prabowo Tiba di Filipina untuk Hadiri KTT ASEAN
Presiden RI Prabowo Subianto mendarat di Bandara Benito Ebuen Airbase, Cebu, Filipina, Kamis (7/5) siang pukul 14.30 waktu setempat atau 13.30 WIB. Prabowo tiba di Cebu, Filipina, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Filipina, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto mendarat di Bandara Benito Ebuen Airbase, Cebu, Filipina, Kamis (7/5) siang pukul 14.30 waktu setempat atau 13.30 WIB. Prabowo tiba di Cebu, Filipina, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48.
Saat mendarat, Prabowo disambut tarian khas Filipina yang diiringi marching band serta Pasukan Jajar Kehormatan yang berbaris rapi lengkap dengan seragam dan atribut resmi.
Prabowo yang mengenakan seragam safari cokelat dan peci hitam, sesaat setelah turun dari tangga pesawat, disambut langsung pejabat Filipina yakni Gen. (Ret.) Eduardo Oban, National Security Adviser of the Philippines.
Prabowo sempat memberikan salam hormat kepada seluruh Pasukan Jajar Kehormatan sebelum kemudian menaiki kendaraan Maung Putih, kendaraan buatan Indonesia, selama melakukan kunjungan kerja di Filipina termasuk esok hari guna menuju venue acara KTT ASEAN ke-48 yang dihelat di Mactan Newtown, Lapu-Lapu, Cebu, Philippines.
Dalam agenda tersebut, Prabowo dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan KTT ASEAN ke-48, termasuk pertemuan Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) yang berfokus pada penguatan konektivitas dan kerja sama ekonomi kawasan.
Prabowo juga akan membahas penguatan kolaborasi ASEAN dalam menghadapi dinamika global, mulai dari ketahanan energi hingga isu geopolitik kawasan. (her/dav)
Prabowo di KTT ASEAN Filipina: Taruhan Energi dan Stabilitas Regional
Presiden RI Prabowo Subianto, bertolak ke Filipina, dalam rangka kunjungan resmi kenegaraan untuk menghadiri KTT ASEAN ke-48 yang digelar pada 7–8 Mei 2026 di Cebu, Filipina, Kamis (7/5). Prabowo beserta rombongan terbatas bertolak menuju Cebu melalui Bandara Lanud Halim Perdanakusuma pada pukul 09.10 WIB. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertolak ke Filipina, dalam rangka kunjungan resmi kenegaraan untuk menghadiri KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) ASEAN ke-48 yang digelar pada 7–8 Mei 2026 di Cebu, Filipina, Kamis (7/5).
Prabowo beserta rombongan terbatas bertolak menuju Cebu melalui Bandara Lanud Halim Perdanakusuma pada pukul 09.10 WIB.
Di Lanud Halim, keberangkatan Prabowo tampak didampingi oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala BIN Muhammad Herindra.
Prabowo dijadwalkan menghadiri agenda KTT ASEAN ke-48, termasuk pertemuan Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) yang berfokus pada penguatan konektivitas dan kerja sama ekonomi kawasan.
Dalam agenda tersebut, Prabowo juga akan membahas penguatan kolaborasi ASEAN dalam menghadapi dinamika global, mulai dari ketahanan energi hingga isu geopolitik kawasan.
Turut mendampingi Prabowo dalam penerbangan menuju Filipina yakni Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (her/dav)
Visi Masa Depan Daerah: Generasi Muda Desak DPD Perkuat Pengaruh
Diskusi media “Optimalisasi DPD” oleh IPC, SPD, dan Perkumpulan Warga Muda di Jakarta menyoroti urgensi penguatan DPD RI. DPD diharapkan menjadi kanal aspirasi daerah dan jembatan kebijakan inklusif. Akademisi menyoroti desain bikameral tidak seimbang; representasi daerah minim daya dorong kebijakan nasional.
Muhammad Nalar Al Khair, Direktur Pangan, Desa dan UMKM Sigmaphi. Foto/Ist
Muhammad Nalar Al Khair Direktur Pangan, Desa dan UMKM Sigmaphi
UPAYA mewujudkan swasembada pangan, khususnya beras yang didorong oleh Presiden Prabowo Subianto patut ditempatkan sebagai agenda strategis nasional dan didukung seluruh rakyat Indonesia. Dalam konteks geopolitik global yang kian tidak pasti, ditandai gangguan rantai pasok, konflik, dan volatilitas harga komoditas, maka ketahanan pangan bukan lagi sekadar sektor ekonomi.
Melainkan pilar stabilitas negara. Karena itu, setiap klaim capaian harus dikawal secara serius agar tidak terjebak pada optimisme yang prematur. Harapan terhadap kemandirian pangan tentu tidak lahir dari ruang kosong. Hal itu membutuhkan konsistensi kebijakan, akurasi data, serta sinkronisasi antar-lembaga yang solid.
Dalam situasi seperti ini, transparansi menjadi fondasi penting agar publik dapat menilai secara objektif sejauh mana capaian tersebut benar-benar terjadi. Pada titik ini, pernyataan Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada 23 April 2026 yang menyebutkan adanya peningkatan signifikan produksi beras layak untuk diuji. Klaim tersebut, jika benar tentu menjadi kabar baik. Namun dalam kebijakan publik, validitas data adalah segalanya, karena dari situlah arah kebijakan ditentukan.
Data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) justru menunjukkan gambaran yang berbeda. Estimasi produksi padi periode Januari–Mei 2026 sebesar 28,7 juta ton, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 29,4 juta ton. Selisih sekitar 650 ribu ton ini bukan angka kecil, dan tidak bisa diabaikan dalam analisis ketahanan pangan.
Jika ditarik lebih dalam, memang terdapat kenaikan produksi pada Januari dan Februari 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun tren tersebut tidak berlanjut. Memasuki Maret hingga Mei, produksi justru melemah dan berada di bawah capaian 2025.
Pola ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi bersifat temporer, bukan struktural. Di sinilah muncul pertanyaan mendasar, apakah terdapat perbedaan metodologi atau sumber data yang digunakan oleh Menteri Pertanian? Wallahu a’lam bish-shawab
Bareskrim Tangkap Buronan Penipuan Internasional, Penasihat Ahli Kapolri: Bukti Kerja Sama yang Baik
loading…
Bareskrim Polri menangkap LCS, buronan Interpol kasus penipuan online lintas negara. Penangkapan ini bukti kerja sama Polri dan kepolisian luar negeri sangat baik terutama dalam pemberantasan kejahatan siber. Foto: Ilustrasi/Dok Sindonews
JAKARTA – Bareskrim Polri menangkap buronan Interpol kasus penipuan online lintas negara. Pelaku berinisial LCS dibekuk Bareskrim saat berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
Pelaku diamankan setelah Bareskrim Polri bekerja sama dengan kepolisian lintas negara. “Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kerja sama kepolisian Indonesia dan luar negeri sangat baik terutama dalam pemberantasan kejahatan siber, khususnya penipuan online yang banyak meresahkan masyrakat di berbagai negara,” ujar Penasihat Ahli Kapolri Edi Hasibuan, Kamis (7/5/2026).
Menurut Edi, penjahat internasional ini diketahui banyak melakukan penipuan online dengan korban di berbagai negara. Cara penipuan sindikat nyaris sama. Jaringan penipuan online ini bermarkas di Kamboja.
“Seluruh jaringan pelaku juga tersebar di berbagai negara di dunia. Kita apresiasi kinerja Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono bersama stafnya yang sudah berhasil mengamankan buronan Interpol,” kata anggota Kompolnas periode 2012-2016 ini.
Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Himawan Bayu Aji mengatakan, LCS ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu, 3 Mei 2026. LCS sebelumnya telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.
“Kasus ini tercatat memiliki 23 Laporan Polisi (LP) dari berbagai wilayah di Indonesia. Ini bentuk keseriusan kami dalam menindak pelaku kejahatan siber, khususnya penipuan online yang merugikan masyarakat luas,” tegasnya.
Berkat Sekolah Rakyat, Anak 12 Tahun Ini Akhirnya Bisa Merasakan Bangku Sekolah
Kehadiran Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto memberikan kebahagiaan tersendiri bagi seorang anak bernama Al-Jabbar (Al). Di usia 12 tahun, ia akhirnya bisa merasakan bangku sekolah seperti anak-anak lainnya. Hal itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dalam konferensi pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Rabu (6/5). Menurut Saifullah, Al-Jabbar merupakan salah satu calon siswa Sekolah Rakyat bersama ratusan anak kurang beruntung lainnya, terutama dari keluarga dengan kondisi ekonomi sulit. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Kehadiran Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto memberikan kebahagiaan tersendiri bagi seorang anak bernama Al-Jabbar (Al). Di usia 12 tahun, ia akhirnya bisa merasakan bangku sekolah seperti anak-anak lainnya.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan Al-Jabbar merupakan salah satu calon siswa Sekolah Rakyat bersama ratusan anak kurang beruntung lainnya, terutama dari keluarga dengan kondisi ekonomi sulit.
Gus Ipul, sapaan akrabnya, mengatakan Al bahkan berani menyampaikan langsung kondisinya kepada Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat berkunjung ke Istana Negara.
“Ini salah satu calon siswa Sekolah Rakyat dari Duren Sawit, enggak jauh dari sini, yang kemarin angkat tangan dan menyampaikan langsung kepada Pak Seskab. Secara spontan dia menyatakan nama saya Al-Jabbar, panggilannya Al. Saya usia 12 tahun, tapi saya belum pernah sekolah,” cerita Gus Ipul dalam konferensi pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Rabu (6/5).
Al merupakan anak dari seorang ibu tunggal dan memiliki seorang adik. Ayahnya telah lama meninggal sehingga kondisi ekonomi keluarganya sangat sulit.
“Ayahnya sudah meninggal, status rumahnya juga masih menumpang dan ditemukan pada saat di lampu merah. Dia cerita juga di tengah-tengah dia yang belum pernah sekolah, dia bawa adiknya dan adiknya mau hanya sekolah PAUD, setelah itu dia enggak mau sekolah juga. Padahal Al ingin adiknya bisa sekolah,” kata Gus Ipul.
Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin atau yang berada di kelompok desil 1 dan 2. Program ini bertujuan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Menurut Gus Ipul, saat pertama kali dimulai pada 2025, Sekolah Rakyat menampung lebih dari 15 ribu siswa dengan kondisi sosial ekonomi keluarga yang berbeda-beda, tetapi mayoritas berada di garis kemiskinan.
“Pertama, 60% orang tua yang bekerja sebagai guru atau penagih harian. 67% orang tua berpenghasilan di bawah 1 juta rupiah. 65% keluarga memiliki tanggungan di atasnya,” jelasnya.
Sementara dari riwayat pendidikannya, terdapat 454 siswa yang tidak atau belum pernah sekolah. Selain itu, 298 siswa tercatat putus sekolah, dan sebagian lainnya bahkan sudah bekerja untuk mencari nafkah.
“Di antara mereka banyak yang hidup bersama orang tua tunggal. Sebagian lagi mereka mengalami kekerasan,” pungkasnya.
Pemerintah menargetkan jumlah siswa Sekolah Rakyat mencapai 46 ribu orang sepanjang tahun ini. Jumlah tersebut diharapkan terus meningkat menjadi 100 ribu siswa pada 2027 dan lebih dari 200 ribu siswa pada 2028. (her/dav)