Orang terkaya dunia, Elon Musk, resmi menyerah pada godaan platform pesaing, TikTok dan Instagram. Setelah lama mencerca TikTok sebagai “perusak peradaban” dan mengkritik Instagram, Musk kini membuka akun terverifikasi di kedua platform tersebut, sebuah manuver pragmatis yang telanjang demi agenda bisnisnya: IPO SpaceX. Ini bukan sekadar tren, melainkan taktik licik untuk memanipulasi opini publik dan pasar.
Akun @elonmusk di TikTok, yang langsung menyandang centang biru, telah meraup lebih dari 129.400 pengikut. Ironi ini menampar rekam jejak Musk yang selama ini sangat protektif terhadap ekosistem X miliknya, bahkan tak segan menyerang rivalnya secara verbal. Keputusan ini secara terang-terangan mengkhianati narasi “kebebasan berekspresi” yang ia gaungkan saat menentang larangan TikTok di AS pada April 2024, kini berubah menjadi alat promosi pribadi.
IPO SpaceX: Dalih Ekspansi ke Wilayah Musuh
Para analis tak buta. Langkah Musk adalah kalkulasi dingin. Bergabungnya ia ke TikTok dan Instagram diduga kuat berkaitan langsung dengan rencana penawaran umum perdana (IPO) SpaceX, yang kabarnya diajukan pada awal April 2026. SpaceX, perusahaan kedirgantaraan ambisius Musk, jelas butuh sorotan masif untuk transisi menjadi entitas publik.
TikTok dan Instagram, dengan basis pengguna muda yang masif dan algoritma yang menembus demografi di luar pengguna X, kini menjadi “senjata” baru Musk. Ini adalah cara paling murah dan cepat untuk memicu hype global, menjaring investor ritel baru yang mungkin tak tersentuh oleh kanal tradisional, dan tentu saja, menggemukkan pundi-pundi SpaceX.
Dalam unggahan perdananya di TikTok, Musk membagikan video dengan keterangan singkat: “First TikTok. Ad astra 🚀”. Frasa Latin “menuju bintang-bintang” itu jelas menegaskan visinya melalui SpaceX. Video tersebut menampilkan cuplikan motivasinya sendiri, diikuti montase pencapaian perusahaannya, mulai dari Neuralink, roket SpaceX, Tesla, hingga Starlink.
“Kita harus bersemangat menghadapi masa depan. Kita harus melakukan hal-hal yang membuat kita ingin hidup. Tidak bisa selalu masalah setiap hari,” ujarnya dalam video tersebut, sebuah pesan yang kini terasa munafik di tengah upaya menangguk keuntungan dari platform yang pernah ia hujat.
Musk, yang sebelumnya tak henti-hentinya mengkritik algoritma TikTok dan menyebut Instagram berdampak negatif pada kesehatan mental, kini justru memanfaatkannya. Dengan menggunakan foto profil yang sama di semua platform, ia tak lagi menyembunyikan agenda bisnisnya yang besar. Ini adalah pengingat bahwa bagi sebagian kalangan, prinsip bisa dibuang kapan saja, demi kepentingan pasar.

Leave a Reply