PT Global Dairy Bersama (GDB) siap membangun peternakan sapi perah terpadu (mega farm) terbesar se-Indonesia di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dengan target kapasitas 30 ribu ekor. Proyek ambisius ini diklaim mampu menyumbang 18 persen dari total produksi susu nasional, secara signifikan memangkas ketergantungan impor susu yang kini mencapai 80 persen.
Pembangunan mega farm seluas 710 hektare ini dijadwalkan dimulai dengan cut and fill lahan pada Juni 2026, menargetkan operasional penuh dan “first milking” pada akhir 2027. Klaim mendongkrak ekonomi daerah dan menempatkan Jawa Tengah sebagai produsen susu utama menuntut realisasi janji pemerintah dan pengembang di tengah skala proyek yang masif.
Ambisi Produksi dan Teknologi Terpadu
Mega farm ini diproyeksikan menghasilkan 180 ribu ton susu per tahun. PT GDB mengusung konsep “close loop system” yang mengklaim pengolahan limbah ternak menjadi biogas dan pupuk, serta daur ulang air, menciptakan ekosistem terintegrasi.
Selain peternakan, proyek ini akan membangun fasilitas pengolahan susu, pabrik pakan, hingga kawasan perkebunan jagung seluas 2.000 hektare untuk mendukung kebutuhan pakan. Ini membentuk rantai pasok terintegrasi dari hulu ke hilir.
Kementerian Pertanian menjanjikan dukungan penyediaan bibit sapi impor dari Australia, Amerika Serikat, Selandia Baru, hingga Brasil. Pemerintah juga mengklaim akan memperkuat sistem kesehatan hewan untuk mencegah penyakit seperti PMK dan LSD.
Proyek ini juga disebut akan melibatkan sekitar 5.000 petani lokal untuk penyediaan pakan dan menggandeng 8.000 peternak dalam pengembangan sapi, sebuah klaim pemberdayaan masyarakat yang perlu pembuktian konkret di lapangan.
Janji Dukungan dan Klaim Signifikansi
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan, “Kalau ini terbangun, ini akan jadi yang terbesar di Indonesia.” Ia menambahkan, “Dengan tambahan produksi dari Brebes, ini akan sangat signifikan menekan ketergantungan impor.”
Perwakilan PT Global Dairy Bersama (GDB), Ihsan Mulia Putri, menekankan, “Ini bukan sekadar peternakan, tapi ekosistem terintegrasi dari hulu ke hilir.” Ihsan juga mengklaim, “Ini bukan hanya proyek industri, tapi juga pemberdayaan masyarakat.”
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menjamin dukungan penuh, menyatakan, “Investasi seperti ini sangat strategis, dan akan kami dukung penuh,” mengaitkannya dengan fokus Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng 2026 pada swasembada pangan.
Defisit Susu dan Tantangan Ketahanan Pangan
Saat ini, produksi susu dalam negeri hanya mencapai sekitar 1 juta ton per tahun, jauh di bawah kebutuhan nasional yang mencapai 4,7 juta ton. Kondisi ini memaksa Indonesia mengimpor sekitar 80 persen kebutuhan susu. Jawa Tengah sendiri berada di peringkat ketiga produsen susu nasional.
Proyek mega farm di Brebes, jika terealisasi sesuai janji, akan menjadi upaya masif pemerintah dan swasta untuk mengurangi defisit susu dan mengklaim ketahanan pangan. Namun, skala dan kompleksitas proyek ini menghadirkan tantangan besar dalam implementasi dan keberlanjutan.







Leave a Reply