Jazuli Juwaini Ajak Umat Maknai Haji dan Kurban sebagai Penguatan Spiritual dan Sosial
loading…
JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA) Jazuli Juwaini mengajak semua umat Islam menjadikan momentum puncak ibadah haji dan Iduladha sebagai sarana penguatan spiritualitas sekaligus kepedulian sosial untuk membangun umat, bangsa, dan negara. Dia menuturkan, ibadah haji dan kurban tidak boleh dimaknai sebatas ritual keagamaan semata, melainkan harus melahirkan transformasi moral, spiritual, dan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Dia mengatakan, nilai utama dari haji dan kurban adalah ketakwaan, pengorbanan, persaudaraan, serta keberpihakan kepada sesama yang membutuhkan. “Mathla’ul Anwar mengajak seluruh masyarakat, khususnya para jamaah haji dan pequrban, agar memaknai ibadah ini bukan sekadar ritual tahunan. Haji harus melahirkan insan-insan spiritual yang siap berperan aktif menghadirkan kebaikan bagi umat, bangsa, dan negara,” ujar Jazuli, Kamis (28/5/2026).
Sebagai organisasi Islam yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial, Mathla’ul Anwar menilai bahwa semangat haji dan kurban sangat relevan untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah berbagai tantangan ekonomi dan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat. Jazuli menekankan bahwa ibadah kurban harus menjadi momentum memperkuat budaya berbagi dan kepedulian sosial, terutama kepada masyarakat kecil, kaum dhuafa, dan saudara-saudara sebangsa yang masih mengalami kesulitan hidup.
Matahari Tepat di Atas Ka’bah pada 27-28 Mei, Kemenag Ajak Cek Arah Kiblat
loading…
Fenomena astronomi ‘Rashdul Kiblat’ atau ‘Istiwa A‘zam’ akan kembali terjadi pada 27 dan 28 Mei 2026. Saat itu, matahari berada tepat di atas Kakbah. Foto/Dok.SindoNews
JAKARTA – Fenomena astronomi ‘Rashdul Kiblat’ atau ‘Istiwa A‘zam’ akan kembali terjadi pada 27 dan 28 Mei 2026. Saat itu, matahari berada tepat di atas Kakbah sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan menunjukkan arah kiblat.
Momen ini bisa digunakan untuk memverifikasi arah kiblat secara mandiri dari rumah.
“Rashdul Kiblat menjadi kesempatan yang sangat baik bagi masyarakat untuk memeriksa kembali arah kiblat secara mandiri. Ketika matahari tepat berada di atas Kakbah, arah bayangan benda tegak lurus akan mengarah berlawanan dengan arah kiblat,” ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama (Kemenag), Arsad Hidayat di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Bukan Sekadar Pesta Babi: Kontroversi Film Ini Ajak Publik Menyelami Realitas Papua Seutuhnya
loading…
Pulau Papua. Ilustrasi/Dok SINDO
JAKARTA – Akademisi dan pengamat sosial politik Prof Sam’un Jaja Raharja turut mengomentari polemik film Pesta Babi . Menurut dia, polemik tersebut perlu dilihat secara jernih, proporsional, dan tidak emosional.
Dia berpendapat bahwa sebagai sebuah karya dokumenter, film tersebut tetap memiliki nilai sebagai ruang refleksi publik, tetapi harus dibaca secara kritis dan tidak dilepaskan dari data serta realitas lapangan. “Sebagai sebuah karya dokumenter, film ini sangat baik. Semoga menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” ujar Prof Sam’un Jaja Raharja, Kamis (14/5/2026).
Dia menambahkan, demokrasi tidak dapat dipahami secara hitam-putih. Demokrasi merupakan realitas hidup dalam sebuah negara yang memberi ruang bagi kebebasan, kritik, dan perbedaan pandangan, tetapi juga menuntut tanggung jawab moral dari setiap aktor publik.
“Kebebasan memang dijamin oleh konstitusi. Namun, kebebasan juga harus disertai tanggung jawab moral, terutama apabila sebuah narasi berpotensi menimbulkan ketidakpastian atau ketidaksinkronan antara data dan fakta,” katanya.
Sam’un menambahkan, karya seni, kritik, dan ruang diskusi tidak boleh diperlakukan sebagai ancaman. Jika sebuah karya menimbulkan perdebatan, maka respons terbaik bukanlah pembatasan, melainkan dialog terbuka yang berbasis argumentasi.
“Kampus bukan ruang steril yang hanya boleh diisi pandangan seragam. Universitas hidup dari perdebatan, kritik, dan pertarungan gagasan. Kalau ruang diskusi dibatasi, maka kampus kehilangan fungsi intelektualnya.”
Prabowo Ajak Negara ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama bagi kemerdekaan dan kedamaian suatu bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat (8/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Cebu, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama bagi kemerdekaan dan kedamaian suatu bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat (8/5).
Menurut Prabowo, pangan merupakan kebutuhan mendasar yang menentukan keberlangsungan masyarakat sekaligus stabilitas negara.
“Tanpa pangan, pada dasarnya tidak ada masyarakat. Tanpa pangan, tidak ada kemerdekaan. Tanpa pangan, tidak ada kedamaian,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa sektor pertanian memiliki peran yang sangat strategis sehingga negara harus hadir secara aktif untuk menjamin keberlanjutan produksi pangan nasional.
Pemerintah Indonesia, lanjutnya, akan terus memperkuat kemandirian pangan melalui kebijakan yang berpihak kepada sektor pertanian dan para petani.
“Pertanian terlalu penting. Ketahanan pangan itu penting. Bagi kami, ini adalah tanggung jawab utama pemerintah, dan Pemerintah Indonesia bertekad mengambil tanggung jawab penuh serta kedaulatan penuh atas sektor vital ini,” katanya.
Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia tidak sepenuhnya menyerahkan sektor pertanian kepada mekanisme pasar maupun swasta.
Menurutnya, campur tangan pemerintah tetap diperlukan guna menjaga stabilitas produksi dan distribusi pangan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
“Ketahanan pangan adalah tentang kepemimpinan pemerintah dan intervensi pemerintah. Indonesia tidak percaya bahwa pertanian hanya boleh diserahkan kepada sektor swasta,” tegasnya.
Perkuat Kerja Sama Regional
Selain itu, Prabowo mengingatkan negara-negara ASEAN terhadap ancaman perubahan iklim, khususnya potensi El Nino ekstrem yang diperkirakan dapat mengganggu produksi pangan di kawasan. Karena itu, ia menilai kerja sama regional menjadi sangat penting untuk menghadapi risiko tersebut.
“Kita telah diperingatkan oleh organisasi internasional mengenai risiko El Nino ekstrem yang mengintai di depan kita. Dalam situasi ini, ketahanan pangan menjadi semakin mendesak,” ucapnya.
Prabowo pun menyerukan agar negara-negara ASEAN memperkuat kolaborasi dalam diversifikasi pangan dan pengembangan teknologi pertanian.
Ia juga mendorong penyederhanaan mekanisme cadangan beras darurat ASEAN Plus Three atau ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR) guna mempercepat respons terhadap krisis pangan.
“Ini bukan tantangan yang dapat ditangani oleh satu negara saja. ASEAN harus bertindak bersama,” katanya.
Ia menambahkan, kawasan ASEAN perlu memperkuat sistem cadangan pangan berbasis lokal guna meningkatkan ketahanan menghadapi ancaman krisis di masa mendatang. “Kita harus memajukan cadangan pangan berbasis lokal kita,” pungkasnya. (her/dav)
Prabowo Ajak ASEAN Kebut Pengembangan Energi Terbarukan dan Jaringan Listrik Trans Borneo
Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti isu ketahanan energi sebagai tantangan utama yang mendesak untuk dihadapi bersama. Hal itu dikatakan Prabowo dalam pidatonya saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) yang menjadi bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada Kamis (7/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Cebu, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti isu ketahanan energi sebagai tantangan utama yang mendesak untuk dihadapi bersama.
Menurut Presiden Prabowo, tekanan global yang meningkat serta ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah membuat isu energi bukan lagi sekadar tantangan jangka panjang, melainkan kebutuhan yang harus segera direspons.
“Ketahanan energi adalah salah satu isu penting yang kita hadapi saat ini. Dengan meningkatnya tekanan global dan ketidakstabilan di Timur Tengah, ini bukan lagi masalah jangka panjang, melainkan masalah mendesak,” ujar Prabowo dalam pidatonya saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) yang menjadi bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada Kamis (7/5).
Prabowo menyampaikan bahwa kawasan Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, mulai dari tenaga air, tenaga surya, tenaga angin, hingga lahan subur yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Prabowo pun mempertanyakan kesiapan negara-negara anggota untuk memanfaatkan potensi tersebut demi memenuhi kebutuhan kawasan sekaligus mendukung transisi energi ASEAN.
“Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN,” kata Presiden.
Lebih lanjut, Prabowo mendorong langkah konkret untuk mempercepat pengembangan energi bersih di kawasan. Beberapa langkah yang disoroti antara lain pengembangan tenaga air di Kalimantan, perluasan proyek energi surya di Palawan, serta pemanfaatan energi angin di wilayah pesisir.
Prabowo turut mencontohkan sejumlah langkah yang tengah dijalankan Indonesia dalam mempercepat pengembangan energi surya.
“Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah bangun tenaga surya 100 GW. Bersama-sama kita tingkatkan infrastruktur energi kita. BIMP-EAGA memiliki potensi yang besar,” ujar Presiden.
Selain pengembangan energi, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat konektivitas subkawasan, termasuk peningkatan kapasitas jaringan listrik Trans Borneo Power Grid agar distribusi energi dapat berjalan lebih efisien di kawasan. Prabowo menilai seluruh agenda tersebut membutuhkan dukungan pembiayaan, keahlian teknis, serta kemitraan yang lebih erat dengan para mitra pembangunan regional.
“Semua ini tidak akan terjadi tanpa dukungan yang tepat. Kita perlu mengamankan pendanaan, memobilisasi keahlian teknis; dan memperdalam kemitraan dengan penasihat regional dan Mitra Pembangunan kita,” katanya.
Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa selain ketahanan energi, ketahanan pangan juga menjadi isu mendasar yang harus menjadi perhatian bersama negara-negara BIMP-EAGA dalam menjaga kesejahteraan masyarakat kawasan.
“Namun, upaya kita hendaknya jangan berhenti pada ketahanan energi. Ketahanan pangan sama fundamentalnya,” pungkas Presiden.
Dari Cebu, Presiden Prabowo sekaligus mengirim pesan kuat bahwa masa depan ASEAN tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan kawasan menjaga ketahanan energi, pangan, dan stabilitas masyarakatnya di tengah dunia yang terus berubah. (her/dav)
Indonesia Ajak Negara-negara ASEAN Kerja Sama Lebih Erat Hadapi Krisis Global
Menteri Luar Negeri Sugiono mengajak negara-negara ASEAN mempererat kerja sama dalam menghadapi krisis global akibat konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah dan berbagai tantangan di kawasan. Menurut Sugiono, ASEAN merupakan mitra yang terpercaya dan dapat diandalkan. Hal itu dikatakan Sugiono dalam pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Minister’s Meeting/AMM) di Cebu, Filipina, Kamis (7/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Menteri Luar Negeri Sugiono mengajak negara-negara ASEAN mempererat kerja sama dalam menghadapi krisis global akibat konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah dan berbagai tantangan di kawasan. Menurut Sugiono, ASEAN merupakan mitra yang terpercaya dan dapat diandalkan.
“Di tengah dunia yang semakin tidak menentu, ASEAN tetap menjadi mitra yang terpercaya, stabil, dan dapat diandalkan,” kata Sugiono dalam pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Minister’s Meeting/AMM) di Cebu, Filipina, Kamis (7/5).
Pada kesempatan itu, dia pun mengapresiasi inisiatif keketuaan Filipina dalam mengkoordinasikan respons bersama ASEAN terhadap krisis yang dihadapi saat ini.
Sugiono menilai semakin banyaknya negara yang bergabung dalam Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) mencerminkan kepercayaan yang terus berlanjut terhadap ASEAN. Ia menegaskan kemitraan yang dijalin ASEAN dengan mitra wicara harus terus diperkuat demi mencapai hasil yang konkret dan konstruktif untuk isu-isu yang menjadi kepentingan bersama.
Karena itu, Sugiono menyampaikan dukungan Indonesia untuk Turkiye agar segera menjadi mitra wicara ASEAN demi memperluas kemitraan ASEAN. Selain itu, ia kembali menyerukan pentingnya stabilitas Myanmar, serta dukungan terhadap Timor-Leste sebagai anggota baru ASEAN.
Antisipasi Perlambatan Ekonomi
Selanjutnya, dalam pertemuan ke-27 Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community Council/AECC) di Cebu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan untuk pertama kalinya setelah pandemi, kinerja perekonomian ASEAN menghadapi risiko perlambatan akibat konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS). Konflik telah menyebabkan dampak beruntun dari keterbatasan suplai energi hingga lonjakan harga-harga komoditas dan pangan di kawasan.
Airlangga yang juga menjadi Ketua Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN Indonesia menyebutkan sejumlah langkah konkret untuk mengatasi disrupsi akibat perang dan konflik global. Di antaranya dengan menguatkan ketahanan energi dan mengoptimalisasi platform kerja sama.
“Untuk mengatasi disrupsi, diperlukan ketahanan energi, optimalisasi platform kerja sama yang ada, dan fokus pada penguatan perdagangan antar anggota ASEAN dengan mitra strategis, seperti ASEAN Plus One FTAs dan the Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP)serta memanfaatkan kerja sama ketahanan energi seperti ASEAN Power Grid (APG) and ASEAN Framework Agreement on Petroleum Security (APSA),” kata Airlangga.
Selain itu, memanfaatkan kekuatan sentralitas ASEAN untuk membangun rantai pasok yang tangguh di kawasan. (her/dav)
Hormati Pertemuan HKBP dan PGI dengan JK, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi
loading…
Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK). Foto: Aldhi Chandra
JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) buka suara merespons kunjungan Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Jacklevyn Manuputty dan Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pdt. Victor Tinambunan ke rumah Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) beberapa waktu lalu. Merespons beragam tanggapan dari publik terhadap pertemuan tersebut, GAMKI menghormati sikap yang diambil pimpinan PGI dan HKBP.
Menurut GAMKI, langkah dialog tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga komunikasi yang konstruktif serta meredakan potensi kesalahpahaman di tengah masyarakat. Maka itu, semua pihak terkhusus umat Kristen diharapkan dapat menyikapinya dengan tenang dan bijak.
“GAMKI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga etika dalam menyampaikan pendapat serta tidak melakukan serangan personal terhadap pihak mana pun. Ruang publik harus dijaga agar tetap sehat, rasional, fokus membahas substansi, dan tidak terjebak pada polarisasi,” kata Kuasa Hukum GAMKI Saddan Sitorus dalam keterangan resmi, Senin (4/5/2026).
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono berkomitmen menjaga transparansi pengelolaan keuangan daerah. Ia meminta jajaran responsif kepada BPK saat pemeriksaan LKPD Tahun Anggaran 2025. BPK dipandang mitra strategis untuk perbaikan tata kelola keuangan, demi mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Kota Magelang.
Pesan Moral Kresna Duta: Sumanto Ajak Kita Gali Relevansi Wayang Kulit Hari Ini
Ketua DPRD Jateng Sumanto mengajak masyarakat memahami pesan moral lakon Wayang Kulit Kresna Duta di Kabupaten Karanganyar. Kisah ini menyoroti pentingnya diplomasi dalam penyelesaian konflik. Sumanto rutin menggelar pentas wayang kulit untuk melestarikan tradisi dan memberikan ruang bagi dalang di Karanganyar tampil.