PN Jaksel Akhiri Praperadilan Andrie Yunus dengan Pembacaan Putusan Hari Ini
loading…
PN Jakarta Selatan bakal menggelar sidang praperadilan sah tidaknya penghentian penyidikan kasus dugaan penyiraman terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Foto/SindoNews
JAKARTA – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan bakal menggelar sidang praperadilan sah tidaknya penghentian penyidikan kasus dugaan penyiraman terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus oleh Polda Metro Jaya pada Selasa (2/6/2026) ini. Agendanya pembacaan putusan.
Berdasarkan SIPP PN Jakarta Selatan, gugatan praperadilan yang didaftarkan Andrie Yunus pada Rabu, 26 April 2026 ke PN Jakarta Selatan itu telah memasuki tahap pembacaan putusan. Putusan itu bakal dibacakan oleh Hakim Tunggal Praperadilan, Suparna pada Selasa (2/6/2026) ini di ruang sidang 04 PN Jakarta Selatan sementara.
Sejatinya, hakim juga telah menetapkan jadwal persidangan pembacaan putusan itu saat sidang praperadilan digelar terakhir kalinya pada Selasa, 26 Mei 2026 lalu. Kala itu, kedua belah pihak menyerahkan kesimpulan di persidangan.
Andrie Yunus yang diwakili oleh kuasa hukumnya, Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menggugat Kapolda Metro Jaya cq Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Saat sidang pertama kali digelar pada Rabu, 20 Mei 2026 lalu, kubu Andrie Yunus telah membacakan gugatan permohonan praperadilannya, yang mana ada 7 poin yang disampaikan dalam petitumnya itu.
Akhiri Kunjungan ke Prancis, Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air
loading…
Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Tanah Air setelah mengakhiri rangkaian kunjungan resmi kenegaraan di Republik Prancis. Foto/SindoNews
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Tanah Air setelah mengakhiri rangkaian kunjungan resmi kenegaraan di Paris, Republik Prancis pada Jumat (29/5/2026).
Dikutip dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Prabowo bersama rombongan terbatas lepas landas dari Bandara Orly, Paris, Prancis.
Setibanya di Bandara Orly, Presiden Prabowo menerima penghormatan militer berupa pasukan jajar kehormatan sebanyak 21 personel yang berdiri di sisi kiri dan kanan karpet merah.
Tampak menyambut Prabowo di depan karpet merah yakni Menteri Urusan Frankofoni, Kemitraan Internasional, dan Warga Negara Prancis di Luar Negeri Eléonore Caroit dan Gubernur Militer Paris Jenderal Loïc Mizon.
Pemerintah Genjot Digitalisasi Data: Akhiri Era Bansos Salah Sasaran?
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menggelar rapat bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Arief Anshory Yusuf untuk memperkuat digitalisasi bantuan sosial berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Tujuannya agar tidak ada lagi bantuan salah sasaran. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menggelar rapat bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Arief Anshory Yusuf untuk memperkuat digitalisasi bantuan sosial berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Tujuannya agar tidak ada lagi bantuan salah sasaran.
Rapat tersebut antara lain membahas penguatan akurasi penyaluran bansos melalui pemutakhiran data, pemanfaatan big data, serta penyempurnaan model pemeringkatan penerima manfaat. Langkah ini dilakukan untuk menekan kesalahan penyaluran bantuan sosial, baik kepada warga yang tidak berhak maupun warga yang seharusnya menerima bantuan tetapi belum terdata.
Gus Ipul menegaskan, digitalisasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Instruksi Presiden terkait DTSEN dan pengentasan kemiskinan. Seluruh program Kemensos, kata dia, kini menggunakan DTSEN sebagai basis penyaluran bantuan sosial.
“Saya ingin hari ini menjadi tahapan dari proses digitalisasi bansos yang berpedoman pada Inpres nomor 4 dan 8 (Tahun 2025). Jadi semua program menggunakan DTSEN karena itu perintah Presiden. Dengan adanya digitalisasi bansos kita gembira menemukan hal mungkin jadi perhatian kita soal bansos tidak tepat sasaran,” kata Gus Ipul.
Ia optimistis kesinambungan basis DTSEN dan proses digitalisasi akan meningkatkan akurasi bansos sehingga lebih tepat sasaran. “DTSEN ini memang mengoreksi data kita. Sekarang DTSEN diperkuat dengan digitalisasi. Artinya ini menjadi benang merah yang tidak putus,” ujarnya.
Ia menyebut uji coba digitalisasi yang dilakukan di Banyuwangi menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan dan kini mulai direplikasi di 42 kabupaten/kota, dengan target penerapan secara nasional pada akhir tahun 2026. Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan literasi digital di masyarakat.
“Tapi ini kan harus dilalui, untuk mengedukasi masyarakat ke depan,” kata Gus Ipul.
Sementara itu, Kepala BPS Amalia menjelaskan digitalisasi bukan sekadar transformasi teknologi, tetapi alat bantu untuk mempercepat pemutakhiran DTSEN agar lebih akurat dan tepat sasaran.
“Esensinya adalah digitalisasi ini sebagai alat bantu untuk memuluskan dan memutahirkan dengan lebih cepat dan akurat,” kata Amalia.
BPS, lanjutnya, tengah menyiapkan penyempurnaan pengukuran kesalahan penyaluran bansos melalui hasil Sensus Ekonomi 2026. Dari sensus tersebut, BPS akan menghitung desil masyarakat secara lebih akurat dan membandingkannya dengan realisasi penyaluran bansos Kemensos.
Selain itu, BPS juga akan memperkuat model pemeringkatan berbasis variabel hasil Sensus Ekonomi 2026 melalui penyempurnaan variabel dan pemanfaatan big data. Teknologi geotagging, citra satelit, hingga foto kondisi rumah akan digunakan untuk pengolahan model Proxy Means Test (PMT).
“Kami akan memanfaatkan big data, dengan men-overlay geotagging dengan citra satelit, plus foto kondisi rumah (dengan) metode scoring masuk ke dalam model PMT,” jelas Amalia.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Arief Anshory Yusuf menekankan pentingnya transparansi dan pendekatan ilmiah dalam penyempurnaan model PMT.
“Kalau kita ingin mengurangi uncertainty information, ada dua cara. Pertama memastikan model PMT terakurat dan tersederhana. Caranya bagaimana? Kita harus segera bentuk tim atau panel ahli pemodelan PMT yang mewakili kepakaran nasional supaya diselesaikan secara lebih scientific. Ada keterbukaan, transparency dan peer review process,” kata Arief. (her/dav)
Akhiri 5 Tahun Isolasi! Jembatan Garuda Kini Hubungkan Kembali Tiga Desa di Sukoharjo
Jembatan Perintis Garuda di Sukoharjo kini menghubungkan tiga desa: Tangkisan, Majasto, dan Tambak Boyo. Setelah lebih dari lima tahun terisolasi, warga akhirnya kembali terkoneksi. Pembangunan jembatan ini mempermudah akses pertanian, pendidikan, dan sosial, mempersingkat waktu tempuh dari 30 menit menjadi 3-5 menit. Mobilitas masyarakat meningkat.
UU PPRT Disahkan: Pemerintah Tegaskan Perlindungan Universal, Akhiri Istilah Majikan
DPR mengesahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT). Kementerian PPPA memastikan UU ini melindungi hak dasar Pekerja Rumah Tangga (PRT) dan pemberi kerja. Ini mencakup upah layak, jam kerja wajar, libur, cuti, serta jaminan sosial. UU PPRT juga bertujuan mencegah diskriminasi dan eksploitasi, menciptakan kesetaraan bagi PRT.
Akhiri Keterbatasan: Anak Buruh Tani Kini Sekolah Gratis di Sekolah Rakyat Pemerintah
Punijah, buruh tani di Sragen, bersyukur anaknya, Ahmad Lutfi, dapat kembali bersekolah di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 78 Sragen. Sebelumnya, Lutfi putus sekolah karena kendala biaya. Program ini menjamin pendidikan anak tanpa biaya. Punijah juga menerima bantuan sosial untuk menopang ekonomi keluarga.
Terobosan Digital di Bima: Internet Kini Hadir di SMPN 03, Akhiri Era Perburuan Sinyal di Bukit
Siswa SMPN Lambitu Satu Atap Bima kini bisa internetan di sekolah. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyediakan bantuan internet Satria-1 sejak 12 April. Layanan ini memeratakan digitalisasi di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) NTB. Sebelumnya, siswa harus ke bukit untuk akses internet. Kini, mereka belajar dan ujian nyaman di kelas.
Presiden Prabowo Subianto menggenjot program elektrifikasi 100 gigawatt. Langkah ini bertujuan mencapai kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada BBM. Program mencakup peralihan ke energi bersih serta rencana penutupan 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PLN, menghemat 200 ribu barel BBM per hari.
Jembatan Kokoh Pilangrejo Boyolali: Akhiri Era Sasak Rapuh, Akses Warga Kembali Lancar
Desa Pilangrejo, Boyolali, segera memiliki jembatan beton permanen. Program Jembatan Garuda Merah Putih ini menggantikan jembatan bambu lama sebagai akses penghubung vital. Pembangunan infrastruktur ini diharapkan meningkatkan mobilitas warga antara Dukuh Jinggolo dan Andong, serta memperlancar akses ke fasilitas pendidikan dan mendorong ekonomi lokal.
Jembatan Gantung Desa Bolo Boyolali: Titik Balik Akhiri Isolasi Puluhan Tahun, Segera Terhubung Penuh
Pembangunan jembatan gantung Bolo Wetan di Boyolali mengatasi keterisolasian Dukuh Bolo Tangkil. Puluhan tahun warga menyeberangi Sungai Serang yang berbahaya demi sekolah, bekerja, dan berobat. Jembatan ini, bagian program Jembatan Garuda, mempermudah akses mobilitas serta angkut hasil panen, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.