Kodim Temanggung Genjot Pengecoran Jalan Pengganti, Akses Vital Desa Kaloran Segera Berfungsi
Kodim 0706/Temanggung melakukan pengecoran akses jalan warga di Desa Kaloran, Kecamatan Kaloran. Ini adalah jalur pengganti setelah pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memotong jalan lama. Pengecoran jalan bertujuan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat. Akses baru ini memiliki lebar 5 meter dan panjang 80 meter.
Pemkab Jepara Genjot UMKM Naik Kelas: Sosialisasi Perpajakan dan Akses Modal Jadi Kunci
JEPARA – Untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha sekaligus mendukung program UMKM Naik Kelas yang dicanangkan Bupati Jepara, pemerintah kabupaten setempat menggelar Sosialisasi Perpajakan, Ketenagakerjaan, Literasi Keuangan, dan Akses Permodalan bagi pelaku UMKM dan IKM, di Pendapa Kartini, Selasa (26/5/2026).
Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jepara, Subiyanto, mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan mampu membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM dan IKM, di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
“Kita membuka peluang sebesar-besarnya bagi UMKM Jepara. Walaupun kondisi sekarang tidak baik-baik saja, semoga kegiatan seperti ini bisa membantu pelaku usaha IKM dan UMKM mendapatkan dukungan dan bantuan yang baik,” ujarnya.
Bupati Jepara melalui Staf Ahli Bupati Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Samiadji menyampaikan, pelaku usaha perlu dibekali pemahaman mengenai regulasi perpajakan dan ketenagakerjaan, sekaligus memperkuat literasi keuangan agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Selain meningkatkan pemahaman dan kepatuhan terhadap regulasi, kegiatan ini juga bertujuan memfasilitasi akses permodalan bagi pelaku UMKM dan IKM, agar mampu berkembang dan semakin kompetitif,” katanya.
Dia menambahkan, dalam lima tahun kepemimpinan Bupati Jepara, pemerintah daerah berkomitmen mendorong UMKM agar terus berkembang dan naik kelas. Menurutnya, kontribusi pajak dari pelaku usaha juga menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Samiadji menegaskan, pentingnya pendataan UMKM yang sudah berkembang, agar pemerintah dapat mengetahui kondisi riil pelaku usaha di Jepara.
“Kita harus mengidentifikasi pelaku UMKM yang sudah naik kelas dan yang belum. Pelaku usaha bisa memberikan informasi agar pemerintah mengetahui perkembangan UMKM di Jepara, sehingga nantinya dukungan permodalan dapat diberikan secara tepat,” jelas Samiadji.
Dalam kesempatan itu, dia juga mendorong adanya fasilitasi pembuatan nomor induk berusaha (NIB) bagi pelaku usaha di sela kegiatan pelatihan UMKM. Menurutnya, pembuatan NIB dilakukan secara gratis dan perlu dipermudah, agar seluruh pelaku usaha memiliki legalitas usaha.
“Harapannya, Diskop UKM Nakertrans Jepara dapat memedomani kebijakan ini, sehingga para pelaku usaha mendapatkan izin usaha secara gratis dan lebih mudah,” tambahnya.
Dampak Nyata Program MBG: Permudah Akses Makanan Bergizi hingga Kurangi Pengeluaran Masyarakat
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari meningkatnya akses terhadap makanan bergizi hingga membantu meringankan pengeluaran rumah tangga sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari meningkatnya akses terhadap makanan bergizi hingga membantu meringankan pengeluaran rumah tangga sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5).
“MBG bukan sekadar program makan siang. Ada dampak nyata yang sudah dan akan terus dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Qodari menjelaskan, pada Januari 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) telah menerbitkan Laporan Hasil Survei Monitoring dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis.
Hasil survei menunjukkan peningkatan pada sejumlah indikator utama terkait manfaat program bagi masyarakat.
Berdasarkan laporan BPS, kemudahan masyarakat dalam memperoleh makanan bergizi meningkat dari 81,4 persen menjadi 84,1 persen.
Selain itu, perilaku konsumsi makanan bergizi juga mengalami peningkatan, dari 80,3 persen menjadi 84,1 persen.
Tak hanya itu, program tersebut dinilai membantu masyarakat menghemat waktu dan biaya kebutuhan harian. Persentase masyarakat yang merasa terbantu dalam menyiapkan makan siang meningkat dari 75,4 persen menjadi 78,3 persen.
Lebih lanjut, data BPS menunjukkan persentase masyarakat yang merasakan pengeluaran sehari-hari menjadi lebih ringan naik dari 73,6 persen menjadi 75,9 persen.
Pada kesempatan yang sama, Qodari menyebut pemerintah juga mencatat peningkatan kualitas pelaksanaan program, terutama dari sisi menu makanan yang diberikan kepada siswa.
Hal itu tercermin dari meningkatnya persentase siswa yang menghabiskan seluruh porsi makanan MBG.
“Persentase siswa yang menghabiskan seluruh porsi MBG meningkat dari 66,9 persen pada Juli 2025 menjadi 69,8 persen pada November 2025. Hal ini mengindikasikan adanya perbaikan kualitas menu dan cita rasa secara berkala,” ungkapnya.
Selain berdampak pada penerima manfaat, Qodari menyampaikan bahwa program MBG turut memberikan efek positif terhadap pelaku usaha yang terlibat dalam rantai pasok penyediaan makanan bergizi.
Pemerintah mencatat mayoritas pemasok (supplier) program mengalami kenaikan penjualan selama periode pelaksanaan.
“Selama periode Januari–Oktober 2025, sebanyak 85,6 persen supplier MBG mencatat kenaikan nilai penjualan,” katanya.
Capaian data BPS tersebut menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi stimulus ekonomi yang mendukung pertumbuhan usaha lokal dan sektor pangan nasional. (her/dav)
Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Masyarakat Miskin, Jumlah Siswa Sekolah Rakyat Capai 46 Ribu di Tahun Ini
Pemerintah mempeluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin melalui program Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto. Hal itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelum bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara dalam rapat terbatas (Ratas), Selasa (12/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah mempeluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin melalui program Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelum bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara dalam rapat terbatas (Ratas), Selasa (12/5).
Menteri yang akrab disapa Gus Ipul ini menyampaikan bahwa perkembangan jumlah peserta didik Sekolah Rakyat akan meningkat signifikan pada tahun ajaran 2026–2027.
“Kami juga melaporkan persiapan secara khusus penyelenggaraan Sekolah Rakyat di tahun 2026–2027 yang Insyaallah akan kita mulai pembelajarannya pada bulan Juli yang akan datang dengan alokasi siswa mencapai 32 ribu untuk tahun ini,” ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya jumlah siswa Sekolah Rakyat telah mencapai lebih dari 15 ribu peserta didik. Dengan tambahan 32 ribu siswa baru tahun ini, total penerima manfaat program tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 46 ribu siswa.
“Tahun lalu 15 ribu lebih, artinya kalau digabung tahun ini sudah ada sekitar 46 ribu lebih siswa Sekolah Rakyat,” katanya.
Menurut Gus Ipul, perluasan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat akses pendidikan bagi keluarga miskin dan kelompok rentan agar memperoleh kesempatan belajar yang lebih layak dan berkualitas.
Selain membahas pendidikan, Kementerian Sosial juga melaporkan perkembangan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran. Pemerintah ingin memastikan bansos tidak membuat masyarakat bergantung, melainkan menjadi pintu masuk menuju program pemberdayaan ekonomi sehingga penerima bantuan bisa mandiri ke depannya.
“Bansos ini kan diharapkan tidak membuat masyarakat demotivasi. Malah justru sebaliknya dengan bansos ini diharapkan masyarakat lebih semangat dengan mengikuti program strategis Presiden yang lain,” ujarnya. (her/dav)
WhatsApp Diam-Diam Hapus Fitur Ini, Pengguna Mulai Kehilangan Akses
Foto: Meta
Teknologi.id– WhatsApp mulai menghentikan fitur Avatar secara bertahap di aplikasi Android dan iOS. Fitur yang sebelumnya digunakan untuk membuat persona digital ini dilaporkan perlahan dihapus dari platform karena dinilai kurang diminati pengguna.
Laporan awal mengenai penghapusan fitur tersebut pertama kali diungkap oleh WABetaInfo. Dalam beberapa bulan terakhir, WhatsApp disebut telah mulai menghilangkan akses Avatar dari sejumlah akun pengguna. Proses penghapusan itu kini semakin meluas dan menjangkau lebih banyak pengguna pada awal Mei 2026.
Menu Avatar Mulai Hilang dari Pengaturan
Pengguna dapat mengecek apakah fitur Avatar masih tersedia dengan membuka menu Pengaturan (Settings) di aplikasi WhatsApp. Berdasarkan pantauan terbaru, submenu Avatar kini sudah menghilang dari sebagian akun pengguna Android maupun iOS.
Dalam beberapa kasus, WhatsApp juga menampilkan peringatan bahwa pengguna tidak lagi dapat membuat atau mengedit Avatar mereka dalam waktu dekat.
Peringatan serupa turut ditampilkan di laman Help Center WhatsApp.
“Anda tidak dapat lagi membuat avatar baru. Sebentar lagi, Anda tidak akan dapat mengedit avatar, dan avatar tersebut akan dihapus dari profil Anda. Stiker avatar Anda yang sudah ada masih dapat digunakan,” tulis WhatsApp, dikutip Senin (4/5/2026).
Penghapusan fitur Avatar turut membawa perubahan pada beberapa bagian aplikasi WhatsApp. Opsi untuk memasang Avatar sebagai foto profil kini sudah tidak tersedia.
Selain itu, WhatsApp juga menghapus tab Avatar dari keyboard media di ruang obrolan. Saat ini pengguna hanya dapat menemukan opsi GIF dan stiker biasa untuk mengirim reaksi ekspresif.
Dengan hilangnya menu tersebut, pengguna tidak lagi bisa mengakses atau mengirim stiker Avatar langsung dari halaman chat. Meski begitu, stiker Avatar yang sebelumnya pernah dikirim masih tetap tersimpan dan dapat diakses melalui tab stiker terbaru atau daftar favorit apabila sebelumnya sudah disimpan.
WhatsApp pertama kali memperkenalkan Avatar pada Desember 2022 sebagai fitur untuk membuat karakter digital yang dapat dikustomisasi sesuai keinginan pengguna.
Pengguna dapat membuat Avatar menggunakan foto pribadi atau mengatur sendiri detail seperti gaya rambut, bentuk wajah, hingga pakaian karakter.
WhatsApp juga sempat memperbarui fitur tersebut pada Juni 2025 dengan menambahkan warna latar belakang dan opsi animasi untuk Avatar.
Belum Ada Penjelasan Resmi
Hingga kini, WhatsApp belum memberikan alasan resmi terkait penghentian fitur Avatar. Namun, keputusan tersebut diduga berkaitan dengan rendahnya tingkat penggunaan fitur dibandingkan layanan lain seperti GIF, stiker, foto, maupun pesan suara.
WhatsApp juga belum mengumumkan kapan fitur Avatar akan sepenuhnya hilang dari seluruh akun pengguna secara global. Namun, proses penghapusan diperkirakan akan terus dilakukan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.
Solusi Krisis Insinyur AI Jakarta: Sagara Buka Akses ke 200+ Talenta Unggul
Foto: Magnific/ DC Studio
Teknologi.id – If you’ve recently tried to hire a senior machine learning engineer, a data scientist with NLP expertise, or an MLOps specialist in Jakarta, you’ve likely experienced one or more of these scenarios: a 4-month recruitment process that ends with your top candidate accepting a GoTo or Grab offer, salary negotiations that blow past your approved headcount budget, or a promising hire who leaves after 8 months for a Singapore-based tech company offering equity and USD compensation.
Indonesia is producing more AI/ML engineering graduates than ever before. Yet the top 15% of that talent pipeline is absorbed by a handful of hyper-funded unicorns, regional tech giants, and international companies hiring remotely. The mid-market, companies that genuinely need AI to compete but can’t match unicorn-level compensation packages, is systematically underserved by the talent market.
The Recruitment Math Doesn’t Add Up
Consider the true fully-loaded cost of a single in-house AI engineer hire:
Gross salary: Rp 25-45 million/month (senior level)
Recruiter fee: 15-20% of first-year salary (one-time, but significant)
Benefits, BPJS, THR, and annual bonus: approximately 30-40% of base salary
Hardware: High-spec development machine + GPU access: Rp 30-80 million upfront
Onboarding and ramp-up: 2-4 months before first meaningful output
Annual attrition risk: 35-45% for AI/ML roles in Jakarta (source: LinkedIn Talent Insights Indonesia)
The result: your “affordable” in-house engineer costs Rp 45-70 million per month in total expenditure, and there’s a near 50-50 chance they leave within 18 months, taking institutional knowledge with them.
The Market Signal: Companies That Win Are Outsourcing Smart
Indonesia’s fastest-growing tech companies, particularly Series A and B startups are increasingly adopting a hybrid model: a small core product team in-house, with AI/ML execution outsourced to specialized partners. This model lets them move fast, stay lean, and access capabilities that would otherwise require a 12-month talent acquisition program.
Sagara’s Dedicated Team Model: 200+ AI Professionals, Ready Now
Sagara Technology maintains a permanent roster of 200+ AI/ML specialists across disciplines:
Data Engineers: Pipeline architecture, data lake design, real-time streaming with Kafka/Flink.
MLOps Engineers: Model deployment, monitoring, retraining pipelines, Kubernetes, AWS/GCP/Azure.
Data Scientists: Statistical modeling, experimental design, business analytics.
AI Product Managers: AI roadmap, stakeholder communication, model governance.
All Sagara engineers are full-time employees, not freelancers. They work within Sagara’s quality management system, follow structured delivery processes, and are backed by senior technical leads and architectural review boards.
What “Dedicated Team, Fixed Cost” Actually Means
Sagara’s engagement model is designed to provide maximum transparency and focus for every client:
Dedicated: Your assigned squad works exclusively on your project during contracted hours. No context-switching between multiple clients. Your product becomes their product.
Fixed Cost: One predictable monthly invoice covering all engineer salaries, management overhead, infrastructure access, and QA processes. No surprise costs, no annual review negotiations.
Speed: First engineer can be onboarded to your project within 5-10 business days of contract signing. Compare this to the 90-120 day average for independent hiring.
Benefits at a Glance
The partnership offers immediate relief to organizational growth bottlenecks:
Access top 15% AI talent without competing in Jakarta’s overheated hiring market.
Predictable monthly cost: typically 40-60% of equivalent in-house fully-loaded cost.
Zero recruitment overhead and zero attrition risk on your side.
Built-in technical management, code review, and delivery accountability.
Scale team size up or down with 30 days notice, no HR complexity.
Sagara has successfully provided dedicated AI squads for various Indonesian startups and established firms. Our portfolio includes delivering clinical NLP models for healthtech and production-ready recommendation engines for retail, all within weeks, not months. We take pride in having a 200+ strong local talent pool that has supported over 60+ government and private institutions in their digital transformation journeys.
How to Get Started
Step 1: Define your AI project scope (feature list, desired outcomes, technical stack)
Step 2: Book a team-match consultation, Sagara will propose the optimal squad composition
Step 3: Review fixed-cost proposal and sign a flexible monthly engagement contract
Step 4: Meet your dedicated team and start your first sprint within 10 business days
Contact Sagara Technology today for a strategic consultation on your talent and engineering roadmap. Visit our official website to explore our extensive enterprise portfolio and technical case studies.
Sempat Terisolir, Jembatan Gantung Nglebur Blora Buka Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga
Setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses, warga Dukuh Nglebur, Desa Kali Gede, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini merasakan perubahan nyata. Pembangunan jembatan gantung di wilayah tersebut membuka akses pendidikan bagi anak-anak sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Blora, Idola 92.6 FM-Setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses, warga Dukuh Nglebur, Desa Kali Gede, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini merasakan perubahan nyata. Pembangunan jembatan gantung di wilayah tersebut membuka akses pendidikan bagi anak-anak sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebelumnya, sekitar 100 warga di wilayah ini kerap terisolasi, terutama saat musim hujan. Sungai yang meluap membuat akses terputus, sehingga anak-anak tidak dapat bersekolah dan aktivitas warga terganggu. Seorang warga, Soekar (62), mengungkapkan kondisi sebelum adanya jembatan.
“Anak-anak, putu-putu kulo ajeng sekolah nek wonten banjir boten iso lewat (anak-anak cucu saya mau berangkat sekolah, kalau banjir tidak bisa lewat),” ujarnya saat ditemui di sekitar jembatan Nglebur, Blora, Senin (27/4).
Kini, keberadaan jembatan gantung sepanjang 35 meter dan lebar 1,5 meter yang melintasi Sungai Nglebur menjadi penghubung vital bagi wilayah yang sebelumnya terisolasi. Infrastruktur ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Anak-anak kini dapat kembali bersekolah dengan aman tanpa khawatir terhambat banjir.
Babinsa Desa Nglebur, Sertu Joko Masubambang, menjelaskan bahwa persoalan akses ini telah lama menjadi keluhan warga.
“Dengan keluhan warga sekitar 18 KK dengan jumlah penduduk kurang lebih 100 jiwa itu, kasihan lihat anak-anak sekolah kalau musim hujan tidak sekolah, ngaji, semuanya terbengkalai,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan ini merupakan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat. “Dengan adanya program Bapak Prabowo itu, kita mengajukan. Dan terima kasih, setelah satu bulan, belum ada satu bulan, pengajuan sudah direalisasi,” lanjutnya.
Selain membuka akses pendidikan, jembatan ini juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga, terutama petani yang kini lebih mudah menjangkau lahan serta mendistribusikan hasil panen.
Kepala Dusun Nglebur, Ahmad Dian Purnama, menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat. “Jarak pengajuan dengan pelaksanaan sangat cepat sekali, karena sangat dibutuhkan warga kami. Ketika hujan, aliran sungai besar, anak sekolah nggak bisa lewat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas realisasi pembangunan tersebut. “Terima kasih sekali kepada Bapak Prabowo yang sudah memberikan pembangunan jembatan ini sehingga warga sangat senang,” tambahnya.
Pembangunan jembatan gantung ini diselesaikan dalam waktu sekitar tiga minggu dengan dukungan gotong royong warga bersama TNI. Antusiasme masyarakat tinggi karena jembatan tersebut menjadi kebutuhan mendesak yang telah lama dinantikan.
Kini, jembatan tersebut tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol terbukanya akses pendidikan dan penguatan ekonomi warga Desa Nglebur. (her/dav)
Mensos Patok 100 Ribu Siswa Sekolah Rakyat di 2027: Terobosan Akses Pendidikan Nasional
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memaparkan target Presiden Prabowo Subianto: 100.000 siswa Sekolah Rakyat pada 2027. Tahun ini, alokasi peserta melebihi 30.000 siswa. Pemerintah membangun lebih dari 100 gedung permanen Sekolah Rakyat tahun ini. Setiap kabupaten/kota ditargetkan memiliki setidaknya satu fasilitas.
Jembatan Gantung Garuda: Pembuka Akses Vital 1.500 Keluarga Klaten, Dorong Harapan Baru Petani dan Pelajar
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Dukuh Kedungkiri, Desa Karangpakel, Klaten, dimulai. Warga dan personel TNI bergotong royong dalam tahap awal. Bantuan Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan membuka akses bagi sekitar 1.500 KK, meningkatkan mobilitas masyarakat serta ekonomi lokal yang sebelumnya terisolasi.
Pemprov Jateng dan KAI Sinergi: Gebrakan Perluasan Akses Layanan Hukum
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersinergi dengan Kongres Advokat Indonesia (KAI) untuk memperluas akses layanan hukum dan memperkuat reformasi birokrasi. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan hal ini pada Rakernas ke-VIII KAI di Semarang. Sinergi ini bertujuan agar program advokat dan pemerintah selaras, mendukung ketertiban hukum serta menarik investor.