Pesan Khusus Kepala Bakom Qodari untuk Nanik S Deyang: Perbaiki Tata Kelola MBG
loading…
Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang diangkat sebagai Kepala BGN yang baru. Nanik menggantikan Dadan Hindayana yang dicopot dari Kepala BGN. Foto: Dok Sindonews
BOGOR – Kepala Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari merespons positif atas terpilihnya Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Nanik menggantikan Dadan Hindayana yang dicopot dari Kepala BGN.
Ditemui di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Rabu (3/6/2026), Qodari menaruh harapan besar agar estafet kepemimpinan ini membawa perubahan signifikan bagi program unggulan pemerintah.
Menurut dia, kehadiran pimpinan baru di BGN harus dibarengi dengan penguatan tata kelola, khususnya dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Kita harapkan agar pimpinan baru membuat tata kelola MBG menjadi semakin baik,” ujar Qodari.
Fokus utama ke depan bukan sekadar membagikan makanan melainkan memastikan standar gizi yang diterima masyarakat, terutama anak-anak benar-benar terjaga. “(Harapannya) kualitas gizi makin baik,” ucapnya.
Kepala Bakom: Kunjungan Resmi Presiden Hanya ke Prancis, Tidak Ada Rencana ke Negara Lain
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menjelaskan soal lawatan Presiden RI Prabowo Subianto ke Paris, Prancis, selama empat hari pada 26-29 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa sejak awal agenda kunjungan Prabowo hanya ke Prancis. Tidak ada rencana ke negara-negara lainnya. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menjelaskan soal lawatan Presiden RI Prabowo Subianto ke Paris, Prancis, selama empat hari pada 26-29 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa sejak awal agenda kunjungan Prabowo hanya ke Prancis. Tidak ada rencana ke negara-negara lainnya.
“Sejak awal, tidak ada statement pemerintah RI bahwa Presiden akan ke Italia. Yang kedua, jadwal resmi memang hanya ke Prancis. Yang ketiga, bila di perjalanan ada rencana akan ke tujuan yang lain, itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31/5).
Qodari juga menyebut kunjungan Prabowo ke Prancis pada Mei ini sudah disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono sebulan sebelumnya. Dengan demikian, agenda pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron sudah direncanakan sejak lama.
“Kunjungan kenegaraan Presiden ke Prancis sudah diumumkan oleh Menteri Luar Negeri kita, Pak Sugiono, bahkan semenjak tanggal 22 April 2026,” katanya.
Pada kesempatan ini, Qodari juga mengatakan kunjungan kenegaraan tersebut dilakukan Prabowo sebagai kunjungan balasan Macron yang ke Indonesia pada tahun 2025. Selain itu, sesuai pernyataan Sugiono, Indonesia dan Prancis tengah membahas sejumlah target kerja sama bilateral.
“Yang pertama adalah di bidang pertahanan. Karena kita semua tahu bahwa pemerintah Indonesia telah memperoleh sejumlah alat utama sistem persenjataan atau alutsista dari Prancis. Karena itu, diperlukan transfer teknologi untuk penguasaan alutsista tersebut,” ujar Qodari.
Kedua, yaitu kerja sama di bidang pendidikan khususnya terkait Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM). Ketiga, kerja sama di bidang energi dan pemanfaatan mineral kritis.
Di luar hal-hal tersebut, Qodari menyebut Prabowo memang memiliki hubungan personal yang dekat dengan Macron. Menurutnya, ini merupakan modal sosial yang penting bagi relasi Indonesia dan Prancis.
“Kita tahu bahwa modal sosial itu tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan modal-modal yang lain, baik itu modal ekonomi maupun modal politik dalam hal membangun hubungan baik dan kerja sama antarnegara. Bapak Presiden Prabowo adalah figur yang unik. Mungkin satu-satunya di dunia yang bisa memiliki hubungan yang sangat baik dengan kekuatan-kekuatan besar, adidaya,” katanya.
Tak hanya dengan Macron, Prabowo juga berhubungan baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, hingga Presiden China Xi Jinping.
“Semua ini tentu kita rasakan manfaatnya dalam konteks situasi dan kondisi pada hari ini maupun pada konteks masa depan,” tegasnya. (her/dav)
Kepala Bakom Soroti Pentingnya Kehati-hatian dalam Menyikapi Informasi di Media Sosial
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengingatkan bahwa siapa pun, termasuk tokoh publik, dapat terpengaruh oleh informasi yang tidak terverifikasi, sehingga kehati-hatian dalam menyikapi konten media sosial menjadi semakin penting di era digital saat ini. Hal itu dikatakan Qodari dalam menyikapi pernyataan Amien Rais soal Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang terkonfirmasi berbasis hoaks. (Foto Dok. Bakom RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengingatkan bahwa siapa pun, termasuk tokoh publik, dapat terpengaruh oleh informasi yang tidak terverifikasi, sehingga kehati-hatian dalam menyikapi konten media sosial menjadi semakin penting di era digital saat ini.
Hal itu dikatakan Qodari dalam menyikapi pernyataan Amien Rais soal Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang terkonfirmasi berbasis hoaks. Ia menilai tudingan tersebut merujuk pada video di media sosial yang tidak terverifikasi dan bersifat manipulatif.
“Kalau saya prihatin ya, setelah melihat video Pak Amien Rais itu, prihatinnya itu adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, sebagai akademisi, sebagai profesor doktor, telah menjadi korban dari hoaks,” kata Qodari di Jakarta, Sabtu (2/5).
Menurut Qodari, tudingan terhadap Teddy muncul dari interpretasi keliru atas sebuah konten video di media sosial yang berisi lagu berjudul “Aku Bukan Teddy” yang disalahartikan sebagai pernyataan autentik.
“Karena dasar penilaian atau tudingan bahwa Pak Seskab, Pak Teddy adalah gay, itu adalah sebuah akun yang di dalamnya berisi lagu berjudul Aku Bukan Teddy, yang dianggap oleh Pak Amien Rais bahwa yang menyanyi itu adalah Ibu Titiek (Soeharto),” lanjutnya.
Ia menjelaskan bahwa video tersebut tidak dapat dijadikan rujukan karena tidak autentik. Penyanyi dalam video itu bukan Titiek Soeharto, sementara gambar yang ditampilkan hanyalah kolase dari berbagai sumber yang tidak berkaitan langsung dengan isi lagu.
Qodari juga mengungkapkan bahwa konten tersebut telah mencantumkan keterangan sebagai materi hiburan, bukan fakta. Ia menilai hal ini menunjukkan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi informasi di ruang digital.
Lebih lanjut, ia menyebut kasus ini sebagai contoh nyata bahaya hoaks di era media sosial, termasuk yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan, sehingga dapat menyesatkan bahkan tokoh publik sekalipun.
“Jadi ini contoh dari bahaya hoaks dalam medsos, bahaya dari AI, bagaimana seorang tokoh sepintar, sesenior seperti Pak Amien Rais itu bisa menjadi korban hoaks. Jadi statement dari Pak Amien Rais tentang Pak Teddy itu adalah dasarnya hoaks,” pungkasnya.
Qodari mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati serta melakukan verifikasi sebelum mempercayai dan menyebarkan informasi. (her/dav)
Jabat Kepala Bakom, Qodari: Harus Agresif, Kalau Diserang Tidak Diam
loading…
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menegaskan bahwa pola komunikasi pemerintah di bawah kepemimpinannya akan mengalami perubahan signifikan. Foto: Binti Mufarida
JAKARTA – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menegaskan bahwa pola komunikasi pemerintah di bawah kepemimpinannya akan mengalami perubahan signifikan. Qodari menyatakan Bakom akan tampil lebih aktif dan agresif dalam mengawal narasi publik terkait kebijakan pemerintah.
Hal tersebut ditegaskan Qodari dalam sambutannya pada acara pisah sambut jabatan Kepala Bakom di Auditorium Bakom, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Ia menepis anggapan bahwa pemerintah harus selalu bersikap pasif saat menghadapi kritik atau serangan di ruang publik.
Mulanya, Qodari menceritakan ada pengamat yang mengkritik penunjukannya dan Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi. “Ada salah satu pengamat, beliau mengatakan ini kelihatannya Bapak Presiden mau ngajak perang ini. Karena yang ditunjuk Qodari dengan Hasan Nasbi katanya. Ini katanya duanya ini tipe penyerang, begitu. Wah ini ngajak ribut gitu,” kata Qodari dalam sambutannya.
Jadi Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi, Hasan Nasbi: Siap Kerja Sama dengan Komdigi dan Bakom
Hasan Nasbi resmi ditunjuk sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi. Dalam pernyataannya, ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan berbagai lembaga terkait guna meningkatkan efektivitas komunikasi pemerintah kepada publik. Hal itu dikatakan Hasan di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Hasan Nasbi resmi ditunjuk sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi. Dalam pernyataannya, ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan berbagai lembaga terkait guna meningkatkan efektivitas komunikasi pemerintah kepada publik.
Hasan menyampaikan bahwa perannya sebagai pembantu Presiden akan difokuskan pada sinergi lintas lembaga, termasuk dengan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
“Untuk memperkuat lagi bidang komunikasi yang dikeluarkan oleh pemerintah, supaya pesan-pesan yang ingin disampaikan publik itu bisa lebih baik lagi, bisa jauh lebih sampai dan bisa dipahami oleh masyarakat,” ujar Hasan di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4).
Hasan menekankan bahwa salah satu tantangan utama dalam komunikasi pemerintah adalah memastikan informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik, sekaligus menangkal misinformasi yang beredar di masyarakat.
“Termasuk juga nanti dari pemerintah tentu akan dan harus juga meluruskan hal-hal, berita-berita, pemahaman atau informasi yang tidak benar terhadap pemerintah,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Hasan juga membuka peluang untuk memberikan dukungan dalam aspek strategi komunikasi hingga substansi pesan yang disampaikan pemerintah. Ia menilai, koordinasi yang kuat antarlembaga akan menjadi kunci agar komunikasi publik berjalan lebih efektif dan terarah.
“Jadi, kalau mungkin nanti akan ada di Bakom, ada di Komdigi, kita mungkin nanti akan membantu pemerintah dalam soal strategi, dalam soal yang sifatnya mungkin ke substansi,” katanya.
Selain itu, Hasan juga membuka ruang komunikasi dengan insan pers. Ia memastikan siap menjalin hubungan yang lebih intens dengan media ke depan.
“Ketemu dengan teman-teman media kita juga insya Allah siap. Nanti kita sering ketemu,” ujar dia. (her/dav)
Qodari Pimpin Bakom: Gebrakan Kunci Optimalkan Komunikasi Antar Kementerian
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang baru dilantik, Muhammad Qodari, menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan komunikasi publik pemerintah hingga ke seluruh kementerian dan lembaga. Hal ini dilakukan guna memastikan program-program strategis Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dapat tersampaikan secara utuh kepada masyarakat luas. Hal itu disampaikan Qodari usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4) sore. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang baru dilantik, Muhammad Qodari, menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan komunikasi publik pemerintah hingga ke seluruh kementerian dan lembaga. Hal ini dilakukan guna memastikan program-program strategis Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dapat tersampaikan secara utuh kepada masyarakat luas.
“Karena komunikasi itu sebetulnya ada di semua kementerian/lembaga, di semua bagian. Insya Allah nanti bersama teman-teman kita akan lebih optimalkan lagi komunikasi kita ke depan,” ujar Qodari usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4) sore.
Qodari menyampaikan bahwa amanah sebagai Kepala Bakom merupakan tanggung jawab besar terlebih karena ini menjadi pelantikan ketiganya selama pemerintahan era Prabowo.
“Saya pada hari ini mendapatkan tugas sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Ini pelantikan yang ketiga untuk saya pribadi selama pemerintahan Bapak Prabowo dan rasanya tanggung jawab ini semakin meningkat. Terus terang waktu dikasih tahu itu doa saya tambah panjang, karena berat, berat sekali,” ujar Qodari.
Menurutnya, beratnya tugas tersebut sejalan dengan besarnya program-program pemerintahan Prabowo yang sangat masif, fundamental, dan membutuhkan penjelasan yang komprehensif kepada publik.
“Program-program yang harus dijelaskan latar belakangnya, sebab-sebabnya, yang pada dasarnya adalah bagaimana negara ini memenuhi tujuannya sesuai Pembukaan UUD 1945 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut berpartisipasi dalam ketertiban dunia,” lanjutnya.
Qodari menegaskan keberhasilan komunikasi publik tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi lintas kementerian, lembgaa, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, khususnya media massa.
Ia juga mengaku memiliki kedekatan yang kuat dengan insan pers karena telah lama berkecimpung dalam dunia komunikasi publik.
“Insya Allah dengan semua stakeholder, terutama dengan teman-teman media yang notabene saya pribadi sudah menjadi bagian dari komunikasi ini dari sangat lama. Banyak teman saya di media, saya ketemu dulu di lapangan sampai jadi pemred (pemimpin redaksi) sampai pensiun,” ujar Qodari. (her/dav)
Kepala Bakom RI: Buku Saku 0% adalah Semangat Besar Prabowo Hilangkan Kemiskinan di Indonesia
Pemerintah meluncurkan buku saku berjudul “0%: Manfaat dan Penerima Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026”. Buku ini memuat data komprehensif strategi Presiden RI Prabowo Subianto menekan angka kemiskinan hingga nol persen. Kepala Bakom RI Angga Raka Prabowo menyatakan, buku saku ini menjadi panduan program prioritas pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat sepanjang hayat.