Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
loading…
Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam menyoroti masalah pemadaman listrik bergilir yang sudah berlangsung selama beberapa pekan terakhir di berbagai daerah, terutama di Pulau Jawa. Foto: Dok Sindonews
JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam menyoroti masalah pemadaman listrik bergilir yang sudah berlangsung selama beberapa pekan terakhir di berbagai daerah, terutama di Pulau Jawa. Dia mendesak PT PLN maupun pemerintah segera memberikan ganti rugi (kompensasi) nyata kepada warga dan pelaku UMKM yang terdampak.
Menurut dia, pemadaman ini sangat merugikan masyarakat luas, mulai dari merusak alat elektronik hingga menghentikan kegiatan usaha kecil seperti warung makan, konveksi, dan bisnis makanan beku.
“Kalau rakyat telat bayar tagihan listrik langsung didenda bahkan diputus alirannya. Jadi, kalau PLN yang gagal memberikan pelayanan dan lampu mati berkali-kali, PLN juga harus berani tanggung jawab. Berikan kompensasi atau potongan tagihan kepada warga yang dirugikan. Ini adalah kewajiban PLN, bukan belas kasihan,” ujar Mufti, Rabu (24/6/2026).
Selain masalah kerugian ekonomi, dia mengkritik sikap PLN yang terkesan tidak terbuka dan sering mengubah alasan terkait penyebab mati lampu. Alasan berubah mulai dari perawatan rutin, gangguan mesin pembangkit, hingga masalah pasokan batu bara domestik.
Cegah Pemadaman Bergilir, Pemerintah Amankan Pasokan Batu Bara untuk PLN
Pemerintah memastikan pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero) dalam kondisi aman guna mencegah terjadinya pemadaman listrik bergilir di berbagai daerah di Indonesia. Hal itu dikatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/6). (Foto Dok. Istimewa)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah memastikan pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero) dalam kondisi aman guna mencegah terjadinya pemadaman listrik bergilir di berbagai daerah di Indonesia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pihaknya telah membantu PLN dalam memenuhi kebutuhan batu bara, khususnya batu bara berkalori menengah yang dibutuhkan untuk operasional pembangkit listrik.
“Kami dari Kementerian ESDM sudah membantu PLN dalam upaya mencari batu bara yang medium kalori itu,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/6).
Menurutnya, Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan instruksi agar pemerintah segera mengambil langkah-langkah terukur guna mengatasi persoalan pasokan energi dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Presiden Prabowo (memerintahkan) kepada kami untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur dalam rangka percepatan agar tidak lagi terjadi hal seperti ini,” ucapnya.
Pemerintah memastikan persoalan pasokan batu bara yang sempat menjadi perhatian kini telah teratasi. Pemerintah juga terus mendukung PLN agar dapat menjalankan tugas penyediaan listrik bagi masyarakat secara optimal.
“Kita pastikan sudah tidak ada masalah dan pemerintah sudah membantu PLN untuk bisa menjalankan,” katanya.
Selain menjamin ketersediaan bahan bakar pembangkit, pemerintah juga meminta PLN mempercepat program pemeliharaan infrastruktur kelistrikan guna meningkatkan keandalan layanan.
“Lebih dari itu adalah kita meminta ke PLN segera melakukan maintenance agar betul-betul bisa memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.
Untuk memperkuat tata kelola pengadaan batu bara, Bahlil mengatakan Kementerian ESDM membentuk tim khusus yang melibatkan berbagai instansi.
“Terdiri dari PLN, Dirjen Minerba, BPKP, dan Inspektur Jenderal. Tidak menutup kemungkinan kita melibatkan juga pendampingan dari aparat penegak hukum, agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi,” kata Bahlil.
Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan kelancaran pasokan batu bara bagi pembangkit listrik PLN. Langkah ini pun dilakukan untuk memperkuat pengawasan dan transparansi dalam proses pengadaan agar pasokan listrik nasional tetap terjaga. (her/dav)
PLN: Listrik di Pulau Jawa Mulai Pulih, Pemadaman Bergilir Diminimalkan
Foto: Bangka & Sonora
Teknologi.id – PT PLN (Persero) memastikan kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai kembali normal setelah sempat terjadi pemadaman bergilir di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.
PLN menyebut proses pemulihan berjalan lebih cepat setelah salah satu pembangkit listrik besar yang sebelumnya mengalami gangguan berhasil kembali beroperasi dan tersambung ke sistem kelistrikan Jawa.
Kondisi ini membuat pasokan listrik menjadi lebih stabil dan risiko pemadaman bergilir dapat ditekan secara signifikan.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa gangguan sebelumnya terjadi pada salah satu pembangkit milik mitra swasta atau Independent Power Producer (IPP).
Namun, pembangkit tersebut kini telah berhasil dipulihkan dan kembali memasok listrik ke sistem kelistrikan Pulau Jawa sejak Minggu (21/6/2026) sore.
Kembalinya pembangkit ke jaringan listrik nasional menjadi faktor penting dalam memperkuat pasokan energi dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan.
Dengan tambahan pasokan tersebut, PLN menyatakan kondisi jaringan listrik saat ini jauh lebih stabil dibandingkan pekan sebelumnya.
Pemadaman Bergilir Mulai Diminimalkan
PLN memastikan pemadaman bergilir yang sempat terjadi di beberapa daerah kini telah berhasil diminimalkan.
Perusahaan pelat merah itu terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik masyarakat.
Menurut PLN, proses pemulihan juga didukung oleh membaiknya ketersediaan energi primer yang digunakan untuk mengoperasikan pembangkit listrik.
Pasokan bahan bakar yang sesuai spesifikasi dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat normalisasi sistem kelistrikan di Pulau Jawa.
PLN Pantau Sistem Kelistrikan 24 Jam
Untuk mencegah gangguan serupa terulang kembali, PLN mengaku telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi.
Perusahaan akan terus memantau kondisi sistem kelistrikan secara intensif selama 24 jam setiap hari serta memperkuat keandalan pembangkit dan rantai pasok energi.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan pasokan listrik tetap aman dan stabil, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor industri yang terus meningkat.
PLN juga berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.
Dalam keterangannya, PLN turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat pemadaman bergilir beberapa waktu lalu.
Perusahaan menyadari gangguan listrik dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan rumah tangga, bisnis, hingga layanan publik.
Karena itu, PLN berjanji akan terus meningkatkan kualitas layanan serta menjaga keandalan pasokan listrik nasional.
Kesimpulan
PLN memastikan kondisi kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik setelah salah satu pembangkit besar yang sebelumnya mengalami gangguan berhasil kembali beroperasi. Dengan pasokan listrik yang semakin stabil dan dukungan energi primer yang memadai, pemadaman bergilir kini berangsur dapat diminimalkan. PLN juga terus melakukan pemantauan dan penguatan sistem untuk menjaga keandalan pasokan listrik ke depan.