KPK Sikat Pejabat Imigrasi Jakbar, Menteri Imipas: Momen Krusial Bersih
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menyambut operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap pejabat Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Agus menilai ini momentum berbenah. Pihaknya menghormati proses hukum KPK atas OTT yang terjadi Rabu (3/6/2026) di Jakarta Barat.
Yusuf Hamka Puji Ketegasan Prabowo: Semua yang Rugikan Negara Disapu Bersih
Tokoh masyarakat Yusuf Hamka atau yang akrab disapa Babah Alun menilai Presiden Prabowo Subianto sebagai sosok pemimpin yang memiliki keberanian besar. Hal ini ditunjukkan dengan komitmennya dalam memberantas pihak-pihak yang selama ini merugikan negara, tanpa memandang latar belakang maupun kekuatan yang dimiliki. Hal itu disampaikan Yusuf Hamka dalam podcast Close The Door, ditulis Jumat (8/5). (Foto Dok. Podcast Close The Door)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Tokoh masyarakat Yusuf Hamka atau yang akrab disapa Babah Alun menilai Presiden Prabowo Subianto sebagai sosok pemimpin yang memiliki keberanian besar.
Hal ini ditunjukkan dengan komitmennya dalam memberantas pihak-pihak yang selama ini merugikan negara, tanpa memandang latar belakang maupun kekuatan yang dimiliki.
Dalam podcast Close The Door, ditulis Jumat (8/5), Yusuf Hamka menyebut kondisi Indonesia saat ini sudah terlalu banyak kerusakan yang harus dibenahi. Karena itu, ia menaruh harapan besar kepada Prabowo untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.
“Semua ini udah terlalu hancur. Kita berharap kepada Pak Prabowo satu-satunya. Hanya beliau yang punya nyali besar, yang berani menghantam raja-raja semua,” ujar Yusuf Hamka.
Menurut dia, langkah tegas Prabowo terlihat dari upayanya menyapu bersih berbagai kelompok yang selama ini diduga menikmati keuntungan besar dari sektor strategis negara.
“Ada Raja Batu Bara, sapu semua. Raja Minyak, sapu. Raja Sawit, sapu. Nggak ada yang nggak disapu,” katanya.
Yusuf Hamka mengakui ketegasan tersebut membuat Prabowo menghadapi banyak serangan balik. Ia menilai serangan itu datang dari pihak-pihak yang merasa terganggu karena tidak lagi leluasa mengambil keuntungan dari uang negara.
Meski demikian, ia meyakini dukungan masyarakat kepada Prabowo jauh lebih besar dibandingkan suara-suara yang menyerang pemerintah. Menurutnya, rakyat dapat melihat keseriusan Prabowo dalam bekerja untuk kepentingan bangsa.
“Banyak orang yang bully tapi lebih banyak orang yang sayang kepada Bapak. Karena rakyat tahu beliau kerja buat negara,” katanya.
Yusuf Hamka juga menegaskan dirinya tetap terbuka untuk mengkritik pemerintah. Namun, ia mengingatkan kritik seharusnya dibarengi solusi, bukan sekadar hujatan.
“Saya juga sering kritik Pak Prabowo. Tapi kalau beliau benar, kita katakan benar. Kalau ada yang kurang, mari kita bantu. Kritik harus kasih solusi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Yusuf Hamka turut menyoroti langkah diplomasi luar negeri yang dilakukan Prabowo. Ia menilai kunjungan luar negeri Presiden bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.
Bahkan, ia menyebut kepemimpinan Prabowo mengingatkannya pada sosok Presiden pertama Indonesia, Soekarno.
“Pak Prabowo itu kayak Bung Karno. Dulu Indonesia dikenal di mana-mana walaupun negara kecil. Nah ini yang Pak Prabowo sedang bawa lagi,” pungkas Yusuf Hamka. (her/dav)
Toilet Rumah Sakit Memang Bersih, tapi Tubuh Saya "Menolak"
Bulan lalu, saya terpaksa harus menginap di rumah sakit demi menjaga istri yang sedang dirawat. Sebagai orang yang sangat menjunjung tinggi ritual “panggilan alam” setiap pagi, saya tahu ini akan menjadi tantangan berat. Bukan karena saya takut kotor, sama sekali tidak. Justru sebaliknya, toilet rumah sakit tempat istri saya dirawat itu sangat bersih, wangi, dan terawat dengan standar kebersihan yang layak.
Namun, entah kenapa meski sudah bersih pun tubuh saya tetap saja melakukan aksi mogok kerja. Ada semacam dinding psikologis yang membuat aktivitas BAB—yang seharusnya menjadi momen paling rileks dalam hidup—berubah menjadi sebuah perjuangan yang canggung dan penuh keganjilan.
Secara fisik, tidak ada yang salah. Lantai toilet rumah sakit kering, tak ada hal-hal kotor karena sering dibersihkan. Pun pencahayaannya juga terang benderang. Tapi begitu saya duduk di sana, rasanya tidak bisa “plong”. Ada rasa canggung yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, seolah-olah tubuh ikut menahan diri karena suasana sekitar yang memang tidak mendukung untuk melakukan “tugasnya”.
Mengapa hal sesederhana ini bisa jadi begitu rumit? Saya rasa ini masalah psikologis yang mendalam. Rumah sakit adalah tempat di mana ketegangan, rasa sakit, dan suasana formal berkumpul jadi satu. Pikiran kita sedang dalam mode waspada atau sedih, sementara tubuh butuh kondisi rileks total untuk menyelesaikan urusan “pencernaan”.
Bagaimana mungkin kita bisa rileks kalau selalu terbayang dengan penyakit, rasa sakit, dan orang kesakitan?
Meskipun bilik toilet tertutup rapat, rasa privasinya tetap terasa semu. Sensitivitas terhadap rasa sakit itu mungkin saja membuat konsentrasi buyar. Padahal, di rumah sendiri, kita bisa duduk berlama-lama sambil baca ponsel tanpa beban dunia sedikit pun.
Di rumah, semuanya terasa familiar. Kita sudah hafal dengan ritmenya, posisi duduknya, bahkan suara tetesan airnya. Tubuh kita punya memori terhadap kenyamanan rumah yang tidak bisa diduplikasi oleh hotel bintang lima sekalipun, apalagi oleh sebuah rumah sakit. Di sana, toilet adalah fasilitas umum yang digunakan secara bergantian, meski dibersihkan berkali-kali pun, jejak “ketidaknyamanan” itu tetap menempel di dinding-dindingnya.
Tidak semua orang bisa adaptasi dengan cepat dengan toilet rumah sakit
Adaptasi seperti ini memang tidak mudah bagi semua orang. Ada tipe orang yang bisa buang air di mana saja asalkan bersih, tapi bagi saya, tubuh dan pikiran tidak bisa diajak kompromi begitu saja.
Akhirnya, saya lebih sering memilih untuk menahan atau menunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan, menunggu momen “darurat” yang benar-benar tidak bisa dinegosiasikan lagi.
BTW ketika menjaga istri, saya baru sadar kalau ini bukan cuma saya yang merasakan. Ibu mertua saya juga merasakan hal yang sama. Kami sama-sama melakukan “panggilan alam” itu ketika di rumah. Rasanya memang lebih lega.
Pun, istri saya yang pernah menjadi perawat juga mengiyakan perasaan ini. Saya ingat betul pada suatu kesempatan ketika mengunjungi rumah sakit (yang dulunya ia pernah bekerja di sana), ia memilih toilet karyawan untuk menuntaskan hajatnya. Iya, bahkan bagi perawat sekalipun, toilet rumah sakit tetap saja hal yang agak susah dihadapi.
Pada akhirnya, balada toilet rumah sakit ini mengajarkan kita bahwa kenyamanan itu bukan cuma soal kebersihan atau kemewahan fasilitas.
Yah, urusan panggilan alam memang tak bisa dihindari, tapi memilih tempat yang nyaman untuk menuntaskannya adalah pilihan bagi umat manusia. Dan sekali lagi, toilet rumah sakit boleh saja wangi dan kinclong, tapi selama ia berdiri di antara aroma obat dan suasana muram, ia akan tetap menjadi tempat yang paling ingin kita hindari.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat carainiya.
Xiaomi Rilis Robot Vacuum H50, Bersih Lebih Maksimal dengan Teknologi AI
Foto: mi.co.id
Teknologi.id – Xiaomi kembali memperkuat ekosistem perangkat rumah pintar mereka di pasar tanah air. Secara resmi, raksasa teknologi asal Tiongkok ini meluncurkan Xiaomi Robot Vacuum H50 Series di Indonesia pada April 2026. Kehadiran seri terbaru ini menjadi jawaban bagi masyarakat urban yang menginginkan solusi kebersihan hunian yang lebih praktis, efisien, dan terintegrasi sepenuhnya dengan teknologi kecerdasan buatan.
Seri H50 ini hadir dengan berbagai peningkatan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya, terutama pada sektor navigasi dan kemampuan pembersihan otomatis. Xiaomi merancang perangkat ini agar mampu beradaptasi dengan berbagai jenis tata letak ruangan, mulai dari apartemen minimalis hingga rumah tinggal yang luas. Di tahun 2026 ini, perangkat pembersih otomatis bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan utama dalam mendukung gaya hidup yang serba cepat.
Navigasi Cerdas dan Daya Hisap yang Lebih Bertenaga
Salah satu fitur unggulan dari Xiaomi Robot Vacuum H50 Series adalah sistem navigasi laser yang jauh lebih presisi. Perangkat ini mampu memetakan seluruh area rumah dalam waktu singkat dengan tingkat akurasi yang tinggi, bahkan di kondisi ruangan yang minim cahaya.
Dengan sensor penghindar rintangan yang telah ditingkatkan, robot vacuum ini dapat mendeteksi benda-benda kecil di lantai seperti kabel atau mainan anak agar tidak tersangkut selama proses pembersihan berlangsung.
Selain navigasi, kekuatan hisap pada seri H50 juga mengalami peningkatan drastis. Xiaomi membekali perangkat ini dengan motor penyedot yang mampu mengangkat debu halus hingga kotoran yang terselip di sela-sela karpet tebal.
Sistem tangki air yang dikendalikan secara elektronik juga memastikan proses mengepel lantai dilakukan dengan debit air yang pas, sehingga lantai cepat kering dan tidak meninggalkan noda air yang mengganggu estetika hunian.
Kecanggihan Xiaomi Robot Vacuum H50 Series semakin terasa berkat integrasi penuh dengan aplikasi Mi Home. Melalui smartphone, pengguna dapat mengatur jadwal pembersihan, menentukan area terlarang (no-go zones), hingga memantau posisi robot secara real-time.
Kemudahan ini memungkinkan pemilik rumah untuk menjaga kebersihan lantai mereka kapan saja dan dari mana saja, bahkan saat mereka sedang berada di kantor atau dalam perjalanan.
Tak hanya melalui aplikasi, perangkat ini juga mendukung kendali suara melalui asisten digital populer. Pengguna cukup memberikan perintah suara sederhana untuk memulai atau menghentikan proses pembersihan.
Inovasi ini selaras dengan tren rumah pintar pada tahun 2026 yang mengedepankan aspek hands-free dan kenyamanan maksimal bagi penghuninya. Baterai yang disematkan pun diklaim mampu bertahan lama, cukup untuk membersihkan area yang luas dalam satu kali pengisian daya.
Peluncuran Xiaomi Robot Vacuum H50 Series ini menegaskan posisi Xiaomi sebagai pemimpin pasar dalam kategori perangkat IoT di Indonesia. Dengan harga yang tetap kompetitif khas strategi Xiaomi, produk ini diharapkan dapat dijangkau oleh lebih banyak kalangan masyarakat yang ingin memulai transformasi rumah mereka menjadi rumah pintar. Ketersediaan suku cadang resmi di Indonesia menjadi nilai tambah yang krusial bagi konsumen.
Kehadiran inovasi semacam ini menjadi bukti nyata bagaimana teknologi dapat menyederhanakan tugas-tugas domestik yang melelahkan. Dengan lantai yang selalu bersih secara otomatis, masyarakat dapat lebih fokus pada aktivitas produktif atau waktu berkualitas bersama keluarga. Langkah Xiaomi dalam menghadirkan perangkat pintar berkualitas tinggi terus berkontribusi pada percepatan adopsi gaya hidup digital dan kemajuan teknologi di Indonesia.
Bukan Sekadar Janji: Smart Microgrid, Terobosan Vital Listrik dan Air Bersih Karimunjawa
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan BRIN mengembangkan energi bersih di Karimunjawa. Teknologi smart microgrid tenaga surya 5 MW akan memperkuat pasokan listrik dan air bersih. Ini mendukung pariwisata Karimunjawa, mengurangi ketergantungan diesel, serta menekan emisi karbon. Proyek ini diharapkan meningkatkan kenyamanan wisatawan dan ekonomi lokal.
Banyumas Sabet Predikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026: Kunci Sukses Ada di Pengelolaan Sampah
Kabupaten Banyumas meraih penghargaan “Menuju Kabupaten Bersih” dari Kementerian Lingkungan Hidup RI. Apresiasi ini diberikan atas komitmen Pemkab Banyumas dalam pengelolaan sampah. Penghargaan diserahkan kepada Bupati Sadewo Tri Lastiono pada Rakornas Pengelolaan Sampah 2026 di Jakarta, Rabu (25/2/26). Banyumas berkomitmen meningkatkan kinerja pengelolaan sampah berkelanjutan.
HPSN 2026: Ratusan ASN & Pelajar Sapu Bersih TRP Kartini, Wujudkan Pantai Idaman!
Ratusan ASN, pelajar, dan masyarakat Rembang membersihkan Taman Rekreasi Pantai Kartini pada Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026. Aksi ini bertujuan meningkatkan kepedulian kebersihan lingkungan. Total 369,5 kg sampah terkumpul, terdiri dari organik dan anorganik, kemudian diangkut ke TPA Landoh. Bupati Rembang mengapresiasi partisipasi dalam kegiatan kebersihan ini.
Klenteng Temanggung: Menguak Makna di Balik Tradisi Bersih
Pengurus Klenteng Kong Ling Bio di Temanggung membersihkan area dan rupang dewa menjelang Tahun Baru Imlek 2577. Proses ini melambangkan pembaruan lahir dan batin. Ketua Klenteng Edwin Nugraha menyatakan kegiatan pembersihan rupang ini melalui ritual khusus, berlangsung tiga hari. Ini sebagai persiapan menyambut tahun Kuda.