Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang: Mohon Dikoreksi Kalau Kami Salah
loading…
Nanik S Deyang berjanji bakal amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Foto: Arif Julianto
JAKARTA – Nanik S Deyang berjanji bakal amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Dalam konferensi pers perdana bersama jajaran pimpinan baru BGN, Nanik menyatakan kesiapannya untuk menerima masukan dan kritik.
Nanik, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, kini memimpin lembaga tersebut dengan didampingi oleh dua wakil baru, yakni Agustina Arumsari dari unsur BPKP dan Mayjen TNI Trenggono.
Ia menekankan pentingnya sinergi untuk menjalani program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). “Mohon doanya, mohon dukungannya, dan mohon dikoreksi kalau kami salah. Kami butuh banyak masukan,” ujar Nanik S Deyang di Kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Kamis (4/6/2026).
Lebih jauh, Nanik membeberkan bahwa fokus utama BGN saat ini melakukan efisiensi anggaran tanpa mengurangi sasaran penerima manfaat. Hal ini dilakukan melalui refocusing penerima hingga moratorium pembangunan dapur baru di wilayah tertentu.
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
loading…
Ketua DPP Relawan Arus Bawah Prabowo (ABP), Supriyanto berharap kepemimpinan baru BGN mampu mengemban amanah Presiden Prabowo Subianto. Foto/istimewa
JAKARTA – Keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menunjukNanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN mendapat dukungan sejumlah kalangan. Di antaranya dari Relawan Arus Bawah Prabowo (ABP).
Ketua DPP Relawan Arus Bawah Prabowo (ABP), Supriyanto berharap kepemimpinan baru BGN mampu mengemban amanah Presiden dengan mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut sebagai pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami mendukung penuh upaya reformasi total tata kelola BGN, termasuk peningkatan efisiensi, transparansi anggaran, dan perbaikan pelayanan kepada seluruh penerima manfaat program MBG,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Menurut Supriyanto, kepemimpinan Nanik S Deyang diyakini mampu membawa perubahan positif bagi pelaksanaan program MBG, sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan mitra, koperasi, UMKM, petani, hingga nelayan.
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
loading…
Eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya masih syok setelah diamankan penyidik Jampidsus Kejagung RI dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto/Dok SindoNews/Yudistiro Pranoto
JAKARTA – Eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya masih syok setelah diamankan penyidik Jampidsus Kejagung dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis ( MBG ). Hal itu disampaikan pengacara Sony, Krisna Murti
“Ya, kondisinya pasti syok lah karena ketika dicopot, langsung ditangkap, ya pasti syok lah. Kondisinya dalam keadaan masih syok beliau semalam,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (5/6/2026).
Menurut Krisna, kliennya itu diamankan oleh pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) di sebuah hotel kawasan Jakarta Selatan. Saat itu, kliennya merasa kecapekan dan sudah pulang larut malam sehingga memilih beristirahat di hotel.
“Enggak ada kegiatan. Beliau cuman lagi ngobrol, terus kemalaman, capek pulang, ya terus tidur di hotel, itu saja,” katanya.
Krisna menambahkan, pihaknya bakal segera mengirimkan surat ke Jampidsus Kejagung meminta agar kliennya bisa menjadi justice collaborator, sehingga kliennya bisa membeberkan nama-nama yang terlibat dalam kasus tersebut.
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
loading…
Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dikabarkan masih syok usai ditangkap penyidik Kejagung. Foto/SindoNews
JAKARTA – Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya dikabarkan masih syok usai ditangkap penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung).
Hal itu diungkapkan oleh Krisna Murti, kuasa hukum Sony Sonjaya. Menurut Krisna kliennya saat ini masih mengalami syok pascadiamankan Jampidsus Kejagung dalam kasus dugaan korupsi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Ya kondisinya pasti syok lah karena ketika dicopot, langsung ditangkap, ya pasti syok lah. Kondisinya dalam keadaan masih syok beliau semalam,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Menurut Krisna, kliennya itu diamankan oleh Kejagung di sebuah hotel kawasan Jakarta Selatan. Saat itu, kliennya merasa kecapekan dan sudah pulang larut malam sehingga memilih beristirahat di hotel.
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
loading…
Mensesneg Prasetyo Hadi membebekan alasan Presiden Prabowo memilih Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana yang jadi tersangka kasus dugaan korupsi. Foto/Binti Mufarida
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto akan melantik Nanik S Deyang menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), pada Senin 8 Juni 2026, mendatang. Selain Nanik, Prabowo juga akan melantik Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membeberkan bahwa saat ini ketiga pimpinan BGN secara administratif telah memimpin untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG), tepat setelah penunjukannya oleh Presiden Prabowo beberapa waktu lalu.
“Kalau secara administratif hukum, beliau bertiga sudah sah menjadi pimpinan Badan Gizi Nasional semenjak keputusan Presiden ditetapkan gitu,” ujar Prasetyo kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Jumat (5/6/2026).
Alasan Presiden Tunjuk Nanik S. Deyang Jadi Kepala BGN: Disiplin Manajemen
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkap alasan Presiden RI Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, Nanik dinilai memiliki kedisiplinan tinggi dalam menjalankan manajemen serta pengawasan di lingkungan BGN. (Foto Dok. Kemensesneg RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkap alasan Presiden RI Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurutnya, Nanik dinilai memiliki kedisiplinan tinggi dalam menjalankan manajemen serta pengawasan di lingkungan BGN.
Selain itu, lanjut Prasetyo, Presiden juga meyakini Nanik memiliki kemampuan kuat dalam memastikan seluruh proses kerja di BGN berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), termasuk menjaga kualitas makanan bagi para penerima manfaat.
“Kedisiplinan di dalam menjalankan SOP-SOP, kedisiplinan di dalam menjalankan manajemen di Badan Gizi Nasional, kedisiplinan juga di dalam menjaga kualitas makanan yang kita sajikan kepada seluruh penerima manfaat,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6).
Ia mengatakan, sosok Nanik dikenal tegas dalam menjalankan evaluasi maupun monitoring program-program di lingkungan BGN. Ketegasan itu dinilai penting untuk memperkuat tata kelola lembaga yang kini memegang peran strategis dalam program pemenuhan gizi nasional.
“Dalam evaluasi dan monitoring, beliau (Nanik) salah satu yang cukup, kalau boleh dibilang sangat strict, sangat tegas,” ungkapnya.
Prasetyo menambahkan, pengalaman Nanik sebagai Wakil Kepala BGN selama beberapa bulan terakhir juga menjadi alasan kuat di balik penunjukan tersebut. Presiden meyakini Nanik telah memahami mekanisme kerja dan tantangan yang dihadapi lembaga itu.
“Beliau kan sudah beberapa saat terakhir, beberapa bulan mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Sehingga, kita meyakini beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di Badan Gizi Nasional,” ucapnya.
Dengan pengalaman dan karakter kepemimpinannya, pemerintah berharap Nanik bersama jajaran wakil kepala yang baru dapat segera melakukan pembenahan internal dan memperkuat kualitas pelaksanaan program BGN.
“Untuk kita minta ke beliau, yang kemudian dibantu oleh dua wakil yang baru, untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan-perbaikan dan pembenahan-pembenahan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Prasetyo memastikan Nanik S. Deyang bersama dua Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal Trenggono, akan dilantik secara resmi dalam waktu dekat.
“Berkenaan dengan masalah pelantikan, kami agendakan pada minggu depan karena kita semua berpikir bahwa beliau pada hari-hari pertama itu supaya fokus terlebih dahulu untuk melakukan proses perbaikan-perbaikan,” pungkas Prasetyo. (her/dav)
Nanik S Deyang muncul pertama kali ke publik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana. Foto/SindoNews
JAKARTA – Nanik S Deyang muncul pertama kali ke publik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana. Kemunculannya diawali dengan perkenalan Nanik sebagai Sarjana Biologi.
“Sebelum saya menuju ke angle utamanya, saya kenalkan diri saya, teman-teman sudah kenal, saya Nanik S Deyang, Sarjana Biologi, ya. Saya ulang, bukan Sarjana Kehutanan, Sarjana Biologi. Kemudian tadinya Wakil Kepala PGPN,” kata Nanik dalam jumpa pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).
Usai menjelaskan latar belakang keilmuannya, Nanik memperkenalkan deretan pimpinan BGN baru yang membantunya. Susunan pimpinan ini sengaja dibentuk dengan mengombinasikan berbagai keahlian khusus untuk mengawal program gizi pemerintah.
Adalah, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari yang juga seorang mantan auditor BPKP dengan pengalaman 34 tahun yang ditugaskan khusus untuk mengawasi ketat tata kelola keuangan negara di BGN.
Prabowo Lantik Kepala dan Wakil BGN Baru pada Senin 8 Juni 2026
loading…
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto: Binti Mufarida
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto akan melantik pimpinan Kepala dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, pada Senin 8 Juni 2026. Sebelumnya, Prabowo telah menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
“Berkenaan dengan masalah pelantikan, kami agendakan di Minggu depan (Senin),” ungkap Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Prasetyo pun menjelaskan pelantikan pimpinan BGN tidak langsung dilakukan usai ditunjuk oleh Presiden Prabowo. “Karena kita semua berpikir bahwa beliau dalam hari-hari pertama itu supaya fokus terlebih dahulu untuk melakukan proses perbaikan-perbaikan di Badan Gizi Nasional kita.”
Copot 3 Pimpinan BGN, Prabowo: Saya Sedih, Mengganti Orang yang Saya Sayangi
loading…
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan isi hatinya usai mencopot tiga pimpinan BGN. Prabowo mengaku sedih karena terpaksa mengganti orang yang disayangi dan dipercaya. Foto/BPMI Setpres
BOGOR – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan isi hatinya usai mencopot tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Prabowo mengaku sedih karena terpaksa mengganti orang-orang yang disayangi dan dipercayainya untuk mengemban tugas berat.
Sebelumnya, Prabowo mencopot Dadan Hindayana dari posisi Kepala BGN. Kemudian, Wakil Kepala BGN yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya. Bahkan kini ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).
“Saya juga sebetulnya hari ini, saat ini, sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih, karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat,” kata Prabowo di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu (3/6/2026).
Pemerintah Tegaskan: Rotasi Pimpinan BGN Tak Goyahkan Stabilitas Program MBG
Pemerintah menegaskan pergantian kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) tidak akan memengaruhi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan, penyegaran ini, dengan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN baru, bertujuan memperkuat kinerja organisasi dan mempercepat program prioritas. Komitmen terhadap MBG tetap menjadi prioritas utama.