Bicara Ambang Batas Parlemen, Waketum Perindo: Jangan Sampai Suara Terbuang Sia-sia!
loading…
SINDO Prime bertajuk ‘17 Juta Suara Terbuang, Pakar Dorong Parliamentary Threshold Dihapus’. Foto: YouTube SindoNews
JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Perindo Andi Yuslim Patawari (AYP) berharap tidak ada lagi suara rakyat yang terbuang dalam kontestasi pemilihan umum (pemilu) mendatang. Hal ini ditegaskan Andi dalam SINDO Prime bertajuk ‘17 Juta Suara Terbuang, Pakar Dorong Parliamentary Threshold Dihapus’.
Dia mengingatkan soal adanya adagium Vox Populi Vox Dei, yang jangan sampai diabaikan. Dia mengingatkan kembali jika ada sekitar 17,3 juta atau posisinya sekitar 11,3% secara akumulasi suara rakyat yang terbuang dalam Pemilu 2024.
Jika itu diposisikan sebagai partai politik, suara yang terbuang itu seperti menempatkan urutan kelima secara nasional. “Jangan sampai suara ini menjadi sia-sia atau terbuang,” tegas Andi dikutip dari YouTube SindoNews, Kamis (28/5/2026).
3 Perilaku Pendaki Gunung Lawu yang Bikin Penjaga Basecamp Angkat Bicara: Pengakuan Eksklusif
Beberapa bulan lalu, saya sempat berkunjung ke Basecamp Gunung Lawu via Cemoro Sewu untuk menggarap sebuah proyek film dokumenter. Di sana, saya bertemu sama dua orang rangers yang udah sangat kenal sama seluk-beluk gunung ini.
Sambil menyeruput kopi, kami ngobrol banyak hal, mulai dari kondisi alam Lawu, urusan biaya retribusi, sampai cerita-cerita di balik layar yang jarang diketahui oleh publik.
Namun, di sela obrolan santai itu, terselip nada keresahan soal perilaku pendaki yang sering kali bikin mereka geleng-geleng kepala. Ternyata, nggak semua orang datang ke Lawu dengan persiapan dan etika yang benar. Nah, berikut adalah tiga kelakuan pendaki yang paling meresahkan menurut mereka. Simak baik-baik, siapa tahu kamu salah satunya!
Modal FOMO tapi nggak ada persiapan
Pertama, FOMO. Akhir-akhir ini, tren ikut-ikutan eman lagi hangat jadi perbincangan di dunia pendakian. Ada jalur baru atau spot foto bagus yang viral, pasti beberapa pendaki langsung penasaran dan berbondong-bondong datang. Saat saya ngobrol bersama rangers, sebenarnya mereka nggak begitu mempermasalahkan tren ini. Toh bisa berdampak baik karena akan banyak pendaki yang mampir ke Gunung Lawu dan otomatis berdampak juga pada pemasukan basecamp.
“Ora popo mas FOMO, asal ono persiapan,” kata salah satu rangers. Nah inilah yang jadi masalah. Banyak pendaki FOMO, khususnya para pemula, yang mendaki cuma modal ikut-ikutan tanpa pemahaman dasar sama sekali. Mereka cenderung meremehkan medan Lawu dan nekat naik hanya dengan perlengkapan seadanya.
Buktinya, para rangers masih sering lo menemukan pendaki yang nggak membawa jaket, mantel, sleeping bag, bahkan obat-obatan pribadi. Akhirnya, jika ditemukan pendaki nekat seperti ini, mereka biasanya diwajibkan menyewa perlengkapan di lokasi demi keselamatan mereka sendiri.
Masih minimnya kesadaran untuk menjaga alam Gunung Lawu
Sebagai sebuah gunung, tentu kita tau kalau Lawu masih menyimpan kekayaan alam yang luar biasa. Vegetasi di sini masih rimbun, satwanya pun juga masih beragam. Tentu sebagai tamu, pendaki juga punya kewajiban untuk menjaga itu semua. Namun, realitas di lapangan sering kali bertolak belakang.
Menurut penjelasan rangers, di jalur Cemoro Sewu masih marak oknum pendaki yang membuang sampah sembarangan atau melakukan vandalisme. Sampah sachet hingga botol plastik masih sering mereka temukan di jalur pendakian. Belum lagi aksi menempel stiker komunitas di plang pos pendakian atau di batu. Ayolah, menempel stiker itu sama sekali nggak keren. Alih-alih bikin komunitasmu dikenal, kalian justru hanya akan merusak estetika alam Lawu.
Soal sampah pun harusnya udah jadi hal yang paling sederhana buat dipahami nggak sih. Kalian pasti udah tau kan kalau sampah plastik butuh puluhan bahkan ratusan tahun buat terurai?
Ingat lo kawan-kawan, selama sampah kalian masih belum terurai, itu akan jadi dosa jariyah buat kalian. Karena apa? Karena tindakan kalian hanya akan merusak alam dan merepotkan petugas yang harus memungutnya.
Hobi meninggalkan teman yang kelelahan
Terakhir, ini adalah kebiasaan yang paling sulit diterima oleh akal sehat. Saya sendiri pernah mendaki, dan saya tetap nggak habis pikir dengan orang yang tega meninggalkan temannya. Biasanya sih alasannya karena temannya jalannya lambat atau kelelahan ya. Apa mereka nggak takut ya kalau temannya kenapa-napa?
Benar kata pepatah, “Jika ingin melihat sifat asli manusia, ajaklah mendaki”. Di gunung, sifat egois seseorang akan terlihat jelas. Ya, contohnya masalah ini. Hal ini juga jadi keluhan para rangers. Tak jarang, mereka menemui rombongan yang jumlahnya nggak lengkap saat pendaki turun. Naik lima orang, turun cuma tiga orang. Bahkan saat ditanya temannya di mana, dengan santainya mereka menjawab temannya ditinggal di pos A atau pos B karena lelet atau kelelahan. Gila-gila, saat menceritakan ini aja para rangers cuma bisa tarik nafas panjang lo.
Itulah tiga perilaku pendaki Gunung Lawu yang bikin ranger Cemoro Sewu sampai geleng-geleng kepala. Ingat kawan, gunung bukan tempat bermain yang bisa kalian sepelekan. Apa pun yang kalian lakukan atau tinggalkan, semua akan berbalik ke kalian. Entah itu dalam bentuk lanskap alam yang menawan atau justru kesialan.
Jadi, jangan korbankan keindahan Lawu dengan membuang sampah sembarangan atau vandalisme hanya demi keegoisan kalian sendiri. Ingat prinsip pecinta alam,”Jangan ambil apa pun selain foto, jangan bunuh apa pun selain waktu, dan jangan tinggalkan apa pun selain jejak.” Ingat-ingat kata-kata itu!
Kalau emang FOMO, ya silakan, tapi ya harus dibarengi dengan persiapan dan pemahaman yang matang. Pun Jangan malah meninggalkan kawan kalian. Belajarlah dari kasus-kasus orang hilang di Gunung Lawu atau gunung lainnya, agar kalian nggak jadi korban berikutnya. Salam lestari!
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat carainiya.
Anies Bicara soal Pemimpin: Begitu Kepentingan Pribadi Masuk, Kepercayaan Turun
loading…
Anies Baswedan saat menjadi pembicara dalam acara Open House Universitas Paramadina di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (6/5/2026). Kegiatan itu dihadiri pelajar, mahasiswa, dan guru. Foto/Yuwantoro Winduajie
JAKARTA – Tokoh nasional Anies Baswedan menyebut kepercayaan merupakan kunci utama dalam kepemimpinan . Kepercayaan terhadap pemimpin dapat menurun ketika pemimpin tersebut lebih mengutamakan kepentingan pribadi ketimbang kepentingan bersama.
Anies menjelaskan bahwa kepercayaan dibangun oleh tiga faktor utama, yakni kompetensi, integritas, dan kedekatan atau intimacy, serta dapat runtuh ketika kepentingan pribadi muncul.
“Kepercayaan meningkat kalau ada kompetensi, meningkat kalau ada integrity, meningkat kalau ada intimacy, turun kalau ada self-interest,” kata Anies saat menjadi pembicara dalam acara Open House Universitas Paramadina bertema “Integritas Karakter, Kompetensi, dan Teknologi dalam Pendidikan di Indonesia” yang digelar di Universitas Paramadina Kampus Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (6/5/2026). Kegiatan itu dihadiri pelajar, mahasiswa, dan guru.
Mantan Rektor Universitas Paramadina ini menyatakan, apabila pemimpin lebih mengedepankan kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompoknya, kepercayaan publik akan langsung menurun. Anies juga menyinggung fenomena yang kerap terjadi di masyarakat, yakni publik kehilangan kepercayaan karena melihat pemimpin lebih mementingkan diri sendiri dibanding kepentingan umum.
“Begitu kepentingan pribadi masuk, oh itu kepercayaan itu turun langsung. Jadi yang dipikirin dirinya sendiri, anaknya, ponakannya, bener, nggak? Keluarganya. Langsung pada nggak percaya, kan?” ujarnya.
Menurut Anies, kepercayaan merupakan kunci utama dalam kepemimpinan. Ia menyebut seseorang hanya dapat disebut pemimpin jika memiliki pengikut yang percaya kepadanya.
Sanggahan Ade Armando: JK Tak Menista Agama, Namun Jejak Digital Bicara Lain?
Akademisi Ade Armando menegaskan tidak menuduh mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) melakukan penistaan agama. Ade menyatakan kalimat JK pada ceramah UGM bermasalah, bukan kategori penistaan agama. Pernyataan Ade Armando tersebut disampaikan dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV pada Selasa malam. Laporan terkait datang dari koalisi advokat, bukan JK.
Prajurit UNIFIL Perancis Gugur di Lebanon, Kemlu RI Angkat Bicara
Kemlu RI menyampaikan dukacita atas gugur prajurit Prancis dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon pada 18 April 2026. Pemerintah Indonesia menyerukan semua pihak menahan diri dan menjunjung tinggi hukum humaniter internasional. Serangan terhadap prajurit UNIFIL di tengah gencatan senjata tidak dapat diterima.
BBM Nonsubsidi Meroket Tak Terkendali: DPR Angkat Bicara Soal Beban Rakyat
Kenaikan harga BBM nonsubsidi secara drastis dikritik Anggota DPR Mufti Anam. Kebijakan Pemerintah via Pertamina ini dinilai memberatkan rakyat, padahal sebelumnya sempat ada narasi harga BBM tidak akan naik. Kritik DPR menyoroti dampak kenaikan bahan bakar ini terhadap masyarakat.
Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi: Benarkah Harga Kebutuhan Pokok Aman? DPR Angkat Bicara
Anggota Komisi VI DPR Rivqy Abdul Halim merespons kenaikan harga BBM nonsubsidi RON tinggi. Ia berharap kebijakan ini tidak berdampak pada harga kebutuhan pokok masyarakat. Rivqy menilai kenaikan harga BBM, meski mendadak, sulit dihindari pemerintah akibat tekanan sektor energi global. Komunikasi kebijakan dan transparansi kondisi riil BBM nasional sangat ditekankan.
Google Rilis Gemini 3.1 Flash TTS, Bisa Atur Emosi dan Gaya Bicara AI Sesukamu
Foto: Google Blog
Teknologi.id – Raksasa teknologi Google kembali memperkuat dominasinya di kancah kecerdasan buatan dengan merilis model text-to-speech (TTS) terbaru, Gemini 3.1 Flash TTS, pada Rabu (15/4/2026). Model ini dirancang untuk menghadirkan sintesis suara yang jauh lebih natural, ekspresif, dan memiliki kontrol presisi yang belum pernah ada sebelumnya.
Sebagai bagian dari keluarga besar Gemini 3.1, model ini tidak hanya mengunggulkan kualitas audio yang menyerupai manusia, tetapi juga dukungan luas terhadap lebih dari 70 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Dengan kemampuan menangani percakapan multi-pembicara (multi-speaker), Gemini 3.1 Flash TTS diprediksi akan menjadi standar baru dalam interfacesuara berbasis AI.
Salah satu inovasi paling menonjol dalam pembaruan ini adalah kehadiran Audio Tags. Fitur ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengguna untuk mengatur gaya bicara AI melalui instruksi teks sederhana. Pengguna kini dapat menentukan emosi spesifik seperti “antusias”, “senang”, hingga nada yang lebih “serius dan informatif”.
Foto: Google Blog
Selain emosi, Audio Tags memungkinkan pengaturan kecepatan bicara dan aksen secara mendetail. Google menyediakan beragam pilihan gaya, mulai dari narasi santai untuk podcast dan audiobook hingga gaya formal layaknya pembawa berita. Berdasarkan pengujian dari Artificial Analysis, model ini mencatat skor Elo sebesar 1.211, yang menempatkannya sebagai salah satu solusi paling atraktif berkat rasio kualitas dan biaya yang sangat kompetitif.
Ekspansi ke Dunia Fisik: Gemini Robotics-ER 1.6
Bersamaan dengan peluncuran model suara, Google juga memperkenalkan Gemini Robotics-ER 1.6. Model AI ini dikembangkan khusus untuk memungkinkan robot melakukantugas-tugas kompleks di dunia nyata melalui pemikiran “terwujud” (embodied thinking) dan fungsi kognitif yang ditingkatkan.
Spesialisasi model ini terletak pada persepsi spasial, perencanaan tindakan, hingga evaluasi keberhasilan tugas secara mandiri. Google DeepMind bekerja sama dengan Boston Dynamics untuk mengintegrasikan model ini ke dalam robot industri. Hasilnya, robot kini mampu menginterpretasikan data dari instrumen pengukuran kompleks dan merespons tantangan fisik secara otonom. Dalam uji deteksi ancaman keamanan, model ini mengungguli pendahulunya dengan peningkatan akurasi hingga 10% dalam analisis video.
Google juga memperluas jangkauan layanan asisten pintarnya dengan merilis aplikasi Gemini asli untuk sistem operasi macOS. Pengguna kini dapat mengakses Gemini secara instan melalui pintasan tombol Option + Space. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur berbagi jendela untuk transfer konteks yang cepat, serta dukungan pembuatan gambar via Nano Banana dan pembuatan video melalui Veo.
Terkait transparansi dan keamanan konten, Google menyertakan teknologi SynthID. Setiap audio yang dihasilkan oleh Gemini 3.1 Flash TTS akan dibekali watermark digital yang tidak terdengar oleh telinga manusia, namun tetap bisa dikenali oleh sistem komputer. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa publik dapat membedakan antara suara asli manusia dan konten hasil rekayasa AI.
Google menawarkan skema penggunaan yang beragam. Versi gratis tersedia melalui Google AI Studio, meskipun data penggunaan akan digunakan untuk pengembangan produk. Untuk segmen profesional dan perusahaan, tarif yang dikenakan adalah 1 dollar AS per juta token input teks dan 20 dollar AS per juta token output audio. Tersedia juga mode batch dengan harga 50% lebih murah bagi pengguna dengan volume besar.
Saat ini, Gemini 3.1 Flash TTS sudah dapat diakses melalui API Gemini, Vertex AI bagi pengguna korporat, serta Google Vids untuk pelanggan Workspace. Dengan peluncuran ini, Google semakin mempertegas posisinya dalam mengintegrasikan AI ke berbagai lini, mulai dari suara digital hingga perangkat fisik di sektor industri.
Kejati Sumut Angkat Bicara: Klarifikasi Krusial Kajari & Kasipidsus Karo di Pusaran Kasus Amsal Sitepu
Kejaksaan Tinggi Sumut klarifikasi Kepala Kejaksaan Negeri Karo Danke Rajagukguk dan Kasi Pidsus Reinhard Sembiring. Ini terkait dugaan intimidasi jaksa terhadap terdakwa Amsal Sitepu. Kajati Sumut Harli Siregar menyatakan klarifikasi berfokus pada aduan intimidasi jaksa dengan pemberian kue, bukan substansi perkara korupsi video profil desa.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menyoroti kegiatan Sahur on the Road (SOTR) di Kabuh, Jombang, Jawa Timur. HNW menilai SOTR yang menampilkan sound horeg dan penari seksi ini tidak sesuai prinsip nilai berpuasa. Kegiatan tersebut dianggap mengganggu etika dan kesopanan, kata HNW pada Selasa (24/2/2026).