Berkat Jembatan Gantung 240 Meter, Pelajar Aceh Tamiang Kini Bisa Berangkat Sekolah dengan Mudah
Senyum bahagia terpancar dari wajah para pelajar di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang. Mereka kini dapat berangkat ke sekolah dengan lebih cepat, aman, dan nyaman berkat kehadiran jembatan gantung sepanjang 240 meter yang menghubungkan Desa Bandar Mahligai dan Desa Sekerak Kiri. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Aceh Tamiang, Idola 92.6 FM-Senyum bahagia terpancar dari wajah para pelajar di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang. Mereka kini dapat berangkat ke sekolah dengan lebih cepat, aman, dan nyaman berkat kehadiran jembatan gantung sepanjang 240 meter yang menghubungkan Desa Bandar Mahligai dan Desa Sekerak Kiri.
“Kalau jembatannya bagus, jadi kalau pergi sekolah lebih mudah. Nggak perlu naik perahu lagi, jadi bisa langsung melintasi jembatan,” ujar seorang siswi SMP di Aceh Tamiang.
Jembatan yang ia maksud adalah Jembatan Perintis Garuda, yang kini membentang di atas Sungai Tamiang sepanjang 240 meter dengan lebar 1,2 meter dan kapasitas beban hingga 400 kilogram. Infrastruktur ini menjadi salah satu jembatan gantung terpanjang di Indonesia sekaligus ikon baru Kabupaten Aceh Tamiang.
Jembatan ini dibangun sebagai respons cepat terhadap dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada November 2025 dan diselesaikan hanya dalam waktu tiga bulan oleh prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gabungan.
Sebelum jembatan dibangun, warga harus menyeberangi sungai menggunakan perahu kayu atau memutar perjalanan darat melalui Karang Baru dan Sungai Liput dengan waktu tempuh antara satu hingga dua jam. Kini, perjalanan antardesa dapat dilakukan hanya dalam waktu sekitar lima menit.
Komandan Resor Militer (Korem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran mengatakan, pembangunan jembatan tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang selama puluhan tahun mengalami keterbatasan akses.
“Jembatan ini sudah puluhan tahun tidak ada akses. Atas permintaan masyarakat pascabanjir Aceh, akhirnya kami bangun. Panjangnya 240 meter dan menjadi jembatan gantung terpanjang di Indonesia,” ujar Ali Imran.
Kini, jembatan itu menjadi akses vital yang memperlancar mobilitas masyarakat, mulai dari aktivitas ekonomi hingga pendidikan.
Bagi para pelajar, kehadiran jembatan tersebut bukan hanya memangkas waktu perjalanan, tetapi juga menghadirkan rasa aman saat berangkat dan pulang sekolah. Siswi SMP tersebut mengaku kondisi jembatan cukup nyaman untuk dilalui.
“Jembatannya kalau dipakai bergantian-bergantian nggak terlalu goyang. Kalau dipakai rame-rame baru terasa goyangnya,” katanya.
Tak hanya bicara soal kenyamanan, siswi itu juga menitipkan pesan terima kasih kepada para prajurit TNI dan pemerintah yang telah mewujudkan pembangunan jembatan yang selama ini dinantikan masyarakat.
“Untuk Bapak TNI, terima kasih sudah membuat jembatannya. Untuk Bapak Presiden, terima kasih sudah membantu kami untuk membuat jembatan agar bisa melintas dengan mudah,” tuturnya.
Selain menjadi penghubung utama bagi warga dua desa, Jembatan Gantung Perintis Garuda kini juga mulai berkembang sebagai destinasi wisata baru di Aceh Tamiang. Bentangan jembatan yang panjang dengan latar Sungai Tamiang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan pengunjung. (her/dav)
Daftar HP yang Sudah Tidak Bisa Pakai WhatsApp Mulai Juni 2026, Cek Ponsel Anda
Foto: PhoneWorld
Teknologi.id – WhatsApp kembali menghentikan dukungan untuk sejumlah ponsel lawas mulai Juni 2026. Akibatnya, beberapa perangkat Android dan iPhone tidak lagi bisa menggunakan aplikasi WhatsApp untuk mengirim pesan, melakukan panggilan, maupun menerima pembaruan fitur terbaru.
Langkah ini dilakukan WhatsApp untuk meningkatkan keamanan dan memastikan aplikasi tetap berjalan optimal di perangkat yang menggunakan sistem operasi terbaru.
Jika Anda masih menggunakan ponsel keluaran lama, ada baiknya segera mengecek apakah perangkat Anda masih kompatibel dengan WhatsApp atau tidak.
Mengapa WhatsApp Menghentikan Dukungan untuk HP Lama?
WhatsApp secara rutin memperbarui persyaratan sistem operasinya agar dapat menghadirkan fitur baru, meningkatkan performa aplikasi, serta menjaga keamanan pengguna.
Menurut WhatsApp, perangkat yang sudah terlalu lama umumnya tidak lagi mendapatkan pembaruan keamanan dari produsen seperti Google maupun Apple. Kondisi ini membuat perangkat lebih rentan terhadap ancaman siber dan kebocoran data.
Selain itu, fitur-fitur terbaru WhatsApp, termasuk teknologi enkripsi yang lebih canggih dan fitur berbasis AI, membutuhkan dukungan perangkat keras serta sistem operasi yang lebih modern.
Syarat Minimum WhatsApp Tahun 2026
Saat ini, WhatsApp mensyaratkan perangkat Android menggunakan Android 5.0 atau yang lebih baru.
Sementara untuk pengguna iPhone, perangkat harus menjalankan iOS 15.1 atau versi yang lebih baru.
Namun, WhatsApp juga telah mengumumkan perubahan persyaratan berikutnya:
Mulai 8 September 2026, Android wajib menggunakan Android 6.0 atau lebih baru.
Mulai 30 November 2026, iPhone wajib menggunakan iOS 15.5 atau lebih baru.
Perangkat yang tidak memenuhi persyaratan tersebut akan kehilangan akses ke layanan WhatsApp.
Daftar iPhone yang Sudah Tidak Bisa Pakai WhatsApp
Beberapa model iPhone yang sudah tidak lagi kompatibel dengan WhatsApp per Juni 2026 antara lain:
iPhone 5s
iPhone 6
iPhone 6 Plus
Sementara itu, iPhone 6s, iPhone 6s Plus, dan iPhone SE generasi pertama masih dapat menggunakan WhatsApp untuk saat ini karena masih mendukung iOS 15.8.4.
Daftar HP Android yang Sudah Tidak Bisa Pakai WhatsApp
Berikut sejumlah ponsel Android lawas yang sudah tidak lagi didukung WhatsApp:
Samsung Galaxy S3
Samsung Galaxy S4
Samsung Galaxy Note 3
Sony Xperia Z1
LG G2
Huawei Ascend P6
Moto G Generasi Pertama
Motorola Razr HD
Moto E (2014)
HTC One X
Secara umum, perangkat yang masih menggunakan Android 5.0 atau versi lebih lama berisiko kehilangan dukungan WhatsApp dalam pembaruan berikutnya.
Cara Cek Versi Android dan iPhone
Jika Anda tidak yakin perangkat masih kompatibel atau tidak, cek versi sistem operasi melalui langkah berikut:
Android
Buka Pengaturan.
Pilih Tentang Ponsel.
Cari informasi Versi Android.
iPhone
Buka Pengaturan.
Pilih Umum.
Ketuk Mengenai.
Lihat versi iOS yang digunakan.
Jika versi sistem operasi sudah tidak memenuhi syarat minimum, Anda perlu memperbarui perangkat atau mempertimbangkan mengganti ponsel agar tetap bisa menggunakan WhatsApp.
Apa yang Terjadi Jika WhatsApp Tidak Lagi Mendukung HP Anda?
Ketika dukungan dihentikan, WhatsApp biasanya akan memberikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada pengguna.
Setelah masa dukungan berakhir, aplikasi mungkin tidak dapat dibuka, tidak bisa menerima pesan baru, tidak dapat melakukan panggilan, dan tidak lagi mendapatkan pembaruan keamanan.
Karena itu, pengguna disarankan untuk melakukan pencadangan (backup) chat sebelum berpindah ke perangkat baru.
WhatsApp terus meningkatkan standar keamanan dan performa aplikasinya. Dampaknya, sejumlah HP lawas tidak lagi dapat menggunakan layanan tersebut mulai Juni 2026.
Pengguna iPhone 5s, iPhone 6, iPhone 6 Plus, serta beberapa model Android lawas seperti Samsung Galaxy S4 dan Sony Xperia Z1 menjadi perangkat yang terdampak.
Jika ponsel Anda termasuk dalam daftar tersebut, sebaiknya segera cek versi sistem operasi dan pertimbangkan upgrade perangkat agar tetap dapat menikmati layanan WhatsApp dengan aman.
Xiaomi Kini Bisa Kirim File ke iPhone, Xiaomi 17T Pro Sudah Dukung AirDrop
Teknologi.id –Xiaomi resmi menghadirkan dukungan AirDrop pada perangkatnya melalui fitur Quick Share yang terintegrasi dengan HyperOS. Pembaruan ini memungkinkan pengguna HP Xiaomi mengirim file langsung ke perangkat Apple seperti iPhone dan iPad dengan lebih mudah, cepat, dan praktis.
Informasi tersebut diumumkan melalui akun resmi Xiaomi HyperOS. Dalam unggahannya, Xiaomi menyebut AirDrop kini tersedia di Quick Share sehingga pengguna dapat berbagi foto, video, dokumen, dan berbagai file lainnya ke perangkat Apple tanpa perlu menggunakan aplikasi pihak ketiga.
Kehadiran fitur ini menjadi langkah besar yang semakin mendekatkan ekosistem Android dan Apple. Selama ini, transfer file antara kedua platform biasanya membutuhkan aplikasi tambahan, layanan cloud, atau metode lain yang kurang praktis.
Xiaomi 17T Pro Jadi HP Pertama yang Mendukung AirDrop
Meski Xiaomi belum mengumumkan daftar lengkap perangkat yang akan mendapatkan fitur ini, Xiaomi 17T Pro dipastikan menjadi salah satu smartphone pertama yang telah mendukung AirDrop melalui Quick Share.
Dalam peluncuran Xiaomi 17T Series di Indonesia, Product Marketing Lead Xiaomi Indonesia, Jeksen, mengatakan bahwa fitur tersebut merupakan bagian dari peningkatan pengalaman lintas ekosistem yang dibawa HyperOS 3.
Menurut Xiaomi, pengguna Xiaomi 17T Pro dapat mengirim foto dan video ke perangkat Apple secara seamless atau lebih mulus tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.
Hal ini menjadikan Xiaomi 17T Pro sebagai salah satu ponsel Android pertama yang menawarkan pengalaman transfer file yang lebih dekat dengan ekosistem Apple.
AirDrop adalah teknologi berbagi file nirkabel yang dikembangkan Apple untuk mempermudah transfer data antar perangkat.
Fitur ini memanfaatkan kombinasi Bluetooth dan WiFi untuk menemukan perangkat di sekitar dan mengirim file dengan cepat tanpa memerlukan koneksi internet.
Selama bertahun-tahun, AirDrop hanya dapat digunakan di dalam ekosistem Apple, seperti:
iPhone ke iPhone
iPhone ke iPad
iPhone ke MacBook
iPad ke MacBook
Jenis file yang dapat dikirim pun sangat beragam, mulai dari foto, video, dokumen, kontak, catatan, hingga file hasil unduhan.
Karena itulah AirDrop menjadi salah satu fitur favorit pengguna Apple. Kini, kemudahan tersebut mulai tersedia bagi pengguna Xiaomi.
Cara Kerja AirDrop di Xiaomi Lewat Quick Share
Dukungan AirDrop pada perangkat Xiaomi terintegrasi langsung ke dalam fitur Quick Share yang tersedia di HyperOS.
Saat pengguna memilih file yang ingin dibagikan, perangkat Apple yang kompatibel akan muncul sebagai salah satu tujuan transfer.
Untuk mengirim file dari Xiaomi ke iPhone, pengguna perlu memastikan pengaturan AirDrop pada iPhone diubah ke mode “Everyone for 10 Minutes” agar perangkat dapat terdeteksi.
Sementara itu, jika ingin menerima file dari iPhone ke Xiaomi, pengguna harus membuka Quick Share dan memastikan menu “Receive” tetap aktif selama proses transfer berlangsung.
Setelah kedua perangkat saling mendeteksi, pengguna dapat mengirim foto, video, dan file lainnya secara langsung tanpa kabel maupun aplikasi tambahan.
Sebelumnya Harus Menggunakan Xiaomi Interconnectivity
Sebenarnya Xiaomi telah lebih dulu menghadirkan fitur berbagi data lintas perangkat melalui Xiaomi Share.
Namun, pada sistem sebelumnya, pengguna iPhone dan iPad harus menginstal aplikasi Xiaomi Interconnectivity terlebih dahulu untuk mengirim maupun menerima file dari perangkat Xiaomi.
Kehadiran dukungan AirDrop di Quick Share menghilangkan kebutuhan tersebut. Kini proses transfer file dapat dilakukan secara langsung tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan di perangkat Apple.
Perubahan ini membuat pengalaman berbagi file menjadi jauh lebih sederhana dan nyaman bagi pengguna.
Tak Hanya Transfer File, Xiaomi Perluas Integrasi dengan Apple
Xiaomi menyebut pembaruan HyperOS terbaru tidak hanya berfokus pada transfer file lintas platform.
Perusahaan juga sedang memperluas integrasi antara perangkat Xiaomi dan Apple untuk menciptakan pengalaman penggunaan yang lebih terhubung.
Beberapa kemampuan yang diperkenalkan antara lain:
Transfer file lintas perangkat
Sinkronisasi data antar perangkat
Berbagi layar atau screen mirroring
Kolaborasi lintas ekosistem yang lebih mulus
Integrasi yang lebih baik antara perangkat Xiaomi dan Apple
Langkah ini menunjukkan bahwa Xiaomi semakin serius membangun ekosistem yang terbuka dan fleksibel bagi pengguna.
Apakah Semua HP Xiaomi Akan Mendapatkan Fitur AirDrop?
Sampai saat ini Xiaomi belum mengumumkan daftar resmi perangkat yang akan mendapatkan dukungan AirDrop melalui Quick Share.
Namun, fitur ini diperkirakan akan hadir secara bertahap melalui pembaruan HyperOS 3 dan versi HyperOS berikutnya.
Xiaomi juga mengisyaratkan bahwa terdapat persyaratan hardware tertentu yang dapat memengaruhi kompatibilitas fitur. Karena itu, kemungkinan tidak semua perangkat Xiaomi akan memperoleh dukungan AirDrop.
Perangkat flagship dan model terbaru diperkirakan menjadi yang pertama menerima fitur tersebut sebelum diperluas ke seri lainnya.
Xiaomi Mengikuti Langkah Samsung
Sebelum Xiaomi, Samsung lebih dulu menghadirkan kemampuan berbagi file lintas ekosistem pada lini Galaxy terbaru.
Langkah Xiaomi ini memperlihatkan tren baru di industri smartphone, di mana produsen Android mulai membuka akses yang lebih luas terhadap perangkat Apple.
Bagi pengguna, hal ini tentu menjadi keuntungan karena proses transfer file antar perangkat berbeda sistem operasi menjadi jauh lebih mudah dibanding sebelumnya.
Kehadiran AirDrop melalui Quick Share menawarkan sejumlah manfaat bagi pengguna, di antaranya:
Mengirim foto dan video ke iPhone lebih cepat
Tidak perlu menggunakan aplikasi tambahan
Tidak perlu mengunggah file ke cloud terlebih dahulu
Transfer file lebih praktis tanpa kabel data
Mendukung kolaborasi antara perangkat Android dan Apple
Fitur ini sangat berguna bagi pengguna yang memiliki lebih dari satu perangkat dari ekosistem berbeda, misalnya menggunakan HP Xiaomi dan iPad atau MacBook secara bersamaan.
Transfer File Xiaomi ke iPhone Kini Semakin Mudah
Foto: Gadgets360
Dukungan AirDrop melalui Quick Share menjadi salah satu pembaruan paling menarik yang dibawa Xiaomi pada 2026.
Pengguna kini dapat mengirim foto, video, dan dokumen ke iPhone dengan lebih mudah tanpa harus bergantung pada aplikasi tambahan maupun layanan cloud. Xiaomi 17T Pro menjadi perangkat pertama yang menikmati fitur tersebut, sementara perangkat Xiaomi lainnya diperkirakan akan menyusul melalui pembaruan HyperOS mendatang.
Jika diperluas ke lebih banyak perangkat, fitur ini berpotensi menjadi salah satu keunggulan utama HyperOS dan membuat pengalaman berbagi file antara Android dan iPhone semakin praktis.
SIM Digital Resmi Hadir, Pengendara Kini Bisa Tunjukkan SIM Lewat HP
Foto: Periskop.id
Teknologi.id –Korlantas Polri resmi memulai babak baru pelayanan publik berbasis teknologi dengan menghadirkan SIM digital. Inovasi ini menjadi langkah penting dalam modernisasi sistem administrasi lalu lintas di Indonesia agar lebih praktis, aman, dan efisien bagi masyarakat.
Peluncuran SIM digital dilakukan oleh Dedi Prasetyo bersama Agus Suryonugroho dan saat ini sudah memasuki tahap uji coba di sejumlah wilayah di Indonesia.
Melalui sistem baru ini, masyarakat kini bisa menyimpan Surat Izin Mengemudi langsung di smartphone tanpa harus selalu membawa kartu fisik saat berkendara.
Apa Itu SIM Digital?
SIM digital merupakan versi elektronik dari Surat Izin Mengemudi yang dapat diakses melalui aplikasi Digital Korlantas Polri. Di dalamnya terdapat berbagai informasi penting seperti:
Identitas pemilik SIM
Nomor SIM
Masa berlaku SIM
QR code untuk verifikasi petugas
Dengan sistem ini, proses pemeriksaan kendaraan di jalan menjadi jauh lebih cepat karena petugas cukup memindai QR code untuk memastikan keaslian data pengendara.
Keunggulan SIM Digital yang Perlu Diketahui
1. Tidak Perlu Lagi Membawa Kartu Fisik
Salah satu keunggulan utama SIM digital adalah kemudahan dalam penggunaannya. Pengendara cukup menunjukkan SIM melalui aplikasi di smartphone ketika ada pemeriksaan lalu lintas.
Hal ini membuat masyarakat lebih praktis karena tidak perlu khawatir kartu tertinggal atau rusak.
Meski begitu, pada tahap awal implementasi, masyarakat tetap disarankan membawa SIM fisik sebagai cadangan sambil menunggu kesiapan sistem secara nasional.
2. Proses Verifikasi Lebih Cepat
Petugas kepolisian kini dapat melakukan pengecekan SIM secara instan menggunakan QR code yang tersedia di aplikasi.
Sistem ini membantu mempercepat proses pemeriksaan di lapangan sekaligus mengurangi antrean dan waktu pemeriksaan kendaraan.
3. Meminimalisasi Pemalsuan SIM
Keamanan menjadi salah satu fokus utama dari digitalisasi ini. Data SIM digital tersimpan langsung di server pusat Korlantas sehingga lebih sulit dipalsukan dibandingkan kartu fisik biasa.
Dengan sistem terpusat, validitas data dapat dicek secara real-time oleh petugas.
4. Terintegrasi dengan Layanan Modern
SIM digital juga terhubung dengan berbagai layanan elektronik lainnya, seperti:
Perpanjangan SIM online
Pengingat otomatis masa berlaku SIM
Integrasi dengan sistem tilang elektronik ETLE
Akses data kendaraan dan identitas pengemudi
Integrasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mempermudah masyarakat dalam mengurus administrasi kendaraan.
Untuk menggunakan SIM digital, masyarakat perlu mengunduh aplikasi Digital Korlantas Polri melalui smartphone. Setelah itu, pengguna dapat melakukan registrasi dan menghubungkan data SIM mereka ke aplikasi.
Setelah proses verifikasi selesai, SIM digital akan muncul lengkap dengan QR code yang dapat digunakan saat pemeriksaan lalu lintas.
Apakah SIM Fisik Masih Berlaku?
Ya, SIM fisik masih tetap berlaku dan dianjurkan untuk tetap dibawa selama masa transisi penerapan SIM digital.
Pihak Korlantas menyebut implementasi penuh masih menunggu kesiapan infrastruktur serta regulasi di seluruh wilayah Indonesia.
Transformasi Digital Pelayanan Publik
Kehadiran SIM digital menjadi bukti bahwa transformasi digital di sektor pelayanan publik Indonesia terus berkembang. Teknologi ini diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih mudah, aman, dan modern bagi masyarakat dalam berkendara.
Jika implementasi berjalan lancar secara nasional, bukan tidak mungkin ke depan seluruh dokumen kendaraan akan beralih ke format digital yang lebih praktis dan efisien.
RUU Satu Data Indonesia Bisa Atasi Bansos Salah Sasaran
loading…
Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Foto/Dok SindoNews
JAKARTA – Kehadiran RUU Satu Data Indonesia menjadi langkah penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan pelayanan publik yang selama ini dipicu oleh data yang tidak terintegrasi. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung .
Menurut Doli, Indonesia selama puluhan tahun menghadapi banyak kendala pembangunan karena lemahnya sistem pengelolaan data nasional. Ia mengatakan, pemerintah kini tengah berupaya membangun sistem data yang lebih terintegrasi dan sistematis.
“Kita bersyukur setelah 80 tahun ini, kita sekarang sedang berupaya untuk membangun sebuah konsep, sebuah sistem bagaimana data-data yang selama ini kita miliki itu bisa terintegrasi sistematis,” kata Doli, dikutip Minggu (24/5/2026).
Doli mengungkapkan, persoalan data paling sering terlihat dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat. Banyak warga merasa layak menerima bantuan, tetapi tidak terdaftar. Di sisi lain, ada juga penerima yang dinilai tidak memenuhi syarat.
Cloudflare Temukan AI yang Bisa Meretas Sistem Lewat Gabungan Bug Kecil
Foto: Cloudflare
Teknologi.id– Dunia teknologi kembali dikejutkan dengan kehadiran model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang dinilai “terlalu pintar”. Perusahaan infrastruktur web dan keamanan internet, Cloudflare, mengungkap bahwa mereka tengah menguji coba sebuah AI bernama Mythos Preview.
Awalnya, AI tersebut dipekerjakan untuk membantu tim mencari kelemahan atau celah keamanan di dalam sebuah sistem komputer. Namun, hasil uji coba tersebut justru mengungkap kemampuan yang melampaui ekspektasi awal para peneliti.
Mampu Menggabungkan Celah Kecil Menjadi Serangan Utuh
Dalam laporannya, Cloudflare mendapati bahwa Mythos Preview tidak hanya sekadar menemukan masalah atau bug kecil secara terpisah. AI ini ternyata mampu mencari cara untuk menggabungkan masalah-masalah kecil tersebut menjadi sebuah “jalan masuk” untuk menyerang sistem secara utuh.
Jika diibaratkan membobol sebuah rumah, AI ini tidak sekadar melaporkan bahwa ada jendela yang lupa ditutup. Mythos Preview juga mendeteksi adanya pagar belakang yang rusak dan pintu gudang yang tak terkunci, lalu menyusun semua temuan itu menjadi skenario cara masuk ke dalam rumah. Hal yang lebih mengejutkan, AI ini dapat mencoba sendiri apakah skenario serangannya berhasil atau tidak.
“Ini bukan lagi alat biasa,” tulis Cloudflare dalam laporannya. Perusahaan mencatat bahwa kemampuan AI kini berkembang sangat pesat hingga mulai berpikir layaknya ahli keamanan komputer sungguhan.
Bekerja Cepat, Persisten, Namun Belum Sempurna
Foto: Cloudflare
Pencarian celah keamanan yang biasanya memakan waktu lama saat dikerjakan oleh tenaga manusia kini dapat diselesaikan jauh lebih cepat oleh AI. Mythos Preview juga memiliki tingkat persistensi yang tinggi. Jika satu cara gagal, ia akan terus mencari metode lain secara otomatis layaknya anak kecil yang terus mencoba membuka kunci sampai berhasil.
Meskipun canggih, Cloudflare mencatat bahwa AI ini belum sepenuhnya sempurna. Terdapat beberapa kelemahan yang masih memerlukan campur tangan manusia:
Temuan Palsu (False Positive): AI terkadang mengira ada celah keamanan di dalam sistem padahal sebenarnya tidak ada, sehingga hasil kerjanya tetap harus diverifikasi satu per satu oleh manusia.
Perilaku yang Berubah-ubah: Dalam satu uji coba, AI ini sempat menolak perintah untuk membantu mencari kelemahan sistem. Namun, setelah peneliti melakukan sedikit perubahan kecil pada perintahnya, AI tersebut tiba-tiba mau melakukan hal yang sama.
Peringatan Ancaman Perang Digital di Berbagai Negara
Kemampuan meretas yang ditunjukkan oleh Mythos Preview memicu kekhawatiran di kalangan ahli. Jika teknologi seperti ini jatuh ke tangan yang salah, peretas dapat menggunakannya untuk mempercepat proses pencarian celah keamanan secara masif.
Cloudflare memperingatkan bahwa dunia kini mulai memasuki era baru perang digital. Perusahaan-perusahaan teknologi pun kini berlomba memperkuat sistem keamanan mereka sebelum menjadi target serangan.
Ancaman ini tidak terbatas pada perusahaan besar di kawasan Amerika Serikat maupun Eropa. Negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, juga memiliki risiko dampak yang sama besarnya. Mengingat semakin masifnya aktivitas masyarakat yang bergantung pada internet—mulai dari layanan perbankan, belanja online, pendidikan, hingga penyimpanan data pribadi—lemahnya pertahanan digital dapat memicu kerugian yang sangat fatal di masa depan.
Bagaimana Game Against the Silence Buatan Mahasiswa Indonesia Bisa Pukau Juri Apple?
Foto: inet.detik.com
Teknologi.id – Rasa cemas berlebih atau kecemasan sosial saat harus berbicara di depan umum sering kali dianggap sebagai kelemahan. Namun, bagi Francesco Emmanuel Setiawan, pengalaman personal tersebut justru menjadi batu loncatan untuk menciptakan sebuah inovasi digital yang luar biasa. Mahasiswa tingkat akhir jurusan Ilmu Komputer dari BINUS University ini berhasil memenangkan penghargaan Apple Swift Student Challenge tahun 2026 berkat sebuah aplikasi playground interaktif yang unik.
Kemenangan ini membawa Francesco masuk ke dalam jajaran bergengsi Distinguished Winner secara global. Atas pencapaian gemilang tersebut, ia mendapatkan undangan resmi dari Apple untuk menghadiri langsung ajang tahunan Worldwide Developers Conference (WWDC) 2026 yang akan diselenggarakan di Apple Park pada awal Juni mendatang.
Inspirasi di Balik Pembuatan Game “Against the Silence”
Foto:liputan6.com
Sejak kecil, Francesco mengaku sebagai anak yang lebih sering memilih diam, bukan karena tidak memiliki ide, melainkan karena takut salah dan dihakimi oleh orang lain. Sadar bahwa sifat pasif ini dapat menghambat masa depan dan kariernya, ia mulai mencoba mengikuti kursus public speaking dan mengenal metode impromptu speaking. Dari sinilah ia menyadari bahwa kemampuan berbicara di depan umum bukanlah bakat bawaan, melainkan keterampilan otot yang harus dilatih secara konsisten.
Sebelum memulai proses coding, Francesco melakukan riset mandiri dengan mewawancarai 22 profesional muda di sekitarnya. Hasilnya cukup mengejutkan, di mana 75 persen responden menghadapi kendala serupa ketika diminta berbicara secara spontan di area kerja maupun ruang kelas. Data inilah yang memantapkan langkahnya untuk merancang sebuah game edukatif bertajuk “Against the Silence”.
Mekanisme Game: Melawan ‘Demon’ dengan Suara Sendiri
Foto:apple.com
Aplikasi “Against the Silence” dirancang untuk mengubah latihan public speaking yang menegangkan menjadi sebuah pengalaman bermain game yang seru dan menyenangkan. Di dalam game ini, pemain harus melawan karakter “demon” yang menjadi simbol dari rasa takut dihakimi. Uniknya, cara untuk mengalahkan musuh tersebut adalah dengan menggunakan suara asli dari sang pemain.
Pemain akan diberikan topik acak dan diminta untuk membela opini yang tidak populer, seperti alasan mengapa buah nanas cocok dijadikan topping di atas pizza. Tantangannya menjadi lebih seru karena pemain wajib menggunakan kata-kata tertentu dan menghindari kata-kata lainnya. Sistem aplikasi ini juga mampu menghitung penggunaan filler words seperti “umm” atau “hmm” secara real-time yang dapat mengurangi skor permainan, sehingga setiap sesi menjadi latihan yang terukur bagi penggunanya.
Mendorong Kemajuan Inovasi Digital Anak Bangsa
Prestasi yang diraih Francesco membuktikan bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di panggung teknologi internasional melalui solusi yang berbasis pada masalah nyata di kehidupan sehari-hari. Keberhasilan ini mendukung penuh kemajuan teknologi di Indonesia dengan menunjukkan bahwa kreativitas lokal mampu memanfaatkan ekosistem pengembang milik Apple secara optimal sejak usia muda.
Saat ini, Francesco sedang berencana untuk terus melakukan penyempurnaan dan optimasi pada proyeknya tersebut. Target jangka pendeknya adalah mengembangkan “Against the Silence” menjadi aplikasi iOS penuh yang bertindak sebagai speaking coach pribadi sebelum nantinya didistribusikan secara resmi untuk publik melalui platform App Store.
Kesimpulan: Menaklukkan Kerentanan Menjadi Prestasi
Kisah Francesco memberikan pelajaran berharga bahwa kerentanan emosional, jika dikelola dengan kreativitas tingkat tinggi, dapat menghasilkan sebuah mahakarya. Pengakuan langsung dari Apple menjadi validasi terbesar atas perjalanan panjangnya dalam menaklukkan rasa takut yang dialami oleh jutaan orang di dunia.
Melalui kehadiran game edukatif ini, diharapkan lebih banyak individu yang termotivasi untuk melatih keberanian berbicara mereka. Mari kita jadikan pencapaian luar biasa ini sebagai inspirasi bersama untuk terus berinovasi dan tidak membiarkan rasa takut membungkam potensi besar yang kita miliki di era digital ini.
Survei: Gen Z Percaya Jadi Gamer Bisa Jadi Karier, Orangtua Masih Anggap Berisiko
Foto: magnific
Teknologi.id –Dunia game kini mengalami perubahan besar. Jika dulu bermain game hanya dianggap hiburan atau pengisi waktu luang, sekarang banyak anak muda melihatnya sebagai peluang karier yang serius. Industri e-sports yang berkembang pesat membuat profesi gamer profesional semakin diminati, terutama oleh Generasi Z atau Gen Z.
Namun di balik popularitas tersebut, masih banyak orangtua dan generasi yang lebih tua memandang profesi gamer dengan skeptis. Mereka menganggap karier di dunia game belum cukup stabil untuk dijadikan pekerjaan jangka panjang.
Pandangan berbeda antar generasi ini terlihat dalam Logitech G PRO Series Survey yang melibatkan 18.000 responden dari 12 negara. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa industri e-sports semakin diterima anak muda, tetapi belum sepenuhnya dipercaya oleh generasi lebih tua.
Dalam survei tersebut, lebih dari separuh responden global atau sekitar 54 persen menganggap profesi gamer profesional sebagai jalur karier yang sah. Dukungan terbesar datang dari kalangan muda.
Sebanyak 67 persen Gen Z percaya bahwa menjadi atlet e-sports merupakan profesi yang valid.
Sementara itu, 60 persen generasi milenial juga memiliki pandangan serupa. Angka ini jauh berbeda dibanding generasi Baby Boomers yang hanya mencapai 37 persen.
Perbedaan pandangan tersebut memperlihatkan bagaimana anak muda lebih terbuka terhadap pekerjaan berbasis teknologi dan ekonomi digital. Bagi mereka, dunia game bukan lagi sekadar hiburan, tetapi juga industri yang mampu menghasilkan pendapatan besar.
Perkembangan e-sports dalam beberapa tahun terakhir memang sangat cepat. Turnamen internasional kini menawarkan hadiah fantastis hingga miliaran rupiah. Tim e-sports juga mendapat dukungan sponsor besar dan memiliki basis penggemar yang luas di berbagai negara.
Tak hanya itu, gamer profesional sekarang diperlakukan layaknya atlet olahraga pada umumnya. Mereka menjalani latihan rutin, memiliki pelatih, hingga mengikuti kompetisi internasional dengan jadwal ketat.
Industri Game Semakin Besar
Foto: Logitech
Popularitas e-sports turut didorong oleh meningkatnya konsumsi konten digital dan streaming game. Banyak gamer profesional yang kini tidak hanya mengandalkan penghasilan dari turnamen, tetapi juga dari sponsor, siaran langsung, hingga media sosial.
Global Communications Gaming Lead Logitech G, Derek Perez, mengatakan bahwa riset ini menunjukkan perkembangan besar industri gaming dan e-sports sebagai jalur menuju kesuksesan profesional.
Menurutnya, dukungan perusahaan teknologi dapat membuka lebih banyak peluang kerja di industri tersebut. Tidak hanya sebagai atlet e-sports, tetapi juga di bidang lain seperti pelatih, analis pertandingan, kreator konten, hingga manajemen tim. Hal ini membuat industri game semakin menarik bagi generasi muda yang tumbuh bersama perkembangan internet dan teknologi digital.
Orangtua Masih Menganggap Berisiko
Meski mulai diterima anak muda, profesi gamer profesional masih kalah jauh dibanding pekerjaan konvensional dalam hal prestise. Dalam survei yang sama, tenaga kesehatan menjadi profesi paling dihormati secara global dengan angka 55 persen.
Sementara itu, profesi gamer profesional hanya memperoleh 8 persen dalam kategori pekerjaan yang dianggap bergengsi atau terhormat. Bahkan hanya 1 persen responden Baby Boomers yang mau mendorong anak atau kerabat mereka menjadi gamer profesional.
Generasi yang lebih tua cenderung khawatir terhadap kestabilan industri ini.
Sebanyak 42 persen responden menilai profesi gamer memiliki risiko finansial tinggi. Selain itu, 34 persen menganggap dunia e-sports terlalu kompetitif dan sulit bertahan dalam jangka panjang.
Tak sedikit pula yang merasa profesi gamer belum bisa dianggap pekerjaan “nyata” karena masih identik dengan aktivitas bermain game sebagai hobi.
Di balik popularitas dan potensi penghasilan besar, karier di dunia e-sports ternyata memiliki tekanan yang tinggi. Sebanyak 84 persen responden menilai gamer profesional membutuhkan mental yang kuat.
Selain itu, 55 persen responden juga menyebut profesi ini memerlukan daya tahan fisik yang baik. Gamer profesional bahkan diperkirakan bisa berlatih hingga 10-12 jam per hari untuk menjaga performa mereka di level kompetitif.
Karena itulah, sebagian masyarakat mulai melihat pentingnya pendidikan khusus untuk industri e-sports.
Hampir setengah responden global mendukung hadirnya kelas e-sports di sekolah berdampingan dengan olahraga tradisional.
Dukungan terhadap pendidikan formal e-sports juga cukup tinggi. Sebanyak 65 persen responden setuju adanya jalur pendidikan khusus terkait industri game dan e-sports di universitas maupun lembaga pelatihan.
Meski masih dipandang sebelah mata oleh sebagian orangtua, industri game terus berkembang menjadi salah satu sektor digital terbesar di dunia. Seiring meningkatnya dukungan industri, pendidikan, dan media, profesi gamer profesional kemungkinan akan semakin diterima sebagai pilihan karier masa depan.
Smartwatch Baru Huawei Bisa Deteksi Risiko Diabetes, Harga Mulai Rp2 Jutaan
Foto: Huawei
Teknologi.id– Huawei resmi memperkenalkan perangkat wearable terbarunya, HUAWEI Watch Fit 5 Series, untuk pasar Indonesia. Hadir dalam dua varian, yakni versi Pro dan Basic, jam tangan pintar (smartwatch) ini membawa sejumlah pembaruan pada sektor material bodi, pelacakan olahraga, hingga fitur pemantauan kesehatan tingkat lanjut.
Fitur Pemantauan Kesehatan Tingkat Lanjut
Salah satu penambahan fitur yang menjadi sorotan pada varian HUAWEI Watch Fit 5 Pro adalah kehadiran Diabetes Risk Study. Fitur ini memanfaatkan sensor Photoplethysmography (PPG) untuk menganalisis berbagai indikator fisiologis pengguna, seperti detak jantung, variabilitas detak jantung (HRV), pola tidur, dan aktivitas harian.
Berdasarkan data tersebut, sistem akan mengklasifikasikan tingkat risiko diabetes pengguna ke dalam kategori rendah, menengah, atau tinggi. Pihak Huawei menyarankan pengguna untuk memakai perangkat secara konsisten selama 3 hingga 14 hari—termasuk saat tidur—agar perangkat dapat mengumpulkan data yang memadai untuk analisis.
Selain itu, versi Pro juga dibekali dengan fitur:
Elektrokardiogram (ECG) yang telah memiliki sertifikasi CE.
Sementara itu, HUAWEI Watch Fit 5 versi Basic menyediakan fitur pemantauan standar yang praktis untuk harian, seperti evaluasi tidur ilmiah (scientific sleep evaluation) dan pelacakan kesejahteraan emosional.
HUAWEI menerapkan pendekatan desain yang berbeda pada aspek material yang digunakan untuk kedua varian ini:
HUAWEI Watch Fit 5 Pro: Menggunakan material paduan ultra-level titanium yang dipadukan dengan kaca pelindung sapphire 2.5D. Perangkat ini memiliki layar berukuran 1,92 inci dengan tingkat kecerahan maksimal mencapai 3.000 nits, serta bobot bodi yang tetap ringan di angka 30,4 gram. Varian ini tersedia dalam tiga pilihan warna: orange, black, dan white.
HUAWEI Watch Fit 5 Basic: Menggunakan sasis paduan aluminium seri 7000 yang dipadukan dengan durable tempered curved glass pada bagian layar. Varian ini dirancang tetap ringan untuk penggunaan harian dalam pilihan warna black, white, purple, green silver, dan green rubber.
Kedua varian ini juga sudah mendukung fitur penggantian tampilan wajah jam yang memungkinkan pengguna menyesuaikan tampilan layar sesuai dengan gaya personal mereka.
Dukungan Olahraga Multi-Satelit dan Fitur Pintar
Foto: Huawei
Untuk pelacakan aktivitas fisik, baik seri Pro maupun Basic telah dilengkapi dengan sistem Precise Positioning Accuracy yang didukung oleh 6 satelit. Sistem ini berfungsi untuk melacak rute dan jarak secara akurat saat digunakan untuk aktivitas lari, trail run, maupun bersepeda.
Secara khusus, versi Pro mendapatkan peningkatan performa olahraga luar ruang (outdoor) yang lebih spesifik, di antaranya:
Mode trail running khusus untuk berbagai jenis medan.
Fitur Golf dengan akses ke lebih dari 17.000 peta lapangan golf global berbasis vektor lengkap dengan informasi lapangan golf.
Dukungan aktivitas freediving hingga kedalaman air 40 meter.
Sedangkan untuk versi Basic, Huawei menyediakan lebih dari 100 sports mode standar yang dirancang untuk pelacakan olahraga praktis sehari-hari.
Dari sisi fungsionalitas modern, kedua jam tangan ini diklaim memiliki daya tahan baterai hingga 10 hari dalam skenario penggunaan normal. Perangkat juga dibekali kapasitas penyimpanan internal sebesar 64GB. Konektivitasnya didukung oleh dukungan NFC untuk akses kartu serta kompatibilitas penuh dengan ekosistem iOS dan Android. Ke depannya, Huawei juga berencana mengintegrasikan layanan pembayaran LinkAja ke dalam sistem perangkat ini.
HUAWEI Watch Fit 5 Series akan tersedia secara resmi di Indonesia mulai tanggal 21 Mei 2026. Produk ini dapat dibeli secara online melalui HUAWEI Store serta berbagai platform e-commerce seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Blibli, Lazada, dan eraspace. Untuk pembelian secara offline, perangkat tersedia di HUAWEI Authorized Experience Store, Erafone, Blibli Store, Urban Republic, hingga Digiplus.
Berikut adalah rincian harganya:
Selama periode penjualan awal yang berlangsung mulai 21 Mei hingga 20 Juni 2026, konsumen berkesempatan mendapatkan paket bonus pembelian senilai Rp699.000. Bonus tersebut mencakup earbuds HUAWEI FreeBuds SE 3, keanggotaan HUAWEI Health+ selama 1 bulan, dan akses HUAWEI Watch Face VIP selama 1 bulan (sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku).
ChatGPT Personal Finance Hadir, AI Kini Bisa Analisis Kondisi Keuangan Pengguna
Foto: OpenAI
Teknologi.id– OpenAI kembali memperluas fungsionalitas platformnya dengan memperkenalkan ChatGPT Personal Finance. Fitur baru ini memungkinkan asisten kecerdasan buatan (AI) tersebut memahami kondisi finansial pengguna dengan menghubungkan akun perbankan pengguna ke dalam sistem chatbot.
Saat ini, ChatGPT Personal Finance masih dalam tahap pratinjau (preview). OpenAI memprioritaskan ketersediaan fitur ini bagi pelanggan ChatGPT Pro di Amerika Serikat yang berlangganan dengan tarif 200 dolar AS per bulan. Setelah fase uji coba dan pengumpulan masukan pengguna selesai, perusahaan berencana memperluas aksesnya ke pelanggan ChatGPT Plus.
Integrasi Plaid dan Cara Kerja
Untuk menghubungkan data perbankan, OpenAI menjalin kerja sama dengan Plaid, sebuah jembatan teknologi finansial yang mendukung integrasi ke lebih dari 12.000 lembaga keuangan. Beberapa institusi besar yang sudah didukung dalam sistem ini antara lain Chase, Fidelity, Schwab, hingga American Express.
Melalui integrasi tersebut, ChatGPT Personal Finance akan menampilkan dasbor ringkas mengenai gambaran finansial pengguna. Pengguna dapat mengajukan berbagai pertanyaan spesifik kepada chatbot, seperti menganalisis perubahan pola belanja bulanan atau meminta saran strategi menabung. Kemampuan ini didukung oleh model GPT-5.5 terbaru yang diklaim mampu memberikan analisis lebih akurat dibanding versi sebelumnya.
Setelah akun terhubung, sistem ChatGPT dapat mengakses berbagai informasi finansial yang diizinkan pengguna, meliputi saldo akun, riwayat belanja, langganan aktif, hingga status cicilan hipotek.
Meski memiliki akses ke data tersebut, OpenAI menegaskan batasan sistemnya:
Fokus utama dari fitur ini murni sebagai penasihat dan perencana keuangan, bukan sebagai manajer pengelola dana aktif. Dalam waktu dekat, OpenAI juga berencana menghadirkan dukungan integrasi dengan Intuit guna membantu pengguna menganalisis dampak pajak dari penjualan saham.
Mengingat sensitivitas data keuangan, OpenAI menjamin bahwa kendali penuh berada di tangan pengguna. Berikut adalah protokol privasi yang diterapkan:
Pengguna memiliki hak untuk memutus koneksi akun perbankan kapan saja melalui menu pengaturan.
Data yang telah disinkronkan akan dihapus secara otomatis dalam waktu 30 hari setelah koneksi akun diputus.
Pengguna dapat menghapus “memori finansial” yang tersimpan dalam riwayat percakapan.
Terdapat opsi bagi pengguna untuk memilih apakah data keuangan mereka boleh digunakan untuk melatih model AI OpenAI atau tidak.
Langkah ekspansi ke ranah keuangan ini menyusul peluncuran fitur ChatGPT Health yang juga mengelola data sensitif. Hal ini mempertegas rencana OpenAI untuk menjadikan ChatGPT sebagai asisten pribadi yang menyeluruh. Meski menawarkan kemudahan, masalah kepercayaan dan perlindungan data terkait informasi privat seperti saldo bank serta kebiasaan belanja masih menjadi perhatian utama dalam penggunaan fitur ini.