Kemenhaj Serahkan Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina
loading…
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menyerahkan aket daging dam jemaah haji Indonesia yang disalurkan dalam program adhahi untuk rakyat Palestina, di Jeddah, Arab Saudi, Rabu (3/6/2026). Foto/Kemenhaj
JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyerahkan paket daging dam jemaah haji Indonesia yang disalurkan dalam program adhahi untuk rakyat Palestina. Penyerahan itu dilakukan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di kantor Perwakilan Negara Palestina di Jeddah, Arab Saudi, Rabu (3/6/2026).
Dahnil menyampaikan bahwa penyaluran daging dam jemaah haji Indonesia kepada rakyat Palestina merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Menurut Dahnil, Indonesia menginginkan pelaksanaan ibadah haji Indonesia memberikan manfaat sosial khususnya untuk masyarakat Palestina.
“Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian yang besar terhadap perjuangan dan kondisi kemanusiaan rakyat Palestina. Beliau mengamanatkan agar manfaat dam jemaah haji Indonesia dapat diperluas untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Dahnil dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).
Peduli Lingkungan, NU Care-Lazisnu Salurkan Daging Kurban Pakai Besek Bambu
loading…
NU Care-Lazisnu mendistribusikan daging kurban menggunakan besek bambu dan alas daun pisang maupun daun jati. FOTO/IST
JAKARTA – NU Care-Lazisnu mendistribusikan daging kurban menggunakan besek bambu dan alas daun pisang maupun daun jati. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi sampah plastik sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan saat perayaan Iduladha.
Direktur Eksekutif NU Care-Lazisnu, Riri Khariroh mengatakan penggunaan wadah alami dalam distribusi daging kurban telah diterapkan sejak 2019.
“Kami menggunakan unsur dari alam, yaitu besek dan daun. Kurban ini adalah kurban yang ramah lingkungan, atau green kurban,” ujar Riri di Rumah Potong Hewan Perumda Dharma Jaya, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (28/5/2026).
Menurutnya, penggunaan besek bambu selama sekitar tujuh tahun terakhir bukan hanya bertujuan mengurangi limbah plastik, tetapi juga menjadi sarana edukasi ekologis dalam kegiatan sosial-keagamaan.
Ia menilai kegiatan kurban seharusnya tidak hanya berorientasi pada ibadah dan distribusi sosial, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Karena itu, NU Care-Lazisnu mendorong penggunaan bahan-bahan alami yang mudah terurai dan dapat didaur ulang.
Setelah Beras dan Jagung, Prabowo Target Indonesia Segera Swasembada Daging
Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan Indonesia segera mencapai swasembada daging dalam empat hingga lima tahun ke depan. Target ini menyusul capaian swasembada sejumlah komoditas pangan yang telah berhasil diraih sejak Prabowo menjabat. Hal itu dikatakan Prabowo saat menghadiri acara panen raya BUBK (Budidaya Udang Berbasis Kawasan) di Desa Tegalretno, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Kebumen, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan Indonesia segera mencapai swasembada daging dalam empat hingga lima tahun ke depan. Target ini menyusul capaian swasembada sejumlah komoditas pangan yang telah berhasil diraih sejak Prabowo menjabat.
“Alhamdulillah banyak yang sudah kita capai. Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita, telur, ayam. Daging kita masih belum,” ujar Prabowo saat menghadiri acara panen raya BUBK (Budidaya Udang Berbasis Kawasan) di Desa Tegalretno, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5).
“Ini sedang kita kerjakan, mungkin empat tahun lagi, lima tahun lagi kita swasembada daging,” lanjutnya.
Prabowo mengatakan pemerintah kini tengah mempersiapkan berbagai langkah strategis agar target swasembada daging dapat segera terwujud dalam beberapa tahun mendatang.
Dia menilai ketahanan pangan menjadi aspek penting bagi kedaulatan bangsa, terutama ketika dunia sedang menghadapi berbagai konflik dan peperangan di sejumlah kawasan.
“Pangan relatif kita aman. Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur kepada Yang Maha Kuasa, kita masih tidak terlibat. Tapi kita waspada,” kata dia.
Ia menegaskan Indonesia harus memiliki kekuatan nasional yang kokoh, termasuk di bidang pertahanan dan pengelolaan sumber daya alam, agar mampu menjaga kekayaan nasional dari berbagai kepentingan asing.
“Kita harus punya kekuatan. Makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk menjaga kekayaan kita,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Prabowo juga menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan nasional secara mandiri demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia.
“Sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri. Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu, dan ini sudah kita lakukan, harus kita lakukan. Ini perintah Undang-undang Dasar. Dan ini untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir,” tegas Prabowo. (her/dav)
Harga Cabai Rawit hingga Daging Ayam Turun, Inflasi RI April 2026 Terkendali
Laju inflasi pada April 2026 masih terjaga. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,13 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) naik tipis dari 110,95 pada Maret menjadi 111,09 di April. Sementara itu, inflasi sejak awal tahun mencapai 1,06 persen (YoY). Hal itu disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, di Jakarta, Senin (4/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Laju inflasi pada April 2026 masih terjaga. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,13 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) naik tipis dari 110,95 pada Maret menjadi 111,09 di April. Sementara itu, inflasi sejak awal tahun mencapai 1,06 persen (YoY).
Penyumbang utama kenaikan harga pada April datang dari sektor transportasi. Kelompok ini mencatat inflasi 0,99 persen dengan andil terbesar terhadap inflasi total, yakni 0,12 persen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan tarif angkutan udara dan harga bensin menjadi faktor dominan.
“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok transportasi antara lain tarif angkutan udara dan bensin. Tarif angkutan udara memberikan andil inflasi sebesar 0,11 persen sedangkan bensin memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen,” jelas Ateng di Jakarta, Senin (4/5).
Selain transportasi, beberapa bahan pangan juga ikut menyumbang inflasi, seperti minyak goreng, tomat, serta beras dan nasi dengan lauk.
Meski begitu, tekanan inflasi berhasil diredam oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru mengalami deflasi 0,20 persen. Penurunan harga ini memberi kontribusi menahan inflasi secara keseluruhan.
Ateng menyebut beberapa komoditas yang berperan sebagai penahan inflasi antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, cabai rawit, dan telur ayam ras. Beberapa harga komoditas tersebut tercatat mengalami penurunan.
“Beberapa komoditas juga ada yang memberikan andil deflasi diantaranya daging ayam ras dengan andil deflasi 0,11 persen, emas perhiasan dengan andil deflasi 0,09 persen, cabai rawit serta telur ayam ras masing-masing 0,06 persen dan 0,04 persen,” ungkapnya.
Dari sisi komponen, inflasi inti tercatat sebesar 0,23 persen. Kenaikan ini dipicu oleh harga sejumlah barang seperti minyak goreng, makanan siap saji, hingga barang elektronik seperti ponsel dan laptop.
Sementara itu, harga yang diatur pemerintah juga mengalami kenaikan 0,69 persen, terutama karena penyesuaian tarif angkutan udara, bensin, bahan bakar rumah tangga, dan rokok.
Di sisi lain, komponen harga bergejolak justru mengalami deflasi cukup dalam, yakni 0,88 persen. Penurunan harga pada komoditas pangan seperti daging ayam, cabai, dan telur menjadi faktor utama yang menahan laju inflasi bulan ini.
Secara wilayah, mayoritas daerah mengalami kenaikan harga. Sebanyak 30 provinsi mencatat inflasi, sementara 8 provinsi mengalami deflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 2,00 persen, sedangkan deflasi terdalam tercatat di Maluku sebesar 0,17 persen.
Dengan kondisi ini, inflasi April 2026 dinilai masih dalam batas aman, ditopang oleh turunnya harga sejumlah bahan pangan yang mampu menahan tekanan dari kenaikan biaya transportasi. (her/dav)
Bukan Sekadar Healing: Jateng Pacu Produksi Daging, Ini Dampak Ekonominya!
SRAGEN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan produksi daging ternak terbebas dari penyakit. Untuk memperkuat hal tersebut, dilakukan jemput bola layanan kesehatan ternak melalui program Kesehatan Hewan Keliling atau Healing.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, populasi hewan ternak di Jateng menyentuh angka 6 juta ekor. Selain mencukupi kebutuhan hewani di 35 kabupaten/ kota, produksi daging, telur, dan susu dari Jateng, juga mampu berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, program Healing memberi layanan pengobatan, vaksinasi, hingga pemeriksaan kebuntingan secara gratis. Layanannya juga memberikan bantuan pakan bagi ternak terdampak bencana, serta menggunakan alat canggih seperti ultrasonografi mobile.
“Kita melakukan pengecekan karena sebentar lagi Idul Adha. Populasi ternak Provinsi Jawa Tengah mencapai 6,3 juta ekor. Artinya besar sekali. Kami tidak ingin ditemukan penyakit-penyakit ternak,” ucap Luthfi, di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Rabu (15/4/2026).
Terkait produksi daging, gubernur menyebut, Jawa Tengah mampu memenuhi pasar lokal. Data produksi daging pada 2024 berkontribusi sebesar 18,83 persen terhadap kebutuhan nasional atau peringkat kedua nasional. Sementara itu, telur menyokong 13,1 persen kebutuhan nasional, dan susu berkontribusi 9,4 persen.
“Swasembada daging di Provinsi Jawa Tengah sangat mencukupi. Bahkan, penyembelihan di provinsi lain, di tempat kita. Meski kalkulasi dari peternak menurun, tapi tidak mempengaruhi kebutuhan daging di tempat kita,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Defransisco Dasilva Tavares mengamini. Menurutnya, untuk kebutuhan Iduladha, konsumsi daging di Jawa Tengah diperkirakan sekitar sembilan persen dari total populasi ternak.
Sementara itu, untuk kebutuhan harian, pihaknya telah memperhitungkan kecukupan suplai, termasuk untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia mengatakan, produksi unggas saja berada pada kisaran 732 juta ekor.
Karena itu, program Healing berupaya memperkuat penanganan penyakit ternak. Tercatat, penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jateng kian terkendali, dengan total kasus sebanyak 10 ekor, dan telah ditangani oleh tenaga medis.
“Untuk Iduladha saja, saya menghitung kurang lebih 9 persen dari sekitar 6,3 juta total populasi. Untuk kebutuhan sehari-hari sudah kami antisipasi, termasuk MBG dan SPPG, semuanya sudah dihitung. Jateng itu over suplai, unggas saja punya 732 juta ekor,” ungkapnya.
Oleh karena itu, pihaknya juga mendorong kemitraan para peternak dengan berbagai pihak yang membutuhkan. Dengan demikian, kondisi tersebut mampu memberi nilai tambah bagi ekosistem peternakan di Jawa Tengah.
Peternak Desa Krikilan, Agus Kiswanto, mengapresiasi program Healing. Menurutnya, hal ini membantunya menyehatkan ternak, terlebih menjelang Iduladha.
“Harapannya, sering-sering ada program seperti ini, khususnya untuk sapi dan kambing. Biar peternak kecil seperti saya bisa terlindungi. Apalagi tahun kemarin ada PMK yang sangat merugikan petani,” pungkasnya. (Pd/Ul, Diskomdigi Jateng)