TNI di Karimun Jawa: Rudal dan Bom Hantam Target, Ungkap Presisi Kekuatan Militer Indonesia!
TNI menggelar Latopslagab untuk menghadapi peperangan modern, melibatkan 20 KRI dan F-16 TNI AU. Latihan ini berhasil menghancurkan sasaran bekas KRI Teluk Hading di Karimun Jawa menggunakan rudal Exocet dan bom MK-12. Ini menegaskan kesiapan TNI menjaga kedaulatan NKRI.
Istri dan Anak Bandar Narkoba Koh Erwin Ditahan di Rutan Bareskrim
loading…
Istri dan anak Koh Erwin tak berbicara kepada awak media setelah ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Foto/Puteranegara
JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri melakukan penahanan terhadap istri dan dua anak bandar narkoba Erwin Iskandar alias Koh Erwin . Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengungkapkan mereka bakal langsung ditahan di Rutan Bareskrim seusai dilakukan sejumlah proses pemeriksaan.
“Tahan, tahan, ya. Begitu cukup unsur, digelarkan dulu, dilakukan penahanan. Untuk menentukan penahanan harus digelarkan melalui beberapa pihak supaya unsurnya terpenuhi, ya,” kata Eko di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).
Diketahui, Virda Virginia Pahlevi yang merupakan istri dari Koh Erwin, Hadi Sumarho Iskandar dan Christina Aurelia yang merupakan anak dari Koh Erwin, sudah dibawa ke Gedung Bareskrim seusai ditangkap di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berdasarkan pantauan di Gedung Bareskrim Polri, mereka tiba pukul 17.20 WIB. Istri dan anak Koh Erwin tak berbicara kepada awak media setelah ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.
Istri dan anak Koh Erwin juga terlihat tangannya diborgol. Mereka berusaha menutupi wajah dengan jaket. Mereka langsung menuju Gedung Bareskrim Polri untuk dilanjutkan proses pemeriksaan.
Penyidik yang mendampingi juga terlihat membawa koper dan tas diduga berisikan barang bukti terkait dengan penangkapan tersebut. Eko mengungkapkan, pihaknya juga melakukan penyitaan terhadap sejumlah aset terkait perkara itu. “Barang bukti tindak pencucian uang dari hasil tindak pidana narkotika disita dari ketiga tersangka tersebut, berupa rumah, ruko, gudang, kendaraan bermotor, serta berbagai dokumen terkait,” ujar Eko.
Siswa Bahagia Tanpa Boros: Rahasia Hemat Jajan dan Gizi Terjamin Terungkap!
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa dampak positif bagi para siswa, mulai dari kebahagiaan mendapatkan asupan bergizi hingga manfaat ekonomi. Hal ini dirasakan langsung oleh Akbar Brahmantio, siswa SMA Negeri 1 Kota Tangerang, sejak program tersebut berjalan. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Tangerang, Idola 92.6 FM-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa dampak positif bagi para siswa, mulai dari kebahagiaan mendapatkan asupan bergizi hingga manfaat ekonomi. Hal ini dirasakan langsung oleh Akbar Brahmantio, siswa SMA Negeri 1 Kota Tangerang, sejak program tersebut berjalan.
Akbar mengaku dirinya bersama teman-teman merasa sangat terbantu dengan adanya MBG di sekolah. Setelah berbulan-bulan menunggu, baru pekan ini sekolahnya mendapatkan program yang diinisiasi Presiden Prabowo itu.
Selain dapat menikmati makanan enak dan bergizi setiap hari, mereka juga merasakan manfaat dari segi pengeluaran. “Saya dan teman-teman sangat bahagia banget. Karena datangnya MBG ini, uang jajan jadi awet,” ujarnya di Tangerang, Banten, Kamis (23/4).
Tak hanya soal ekonomi, program ini juga mempererat hubungan antar siswa. Momen makan bersama menciptakan suasana hangat yang memperkuat rasa kebersamaan di sekolah. “Jadi, semakin erat gitu hubungan sama teman-teman yang lain,” ungkapnya.
Dari sisi kesehatan, Akbar menilai MBG memberikan dampak yang signifikan terhadap asupan gizi siswa. Ia merasa kebutuhan nutrisi kini lebih terjamin dibanding sebelumnya. “Manfaatnya untuk nutrisi bagi siswa semakin meningkat, asupannya bertambah,” katanya.
Sebagai penerima manfaat, Akbar juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang telah menghadirkan program ini, termasuk kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
“Untuk Pak Prabowo Subianto, terima kasih telah melakukan program MBG ini. Saya sangat senang sekali dan juga teman-teman saya atas program MBG ini. Sehat selalu ya Pak Prabowo,” ucapnya.
Di akhir, Akbar berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak siswa di seluruh Indonesia, agar seluruh anak mendapatkan nutrisi yang cukup sekaligus dapat menghemat uang jajan, seperti yang dirasakan dirinya dan kawan-kawannya. “Untuk MBG tetap maju, sukses selalu,” tutup Akbar. (her/dav)
Bukan Cuma Istilah! Mengungkap Perbedaan Esensial Coding dan Programming di Realita Industri
Foto: Foundit
Teknologi.id– Di ranah teknologi, istilah coding dan programming kerap dilempar bergantian seolah bermakna identik. Padahal, mampu menulis barisan sintaks kode belum tentu membuat seseorang otomatis layak disebut sebagai programmer.
Secara teknis, coding hanyalah satu kepingan puzzle teknis dari sebuah ekosistem besar yang bernama programming. Pemahaman atas perbedaan mendasar ini sangat krusial, terutama bagi pemula yang sedang memetakan jalur kariernya di industri perangkat lunak.
Berikut adalah pembedahan komprehensif mengenai perbedaan antara coding dan programming:
1. Skala Ruang Lingkup dan Definisi
Perbedaan paling mencolok terletak pada cakupan kerjanya:
Coding: Pekerjaan teknis yang sangat spesifik. Fokusnya murni menerjemahkan logika ke dalam bahasa mesin (seperti Python, Java, atau C++). Contoh praktisnya: seorang coder menulis skrip agar tombol “Login” di layar bisa diklik.
Programming: Mencakup keseluruhan siklus hidup perangkat lunak. Tidak hanya menulis kode, seorang programmer harus menganalisis masalah, merancang arsitektur sistem, membangun basis data (database), hingga menguji keamanan dan memelihara aplikasi.
2. Kompleksitas dan Pola Pikir (Mindset)
Beban otak yang digunakan untuk kedua pekerjaan ini berada di level yang berbeda:
Seorang coder umumnya berhadapan dengan masalah sintaks dasar dan debugging tingkat awal. Tantangan utamanya adalah memastikan komputer memahami perintah yang diketik.
Seorang programmer dituntut memiliki kemampuan pemecahan masalah (problem-solving) yang makro. Mereka harus merancang algoritma yang efisien, menata arus data yang rumit, dan memastikan sistem tidak tumbang saat diakses oleh jutaan pengguna secara bersamaan.
Alat bantu kerja yang digunakan juga mencerminkan tingkat kerumitan tugas masing-masing:
Tools Coding:Cenderung ringan dan instan, seperti text editor (Visual Studio Code) atau bahkan sekadar compiler online untuk menguji baris kode dengan cepat.
Tools Programming:Mengandalkan persenjataan berat. Ini mencakup Integrated Development Environment atau IDE (seperti IntelliJ dan Eclipse), sistem kontrol versi data (Git), hingga kerangka pengujian (JUnit). Alur kerjanya pun sering kali dipandu oleh kerangka manajemen proyek yang ketat, seperti metodologi Agile.
4. Realita Industri dan Implikasi Karier
Beda kapasitas teknis, beda pula ceruk pasarnya di dunia kerja:
Peluang Coder: Eksekutor taktis yang sangat diburu oleh perusahaan rintisan (startup) untuk membangun produk purwarupa atau MVP (Minimum Viable Product) dengan cepat. Peran yang lazim diisi adalah Front-end Developer.
Peluang Programmer: Otak strategis di balik infrastruktur perusahaan raksasa (enterprise). Mereka mengisi pos Software Engineer, yang tidak hanya memastikan elemen visual berfungsi, tetapi juga merancang integrasi server, enkripsi keamanan, dan stabilitas sistem jangka panjang.
Bagi talenta yang baru terjun ke dunia IT, coding adalah gerbang pembuka mutlak untuk memahami bahasa komputer. Namun, untuk bisa membangun aplikasi berskala masif dan bertahan lama di industri, kemampuan tersebut harus dievolusikan menuju disiplin programming yang komprehensif.
Pengeluaran setelah Menikah Bikin Pusing dan Hampir Berutang
Salah satu keuntungan jadi seorang single, tapi punya banyak teman yang sudah menikah adalah kita bisa belajar soal banyak hal dari mereka. Pelajaran tersebut bisa datang dari celotehan dan sambatan ketika nongkrong bersama. Apa yang mereka sambatkan bisa menjadi bekal untuk orang single seperti saya.
“Oh jadi menikah itu begini. Oh harus siap menghadapi situasi seperti ini.”
Intinya, apa yang mereka ceritakan adalah peta untuk saya supaya lebih siap menghadapi pernikahan. Pengetahuan dari pengalaman orang lain itu mahal bukan? Persoalan nikahnya kapan, urusan belakangan.
Dari sekian banyak sambatan soal pernikahan, ada satu jenis persoalan yang disambatkan oleh salah satu teman saya. Dan, menurut saya sambatan ini penting untuk dijadikan panduan, yaitu tentang pengeluaran-pengeluaran tak terduga selama awal pernikahan.
Jadi teman saya ini mengeluh kalau dalam kurun waktu kurang lebih 2 tahun pernikahannya, banyak muncul pengeluaran tak terduga yang bikin dia pening dan hampir saja berutang. Pengeluaran itu bukan karena dia dan istrinya boros atau gak punya dana darurat. Tapi, memang ada saja yang harus dibayarkan. Padahal, setahu saya nih, istri teman saya ini lulusan dari jurusan keuangan dan paham betul soal perencanaan keuangan.
Pengeluaran-pengeluaran kecil setelah menikah lama-lama terasa besar
Pertama, peralatan rumah tangga kecil yang ternyata tidak ada habisnya. Ini terjadi ketika awal-awal pernikahan. Awalnya teman saya mengira setelah menikah, kebutuhan rumah ya hanya seputar kasur, lemari, kompor, kulkas, mesin cuci, sama piring. Sudah. Ternyata tidak. Ketika istri ngasih list apa saja yang dibutuhkan, teman saya baru sadar kalau rumah tangga itu butuh banyak barang kecil yang sebelumnya nggak kepikiran.
Yah barang receh kayak ember, gayung, keset, gantungan baju, tempat sampah, lap, rak piring, wadah beras, penjepit jemuran, stopkontak, sikat kamar mandi, gunting dapur, pisau, parang, dan lain sebagainya. Seluruh barang-barang tersebut pada akhirnya mengurangi jatah biaya mereka untuk bulan madu.
Belum lagi biaya kebutuhan dapur yang kadang sudah dibelanjakan tiap awal bulan ketika gajian, tetap saja kurang.
Kebersihan dan perawatan tempat tinggal ternyata menguras budget
Kedua, kebersihan dan perawatan tempat tinggal. Jadi kebetulan teman saya ngontrak di kawasan perumahan. Dan, ketika awal menikah, teman saya agak menyepelekan soal pengeluaran untuk angkut sampah tiap rumah yang biasanya biayanya bisa mencapai ratusan ribu. Teman saya sudah diinfokan soal itu biaya angkut sampahnya, tapi salahnya, dia nggak memastikan berapa nominalnya.
Ketika datang tagihan kebersihan sampah, ternyata biayanya mencapai Rp160.000. Tentu saja angka ratusan ribu yang ditagihkan saat belum gajian rasanya seperti ditampar pake kayu triplek. Sakit sekali rasanya. Uang yang awalnya direncanakan untuk malam mingguan dengan istri di luar rumah, akhirnya digunakan untuk membayar iuran sampah itu. Sudah begitu, dia disemprot sama istrinya karena nggak memastikan soal nominalnya ditambah mereka yang nggak jadi pacaran di luar.
Selain itu, biaya yang lain terkait dengan tempat tinggal adalah perbaikan. Misalnya memperbaiki genteng yang bocor, saluran air yang mampet, keran air yang bermasalah, dan lain sebagainya. Sebetulnya semua itu bisa diperbaiki sendiri, tapi adakalanya itu terjadi secara mendadak sementara posisi teman saya sedang bekerja, akhirnya harus bayar jasa tukang untuk memperbaikinya.
Biaya keamanan yang tak pernah terbayang setelah menikah
Ketiga, biaya keamanan dan kenyamanan. Jadi pengeluaran soal ini nggak melulu hanya soal kunci tambahan, gembok, CCTV kecil, atau lampu penerangan. Tapi mencakup biaya iuran keamanan yang harus ditanggung teman saya setiap bulannya. Belum lagi kalau soal kenyamanan, ada biaya seperti beli obat anti rayap, semprotan serangga, jasa fogging, dan kasa nyamuk.
Saat masih bujang, banyak aspek keamanan dan kenyamanan itu hadir ala kadarnya. Setelah menikah, semua komponen biaya di atas harus dipertimbangkan dan teman saya nggak memperhitungkan biaya tersebut ketika awal menikah.
Biaya sosial sebagai pasangan ikut meningkat
Keempat, biaya sosial sebagai pasangan. Di sini maksudnya adalah pengeluaran yang terjadi karena adanya acara di kerabat atau teman. Misalnya ketika menikah, ya amplop bisa diisi seadanya dan sepantasnya. Nah kalau sudah menikah, datangnya kan bisa jadi sering berdua nih. Tentu amplopnya juga jadi beda. Mosok pasangan suami istri isi amplop cuma Rp100.000. Jangan dong. Kita jaga marwah pasangan di hadapan teman atau saudara.
Belum lagi kalau acara keluarga seperti takziah, syukuran atau selamatan, aqiqah, atau ulang tahun keponakan. Masak ya nggak mau ikut urunan atau merayakan dengan bantu ini itu. Sekali lagi, jangan dong. Kita harus jaga marwah pasangan di hadapan keluarga.
Nah biaya sosial ini, menurut teman saya adalah yang paling gak terkontrol karena datang dari luar. Awalnya, biaya ini menggerogoti pos dana darurat mereka. Tapi, akhirnya mereka langsung menyiasati dengan menganggarkannya ketika menerima gaji. Dia menyebutnya anggaran sedulur. Pokoknya sisihkan untuk kebutuhan yang sifatnya untuk sosial dan keluarga.
Konflik-konflik kecil setelah menikah ternyata menyita kantong
Kelima adalah pengeluaran terhadap biaya konflik kecil. Dalam rumah tangga, memang kehidupan di awalnya terasa manis, tapi hanya bertahan beberapa bulan, setelahnya akan muncul konflik-konflik yang bikin bertengkar dan ujung-ujungnya canggung.
Cara mencairkan kondisi tersebut ya biasanya dengan membeli makanan atau ngajak keluar pasangan. Nah saat seperti ini, tentu harus mengeluarkan biaya. Dan biaya ini masuk kategori pengeluaran yang tidak terprediksi. Makanya teman saya selalu mengupayakan semaksimal mungkin untuk menjaga mood pasangannya. Berusaha agar mood pasangan tidak berubah segarang macan yang lapar. Sebab kalau mood jelek, maka harus berkorban biaya.
Tinggal pilih mau rumah hawanya panas kayak neraka terus tapi uang aman atau rumah hawanya jadi sejuk tapi uang ludes? Nah menentukan seperti ini butuh kebijaksanaan.
Melihat segala kisah pengeluaran tak kasat mata dari teman saya membuat saya sedikit bersyukur dengan status single. Sebab, ketika uang saya habis, saya tahu pelakunya saya sendiri. Sementara kalau sudah menikah, gaji bisa menghilang dengan cara yang tak terduga dan menyakitkan.
Bisa jadi menikah memang membuka pintu rezeki, tapi dari kisah teman saya, saya tahu bahwa pintu pengeluarannya juga banyak yang ikutan terbuka. Bahkan lebih lebar, lebih sering, dan acapkali bikin kepala pening.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat caraini ya.
Di Balik Kemeriahan Festival Jondang Desa Kawak: Mengapa Bola dan Perang Api Jadi Magnet Utama?
Festival Jondang Desa Kawak, Jepara, sukses digelar Selasa (21/4/2026) malam. Tradisi tahunan ke-12 ini menampilkan atraksi bola api dan perang api. Pemerintah Kabupaten Jepara mendukung pelestarian budaya ini sebagai potensi pengembangan pariwisata dan penggerak ekonomi desa. Ini memperkuat identitas lokal.
Jabra Evolve3 85 dan 75 Hadir di Indonesia, Headset AI Canggih dengan Fitur ANC
Foto: Jabra
Teknologi.id –Jabra kembali meramaikan pasar perangkat audio profesional di Indonesia dengan meluncurkan dua headset terbarunya, yakni Jabra Evolve3 85 dan Jabra Evolve3 75. Kedua perangkat ini dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan pekerja hybrid yang semakin mengandalkan komunikasi virtual dalam aktivitas sehari-hari.
Seri Evolve3 hadir tanpa tangkai mikrofon (boomless). Desain ini menjadi pembeda utama dibandingkan headset profesional pada umumnya, sekaligus menjawab tantangan klasik dalam meeting online, yaitu kualitas suara yang sering terganggu.
Teknologi AI untuk Suara Lebih Jernih
Salah satu keunggulan utama dari seri ini adalah dukungan teknologi berbasis kecerdasan buatan. Jabra menyematkan fitur ClearVoice yang didukung oleh sistem deep neural network (DNN). Teknologi ini telah dilatih menggunakan lebih dari 60 juta sampel kalimat, sehingga mampu mengenali pola suara manusia secara lebih akurat.
Dengan kemampuan tersebut,headset dapat memisahkan suara pengguna dari kebisingan di sekitar. Hasilnya, suara tetap terdengar jernih meski pengguna berada di lingkungan ramai seperti kafe, co-working space, atau kantor terbuka. Teknologi ini secara otomatis memprioritaskan suara utama, sehingga lawan bicara dapat mendengar percakapan dengan lebih jelas tanpa gangguan berarti.
Tak hanya mengandalkan AI, kedua headset ini juga dilengkapi fitur Adaptive Active Noise Cancellation (ANC). Fitur ini mampu menyesuaikan tingkat peredaman suara secara otomatis berdasarkan kondisi lingkungan sekitar. Dengan begitu, pengguna tidak perlu lagi melakukan pengaturan manual saat berpindah tempat.
Selain itu, pengalaman audio semakin imersif berkat dukungan Spatial Sound. Teknologi ini memberikan sensasi suara yang lebih hidup dan natural, baik saat digunakan untuk meeting, mendengarkan musik, maupun menikmati konten multimedia lainnya.
Untuk konektivitas, Jabra menghadirkan Bluetooth Low Energy yang efisien daya serta dukungan Google Fast Pair. Fitur ini memungkinkan perangkat terhubung dengan cepat tanpa perlu dongle tambahan, sehingga lebih praktis digunakan di berbagai perangkat.
Evolve3 85: Fokus Maksimal di Lingkungan Bising
Varian Evolve3 85 hadir dengan desain yang menutup telinga secara penuh. Model ini dirancang untuk memberikan isolasi suara maksimal, sehingga cocok bagi pengguna yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
Dari sisi daya tahan, headset ini mampu digunakan hingga 25 jam untuk panggilan atau 120 jam untuk pemutaran audio dalam kondisi tertentu. Fitur fast charging juga menjadi nilai tambah, di mana pengisian selama 10 menit dapat memberikan waktu penggunaan hingga 10 jam.
Evolve3 75: Fleksibel dan Nyaman Digunakan
Foto: Jabra
Sementara itu, Evolve3 75 hadir dengan desain on-the-ear yang lebih ringan dan memiliki sirkulasi udara lebih baik. Headset ini cocok bagi pengguna yang ingin tetap sadar dengan lingkungan sekitar saat bekerja.
Untuk performa baterai, perangkat ini mampu bertahan hingga 22 jam untuk panggilan dan 110 jam untuk pemutaran audio. Sama seperti varian 85, fitur pengisian cepat juga tersedia dengan durasi 10 menit untuk penggunaan hingga 10 jam.
Untuk pasar Indonesia, kedua perangkat ini menyasar segmen profesional dengan kisaran harga premium. Varian Evolve3 85 dibanderol di atas Rp12 jutaan, sementara Evolve3 75 berada di kisaran Rp9 jutaan. Jabra Evolve3 85 dipasarkan dengan harga Rp 12.440.880. Sementara itu, Jabra Evolve3 75 dijual dengan harga Rp 9.304.020.Keduanya kini sudah bisa didapatkan melalui kanal distribusi resmi, baik secara online maupun offline, sehingga pengguna dapat memilih sesuai kebutuhan dan preferensi masing-masing.
Hadirnya seri Evolve3 menandai langkah Jabra dalam menghadirkan solusi audio modern berbasis AI. Dengan kombinasi teknologi canggih dan desain inovatif tanpa mikrofon konvensional, perangkat ini menjadi pilihan menarik bagi profesional yang mengutamakan kualitas komunikasi di era kerja hybrid.
Terobosan Pemprov Jateng: NIB Gratis dan Dekat, Kunci UMKM Pemalang Berdaya Lewat Kecamatan Berdaya
PEMALANG – Program Kecamatan Berdaya yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen, mulai dirasakanp manfaatnya oleh pelaku UMKM. Melalui kegiatan Kolaborasi Kecamatan Berdaya Terkait Perizinan (Kaka Berizin) di Aula Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Selasa (21/4/2026), pengusaha bisa mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan mudah, cepat, dan gratis.
Camat Ulujami, Waluyo, mengatakan kegiatan ini sangat membantu pelaku usaha kecil yang selama ini belum memahami pentingnya legalitas usaha. Layanan NIB yang dihadirkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, dapat membantu warga.
“Banyak yang belum tahu soal perizinan, NIB, strategi halal, akses permodalan, hingga BPJS Ketenagakerjaan. Hari ini semuanya difasilitasi langsung, bahkan gratis,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurut Waluyo, antusiasme warga sangat tinggi. Dari sekitar 400 pendaftar, hanya 85 yang bisa difasilitasi karena keterbatasan tempat.
“Harapannya peserta yang hadir bisa menularkan informasi ke pengusaha lain. Ini jadi trigger, agar UMKM semakin berkembang,” tambahnya.
Ketua Pokja Pelayanan Perizinan DPMPTSP Jateng, Erlin Nur menjelaskan, NIB merupakan kunci utama bagi pelaku usaha untuk berkembang.
“NIB itu pintu masuk semua perizinan. Mau urus sertifikat halal, PIRT, hingga akses pembiayaan, semuanya harus punya NIB,” jelasnya.
Erlin menegaskan, pengurusan NIB sangat mudah. Cukup membawa KTP, nomor HP atau email aktif, serta alamat usaha.
“Kalau tidak bisa bikin email atau upload dokumen, kami bantu. Ini layanan jemput bola, agar masyarakat lebih mudah,” katanya.
Selain perizinan, kegiatan itu juga menggandeng berbagai pihak, seperti BPJS Ketenagakerjaan, perbankan, hingga layanan sertifikasi halal. Hal tersebut sejalan dengan konsep Kecamatan Berdaya, sebagai pusat pelayanan publik, pemberdayaan, dan perlindungan masyarakat.
Seorang peserta, Khairudin, yang juga pengusaha ayam bakar, mengaku sangat terbantu, dengan fasilitasi Pemprov Jateng.
“Biasanya harus ke kantor, sekarang cukup di kecamatan. Gratis lagi. Jadi usaha lebih resmi dan aman,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Musarofah, pemilik toko kelontong. Dia menilai, NIB penting untuk legalitas usaha dan akses permodalan.
“Kalau sudah punya izin, usaha jadi lebih kuat dan percaya diri. Apalagi untuk pinjaman bank,” katanya. (Ak/Ul, Diskomdigi Jateng)
Puspoll Nilai Parliamentary Threshold Perlu Formula Seimbang antara Stabilitas dan Demokrasi
Puspoll Indonesia menyoroti usulan peninjauan kembali parliamentary threshold. Direktur Eksekutif Puspoll, Chamad Hojin, menyatakan ambang batas parlemen perlu dirumuskan hati-hati. Ini penting untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas politik dan kualitas demokrasi. Kebijakan tersebut berfungsi menyederhanakan sistem kepartaian, namun ambang batas tinggi berpotensi menimbulkan masalah baru.
Mengintip WhatsApp Plus: Layanan Berlangganan dan Fitur Eksklusif yang Sedang Diuji.
Foto: WABetaInfo
Teknologi.id– Aplikasi pesan instan WhatsApp secara resmi tengah melakukan tahap pengujian untuk sebuah paket berlangganan opsional terbaru yang diberi nama WhatsApp Plus. Pembaruan strategis ini dirancang secara khusus untuk menawarkan serangkaian fitur baru bagi para pengguna yang menginginkan pengalaman bertukar pesan yang lebih personal dan mendalam. Ekspansi kapabilitas aplikasi ini dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu fungsionalitas utama aplikasi yang selama ini telah digunakan oleh miliaran orang di seluruh dunia.
Berdasarkan status terkininya, layanan WhatsApp Plus ini sedang dalam tahap peluncuran awal (rolling out) dan baru tersedia untuk sejumlah pengguna secara terbatas. Pembaruan ini dikhususkan dan kompatibel pada aplikasi WhatsApp versi beta untuk sistem operasi Android, tepatnya pada versi pembaruan 2.26.15.11. Layanan eksklusif ini hanya dapat diakses pada platform WhatsApp Messenger reguler dan tidak memberikan dukungan untuk pengguna WhatsApp Business.
Fitur Inti dan Privasi Tetap Gratis
Pihak perusahaan memberikan jaminan kuat bahwa kehadiran WhatsApp Plus sama sekali tidak akan mengubah pengalaman inti dari aplikasi. Fitur-fitur esensial harian seperti pengiriman pesan teks, panggilan suara, dan fungsi dasar lainnya akan tetap gratis dan dapat diakses oleh seluruh pengguna tanpa terkecuali.
Lebih lanjut, perlindungan privasi pengguna juga dipastikan tidak mengalami perubahan sedikit pun. Sistem keamanan enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption) akan terus diterapkan pada setiap percakapan, panggilan, maupun pembaruan status. Layanan WhatsApp Plus murni berstatus sebagai paket tambahan (add-on) opsional, sehingga pengguna yang memilih untuk tidak berlangganan akan tetap bisa menggunakan WhatsApp secara normal seperti biasa tanpa pengurangan fitur dasar apa pun.
Rincian Harga, Penagihan, dan Uji Coba Gratis
Bagi para pengguna yang terpilih dalam tahap uji coba ini, opsi untuk berlangganan akan muncul secara otomatis di dalam menu pengaturan aplikasi. WhatsApp Plus menerapkan model berlangganan bulanan dengan sistem perpanjangan yang dilakukan secara otomatis. WhatsApp akan melakukan penagihan pada tanggal yang sama setiap bulannya, sesuai dengan tanggal pembelian awal pengguna. Untuk menghentikan siklus tagihan, pengguna diwajibkan untuk membatalkan langganan paling lambat 24 jam sebelum tanggal pembayaran berikutnya melalui sistem Google Play.
Berdasarkan antarmuka yang muncul pada tahap pengujian terbatas ini, harga berlangganan dipatok bervariasi tergantung pada wilayah pengguna. Di wilayah Eropa, harga berlangganan tercatat sebesar €2.49 per bulan. Sementara itu, untuk wilayah negara lain, terdapat variasi harga seperti PKR 229.00 per bulan di Pakistan dan $29.00 per bulan di wilayah Meksiko. Sebagai strategi pengenalan awal, WhatsApp juga menawarkan program uji cobagratis selama satu bulan bagi sebagian pengguna.
Daya tarik utama dari layanan WhatsApp Plus terletak pada keleluasaan personalisasi. Pelanggan premium akan mendapatkan akses ke 18 pilihan warna aksen baru untuk mengubah tema aplikasi mereka secara menyeluruh. Pilihan warna tersebut meliputi Vibrant Blue, Royal Purple, Deep Navy, Bright Lavender, Charcoal Grey, Coral Orange, Forest Green, Teal, Burgundy, Earl Brown, Sandy Beige, Emerald Green, Bright Yellow, Olive Green, Fuchsia Pink, Crimson Red, Sunset Orange, dan Golden Yellow. Saat warna dipilih, seluruh elemen aplikasi yang awalnya berwarna hijau standar akan langsung berubah menyesuaikan aksen yang baru.
Selain tema dalam aplikasi, pengguna juga dapat mengubah ikon aplikasi WhatsApp yang terpasang di menu utama ponsel mereka. Terdapat 14 pilihan ikon eksklusif yang bervariasi, mulai dari desain bertekstur seperti glitter yang berkilau, efek biru elektrik yang menyala, tema nebula kosmik, desain tanah liat hijau (green clay), hingga tekstur ungu berbulu (purple fuzzy). Terdapat pula pilihan ikon berdesain lingkaran minimalis dengan warna pastel (lavender, biru langit, dan persik), serta versi garis luar sederhana (outlined) berwarna hijau muda atau kontras hitam dan putih.
Peningkatan Fungsionalitas: Sematkan Obrolan dan Pengaturan Daftar
Dari sisi fungsionalitas, pelanggan WhatsApp Plus diberikan kemampuan istimewa untuk menyematkan (pin) hingga maksimal 20 obrolan secara sekaligus. Ini merupakan peningkatan drastis dari batas standar yang hanya mengizinkan 3 obrolan disematkan. Fitur ini dirancang untuk memudahkan pengguna yang harus mengelola banyak percakapan penting agar obrolan tersebut tetap berada di posisi teratas.
Lebih jauh lagi, pelanggan premium dapat menerapkan pengaturan secara massal pada daftar (lists) obrolan mereka. Pengguna bisa menetapkan tema obrolan, nada dering, dan nada notifikasi pesan secara serentak untuk seluruh obrolan dan grup yang tergabung dalam satu daftar khusus. Ketika obrolan baru dimasukkan ke dalam daftar tersebut, sistem akan secara otomatis menyesuaikan tema dan nada deringnya agar selaras.
Berlangganan WhatsApp Plus juga membuka akses menuju fitur hiburan berupa paket stiker eksklusif yang tersedia di toko stiker. Beberapa paket stiker premium ini dibekali dengan efek animasi overlay yang mampu membesar dan menutupi layar. Menariknya, ketika pelanggan mengirimkan stiker premium ini, pihak penerima pesan akan tetap dapat melihat efek animasi overlay tersebut, meskipun penerima tidak berlangganan WhatsApp Plus.
Sebagai pelengkap, platform ini turut menyediakan 10 nada dering (ringtones) panggilan yang sepenuhnya baru dan eksklusif. Deretan nada dering khusus ini dirancang dengan karakter suara yang sangat berbeda, sehingga pengguna dapat mengenali panggilan WhatsApp yang masuk hanya dalam sekali dengar.
Saat ini, ketersediaan fitur uji coba tersebut masih berfokus eksklusif pada pengguna sistem operasi Android, sementara dukungan untuk pengguna sistem iOS dijadwalkan menyusul pada tahap selanjutnya. Pihak WhatsApp pun menyatakan bahwa mereka masih mengeksplorasi lebih banyak fitur tambahan yang akan disematkan ke dalam paket premium ini di masa yang akan datang.