Visi Mendikdasmen: Wujudkan Sekolah Aman, Nyaman, Sehat, dan Berkelanjutan untuk Masa Depan Pendidikan
Mendikdasmen Abdul Mu’ti meresmikan USB SMA Sainstek Ahmad Dahlan, Salatiga pada 13 April 2026. Kunjungan ini menguatkan revitalisasi pendidikan di Salatiga, didampingi Wali Kota Robby Hernawan. Mu’ti menekankan pentingnya sekolah aman, sehat, dan ramah lingkungan, termasuk pengelolaan sampah serta budaya 3R. Kunjungan dilanjutkan ke SMP Negeri 1 Salatiga.
Kunjungan Prabowo ke Rusia: Mengurai Strategi Geopolitik dan Ambisi Energi Indonesia
Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa konsultasi geopolitik serta penguatan kerja sama di bidang energi dan ekonomi menjadi agenda utama dalam kunjungan kenegaraannya ke Rusia kali ini. Prabowo menyampaikan hal tersebut saat bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Moskow, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa konsultasi geopolitik serta penguatan kerja sama di bidang energi dan ekonomi menjadi agenda utama dalam kunjungan kenegaraannya ke Rusia kali ini.
Prabowo menyampaikan hal tersebut saat bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4).
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menilai pentingnya konsultasi geopolitik dengan para pemimpin dunia di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Dalam hal ini, Prabowo memandang Rusia sebagai mitra yang tepat karena negara tersebut dianggap berperan positif dalam menghadapi kondisi geopolitik. Selain itu, ia juga berharap kedua negara dapat terus meningkatkan kerja sama strategis di tengah gejolak global saat ini.
“Karena itu kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan, terutama kalau bisa kita terus mempererat kerja sama terutama di bidang ekonomi dan energi,” ujar Prabowo.
Oleh karena itu, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Putin yang telah menerima kunjungannya meski dengan pemberitahuan singkat.
“Terima kasih Yang Mulia, Presiden Putin, saya yang terima kasih karena saya diterima dengan permintaan yang begitu singkat. Tapi di tengah kesibukan Anda, Anda bisa terima saya, saya sangat terima kasih,” jelas dia.
Sementara itu, Putin juga menganggap penting kunjungan Prabowo kali ini. Menurutnya, kehadiran Prabowo di Kremlin memiliki arti yang sangat besar di tengah situasi dan perkembangan global.
Oleh karenanya, ia juga berharap bahwa kedua negara dapat lebih meningkatkan kerja sama bilateral, khususnya di bidang ekonomi.
“Kunjungan yang mulia merupakan makna yang sangat besar dan sangat penting terutama mengingat situasi dan perkembangan sekarang di dunia,” ujar Putin. (her/dav)
Update PP Tunas: TikTok dan Roblox Kooperatif, Google Diminta Segera Berbenah
Foto: Teknologi.id/ Yasmin Najla Alfarisi
Teknologi.id –Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menunjukkan “taringnya” dalam menegakkan kedaulatan digital dan perlindungan generasi muda. Melalui implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 (atau yang sering disebut PP Tunas) tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, pemerintah resmi melakukan audit kepatuhan terhadap raksasa teknologi yang beroperasi di tanah air.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, mengonfirmasi bahwa periode implementasi aturan ini telah dimulai sejak 28 Maret 2026. Sejak tanggal tersebut, seluruh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) diberikan tenggat waktu transisi selama tiga bulan untuk menyesuaikan seluruh ekosistem digital mereka agar ramah dan aman bagi pengguna anak-anak.
Sanksi Teguran untuk Google: Waktu Terbatas 7 Hari
Foto: Teknologi.id/ Yasmin Najla Alfarisi
Langkah paling mengejutkan dalam evaluasi perdana ini adalah dijatuhkannya sanksi administratif berupa Teguran Tertulis Pertama kepada Google pada 9 April 2026. Pemerintah menilai raksasa browser dan penyedia layanan video tersebut belum memenuhi standar kepatuhan yang diamanatkan oleh PP Tunas.
Bukan hanya itu, Komdigi memberikan tuntutan yang sangat spesifik. Google diwajibkan melakukan perbaikan sistem dan memenuhi kepatuhan hanya dalam jangka waktu tujuh hari sejak sanksi diberikan.
“Berdasarkan sanksi teguran tersebut, Google diminta segera memenuhi kepatuhan dalam waktu satu minggu. Jika tidak, statusnya akan ditingkatkan ke tahap pemeriksaan atas dugaan pelanggaran yang lebih serius,” tegas Alexander pada Sabtu (11/4/2026).
Langkah ini mengirimkan sinyal kuat kepada para pelaku global bahwa pemerintah Indonesia tidak akan berkompromi soal prosedur verifikasi usia dan identifikasi layanan yang bersentuhan langsung dengan pengguna di bawah umur.
Rapor Platform: Meta Terdepan, TikTok dan Roblox “Zona Kuning”
Berbanding terbalik dengan situasi Google, Meta (perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp) justru mendapatkan rapor hijau. Pemerintah secara resmi menyatakan Meta telah memenuhi seluruh kewajiban perlindungan anak sesuai standar PP Tunas. Meta dinilai telah mengimplementasikan mekanisme pelindungan dan verifikasi yang sejalan dengan aturan nasional.
Di sisi lain, platform populer seperti TikTok dan Roblox saat ini berada dalam status “Kooperatif Sebagian”. Kedua platform ini telah menyerahkan komitmen tertulis kepada Kemkomdigi dan sedang melakukan penyesuaian sistem secara bertahap. Penyesuaian ini sangat krusial mengingat basis pengguna keduanya didominasi oleh anak-anak dan remaja. Meski berstatus kooperatif, Komdigi tetap memposisikan mereka di “zona penentuan” di mana pengawasan teknis dilakukan secara berkala hingga seluruh ketentuan terpenuhi 100 persen.
Alexander menjelaskan bahwa setiap PSE wajib menyampaikan hasil Penilaian Mandiri (self-assessment) kepada Kemkomdigi. Dalam laporan ini, perusahaan teknologi harus membedah secara jujur:
Layanan apa saja yang diakses oleh anak.
Mekanisme perlindungan konten yang diterapkan.
Teknologi verifikasi usia yang digunakan.
Data dari penilaian mandiri ini nantinya akan diverifikasi ulang oleh tim Komdigi untuk menetapkan Profil Risiko produk. Profil risiko inilah yang menjadi landasan bagi pemerintah untuk menentukan kewajiban spesifik yang harus diterapkan oleh masing-masing platform. Jika sebuah fitur dianggap memiliki risiko tinggi terhadap perundungan atau eksploitasi, maka standar perlindungan yang diminta pun akan jauh lebih ketat.
Pemerintah menekankan bahwa kesuksesan PP Tunas tidak hanya dilihat dari kepatuhan administratif di atas kertas. Keberhasilan regulasi ini diukur dari dampak nyata di ruang digital, yaitu penurunan angka kasus eksploitasi anak, pengurangan tindakan perundungan (bullying), serta hilangnya paparan konten negatif pada pengguna usia dini.
Implementasi ini diharapkan menjadi titik balik bagi kedaulatan digital Indonesia dalam melindungi masa depan anak-anak di dunia maya. Dengan sanksi yang sudah mulai digulirkan, pemerintah mengirim pesan bahwa ruang digital Indonesia kini memiliki aturan main yang jelas dan tegas demi keamanan generasi bangsa.
Di Balik Dapur MBG, Perjuangan Agus Menghidupi Keluarga dan Melunasi Utang
Di balik dapur MBG, menyimpan kisah perjuangan seorang kepala rumah tangga. Agus Yusuf Widodo (53) pekerja di bagian area dapur SPPG Khusus di Kabupaten Ngawi, menyimpan kisah perjuangan yang tidak sederhana. Selain bekerja di dapur program MBG, ia juga beternak delapan ekor kambing dan sesekali menjadi tukang pijat keliling untuk menambah penghasilan dan melunasi utangnya. (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Ngawi, Idola 92.6 FM-Pagi itu, Agus Yusuf Widodo (53) sudah sibuk membersihkan area dapur SPPG Khusus di Kabupaten Ngawi. Dengan gerakan cekatan, ia menyapu dan merapikan ruang kerja, memastikan area dalam dan luar dapur tetap bersih untuk aktivitas memasak.
Di balik rutinitas itu, Agus menyimpan kisah perjuangan yang tidak sederhana. Selain bekerja di dapur program MBG, ia juga beternak delapan ekor kambing dan sesekali menjadi tukang pijat keliling untuk menambah penghasilan.
“(Penghasilan jadi tukang pijat) tergantung orangnya. Kadang satu orang Rp50 ribu, kadang dua orang Rp100 ribu. Kadang-kadang tidak dapat pelanggan (tidak memijat),” curhatnya, ditulis Minggu (12/4).
Keterbatasan fisik tak menghalangi langkah Agus untuk terus bekerja. Sejak kecil, ia mengalami gangguan pendengaran akibat sakit panas, dan baru lima tahun terakhir menggunakan alat bantu dengar.
“Kalau tidak pakai alat bantu dengar, saya tidak jelas (mendengarnya),” katanya.
Kesempatan bekerja di dapur MBG datang dari informasi seorang teman. Tanpa ragu, Agus mencoba melamar, dan kini sudah lebih dari satu tahun ia menjadi bagian dari program tersebut.
Bagi Agus, lingkungan kerja yang menerima kondisinya menjadi salah satu hal yang membuatnya betah. Ia mengaku senang dan semakin bersemangat menjalani pekerjaan setiap hari.
“Lumayan bagus dan lancar, alhamdulillah. Saya semangat dan senang bekerja (di dapur MBG). Teman-teman juga menerima kondisi saya,” ucapnya.
Menurut Agus, penghasilan dari pekerjaannya sebagai petugas kebersihan di dapur MBG menjadi penopang utama kebutuhan keluarga. Gaji yang diterima setiap dua minggu sekali ia manfaatkan dengan penuh perhitungan.
“Hasilnya (gaji) cair dua minggu sekali. Ini untuk bayar utang bank. Dua minggu berikutnya untuk kebutuhan,” katanya.
Utang yang ia cicil bukan tanpa alasan. Agus menggunakannya untuk membiayai pendidikan anaknya, sebuah prioritas yang ia perjuangkan di tengah keterbatasan.
“Saya mencicil di bank untuk biaya sekolah anak saya,” imbuhnya.
Program MBG pun menjadi titik terang dalam kehidupannya. Dari pekerjaan sederhana di dapur, Agus kini bisa perlahan menata kembali kondisi keuangannya.
Jika diberi kesempatan bertemu Presiden Prabowo Subianto, Agus hanya ingin menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Terima kasih, Pak Prabowo. Saya bisa bekerja di MBG untuk mencicil utang dan memenuhi kebutuhan lainnya,” tuturnya. (her/dav)
Polri Ungkap Jaringan Penipuan Haji Ilegal Rp92,64 Miliar: Terkuak Modus Operandi dan Dalang di Baliknya
Polri dan Kementerian Haji membentuk Satgas Haji 2026. Ini bertujuan melindungi calon jemaah dari penipuan haji. Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan kerugian mencapai Rp92,64 miliar. Praktik haji ilegal masih marak. Satgas akan bekerja terpadu, mulai edukasi hingga penegakan hukum.
Solusi Prabowo: Sekolah Rakyat, Penyelamat Anak Yatim dari Jurang Putus Sekolah dan Tawuran
Sekolah Rakyat, inisiasi Presiden RI Prabowo Subianto, menyelamatkan Julio, anak yatim dari Surakarta. Julio, sebelumnya putus sekolah dan terlibat tawuran, kini kembali belajar. Sekolah berasrama gratis untuk anak miskin ekstrem ini menyediakan pendidikan. Ibu Welas (74 tahun) menyaksikan perubahan positif cucunya, Julio, yang kini lebih tenang.
Prabowo Soroti Peran Indonesia dalam Perkembangan Pencak Silat Thailand dan Vietnam
Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti peran krusial Indonesia dalam mengembangkan bela diri pencak silat di negara-negara Asia Tenggara, khususnya Thailand dan Vietnam. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Sabtu (11/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti peran krusial Indonesia dalam mengembangkan bela diri pencak silat di negara-negara Asia Tenggara, khususnya Thailand dan Vietnam. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Sabtu (11/4).
Pada kesempatan itu, Prabowo mengatakan bahwa dahulu banyak negara yang datang ke Indonesia untuk mempelajari pencak silat, di antaranya Vietnam dan Thailand. Menurutnya, negara-negara tersebut tertarik belajar karena Indonesia masih menjaga kemurnian ilmu pencak silat.
Namun, setelah belajar dari Indonesia, kedua negara tersebut justru berhasil mengembangkan pencak silat dengan pesat. Bahkan, pada satu waktu, keduanya pernah mengalahkan Indonesia dalam sejumlah kompetisi.
“Kita dulu yang melatih Vietnam dan Thailand. Akhirnya mereka jadi hebat dan mereka pernah kalahkan kita,” ujar Prabowo, seperti dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Meski Vietnam dan Thailand sempat mengungguli Indonesia, Prabowo tetap berbesar hati. Baginya, hal itu menjadi bukti bahwa pelatihan dan pengajaran pencak silat Indonesia sangat efektif. Dengan kata lain, Indonesia telah menjadi “guru” yang baik bagi kedua negara tersebut.
Oleh karena itu, ia berharap Indonesia dapat terus menjaga kemurnian ilmu pencak silat agar semakin banyak negara tertarik mempelajarinya.
“Kalau ilmunya murni, ilmunya kuat, dari mana-mana akan datang belajar. Dan itu sudah terbukti, dari banyak negara datang ke kita, belajar,” imbuh Prabowo.
Selain itu, Prabowo juga menyampaikan rasa bangganya terhadap prestasi atlet pencak silat Indonesia yang disebutnya telah mengharumkan nama bangsa di ajang internasional. Hal itu dibuktikan dengan raihan medali yang disumbang atlet pencak silat selama ini.
Sebagai contoh, dalam ajang SEA Games ke-35 di Thailand akhir tahun lalu, Indonesia keluar sebagai juara umum cabang olahraga pencak silat dengan raihan empat medali emas, satu perak, dan tujuh perunggu.
“Kita cukup membanggakan. Di beberapa tempat, kita menyumbang banyak sekali emas, perak dan perunggu,” tuturnya. (her/dav)
Bupati Gatut Sunu: Dana Pemerasan Digelontorkan untuk Sepatu Branded dan THR Pejabat
KPK mengungkap aliran uang pemerasan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, terhadap pejabat Pemkab. Hasil penyelidikan KPK menunjukkan dana tersebut digunakan untuk pembelian sepatu pribadi hingga Tunjangan Hari Raya (THR) Forkopimda. Gatut Sunu dan ajudannya, Dwi Yoga Ambal, kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
Terkuak! Bupati Tulungagung dan Ajudan Tersangka Pemerasan, Langsung Ditahan
KPK menetapkan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo (GSW), dan ajudannya, Dwi Yoga Ambal (YOG), sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan. Penetapan ini dilakukan usai OTT di Pemkab Tulungagung. Keduanya ditahan 20 hari di Rutan KPK.
Uang Rp335 Juta dan Sepatu Mewah: Bukti Pemerasan Bupati Tulungagung yang Kini Terkuak
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dan ajudannya sebagai tersangka dugaan pemerasan. Penetapan ini menyusul Operasi Tangkap Tangan (OTT). KPK menyita barang bukti uang tunai Rp335,4 juta dan empat pasang sepatu mewah dari operasi tersebut.