Prabowo Ucapkan Terima Kasih Dikritik PDIP, Dasco: Keluar dari Lubuk Hati Paling Dalam
loading…
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Foto/Felldy Asyla Utama
JAKARTA – Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada PDI Perjuangan (PDIP) yang kerap melontarkan kritik terhadap pemerintahannya. Menurut Dasco, apresiasi yang disampaikan Prabowo kepada partai berlambang banteng moncong putih itu adalah bentuk penghargaan atas komitmen mereka dalam menjaga keseimbangan demokrasi .
“Apa yang disampaikan oleh Presiden tentunya kita tahu tadi, dan kalau kita lihat itu memang keluar dari lubuk hati yang paling dalam. Itu adalah ungkapan yang tulus,” kata Dasco di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Wakil Ketua DPR RI itu menambahkan, keberadaan PDIP di luar pemerintahan sebagai fungsi pengawasan sangat krusial untuk menghidupkan iklim demokrasi di Indonesia. Dasco menekankan bahwa kritik membangun yang selama ini diberikan oleh anggota PDIP di parlemen sangat dihargai oleh pemerintahan Prabowo.
BI: Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
Bank Indonesia menyatakan cadangan devisa Indonesia masih lebih dari cukup untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing guna menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Hal itu dikatakan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Rapat Kerja dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (18/5). (Foto Dok. Istimewa/ Bisnis.com)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Bank Indonesia menyatakan cadangan devisa Indonesia masih lebih dari cukup untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing guna menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, BI telah meningkatkan intensitas intervensi di pasar valuta asing, baik melalui pasar spot, lindung nilai, maupun forward. Namun demikian, menurut Perry, cadangan devisa masih berada di atas metrik Assessing Reserve Adequacy (ARA) yang ditetapkan Dana Moneter Internasional (IMF).
Adapun menurutnya, saat ini skor metrik ARA Indonesia masih di atas 100, yang merupakan batas bawah aman minimum.
“Jadi, kami pastikan cadangan devisa lebih dari cukup. Masih lebih dari cukup, sehingga dosis intervensinya kami naikkan,” ujar Perry dalam Rapat Kerja dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (18/5).
Ia melanjutkan bahwa intervensi di pasar valuta asing merupakan salah satu langkah BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Selain intervensi pasar, BI juga meningkatkan tingkat imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi 6,41 persen untuk mendukung arus masuk modal asing (capital inflow).
Menurut Perry, kebijakan tersebut dinilai cukup efektif, tercermin dari arus masuk modal bersih melalui SRBI yang mencapai USD 105,16 miliar secara tahun kalender hingga 18 Mei 2026.
“Kenapa kami meningkatkan bunga SRBI? Supaya net inflow masih terjadi. Alhamdulillah itu mencatat inflow, sehingga menambah pasokan valas di dalam negeri,” tambahnya.
Selain itu, Perry mengatakan BI juga telah memperluas transaksi yuan-rupiah di pasar domestik guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
BI, lanjut dia, juga akan menurunkan batas pembelian dolar AS tunai di pasar domestik tanpa underlying dari sebelumnya USD 50 ribu per pelaku per bulan menjadi USD 25 ribu mulai Juni mendatang.
“Hal ini kami lakukan supaya yang beli dolar AS adalah yang betul-betul membutuhkan,” pungkas Perry. (her/dav)
OpenAI Rilis Codex di ChatGPT Mobile: Era Baru Programmer Pantau Proyek dari Genggaman
OpenAI integrasikan alat pemrograman AI Codex ke aplikasi seluler ChatGPT. Pengguna kini dapat mengelola alur kerja pengembangan perangkat lunak secara jarak jauh dari perangkat mobile. Pembaruan ini tersedia untuk pelanggan ChatGPT di iOS dan Android. Fitur ini memungkinkan pemantauan lingkungan Codex dan menyetujui perintah eksekusi.
Perjalanan hidup KH Helmi Abdul Mubin, pendiri Pesantren Ummul Quro Leuwiliang Bogor, kisahnya kini diabadikan dalam sebuah buku biografi berjudul Mudiruna. Foto/Dok. SindoNews
JAKARTA – Tidak semua tokoh besar lahir dari kehidupan yang nyaman. Sebagian justru tumbuh dari ruang-ruang sunyi, dari keterbatasan yang perlahan membentuk keteguhan hati. Begitulah perjalanan hidup KH Helmi Abdul Mubin, pendiri Pesantren Ummul Quro Leuwiliang Bogor, yang kisahnya kini diabadikan dalam sebuah buku biografi berjudul Mudiruna.
Meski telah wafat pada 2025 lalu, jejak perjuangan KH Helmi masih terasa hidup di tengah masyarakat dan dunia pesantren . Sosoknya dikenang bukan hanya sebagai ulama dan pendidik, tetapi juga sebagai figur yang membangun peradaban melalui pendidikan.
Perjalanan hidupnya bukan kisah tentang kemudahan. Ia tumbuh dalam keterbatasan, merantau demi ilmu, dan menjalani masa muda dengan perjuangan yang tidak ringan. Namun justru dari pengalaman itulah lahir semangat belajar dan keteguhan yang kemudian membentuk jalan dakwahnya. Baca juga:Gontor dan Deretan Pondok Pesantren Besar di Indonesia
Bekal ilmu yang ia peroleh dari berbagai lembaga pendidikan, mulai dari Pondok Modern Darussalam Gontor hingga Universitas Islam Madinah, tidak berhenti menjadi pencapaian pribadi. Ilmu itu kemudian diterjemahkan menjadi gerakan pendidikan yang nyata melalui pendirian Pesantren Ummul Quro pada 1993.
Jika melihat titik awal kehidupannya, berdirinya pesantren besar tersebut mungkin tampak seperti sesuatu yang nyaris mustahil. Namun perjalanan hidup KH Helmi menunjukkan bahwa keterbatasan tidak selalu menjadi penghalang bagi lahirnya karya besar.
Kisah hidup itu kemudian ditulis ulang oleh KH Saiful Falah, yang kini meneruskan kepemimpinan Pesantren Ummul Quro. Berbeda dengan biografi tokoh pada umumnya yang cenderung formal dan kaku, Mudiruna disusun dengan gaya bertutur yang lebih dekat dengan pembaca.
Prabowo Terima Surat dari Anak Kelas 5 SD: Terima Kasih atas MBG
Sebuah surat kecil dari seorang anak berusia 11 tahun mungkin tidak akan mengubah jalannya kebijakan negara. Tapi isinya cukup untuk menghangatkan hati siapa saja yang membacanya. Alkhalifi Muhammad Marfen, siswa kelas 5D Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam Sidoarjo, Jawa Timur, menulis surat untuk Presiden Prabowo Subianto. (Foto Dok. Bakom RI)
Nganjuk, Idola 92.6 FM-Sebuah surat kecil dari seorang anak berusia 11 tahun mungkin tidak akan mengubah jalannya kebijakan negara. Tapi isinya cukup untuk menghangatkan hati siapa saja yang membacanya.
Alkhalifi Muhammad Marfen, siswa kelas 5D Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam Sidoarjo, Jawa Timur, menulis surat untuk Presiden Prabowo Subianto. Dengan tulisan tangan dan bahasa yang polos, Marfen menyampaikan rasa terima kasihnya atas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini ia nikmati di sekolah.
Surat itu diterima Prabowo di sela kunjungan kerjanya ke Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur Sabtu (16/5). Presiden siang tadi meresmikan Museum Ibu Marsinah, monumen penghormatan atas perjuangan aktivis buruh Pahlawan Nasional Marsinah, sekaligus meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Terima kasih Bapak atas makan bergizi gratis. Saya senang menerimanya, karena makanannya bergizi,” tulis Marfen dalam suratnya.
Di penghujung surat, Marfen menyisipkan satu permohonan sederhana yang mencerminkan impian banyak anak seusianya: ingin melihat langsung sang Presiden, bukan hanya lewat layar televisi.
“Saya ingin bertemu dengan Bapak Presiden dengan ikut upacara 17 Agustus 1945 di Istana Negara, karena cuma bisa melihat di TV,” tulisnya.
Surat itu ditutup dengan doa yang tulus. “Terima kasih Bapak Presiden, sehat selalu,” demikian Marfen mengakhiri suratnya.
Program Makan Bergizi Gratis yang digulirkan pemerintahan Prabowo menyasar siswa dari jenjang PAUD hingga SMA, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di bawah lima tahun (balita) di seluruh Indonesia. Bagi Marfen dan jutaan anak lainnya, program ini bukan sekadar menu makan siang, melainkan perhatian nyata negara yang terasa hingga ke bangku sekolah. (her/dav)
Imbas Selat Hormuz Ditutup, Prabowo Ungkap Banyak Negara Minta Pupuk dari Indonesia
loading…
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Museum Marsinah dan rumah singgah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Foto: Tangkapan layar
NGANJUK – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa banyak negara di dunia saat ini kesulitan hingga panik karena gejolak perang di Timur Tengah. Dia mengaku mendapatkan laporan bahwa negara-negara lain ingin membeli beras dari Indonesia.
Prabowo mengungkapkan, penutupan Selat Hormuz akibat perang mempengaruhi banyak hal, terutama pengiriman pupuk. “Sekarang banyak negara yang kesulitan yang panik karena perang di Timur Tengah, Selat Hormuz ditutup, 20 persen BBM dunia lewat Selat Hormuz, berarti pupuk terpengaruh karena banyak pupuk berasal dari minyak dan gas pupuk dari urea, urea sangat dibutuhkan,” kata Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan rumah singgah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Ia mengaku mendapat laporan dari Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman terkait banyaknya negara yang membeli pupuk dari Indonesia. Prabowo menyebut Indonesia kini berada di pihak yang memberi bantuan.
Pemerintah Jalankan 4 Langkah Penguatan Tata Kelola MBG, dari Kualitas hingga Pengawasan
Pemerintah terus memperkuat tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan pelaksanaan berjalan aman, konsisten, tepat sasaran, dan akuntabel. Hal itu dikatakan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari dalam konferensi pers mingguan di kantor Badan Komunikasi RI, Jakarta, Rabu (13/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah terus memperkuat tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan pelaksanaan berjalan aman, konsisten, tepat sasaran, dan akuntabel.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari dalam konferensi pers mingguan di kantor Badan Komunikasi RI, Jakarta, Rabu (13/5), menyampaikan bahwa terdapat empat langkah penguatan tata kelola program prioritas nasional yang menyasar 82,9 juta penerima manfaat, mulai dari siswa PAUD, SD, SMP, SMA, santri, ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak balita di seluruh Indonesia.
Pertama, penguatan verifikasi dan validasi penerima manfaat. Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 401.1 Tahun 2025, pendataan penerima manfaat bersumber dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama untuk peserta didik, serta data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Verifikasi dan validasi dilakukan masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui koordinasi dengan dinas kesehatan, puskesmas/posyandu, kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta bidan desa.
Kedua, standardisasi kualitas dan nilai gizi menu. Seluruh SPPG diwajibkan mengacu pada angka kecukupan gizi (AKG) harian sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019, yakni 20–25 persen AKG untuk makan pagi atau 30–35 persen AKG untuk makan siang. Menu MBG harus terdiri atas makanan pokok, sayuran, lauk-pauk, dan buah.
Selain itu, setiap SPPG wajib memeriksa mutu secara fisik melalui uji organoleptik yang mencakup warna, rasa, aroma, dan tekstur sebelum makanan dikonsumsi penerima manfaat.
Ketiga, penguatan pengawasan dan akuntabilitas SPPG. BGN melakukan inspeksi terhadap SPPG sebagai bentuk pengawasan tata kelola distribusi MBG. Berdasarkan data per 12 Mei 2026, terdapat 1.738 SPPG yang diberhentikan sementara karena tidak memenuhi standar.
Keempat, penguatan mekanisme pengaduan publik. BGN mengoperasikan Call Center Sentra Aduan Gizi Interaktif (SAGI) 127 sebagai kanal pengaduan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Sepanjang 2026, jumlah aduan yang masuk tercatat sebanyak 3.615 laporan.
“Dalam penguatan tata kelola ini, pemerintah memegang tiga prinsip yang sederhana namun tegas, yaitu akurasi sasaran, mutu layanan, dan akuntabilitas. Artinya, penerima manfaat harus tepat, menu harus memenuhi standar gizi, dan setiap SPPG harus bisa diawasi serta dievaluasi secara terbuka,” kata Qodari.
Tak hanya itu, Qodari juga menegaskan pemerintah akan memperkuat tata kelola di bidang perencanaan dan standar menu, seleksi dan pengawasan mitra SPPG, prosedur operasi standar (SOP) higienitas dan distribusi, mekanisme pelaporan dan penanganan insiden, hingga transparansi serta akuntabilitas pengawasan.
Menurut Qodari, penguatan tata kelola menjadi penting mengingat MBG dijalankan dalam skala besar dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Ia pun menegaskan pemerintah terbuka terhadap masukan dari berbagai elemen masyarakat demi penyempurnaan program.
Berdasarkan data BGN per 12 Mei 2026, jumlah penerima manfaat MBG yang terdata mencapai 61.991.412 orang atau 74,8 persen dari total target 82,9 juta penerima manfaat.
Sementara itu, jumlah SPPG yang terdata sebanyak 28.390 unit, dengan 15.735 SPPG atau 55,42 persen di antaranya telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Qodari menambahkan pemerintah akan terus melaporkan perkembangan perbaikan tata kelola MBG secara berkala kepada publik.
“Pemerintah berkomitmen melaporkan perkembangan perbaikan tata kelola ini secara berkala kepada publik, sebagai wujud akuntabilitas atas program yang dibiayai oleh anggaran negara” ujarnya. (her/dav)
Sagara Technology: Bangun Portofolio dari Real Project, Bukan Tugas Fiktif
Foto: Generated by AI (Gemini)
Teknologi.id -Salah satu siklus paling frustrasi dalam dunia kerja di Indonesia berbunyi seperti ini: ‘Kami membutuhkan kandidat dengan pengalaman kerja minimal dua tahun. Tapi bagaimana saya bisa punya pengalaman jika tidak ada yang mau memberi kesempatan pertama?’ Siklus ini paling banyak dirasakan oleh lulusan IT yang kemampuan teknisnya tidak diragukan, tetapi portofolio nyatanya hampir kosong.
Berbeda dari jurusan lain yang bisa mengandalkan nilai akademik semata, industri teknologi sangat menekankan bukti konkret dari kemampuan seseorang. Perekrut dan manajer teknis tidak hanya ingin tahu apa yang Anda pelajari, melainkan apa yang sudah Anda bangun, masalah apa yang sudah Anda pecahkan, dan bagaimana kode Anda berjalan di lingkungan produksi nyata.
Proyek Fiktif vs Proyek Nyata: Perbedaan yang Tidak Kecil
Proyek kampus dan tugas akhir memiliki nilai akademis yang penting, tetapi di mata industri, nilainya sangat berbeda dibandingkan proyek nyata. Proyek nyata hadir dengan kompleksitas yang tidak bisa disimulasikan: ada requirement klien yang berubah di tengah jalan, ada standar keamanan yang harus dipenuhi, ada tekanan deadline yang sesungguhnya, dan ada pertanggungjawaban terhadap pengguna akhir yang nyata.
Ketika seorang perekrut melihat portofolio yang berisi proyek nyata yang pernah digunakan oleh ratusan atau ribuan pengguna, bobotnya jauh berbeda dibandingkan proyek tugas yang hanya berjalan di localhost. Inilah perbedaan yang menentukan siapa yang dipanggil untuk wawancara dan siapa yang diabaikan.
Urgensi: Waktu Terbaik Membangun Portofolio adalah Sekarang
Setiap semester kuliah adalah kesempatan emas yang tidak akan kembali. Mahasiswa yang mulai membangun portofolio nyata sejak semester tiga atau empat akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan dibandingkan rekan-rekan yang menunggu hingga lulus. Pasar kerja semakin kompetitif, dan diferensiasi portofolio adalah salah satu senjata paling ampuh yang bisa disiapkan sejak dini.
Solusi: Akses ke Proyek Nyata Sebelum Lulus
Pendekatan terbaik untuk membangun portofolio yang kuat adalah dengan terlibat langsung dalam proyek nyata sejak masih kuliah. Ini bisa melalui program magang, kontribusi ke proyek open source, atau yang paling efektif: bergabung dalam program outsourcing yang terstruktur di mana mahasiswa bekerja dalam proyek klien nyata di bawah bimbingan profesional berpengalaman.
Sagara Technology: Pintu Masuk ke Proyek Nyata
Sagara Technology membuka pintu akses proyek nyata bagi mahasiswa melalui program yang dirancang khusus untuk menjembatani dunia akademik dan industri. Melalui ekosistem outsourcing Sagara, mahasiswa yang memenuhi kualifikasi dapat terlibat dalam proyek pengembangan perangkat lunak nyata untuk klien dari berbagai sektor industri.
Yang membedakan program Sagara dari sekadar magang biasa adalah strukturnya yang berorientasi pada pertumbuhan profesional. Setiap mahasiswa yang terlibat mendapatkan bimbingan dari engineer senior, bekerja dalam tim profesional dengan metodologi agile, dan menghasilkan karya nyata yang bisa langsung masuk ke dalam portofolio mereka.
Selain itu, Sagara juga menyelenggarakan Lomba Talenta Digital sebagai jalur tambahan bagi mahasiswa untuk membangun portofolio melalui kompetisi proyek nyata. Karya terbaik dari kompetisi ini mendapat pengakuan industri dan membuka peluang job placement langsung.
Manfaat Nyata yang Dirasakan Mahasiswa:
Portofolio berisi proyek nyata yang sudah digunakan oleh pengguna aktif, bukan sekadar demo
Pengalaman bekerja dalam tim profesional dengan standar industri nyata
Mentoring intensif dari engineer senior yang membantu tumbuh lebih cepat
Pendapatan dari proyek sambil masih kuliah
Jaringan profesional yang terbangun selama proses pengerjaan proyek
Keunggulan kompetitif yang signifikan saat memasuki pasar kerja setelah lulus
Perspektif Mahasiswa yang Sudah Merasakan Manfaatnya
“Ketika teman-teman saya masih mengerjakan tugas akhir dengan proyek fiktif, saya sudah punya tiga proyek nyata dalam portofolio yang bisa saya tunjukkan kepada recruiter. Salah satu proyek tersebut sudah digunakan oleh lebih dari 500 pengguna aktif. Ketika wawancara, pertanyaan yang saya terima langsung spesifik tentang keputusan teknis yang saya buat di proyek tersebut, bukan pertanyaan teoritis biasa. Itu membuat saya jauh lebih percaya diri.” – Perspektif mahasiswa semester akhir yang bergabung dalam program Sagara.
Jangan tunggu sampai lulus untuk mulai membangun portofolio. Sagara Technology membuka peluang bagi mahasiswa aktif yang ingin terlibat dalam proyek nyata dan membangun karir digital dari sekarang. Hubungi tim Sagara dan temukan program yang paling sesuai dengan tahap perkembangan Anda.
Bangun Portofolio Nyata Bersama Sagara Technology!
Pemerintah Tegaskan Rasio Utang Indonesia Masih Aman, Lebih Rendah dari Malaysia hingga Jepang
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa rasio utang pemerintah masih berada pada level aman, yakni sebesar 40,75 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per 31 Maret 2026. Hal itu dikatakan Purbaya dalam media briefing, Senin (11/5). (Foto Dok. Istimewa)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa rasio utang pemerintah masih berada pada level aman, yakni sebesar 40,75 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per 31 Maret 2026.
Purbaya menjelaskan, rasio utang pemerintah saat tersebut masih berada di bawah batas yang ditetapkan dalam Maastricht Treaty, yakni 60 persen terhadap PDB.
Selain itu, angka tersebut juga masih berada di bawah ambang batas 60 persen yang diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
“Kalau kita lihat Maastricht Treaty, atau acuan yang paling ketat di Eropa, rasio utang ke PDB (dibatasi) 60 persen. Kita masih jauh, jadi masih aman,” ujar Purbaya dalam media briefing, Senin (11/5).
Lebih lanjut, ia mengatakan rasio utang Indonesia juga masih lebih rendah dibandingkan sejumlah negara di Asia Tenggara.
Sebagai contoh, Purbaya menyebut bahwa Malaysia saat ini memiliki rasio utang lebih dari 60 persen terhadap PDB. Sementara itu, rasio utang Singapura hampir mencapai 180 persen terhadap PDB.
Berdasarkan data tersebut, Purbaya menilai rasio utang Indonesia justru menunjukkan bahwa pemerintah mengelola utang secara disiplin, hati-hati, dan terukur.
“Kita termasuk yang paling hati-hati dibanding negara-negara lain, dibanding Amerika Serikat juga, dibanding Jepang juga,” imbuh dia.
Oleh karena itu, ia meminta masyarakat menilai kondisi utang Indonesia secara komparatif, bukan hanya berdasarkan nilai nominal semata. “Jadi lihat dari sisi komparatifnya,” ujar dia. (her/dav)
Dari Fresh Graduate ke Developer Senior, Bisa 2 Tahun Bersama Sagara Technology
Foto: Kompas Money
Teknologi.id -Ketika seorang fresh graduate IT menatap pohon karir yang harus didakinya, posisi Senior Developer seringkali terasa seperti puncak gunung yang jauh di kejauhan. Kebanyakan narasi industri mengatakan bahwa butuh setidaknya lima hingga tujuh tahun pengalaman kerja untuk mencapai level tersebut. Tapi apakah narasi itu selalu benar?
Jawabannya adalah tidak selalu. Faktor yang menentukan bukan hanya jumlah tahun bekerja, melainkan kualitas dan densitas pengalaman yang didapat selama tahun-tahun tersebut. Dua tahun dengan paparan proyek yang beragam, mentoring yang intens, dan ekosistem yang mendorong pertumbuhan cepat bisa setara dengan lima tahun bekerja dalam lingkungan yang stagnan.
Hambatan Pertumbuhan yang Sering Tidak Disadari
Banyak developer yang terjebak dalam pertumbuhan yang lambat bukan karena tidak berbakat, melainkan karena lingkungan kerja mereka tidak memberikan challenge yang cukup. Bekerja pada jenis proyek yang sama berulang-ulang, tanpa mentor yang menantang berpikir lebih dalam, dan tanpa paparan terhadap teknologi dan pendekatan terbaru adalah resep untuk karir yang stagnan.
Paradoks yang sering terjadi: developer yang bekerja di perusahaan kecil dengan tim yang terbatas sering kali bertumbuh lebih cepat karena mereka terpaksa menangani berbagai aspek teknis yang beragam. Sementara developer di perusahaan besar dengan spesialisasi sempit bisa bertahun-tahun tanpa memperluas kompetensinya secara signifikan.
Investasi Awal yang Menentukan Segalanya
Dua tahun pertama karir seorang developer adalah periode paling kritis yang menentukan trajektori jangka panjang. Kebiasaan kerja, standar kualitas kode, kemampuan problem solving, dan cara berkolaborasi dalam tim yang terbentuk di periode ini akan menjadi fondasi seluruh karir. Investasi pada kualitas pengalaman di periode ini menghasilkan compound return yang luar biasa.
Jalur Akselerasi yang Terbukti Efektif
Akselerasi karir developer yang terbukti efektif mencakup tiga elemen kunci: paparan proyek yang beragam dan kompleks secara teknis, mentoring dari developer senior yang berpengalaman dan mau berbagi, serta validasi kompetensi melalui sertifikasi yang diakui industri. Ketiga elemen ini harus hadir secara bersamaan untuk menciptakan pertumbuhan yang benar-benar eksponensial.
Jalur Dua Tahun Menuju Senior Developer
Sagara Technology membangun jalur yang dirancang khusus untuk mengakselerasi pertumbuhan developer dari level junior ke senior dalam waktu yang jauh lebih singkat dari rata-rata industri. Jalur ini dimulai dengan program onboarding yang komprehensif, dilanjutkan dengan penempatan dalam proyek nyata yang tingkat kompleksitasnya meningkat secara progresif.
Setiap developer dalam ekosistem Sagara mendapatkan dedicated mentor dari senior engineer yang tidak hanya melakukan code review, tetapi juga aktif membimbing dalam pengambilan keputusan arsitektur, best practices, dan pengembangan soft skills yang diperlukan untuk naik ke level senior.
Program sertifikasi Sagara melengkapi pengalaman proyek nyata dengan validasi kompetensi formal yang diakui industri. Kombinasi antara sertifikasi dan portofolio proyek nyata yang kuat adalah combination paling powerful untuk meyakinkan employer atau klien tentang level keahlian seorang developer.
Pertumbuhan teknis yang dipercepat melalui paparan proyek yang beragam dan menantang
Mentoring intensif dari senior engineer yang mendorong pemikiran lebih dalam
Sertifikasi industri yang memvalidasi kompetensi secara formal
Portofolio proyek nyata yang membuktikan kemampuan kepada calon employer
Jaringan profesional yang membantu membuka peluang karir yang lebih luas
Peningkatan pendapatan yang lebih cepat seiring dengan akselerasi level kompetensi
Kisah Pertumbuhan yang Menginspirasi
“Saya masuk ke ekosistem Sagara sebagai fresh graduate yang hanya bisa membuat aplikasi CRUD sederhana. Dua tahun kemudian, saya sudah memimpin code review untuk tim yang beranggotakan developer senior, merancang arsitektur sistem yang melayani puluhan ribu pengguna, dan menjadi reference teknis yang diakui oleh tim klien. Akselerasi ini tidak mungkin terjadi tanpa ekosistem yang tepat.” – Perspektif dari alumni program Sagara yang kini memegang posisi Senior Developer.
Mulai Jalur Akselerasi Karir Anda
Jika Anda adalah fresh graduate atau developer junior yang ingin mengakselerasi perjalanan karir menuju level senior, Sagara Technology memiliki jalur yang tepat untuk Anda. Konsultasikan posisi dan tujuan karir Anda dengan tim Sagara, dan temukan program yang paling sesuai untuk memaksimalkan potensi Anda.