Prabowo Ungkap Pengaruh Global Indonesia: Dihormati dan Jadi Solusi Bantuan Internasional
loading…
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Foto/Arif Julianto
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengatakan dirinya selalu dihormati apabila melakukan kunjungan ke luar negeri sebagai presiden. Bahkan, Prabowo mengungkapkan banyak negara yang saat ini meminta bantuan kepada Indonesia.
Hal itu disampaikan Prabowo ketika menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
“Saya kalau ke luar negeri sebagai Presiden Indonesia saya sangat dihormati, sangat dihormati. Bahkan mereka sekarang banyak negara minta bantuan ke kita,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, sejumlah negara meminta bantuan ke Indonesia untuk ekspor pupuk. Prabowo menuturkan hal ini menunjukkan Indonesia merupakan negara yang sangat kaya.
Swasembada Pangan: Prabowo Beberkan Kunci Indonesia Dihormati Dunia
loading…
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia kini semakin dihormati oleh banyak negara karena berhasil mencapai swasembada pangan. Foto/SindoNews
GORONTALO – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia kini semakin dihormati oleh banyak negara karena berhasil mencapai swasembada pangan. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo menyoroti keberhasilan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan strategis, terutama beras dan jagung, tanpa bergantung pada impor sejak tahun lalu.
“Kita sangat dihormati karena kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, swasembada jagung, banyak sekali kita, kita sekarang tidak perlu impor lagi pangan dari luar,” ujar Prabowo.
Pada tahun lalu, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras setelah produksi nasional mencapai 34,71 juta ton, melampaui kebutuhan domestik sebesar 31 juta ton. Capaian tersebut membuat Indonesia tidak perlu lagi mengimpor beras sepanjang 2025.
Sementara itu, berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Juni 2026 yang dirilis Badan Pangan Nasional (Bapanas), Indonesia diproyeksikan mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan strategis, yakni beras, jagung, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.
Prabowo Ungkap: Swasembada Pangan, Kunci Indonesia Dihormati Dunia?
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia kini semakin dihormati oleh banyak negara karena berhasil mencapai swasembada pangan. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Gorontalo, Sabtu (9/5). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Gorontalo, Idola 92.6 FM-Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia kini semakin dihormati oleh banyak negara karena berhasil mencapai swasembada pangan. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Gorontalo, Sabtu (9/5).
Dalam sambutannya, Prabowo menyoroti keberhasilan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan strategis, terutama beras dan jagung, tanpa bergantung pada impor sejak tahun lalu.
“Kita sangat dihormati karena kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, swasembada jagung, banyak sekali kita, kita sekarang tidak perlu impor lagi pangan dari luar,” ujar Prabowo.
Pada tahun lalu, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras setelah produksi nasional mencapai 34,71 juta ton, melampaui kebutuhan domestik sebesar 31 juta ton. Capaian tersebut membuat Indonesia tidak perlu lagi mengimpor beras sepanjang 2025.
Sementara itu, berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Juni 2026 yang dirilis Badan Pangan Nasional (Bapanas), Indonesia diproyeksikan mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan strategis, yakni beras, jagung, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.
Selain menyoroti ketahanan pangan strategis, Prabowo juga menilai Indonesia perlu memperkuat ketahanan protein hewani, khususnya ikan, seiring meningkatnya kebutuhan protein global.
Oleh karena itu, ia mengatakan pemerintah siap melakukan investasi besar-besaran di sektor ekonomi kelautan, atau blue economy, guna mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan nasional.
“Dunia sekarang sangat memerlukan protein ikan, karena itu, pemerintah yang saya pimpin, kita akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa pembangunan sektor kelautan dan perikanan akan terus menjadi perhatian pemerintah guna menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat di berbagai daerah.
“Kita berada di jalan yang benar, rakyat kita harus sejahtera, saya ingin nelayan-nelayan kita sejahtera, saya ingin senyum setiap hari karena penghasilannya baik,” pungkas dia. (her/dav)