PFI Ungkap Kunci Filantropi Efektif: Integrasi & Kolaborasi Anggota untuk Aksi Kolektif

Jakarta, Idola 92.6 FM-Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) menegaskan pentingnya kolaborasi antar anggota sebagai kunci untuk meningkatkan dampak filantropi di Indonesia dalam Rapat Umum Anggota (RUA) yang diselenggarakan di Gedung IPMI, Jakarta.
Di tengah meningkatnya kompleksitas tantangan pembangunan, mulai dari kemiskinan, ketimpangan, hingga perubahan iklim, pendekatan filantropi yang berjalan secara terpisah dinilai tidak lagi memadai. PFI mendorong transformasi menujuaksi kolektif yang lebih terstruktur, terkoordinasi, dan berdampak.
Sepanjang tahun 2025, kolaborasi antar anggota menjadi salah satu fokus utama PFI. Melalui berbagai platform dan inisiatif, anggota PFI didorong untuk tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun program bersama yang mampu menjawab tantangan secara lebih sistemik.
Ketua Badan Pengurus PFI, Rizal Algamar, menekankan bahwa sepanjang tahun 2025, kolaborasi dan ko-kreasi antar anggota semakin berkembang sebagai kekuatan utama dalam mendorong solusi bersama. “Melalui proses saling belajar, berbagi pengalaman, serta perancangan program secara kolektif, anggota PFI mampu menghasilkan inisiatif yang lebih terintegrasi, relevan, dan berdampak,” ujar Rizal, dalam siaran persnya.
Ia menambahkan, PFI juga memperkuat mekanisme kolaborasi melalui Filantropi Hub dengan berbagai pendekatan, termasuk penguatan klaster tematik, pengembangan Multi-Stakeholder Forum (MSF), serta penyediaan ruang-ruang dialog dan co-creation antar anggota.
“Inisiatif ini memungkinkan terjadinya sinergi lintas sektor—antara organisasi filantropi, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil,” ujarnya.
Selain itu, menurut Rizal, penyelenggaraan Filantropi Indonesia Festival 2025 (FIFest2025) juga menjadi ruang kolaborasi terbuka yang mempertemukan lebih dari 3.750 peserta dari lebih dari 100 lembaga, memperkuat pertukaran pengetahuan serta membuka peluang kemitraan lintas sektor.
Meningkatnya jumlah anggota PFI yang kini mencapai 252 organisasi menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap PFI sebagai ruang kolaborasi strategis. Berbagai kegiatan bersama yang melibatkan ribuan partisipan sepanjang tahun 2025 turut mencerminkan semakin kuatnya dinamika dan konektivitas dalam ekosistem filantropi Indonesia.
Pengalaman anggota juga mencerminkan manfaat nyata dari kolaborasi ini. “Menjadi anggota PFI, kami merasakan manfaat bagaimana inisiatif yang dilakukan Rumah Zakat dapat disinergikan dan dikolaborasikan dengan anggota PFI lainnya,” ujar Irvan Nugraha, CEO Rumah Zakat.
Hal serupa disampaikan oleh Vanessa Letizia dari Greeneration Foundation yang menilai bahwa melalui kegiatan yang diadakan, pihaknya punya kesempatan untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, serta memperluas jejaring.
“Hal itu membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak,” katanya. (her/yes)