Membangun Ekosistem Haji Masa Depan: Ramah Perempuan, Lansia, Difabel dan Lingkungan
loading…
ILFI NUR DIANA, Guru Besar dan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Sekretaris Amirul Hajj Indonesia 2026
Oleh: Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si
Penulis adalah Guru Besar dan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Sekretaris Amirul Hajj Indonesia 2026
Tahun 2026 menjadi tonggak sejarah baru penyelenggaraan haji Indonesia. Untuk pertama kalinya pelayanan haji berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah. Momentum ini bukan sekadar perubahan nomenklatur kelembagaan, melainkan ujian apakah reformasi tata kelola haji benar-benar mampu menghadirkan layanan yang lebih inklusif, manusiawi, dan berkelanjutan.
Biaya haji tahun ini mengalami penurunan sekitar dua juta rupiah, sekalipun biaya transportasi mengalami kenaikan, tetapi tidak dibebankan pada jemaah. Lantas bagaimana kualitas layanan pada jemaah tahun ini? Dengan penurunan biaya tersebut apakah mengalami penurunan kualitas layanan?
Saya sebagai Amirul Hajj perwakilan dari tokoh masyarakat ingin memastikan penyelenggaraan haji tahun ini terlaksana dengan baik. Oleh sebab itu saya mengikuti secara langsung dan mengamati pelaksanaan ibadah haji. Sejak kedatangan di tanah suci Amirul Hajj melakukan koordinasi dengan PPIH Arab Saudi, Kedutaan, KUH, rumah sakit, dan mengunjungi jemaah di sektor-sektor untuk mendengarkan keluh kesah dan aspirasi jemaah. Amirul Hajj yang diketuai oleh Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf mempunyai tugas misi diplomasi, yaitu menjaga hubungan bilateral dengan otoritas Arab Saudi serta berkoordinasi langsung dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Haji Arab Saudi. Selain ini juga bertugas melakukan pengawasan dan evaluasi untuk memastikan fasilitas dan operasional penyelenggaraan haji mulai dari transportasi, akomodasi, Catering, dan layanan kesehatan agar berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Juga bertugas melakukan pelayanan dan perlindungan jemaah, khususnya bagi jemaah lanjut usia dan risiko tinggi, serta sebagai representasi kehadiran negara dalam mendampingi dan memberikan dukungan moral kepada jemaah selama berada di Arab Saudi.
Dari sisi tata kelola, Kemenhaj telah mempersiapkan dengan matang terkait persiapan pemberangkatan, operasional di tanah suci, pelaksanaan ARMUZNA (Arafah, Muzdalifah, Mina), hingga kepulangan kembali ke Indonesia. Juga melakukan perbaikan sistem untuk memastikan pencapaian target secara efektif, efisien, mematuhi regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah Saudi. Sehingga Pemerintah Saudi memberikan apresiasi kepada Kemenhaj Indonesia, karena pelaksanaan haji tahun ini dinilai lebih baik dan lebih tertib. Begitu juga apresiasi banyak berdatangan dari para jemaah haji, sekalipun masih ada kekurangan yang menjadi perhatian untuk perbaikan di tahun depan. Lantas bagaimanakah layanan haji yang dirasakan oleh para jemaah haji tahun ini?
OPTIMALISASI LAYANAN
Kementerian Haji dan Umrah telah melakukan transformasi di tahap pertama ini. Transformasi yang telah dilakukan fokus pada digitalisasi, transparansi, efisiensi, dan peningkatan layanan jemaah. Tentu saja perlu terus diupayakan transformasi ke depan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Saya melakukan kunjungan dan survei kepada para jemaah terkait layanan yang diterima dan dirasakan. Rata-rata mereka mengalami kepuasan dari beberapa layanan berupa konsumsi, transportasi dan akomodasi, juga layanan kesehatan.
