Mengejar Swasembada Energi: Target Ambisius Prabowo di Tahun 2029
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen swasembada energi nasional paling lambat 2029. Fokusnya mengurangi impor BBM dan beralih ke energi terbarukan. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan kerja di SMA Negeri 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4). Kemandirian energi prioritas pembangunan nasional.
Kemandirian Energi! Strategi Pemerintah Pangkas Impor LPG: DME dan CNG Jadi Kunci Utama.
Pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan impor LPG dan memperkuat ketahanan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia fokus mencari alternatif pengganti LPG, seperti Dimethyl Ether (DME) dari batu bara kalori rendah dan Compressed Natural Gas (CNG) dari gas domestik. Upaya ini mengatasi impor 7 juta ton LPG per tahun.
Agenda Besar 2029: Pemerintah Pacu Olah Sampah, Bidik 33.000 Ton Limbah Jadi Energi Harian
Pemerintah mempercepat pembangunan PSEL (Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik) di perkotaan. Proyek ini bertujuan mengatasi krisis sampah, mengubahnya menjadi energi listrik. Target 2029, PSEL diharapkan mengurangi timbulan sampah 33.000 ton per hari, meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Lokasi awal meliputi Bekasi dan Yogyakarta.
Pemerintah Percepat Pembangunan PLTS untuk Kurangi Ketergantungan Energi Fosil
Pemerintah terus mendorong percepatan transisi energi bersih melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam skala besar. Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan percepatan program ini sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbasis diesel. Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah terus mendorong percepatan transisi energi bersih melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam skala besar. Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan percepatan program ini sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbasis diesel.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan evaluasi terhadap sejumlah program strategis, termasuk pengembangan PLTS berkapasitas besar.
“Evaluasi terkait beberapa program terutama tadi bersama Danantara kaitannya dengan program PLTS 100 Giga,” ujar Brian usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/4).
Menurut Brian, Presiden secara langsung meminta agar pelaksanaan program tersebut dipercepat, khususnya untuk menggantikan pembangkit listrik berbasis diesel yang masih digunakan di berbagai wilayah.
“Bapak Presiden menanyakan perkembangannya dan meminta agar itu dipercepat terutama untuk yang diesel. Jadi tadi dari hasil rapat yang sudah dilakukan antara Danantara, PLN dan juga para ahli di kementerian dan beberapa perguruan tinggi ditargetkan tahun ini 10 giga yang diesel,” jelasnya, seperti dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Lebih lanjut, Brian menyebutkan bahwa pengurangan penggunaan pembangkit diesel akan diimbangi dengan penambahan kapasitas energi terbarukan, terutama PLTS. Berdasarkan perhitungan bersama antara Kementerian ESDM, PLN, Danantara, serta para akademisi, terdapat potensi instalasi PLTS hingga 17 gigawatt dalam waktu dekat.
“Itu bisa dikurangi kemudian yang lainnya juga akan ditambah kira-kira sampai 7 giga, jadi untuk saat ini dari perhitungan bersama-sama Kementerian ESDM, PLN, Danantara, dan juga beberapa ahli perguruan tinggi itu kira-kira 17 Giga bisa dilakukan instalasi PLTS,” ungkapnya.
Terkait lokasi pembangunan, Brian menegaskan bahwa seluruh implementasi program akan berada di bawah koordinasi PLN sebagai pelaksana utama. “Lokasinya nanti, semuanya dari PLN sebagai implementator program tersebut,” tutupnya. (her/dav)
Selat Hormuz Dibuka Iran: Mengapa Ini Krusial bagi Stabilitas Energi Indonesia?
Pemerintah Iran resmi membuka Selat Hormuz sebagai rute pelayaran internasional pada Jumat (17/4), menandakan meredanya konflik di kawasan Timur Tengah. Kementerian ESDM menegaskan keputusan ini berdampak positif bagi ketahanan energi Indonesia dan stabilitas pasokan energi global. Prospek energi nasional kini semakin cerah, dengan harapan kapal Pertamina dapat segera melintas.
2 Kapal Pertamina Bersiap Lintasi Selat Hormuz: Apa Maknanya Bagi Energi Nasional?
PT Pertamina International Shipping (PIS) mengumumkan dua kapal Pertamina, Pertamina Pride dan Gamsunoro, siap melintasi Selat Hormuz. Sebelumnya tertahan di Teluk Arab/Teluk Persia, ini menyusul keputusan Iran membuka kembali jalur perdagangan laut. PIS menyiapkan perencanaan pelayaran aman, berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. Prioritas keselamatan awak kapal dan keamanan muatan.
Pertamina Siap Jelajah Selat Hormuz: Dua Kapal Amankan Pasokan Energi Nasional
PT Pertamina International Shipping (PIS) mengumumkan dua kapal miliknya, Pertamina Pride dan Gamsunoro, siap melintasi Selat Hormuz. Kapal PIS sebelumnya tertahan di Teluk Persia dan kini melanjutkan pelayaran setelah Iran membuka kembali jalur perdagangan laut tersebut. PIS menyiapkan rencana pelayaran yang aman serta pemantauan intensif untuk navigasi.
Pemerintah Tegaskan: Harga BBM Stabil dan Stok Energi Aman Hingga Akhir Tahun
Pemerintah memastikan stok energi nasional dalam kondisi aman dan harga bahan bakar minyak (BBM) tetap stabil. Dan hingga akhir 2026, pemerintah juga memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik. Kepastian tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai melaporkan perkembangan sektor energi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Pemerintah memastikan stok energi nasional dalam kondisi aman dan harga bahan bakar minyak (BBM) tetap stabil. Dan hingga akhir 2026, pemerintah juga memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai melaporkan perkembangan sektor energi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4).
“Kita akan mencari harga yang terbaik. Yang jelas kita akan mencoba untuk tidak boleh lebih daripada harga pasar,” kata Bahlil, seperti dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Bahlil pun mengatakan pemerintah akan mengupayakan agar harga BBM tetap berapa di bawah pasar. “Harga di bawah pasar itu jauh lebih baik, tapi minimal sama dengan harga pasar,” lanjut dia.
Bahlil juga menyampaikan, berdasarkan arahan Prabowo, pemerintah telah menindaklanjuti langkah pengamanan pasokan energi nasional termasuk memastikan ketersediaan minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri hingga Desember 2026.
“Untuk crude (minyak mentah) satu tahun dari mulai bulan ini sampai dengan Desember, insyaallah sudah aman. Jadi kita nggak perlu risau,” ujar Bahlil.
Harga BBM subsidi tak naik
Lebih lanjut, selain pasokan minyak mentah, pemerintah juga memastikan stok BBM dan LPG nasional berada di atas standar minimum.
Menurut Bahlil, kondisi tersebut menjadi landasan bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga energi domestik khususnya BBM subsidi.
Bahlil juga turut menegaskan bahwa pemerintah telah bersepakat, atas arahan Prabowo, untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi hingga akhir tahun.
“Harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun,” tegasnya.
Terkait penguatan ketahanan energi jangka panjang, Bahlil juga melaporkan perkembangan kerja sama energi Indonesia dengan Rusia. Menurutnya, Rusia siap memasok kebutuhan minyak Indonesia.
“Kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia. Pihak Rusia juga siap membangun beberapa infrastruktur yang penting dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita,” ujarnya. (her/dav)
Prabowo Pulang: Terobosan Energi dan Pertahanan Strategis dari Rusia
Presiden RI Prabowo Subianto, tiba kembali di Tanah Air usai merampungkan rangkaian lawatan resmi kenegaraan ke Rusia dan Prancis dalam rangka memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan kedua negara mitra strategis tersebut. Prabowo beserta rombongan terbatas tiba di Lanud Halim Perdanakusuma pada pukul 13.50 WIB, Rabu (15/4). (Foto Dok. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Jakarta, Idola 92.6 FM-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba kembali di Tanah Air usai merampungkan rangkaian lawatan resmi kenegaraan ke Rusia dan Prancis dalam rangka memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan kedua negara mitra strategis tersebut.
Prabowo beserta rombongan terbatas tiba di Lanud Halim Perdanakusuma pada pukul 13.50 WIB, Rabu (15/4), dan disambut langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Badan Intelijen Negara Muhammad Herindra.
Selama berada di Rusia, Prabowo melaksanakan pertemuan bilateral dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin, Moskow.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif dengan membahas berbagai isu strategis serta peluang peningkatan kerja sama di sejumlah sektor prioritas, seperti sektor energi hingga ekonomi.
“Di Moskow, saya baru saja bertemu beberapa pejabat dari Rusia dan perwakilan perusahaan Rusia. Saya sangat berterima kasih karena pembicaraannya sangat produktif. Hampir semua bidang yang kita sepakati beberapa bulan lalu mengalami kemajuan yang pesat,” ujar Prabowo saat bertemu dengan Putin di Rusia.
Usai pertemuan bilateral, kedua pemimpin negara juga melanjutkan agenda dengan jamuan santap siang bersama serta pertukaran cenderamata kenegaraan. Putin turut melepas secara langsung keberangkatan Presiden Prabowo menuju Paris untuk melanjutkan agenda lawatan berikutnya.
Di Prancis, Prabowo menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Élysée, Paris. Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama strategis kedua negara di berbagai sektor prioritas yang menjadi kepentingan bersama.
“Sebagai salah satu mitra penting di kawasan Eropa, Indonesia terus mendorong kerja sama berkelanjutan dengan Prancis guna membuka peluang kolaborasi baru yang semakin konkret dan saling menguntungkan bagi kedua negara,” ujar Prabowo dalam akun resmi Instagramnya, @presidenrepublikindonesia.
Di Paris, Prabowo dan Macron membahas seputar penguatan kerja sama strategis dalam pengadaan alutsista, penguatan industri pertahanan, transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan, infrastruktur dan transportasi, hingga pendidikan dan ekonomi kreatif.
Kunjungan ke Rusia dan Prancis ini menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperluas diplomasi yang aktif dan produktif guna membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam dinamika global yang terus berkembang.
Rangkaian lawatan resmi kenegaraan tersebut juga mencerminkan langkah strategis Pemerintah Indonesia dalam mempererat kemitraan dengan negara-negara sahabat guna mendukung agenda pembangunan nasional serta kepentingan strategis Indonesia di tingkat internasional. (her/dav)
Indonesia & Rusia: Menguak Alasan di Balik Negosiasi Pasokan Energi Strategis
Pemerintah Indonesia mengintensifkan diplomasi energi dengan Rusia untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo Subianto membahas pasokan minyak mentah, LPG, serta investasi energi. Rusia menyatakan kesiapan mendukung kebutuhan energi Indonesia, termasuk suplai minyak, gas, dan pengembangan energi nuklir melalui skema G2G dan B2B.